Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Jendral Kota VS Lu Sii


__ADS_3

“Fyuhhh... Akhrinya aku bisa merenggangkan bagian sendi-sendi tubuh ku ya kaku.” Ucap Ren Hu seraya merenggangkan bagian tubuhnya dan tersenyum puas. “Jadi tuan muda... Apakah kita hanya perlu melakukan ini saja?” Tanya Ren Hu kepada Ling Feng. Pang kevetulan juga langsung muncul tepat di sisi Ren Hu mengejutkan wanita tersebut, karena kehadirannya.


“Tidak, masih belum. Kalian berdua bantulah kedua pilar kota Cheng Du. Walaupun kita sudah membalikkan rencana mereka, bukan berarti hal yang tidak terduga tidak akan terjadi. Sekalipun rencana itu sempurna, hal tidak terduga pasti terjadi.” Ucap Ling Feng. Keduanya menganggukan kepalanya dan berkata, “Siap laksanakan perintah tuan muda.” Ucap keduanya langsung menghilang.


Tepat setelah keduanya pergi, Ling Feng kembali tenggelam dalam pikirannya. “Apakah memang semudah ini saja?” Pikir Ling Feng dalam benaknya. Ia lalu menghela nafas panjang. Lalu menandahkan kepalanya menatap langit-langit yang bersih tanpa awan yang menghalangi sama sekali. “Malam ini tenang sekali, namun perasaan gelisah dalam diri ku tak kunjung pudar. Benar-benar sangat merepotkan.” Gumam Ling Feng yang memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut ia menghilang entah ke mana.


Sisi Pertarungan Lu Sii dengan Jendral Kota


Ctanngggg


Brukkkkk


Brukkkkk


“Kekeke... Pergerakan mu memang tidak biasa, namun bukan hanya kau saja yang bisa beradaptasi dengan lawan.” Ucap Lu Sii menghempaskan jendral kota terkekeh dengan nada mengejek. Pertarungan sengit diantara keduanya pun tidak terelakkan. Awal pertarungan mulai, jendral kota mendominasi pertarungan tersebut, dan telah berhasil membuat luka di tubuh Lu Sii, namun seiring berjalannya waktu, Lu Sii pun juga merupakan tipe petarung yang beradaptasi dengan lawan yang ia lawan sama dengan jendral kota.


“Hohhhh... Kau baru berhasil menghempaskan ku sekali, masih belum terlihat siapa yang unggul diantara kita. Pertarungan yang sesungguhnya baru saja di mulai.” Ucap jendral kota memasang kuda-kuda berpedang yang berbeda kali ini. Melihat perubahan itu, tentunya Lu Sii juga tidak berpikir bahwa jendral kota hanya untuk sekedar bergaya saja.


“Teknik Pedang Air Gerakan Ketiga: Badai Ombak Raksasa.” Ucap jendral kota berlari kecil dan menarik pedang dan menebaskannya dari bawah ke atas secara vertikal. Qi yang besar keluar secara sekaligus dari tubuh jendral kota membentuk sebuah gambaran ombak yang sangat besar setinggi lima meter. Ombak air yang sangat besar itu melesat cepat menyapu apapun yang di lewatinya menuju ke arah Lu Sii.


Swossssshhhh... Swossssshhhh...

__ADS_1


Lu Sii tidak bisa menghindari serangan tersebut, karena kecepatannya berbeda dengan hembusan ombak pantai biasa. Mau bagaimana pun, ombak tersebut adalah perwujudan dari seni beladiri, tentunya berbeda dengan ombak yang biasanya ada di pantai.


“Teknik Pedang Iblis Gerakan Keempat: Tebasan Membelah Bulan.” Ucap Lu Sii yang tidak berniat untuk menghindari nya, dan memilih untuk menghadapi nya, karena itu memang satu-satunya pilihan. Lu Sii mengumpulkan Qi iblisnya ke dalam pedangnya, aura merah pekat terpancar sangat mencekam keluar dari pedangnya. Ia maju selangkah dan menghunuskan pedang nya secara vertikal yang kebalikan dari jendral kota.


