
Kedua pemuda tersebut berjalan menelusuri keramaian kota Anyi saat malam hari. Setelah berjalan cukup lama akhirnya Ling Feng dan Long Tian memutuskan untuk masuk kedalam tempat makan yang terlihat cukup ramai disana. Rumah makan tersebut mempunyai gaya yang cukup megah, akan tetapi tidak terlihat terlalu mencolok. Ditambah dengan tiga tingkat keatas rumah makan tersebut terlihat cukup sempurna untuk menikmati suasana malam kota Anyi.
Tanpa basa-basi Long Tian langsung melesat mendahului Ling Feng saking tidak sabarnya masuk kedalam rumah makan tersebut. Ling Feng yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya mengekori dari belakang sembari bergumam melihat nama rumah makan tersebut.
"Rumah makan Bulan Matahari. Selera pemilik rumah makan ini tidak terlalu buruk." Gumam Ling masuk juga kedalam rumah makan tersebut.
Kring…Kring…Kring
Terlihat suasana ramai rumah makan tersebut terlihat dari lantai bawahnya saja. Bukan hanya itu, rumah makan Bulan Matahari ini juga ada beberapa pengawal yang menjaganya, sehingga kenyamanan para pelanggan tetap terjaga. Baru saja Ling Feng dan Long Tian masuk kedalam, kedua pemuda tersebut langsung disambut oleh salah satu pelayan disana.
"Selamat datang di rumah makan Bulan Matahari. Kedua tuan muda ingin pesan apa?" Ucap ramah pelayan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu cukup puas dengan pelayanan ramah pelayan ramah tersebut.
"Aku pesan makanan terbaik rumah makan ini." Ucap Ling Feng menyebutkan pesanannya. Long Tian yang mendengar pesanan Ling Feng yang tidak menyebutkan arak dalam pesanannya, dirinya langsung inisiatif menyebutkan sendiri.
"Dan juga sepuluh kendi arak terbaik yang kalian punya." Long Tian menyebutkan pesanannya sendiri sembari menatap kesal Ling Feng, Ling Feng yang mendengar itu hanya terkekeh melihat wajah Long Tian yang kesal kepadanya.
Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya langsung mencatat pesanan yang disebutkan oleh Ling Feng dan Long Tian. Setelah selesai pelayan tersebut kembali bertanya kepada Ling Feng, "Dimana tuan muda ini ingin duduk?" Tanya pelayan tersebut. Mendengar hal itu Ling Feng menjawabnya spontan sembari melangkah pergi menuju lantai kedua rumah makan tersebut.
__ADS_1
"Lantai dua meja yang dekat dengan menuju lantai tiga." Ucap Ling Feng melangkah pergi menuju lantai dua diikuti oleh Long Tian. Long Tian yang mendengar itu awalnya ia ingin protes, namun Ling Feng langsung memberikan transmisi suara kepadanya.
"Lantai dua adalah tempat yang strategis untuk mencari informasi terkini lantai satu dan tiga." Ling Feng mengirimkan transmisi suara kepada Long Tian. Mendengar hal itu Long Tian hanya menghela nafas lalu langsung membalas transmisi suara Ling Feng.
"Kau tidak akan mendapatkan informasi apapun di rumah makan ini Feng'er." Long Tian membalas transmisi suara Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu mengkerutkan keningnya menatap Long Tian sembari duduk di salah meja yang dekat dengan tangga yang menghubungkan antara lantai tiga dan satu.
"Rumah makan seperti ini bukan rumah makan seperti biasanya yang kita singgahi. Terlihat dari adanya pengawal yang menjaga, pastinya tidak akan mudah mendapatkan informasi yang kita inginkan." Kata Long Tian tidak berkata melalui transmisi suara lagi.
Ling Feng yang mendengar itu juga mengiyakan perkataan Long Tian, rumah makan ini terlihat sangat tenang berbeda dengan rumah makan yang biasa mereka singgahi akan ramai dengan gelak tawa dan teriak-teriakan.
