
Setengah jam pun berlalu begitu saja, Ling Feng lalu bangkit dari posisi bersujud memberi penghormatan di depan makam kedua orang tuanya.
"Ayah, ibu. Feng'er pergi dulu ya. Lain kali Feng'er akan datang lebih cepat." Ucap Ling Feng dengan senyuman lembut tercetak di wajahnya, bangkit dari posisi bersujud nya.
Ia lantas melirik ke belakang nya, dimana di sana Pang Lang dan Ren Hu yang ikut bangkit dari posisi yang sama dengan dirinya. "Terima kasih sudah membantu ku membersihkan makam-makam yang ada di sini." Ling Feng mengucapkan terima kasih kepada Ren Hu dan Pang Lang.
"Tidak apa-apa tuan muda. Hal seperti ini bukanlah sesuatu yang besar. Anda tidak perlu sampai segitunya."
"Ya benar. Sesuai apa yang di katakan oleh pria ini tuan muda Feng. Anda tidak perlu sampai segitunya untuk hal kecil yang kami telah lakukan ini."
Ucap kedua nya bersamaan. Ling Feng yang mendengar itu pun berkata seraya melempar senyum lembutnya, "Mungkin bagi kalian ini adalah hal kecil, akan tetapi tanpa kalian sadari, bagiku itu adalah hal yang besar. Oleh karena itu, aku berterima kasih kepada kalian dengan setulusnya." Ucap Ling Feng membuat kedua orang tersebut tertegun dengan sikap keukeh Ling Feng saat ini.
Keduanya sempat saling pandang lalu mereka pun akhirnya memilih untuk mengalah dan menerima ucapan terima kasih Ling Feng.
"Sekarang kita akan pergi ke mana tuan muda? Apakah langsung pergi menuju tempat orang yang anda bicarakan itu?" Tanya Ren Hu tepat setelah mereka bertiga keluar dari wilayah desa kelahiran Ling Feng. Ketiganya saat ini sedang melesat cepat melewati hamparan padang rumput yang luas. Orang yang di bicarakan oleh Ren Hu adalah Long Tian yang kabarnya saat ini sedang berada di ke Kaisaran Han. Lebih tepatnya memang Ling Feng yang meminta Long Tian untuk pergi ke Kaisaran Han.
Ling Feng lantas menoleh kepada Pang Lang dan bertanya kepada nya. "Oh ya paman Lang. Jika dipikir-pikir kembali, ia tidak mengatakan keberadaan nya di mana? Apakah kau mengetahui hal itu paman Lang?" Tanya Ling Feng kepada Pang Lang yang juga sempat tersentak ketika mendengar nya dan memasang raut wajah 'Iya juga ya.'
"Ya jika sudah begini apa boleh buat." Gumam Ling Feng menghela nafas sejenak.
>>>>>_____<<<<<
__ADS_1
"Tolong tunjukkan kartu identitas anda." Ucap sepasang prajurit yang sedang berjaga di depan gerbang besar. Ling Feng dan yang lainnya pun mengeluarkan kartu identitas masing-masing. Tidak butuh waktu yang lama ketiganya pun masuk ke dalam gerbang besar setelah membayar pajak masuk ke dalam kota.
Nampak lah suasana kota ramai yang di penuhi hiruk pikuk lautan manusia yang berlalu lalang di kota tersebut. Ling Feng yang melihat pemandangan kota tersebut tersenyum teringat kembali dengan hal nostalgia beberapa tahun yang lalu.
Ren Hu yang menyadari ekspresi Ling Feng langsung bertanya, karena ekspresi yang di tunjukkan nya saat ini, sama dengan ekspresi yang di tunjukkan ketika pertama kali sampai di Kekaisaran Han.
"Apakah anda juga pernah ke kota ini tuan muda?" Tanya Ren Hu yang diangguki oleh Ling Feng dengan senyuman tercetak di wajah nya.
"Aku sempat kemari sebelum pergi Menuju ke Kaisaran Wei Ketimbang beberapa tahun yang lalu, kota ini cukup mengalami banyak perubahan ya." Jawab Ling Feng terkekeh melihat pemandangan yang mana cukup ramai saat ini.