Shringgggg


Slassshhhh


Ombak raksasa itu pun terbelah menjadi dua bagian melewati Lu Sii begitu saja. “Cihhh... Percuma saja, sekuat apapun teknik berpedang mu, aku akan patahkan menggunakan teknik berpedang ku.” Ucap Lu Sii dengan seringai percaya diri dan mengejek secara bersamaan.


Namun hal tidak terduga pun terjadi, akibat rasa percaya dirinya yang terlalu berlebihan itu. “Hohhh... Sangat menakjubkan aku memuji mu, namun dalam perang, teknik berpedang yang kuat, bukanlah faktor besar yang menentukan kemenangan suatu peperangan.” Ucap jendral kota yang menimpali perkataan Lu Sii tepat muncul berada di sisi iblis tersebut. Lu Sii tidak menduga bahwa jendral kota akan menggunakan teknik berpedang yang ia lancarkan sebagai umpan dan membuat tubuhnya sendiri berbaur dengan teknik yang ia lancarkan.


“Kali ini... Kau tidak akan bisa menghindarinya.” Ucap jendral kota mengayunkan pedangnya secara horizontal.


Shringggg


Crasssshh


Shringggg


Shringggg

__ADS_1


Shringggg


Crasssshh


Setelah melancarkan empat tebasan beruntun, jendral kota dan Lu Sii sama-sama menjaga jarak. Jendral memasang kuda-kuda bersiap, sedangkan Lu Sii mundur untuk mengambil nafas sejenak.


“Uhukkk... Uhukkk... Sial orang tua itu ternyata masih bisa bergerak segesit itu dengan tubuh tua nya.” Umpat pelan Lu Sii seraya memegangi bagian tubuhnya yang terluka. Darah yang keluar dari tubuh Lu Sii pun tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti, karena memang luka yang di berikan cukup dalam.


“Kekeke...” Lu Sii terkekeh membuat jendral kota membelalakkan kedua matanya terkejut dengan respon Lu Sii. “Hahahaha... Hebat! Hebat! Sudah sejak lama diriku terluka separah ini. Seperti yang di harapkan dari benteng pertahanan Kota Cheng Du, kekuatannya bukan omong kosong belaka kuakui itu.” Ucap Lu Sii bangkti dengan wajah menyeringai lebat terlihat sangat bersemangat.


“Oleh karena itu, Aku akan bertarung dengan serius mengeluarkan seluruh kemampuna ku mulai dari sekarang.” Ucap Lu Sii Seraya menancapkan pedang di hadapan nya seraya merentangkan kedua tangannya ke lamgit-langit. Jendral kota merasakan perasaan buruk akan terjadi ketika melihat tindakan Lu Sii. “Jika dibiarkan sesuatu yang buruk akan terjadi.” Pikir jendral kota mengungkapkan insting yang merasakan perasaan buruk tersebut.


Jendral kota melesat cepat ke arah Lu Sii, akan tetapi sayang. Aura yang sangat pekat dan menekan keluar dari Lu Sii. Bukan hanya itu saja, bahkan ranahnya pun ikut melonjak naik dengan cepat bersamaan dengan aura kuat yang terpancar darinya. Jendral kota langsung terhempas kebelakang terkena pancaran aura kuat dari Lu Sii.


“Ini dia! Ini dia! Ini dia! Hahaha......!!” Teriak Lu Sii di iringin dengan pancaran aura yang sangat kuat keluar dari tubuhnya.


Swossssshhhh


“Ughhkk... Ini sepertinya benar-benar menjadi gawat.” Gumam jendral kota bangkit menatap jengkel ke arah Lu Sii yang diselimuti oleh aura hitam pekat.


“Kekeke... Mari kita mulai ronde selanjutnya.” Ucap Lu Sii terkekeh mengerikan, tampil dengan penampilan yang berbeda dibandingkan dengan yang sebelumnya.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2