Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pergi Dari Kota Awan Emas


__ADS_3

“Anak sampah itu...” Umpat kepala Keluarga Chu megepalkan tangannya erat-erat. Baru saja dibicarakan, tiba-tiba pintu masuk ke ruangan kepala keluarga Chu dibuka dengan tiba-tiba. Sontak kepala keluarga Chu langsung menoleh ke arah satu sosok pemuda yang di pangku tubuhnya berjalan susah ke arahnya. Sosok pemuda yang jalan nya di bantu tersebut langsung menangis pilu seraya berkata, “Huaaa... Ayahhhhh... Ada yang membullyku... Huaaa!!!” Sosok pemuda itu menangis pilu dengan wajah yang lebam serta terpincang-pincang. Terlihat sudah ada beberapa perban yang membalut tubuhnya.


Kepala keluarga Chu yang melihat itu menggertakkan giginya, ia bangkit dari tempat duduknya melangkah cepat ke arah Chu Xin. Dalam hatinya Chu Xin sudah menyeringai lebar, melihat antusias dari ayahnya, namun hal yang tidak di duga adalah teriakan kemarahan dari ayahnya.


“Dasar anak bodoh! Bisa-bisanya kau menyinggung orang yang seharusnya tidak kau singgung!” Teriakan kemarahan dari kepala keluarga Chu membuat Chu Xin dan prajurit yang mengantarnya terkejut bukan main.


Belum puas, kepala keluarga Chu kembali berteriak, “Kau tahu! Akibat dari tindakan bodoh yang kau lakukan itu, keluarga kita hampir saja dibantai kau tahu hahhh! Anak bodoh! Tuan itu sengaja, ia hanya menghajar mu sampai seperti itu, jika sampai kau benar-benar meletakan tangan mu di tubuh pengikutnya, keluarga Chu kita benar-benar akan musnah tau!” Teriak kepala keluarga Chu meluapkan seluruh amarahnya kepada Chu Xin.


Chu Xin benar-benar terdiam, tidak bisa berkata apa-apa melihat sang ayah sangat begitu marah kepadanya. Pada saat itulah ia menyadari bahwa sosok berjubah hitam yang membuatnya ia dan para penjaganya itu bukanlah sosok biasa, yang bahkan ayahnya saja sampai memarahinya hingga seperti ini.


>>>>>>_____


Kembali Kepada Ling Feng


“Fyuhhh... Kalian berdua aku kembali.” Ucap Ling Feng yang secara tiba-tiba muncul dihadapan kedua orang berjubah hitam yang terlihat sedang menunggu di tempat yang telah di janjikan.


“Selamat datang kembali tuan muda. A-anu tuan muda... Aku mint-“ Ucap salah satu dari sosok berjubah hitam menyambut kedatangan Ling Feng seraya hendak berkata lagi, namun sebelum perkataan itu keluar sepenuhnya, Ling Feng langsung memotongnya.


“Sudah kukatakan untuk tidak meminta maaf, kan Ren Hu? Apakah kau hendak melanggar perkataan ku?” Ucap Ling Feng yang langsung di tanggapi gugup oleh sosok yang tidak lain adalah Ren Hu.


“T-tidak tuan muda, aku tidak bermaksud seperti itu, h-hanya saja... Aku...” Ucapnya tidak bermaksud akan hal seperti itu, dan berniat untuk menjelaskan nya, namun lagi-lagi ia mendadak gugup di akhir kalimat. Ling Feng yang mendengar itu pun tersenyum simpul dan berkata, “Ya sudah... Tidak perlu repot-repot di permasalahkan. Toh, permasalahannya telah selesai sekarang, dan juga kau tidak perlu khawatir tentang kedua anak kecil tersebut. Aku sudah mengurus jaminan keduanya, bahwa akan baik-baik saja.” Ucap Ling Feng seraya menjelaskan panjang lebar.


“Terima kasih tuan muda atas seluruh kebaikan mu yang telah diberikan.” Ren Hu mengucapkan terima kasih dengan nada tulus saat ini. “Tidak perlu berterima kasih kepadaku, aku tidak melakukan hal yang besar kok.” Ucap Ling Feng terkekeh menjawabnya.

__ADS_1


“Mungkin bagi tuan muda itu tidaklah besar, namun bagi kedua anak kecil itu adalah berkah yang sangat besar tanpa tuan muda sadari.” Ucap Ren Hu. “Begitu, kah... Ya baguslah jika memang seperti itu.” Ucap Ling Feng tidak berniat untuk memperpanjang nya lagi.


“Ya kita lanjutkan kembali perjalanan sekarang, setidaknya kita bisa mencapat seperempat jalan sebelum malam datang.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh keduanya. Waktu saat ini siang yang menjelang sore, oleh karena itu mereka harus bergegas sebelum malam tiba.


“Baik tuan muda.” Jawab serempak keduanya seraya mengangguk. “Kalau begitu ayo pergi.” Ucap Ling Feng seraya melangkah menuju gerbang besar yang tidak lain adalah gerbang pintu keluar Kota Awan Emas. Ketiganya melangkah santai menuju gerbang pintu keluar seraya menyelesaikan prosesnya. Setelah selesai mengurus semua prosesnya, Ling Feng dan keduanya pun langsung melesat cepat pergi, secepat yang mereka bisa untuk di capai.