"Sudahlah kita nikmati dulu malam ini kejayaan ini, mencari informasi bisa kita cari esok hari." Kata Long Tian dengan semangat besarnya. Ling Feng yang mendengar hal itu hanya menghela nafas melihat tingkah Long Tian terkadang suka diluar dugaan.
Setelah menunggu hampir selama sepuluh menit, pesanan Ling Feng dan Long Tian akhirnya datang juga. Pelayan yang tadi mencatat pesanan Ling Feng, dirinya juga yang mengantarkan pesanan Ling Feng ke meja makannya.
"Dua porsi makanan terbaik rumah makan kami dan sepuluh Kendi arak terbaik yang kami miliki. Silahkan dinikmati tuan muda sekalian." Ucap ramah pelayan tersebut sembari melempar senyum kepada Long Tian dan Ling Feng. Ling Feng mendengar itu ia menganggukkan kepalanya. Pelayan tersebut tersenyum sekali lagi berniat untuk pamit undur diri.
"Kalau sudah tidak ada lagi, saya permisi tuan muda." Ucap pelayan tersebut menundukkan kepalanya pamit ingin undur diri.
__ADS_1
Namun, ketika pelayan tersebut ingin pamit pergi kembali, Ling Feng langsung menahan pelayan tersebut.
"Tunggu dulu nona…Bolehkah aku bertanya kepadamu?" Kata Ling Feng menahan pelayan tersebut. Pelayan tersebut yang awalnya ingin pergi, kembali mendongakan kepalanya sembari berkata, "Saya akan berusaha menjawabnya jika itu masih dalam jangkauan saya." Ucap pelayan tersebut menunduk sekali lagi.
Long Tian sendiri sudah sibuk dengan makanan yang tadi dipesan. Ia sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan Ling Feng dengan pelayan tersebut. Ling Feng langsung mempersilahkan pelayan tersebut untuk duduk sembari berkata, "Kalau begitu duduklah dan jangan menolak." Ucap Ling Feng tidak bisa dibantah sama sekali. Mendengar Ling Feng berkata seperti itu, pelayan tersebut mau tidak mau ia duduk di tempat kosong meja tersebut.
"Baiklah apa yang ingin anda tanyakan kepada saya tuan muda?" Ucap pelayan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu langsung berkata, "Semua yang kau ketahui tentang informasi kota Anyi baru-baru ini." Kata Ling Feng. Pelayan tersebut pertama diam sejenak berpikir apa yang harus ia katakan.
Beberapa detik kemudian pelayan tersebut mengatakan informasi yang ia ketahui sesuai dengan permintaan Ling Feng. Pelayan tersebut menceritakan beberapa informasi tentang kejadian-kejadian hangat yang baru di kota Anyi termasuk Pertandingan alkemis yang akan diadakan beberapa hari lagi.
"Pertandingan alkemis?" Ling Feng sedikit tertarik dengan pertandingan tersebut. Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya lanjut berkata, "Pertandingan ini adalah untuk merayakan putri walikota Anyi yang sedang berulang tahun dan lagi hadiah pemenang dari pertandingan alkemis ini akan mendapatkan hadiah yang misterius dari walikota. Entah itu apa hal ini masih tidak ada yang mengetahuinya sama sekali." Jelas pelayan tersebut panjang lebar, Ling Feng yang mendengar itu mengangguk-anggukkan kepalanya lalu mengucapkan terima kasih kepada pelayan tersebut.
"Baiklah terima kasih atas informasinya." Ucap Ling Feng berterima kasih sembari menyodorkan kantung kepada pelayan tersebut. Melihat itu, sang pelayan awalnya ingin menolak, akan tetapi Ling Feng tetap memaksa pelayan tersebut untuk menerimanya. Alhasil pelayan tersebut dengan terpaksa menerimanya sembari mengucapkan terima kasih kepada Ling Feng lalu pamit undur diri.
"Pertandingan alkemis kah……Aku jadi penasaran." Gumam Ling Feng lalu kembali menyantap makanan yang ia pesan.
>>>>> Bersambung
__ADS_1
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)