Kota Cheng Du itulah yang tertulis di pintu gerbang masuknya, karena tidak mengetahui keberadaan Long Tian dan saat ini tidak bisa di hubungi sama sekali, Ling Feng pun memutuskan untuk singgah terlebih dahulu ke kota yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.
Ling Feng melangkahkan kakinya menembus lautan manusia tersebut diikuti oleh Ren Hu dan Pang Lang yang mengekor di belakang nya.
Ling Feng sempat tersenyum sebentar lalu masuk seraya menggunakan tudung kepalanya. Ren Hu dan Pang Lang juga mengikuti apa yang di lakukan oleh Ling Feng yaitu, menggunakan tudung kepala dan masuk ke dalam penginapan tersebut.
Kringgg... Kringgg...
"Selamat datang di penginapan kami. Ada yang bisa saya bantu tuan-tuan?" Sapa ramah seorang perempuan muda tepat di depan pintu masuk. Ling Feng yang melihat perempuan muda tersebut tersenyum samar lalu berkata dengan tenang. "Satu meja untuk tiga orang tolong." Ucap Ling Feng dengan tenang.
Perempuan muda itu yang mendengar suara Ling Feng sempat tersentak sebentar dan langsung mendongakan kepalanya menatap wajah Ling Feng yang tertutup oleh tudung kepala nya, namun sebuah pertanyaan menyadarkan nya kembali.
__ADS_1
"Apakah ada sesuatu di wajah ku nona muda?" Ling Feng bertanya membuat perempuan muda tersebut tersentak sadar kembali ke dunianya.
"A-ah... A-aku minta maaf tuan. Entah mengapa saya merasa sangat familiar dengan suara anda." Ucap Perempuan muda tersebut tanpa sadar. Menyadari dengan apa yang ia katakan, Perempuan muda itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan kembali berkata, "A-aku minta maaf, karena telah bertindak tidak sopan. K-kalau begitu... Tolong ikuti saya." Ucap perempuan muda itu langsung meminta maaf lalu beranjak pergi menuntut Ling Feng dan yang lainnya ke meja untuk tiga orang.
Ling Feng hanya menganggukkan kepalanya saja seraya kembali tersenyum samar.
"Ia masih blak-blakan seperti biasanya. Selalu mengatakan seluruh isi pemikiran nya tanpa pikir panjang." Batin Ling Feng seraya menatap punggung perempuan muda itu, yang sedang curi-curi pandangan terhadap Ling Feng.
Ketiganya pun duduk lalu perempuan muda itu pamit ke belakang. Ren Hu langsung mendekati Ling Feng dan sekali lagi mengajukan pertanyaan kepada nya, "Tuan muda, tuan muda. Apakah anda mengenal nona muda itu?" Tanya Ren Hu.
"Aku mengenal nya. Waktu ia masih kecil, aku sering mengantarkan nya jalan-jalan keliling kota." Jawab Ling Feng tidak berniat untuk menutup-nutupinya. "Padahal sudah beberapa tahun lamanya, tidak kusangka ia masih ingat dengan suara ku." Ucap Ling Feng lagi terkekeh pelan.
"Ya tentu saja tuan muda. Perempuan itu, mempunyai daya ingat yang sangat kuat tuan muda, bahkan jika itu ratusan tahun ataupun ribuan tahun lamanya." Ucap Ren Hu dengan bangga.
"Oh ya... Aku baru mengetahui fakta itu." Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan dan langsung di jawab dengan cepat oleh Ren Hu. "Ya tentu saja tuan muda." Ucap Ren Hu dengan percaya diri.
Lalu tiba-tiba terdengar suara pecahan disertai nada sentakan, yang membuat ketiga orang itu refleks melirik ke arah sumber suara tersebut.
Praangggg
"Berani-beraninya kau yang hanya seorang pelayan menolak diriku ini?!" Kata sosok pria dengan pakaian mewah menunjuk-nunjuk marah kepada seorang perempuan yang tersungkur di bawahnya.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.