Setelah berjam-berjam kemudian, matahari pun menyelesaikan tugasnya di gantikan dengan sang bulan yang menyinari tenang kegelapan malam. Pada saat malam tiba, Ling Feng dan yang lainnya benar-benar sudah melalui seperempat perjalanan dan mereka baru berhenti tepat, di depan pintu masuk ke dalam hutan. Karena sudah malam, Ling Feng pun memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, karena memang malam sudah datang.


“Kita akan beristirahat terlebih dahulu, sebelum masuk ke dalam hutan.” Ucap Ling Feng kepada Pang Lang dan Ren Hu. “Hahhhhhh.... Akhir nya kita mencapai juga hutan yang terakhir.” Ucap Ren Hu meregangkan tubuhnya yang kaku.


“Ya kau benar... Setelah hutan ini dan sedikit melakukan perjalanan lagi, kita akan sampai di kota kekaisaran yang kita tuju.” Timpal Ling Feng seraya tersenyum tipis. “Tuan muda, tuan muda, makan malam kita hari ini apa?” Tanya Ren Hu yang seketika sangat antusias mengingat memang sudah waktunya makan malam, dan ketiga nya pun melesat berlari tanpa beristirahat sedikit pun. Wajar saja jika Ren Hu merasakan lapar.


Ling Feng yang awalnya bingung memutuskan hendak makan apa malam ini, tiba-tiba ia merasakan beberapa keberadaan yang datang mengendap-endap ke arah mereka bertiga. Tentunya bukan hanya Ling Feng yang menyadarinya, Pang Lang dan Ren Hu pun juga menyadari kedatangan sosok yang mengendap-endap ke arah mereka.


Setelah berkata seperti itu, Ren Hu tanpa berkata apa-apa lagi langsung melancarkan serangan ke arah beberapa sosok yang mengendap-endap ke arah mereka.


Swussshhh


Booommm


“Sudahlah tidak perlu bersembunyi di sana, keluarlah saja. Percuma mengendap-endap seperti itu tau.” Ujar Ren Hu seraya melemaskan tinjunya setelah melancarkan serangan ke belakangnya. Terlihatlah tiga sosok serigala yang mempunyai tanduk di kepalanya dan berukuran dua kali lebih besar, daripada serigala pada umunya.


Grrrrrr

__ADS_1


Serigala itu menggertakkan giginya menatap marah kepada Ren Hu. Ren Hu juga membalas tatapan serigala bertanduk itu dengan tatapan yang mengejek. “Maaf saja... Kalian bertiga harus mati malam ini, karena jika tidak aku bisa mati kelaparan.” Ucap Ren Hu yang langsung melesat cepat menerjang terlebih dahulu.


Grrrrrr


Serigala yang memahami perkataan Ren Hu, menggertakkan giginya merasa sangat marah. Ia lalu melirik kedua temannya dan tanpa pikir panjang lagi, ketiga langsung menerjang bersamaan.


“Baguslah... Jika satu-satu terlalu lama.” Ucap Ren Hu mengangkat satu tangannya lagi mengumpulkan Qi di sekitar kepalan tangannya dan...


“Terima ini...” Ujar Ren Hu melesatkan serangan pertama ke arah serigala yang pertama.


Boooommm


Hening setelah Ren Hu melesatkan serangan pertamanya, karena dalam sekali serang itu, Ren Hu mengubah satu serigala menjadi kabut darah.


“Ehhh.” Kata yang keluar dari mulut Ren Hu yang tidak menyangka bahwa serigala itu bakal berubah menjadi kabut darah terkena serangannya. Kedua serigala yang melihat temannya di ubah menjadi kabut darah dalam sekejap terkejut bukan main. Mereka menatap Ren Hu dengan kosong, Ren Hu pun menatap sebaliknya juga dengan tatapan kosong yang sama persis, lebih tepatnya tatapan tidak menyangka. Ekspresi keduanya benar-benar sangat lucu dalam pandangan mata Ling Feng. Pang Lang sendiri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum simpul sedikit.


“Ren Hu... Sepertinya kau harus sedikit menahan diri, kalau tidak makan malamnya berubah menjadi kabut darah semua loh.” Ucap Ling Feng sedikit terkekeh mengatakan hal tersebut. “Jika tidak pandai berburu, sebaiknya tidak usah berburu saja.” Pang Lang yang juga mengutarakan pendapatnya.


Ren Hu yang mendengar itu sangat malu. Memang benar ia sangat bersemangat sampai-sampai ia tidak sadar bahwa, ia menyerang serigala tersebut dengan cukup serius. “M-maafkan aku tuan muda. Aku terlalu bersemangat.” Ucap Ren Hu meminta maaf. Ia sangat malu saat ini, karena terlihat sangat bersemangat.


“Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Ayo lanjutkan kembali, kedua serigala sisanya bisa kabur loh.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan, merasa terhibur dengan sikap Ren Hu yang cukup lucu dalam pandangannya.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2