
Bahkan saat ini dalam pandangan komandan iblis yang menghadapinya, pemuda di depannya itu seperti mempunyai lebih dari dua tangan, saking cepatnya pergerakan tangan Ling Xiao.
>>>>>>______
“Aku tidak percaya itu, Aku tidak percaya itu!” Teriak komandan iblis berwajah pucat itu lalu menyerang Ling Xiao lebih intens lagi. Akan tetapi hasilnya tetap sama saja, karena semua serangan yang di lancarkan kepada Ling Xiao dapat di tepis serta dihindari dengan sangat mudah olehnya.
Ling Xiao sendiri masih acuh tak acuh. Ketika jarak antara dirinya dengan komandan iblis wajah pucat itu dekat, tentu saja sang komandan merasakan ancaman. Dirinya pun mengikuti insting nya untuk menjaga jarak dari Ling Xiao. Ia menyerang ke arah pemuda itu seraya menjaga jarak darinya.
“Kau ingin pergi ke mana?” Ucap sebuah suara tepat di sisinya, membuat komandan iblis wajah pucat itu terdiam dengan tatapan kosong refleks menoleh ke sumber suara dan mendapati Ling Xiao tiba-tiba sudah berada di sana. Tepat ketika dirinya hendak bergerak menjauh, Ling Xiao langsung melancarkan tebasan aura dan mengenai telak dada komandan iblis itu membuatnya terpental jauh ke belakang dan baru berhenti setelah menghancurkan sebuah tenda di belakangnya.
Shringggg...! Swosssshhhh...?! Boommmmm...?!
“Bagaimana mungkin?!” Batin komandan iblis itu seraya bangkit dan memikirkan tentang Ling Xiao yang secara tiba-tiba sudah berada di sisinya. Pada saat itulah ia dikejutkan dengan Ling Xiao yang mempunyai dua wujud yang sama. Lalu beberapa saat kemudian wujud dari Ling Xiao yang menyerang nya pun tiba-tiba berubah menjadi bayangan hitam.
“Sebuah klon?! Sejak kapan?!” Batin komandan iblis itu sampai-sampai dirinya pun tidak sadar, bahwa Ling Xiao sudah berada di depannya.
“Kemana matamu melihat?” Ujar Ling Xiao menyadarkan komandan iblis wajah pucat, sembari menendangnya ke atas. Sekali lagi komandan iblis wajah pucat itu terkena serangan Ling Xiao, dirinya pun melesat cepat menembus pepohonan hutan tersebut ke arah langit. Ling Xiao tentu tidak berhenti di sana saja, ia pun juga ikut terbang ke langit menyusul komandan iblis itu lalu menyerangnya telak, tanpa memberikan jeda sedikit pun.
Lalu tepat ketika mereka berdua hendak terjun bebas, Ling Xiao pun memberikan serangan terakhir berupa tendangan yang sangat kuat membuat komandan iblis itu kembali melesat bak peluru dan menghantam tanah cukup keras, membuat kawah kecil dengan dirinya sebagai pusat dari kawah tersebut.
Boooommmm...?!
“Uahhhh... Saudara Xiao benar-benar tidak menahan diri sama sekali. Ia bahkan tidak tanggung-tanggung membuat lawannya putus asa.” Ujar Ling Shui memang miris ke arah komandan iblis wajah pucat yang habis-habisan di hajar oleh Ling Xiao.
__ADS_1
“Beraninya kau mengalihkan pandanganmu ketika berhadapan dengan musuh!” Teriak seorang komandan iblis yang di hadapi oleh Ling Shui.
Shringggg... Ctangggg...?!
“Tenang saja, tidak perlu terburu-buru seperti itu. Hari masih panjang, malam juga belum datang. Jadi, santai saja, karena aku belum puas menghancurkan mu.” Ucap Ling Shui tanpa beban seraya menahan serangan komandan iblis itu dengan mudahnya, tanpa sedikit pun merasa sulit. Komandan iblis itu semakin kesal ketika mendengar ucapan Ling Shui.
“Dasar bocah bren*sek! Jangan meremehkan ku!” Teriak komandan iblis itu yang kesal, karena Ling Shui senantiasa menahan semua serangan yang ia lancarkan kepadanya. Ling Shui hanya mengedikan kedua bahunya, lalu pertarungan sengit antara keduanya pun kembali berlanjut.
Lain hal di sisi Ling Huo dan Ling Ji yang nampak begitu bersemangat melawan komandan iblis yang dihadapi keduanya.
“Hahahaha... Benar seperti itu! Buat ini lebih menarik lagi! Hahahaha...!” Teriak Ling Huo seraya tertawa puas. Ling Ji yang mendengar teriakan senang Ling Huo, hanya bisa tersenyum di balik penutup wajahnya seraya menggeleng-geleng kepalanya.
Berbanding terbalik dengan komandan iblis yang menghadapi kedua pemuda itu, dirinya nampak mulai gelisah, karena dibuat repot oleh kombinasi kedua pemuda tersebut. Bahkan ketika ia menggunakan teknik darah iblisnya membuat prajurit darah, semua itu percuma saja di hadapan sabit kembar Ling Huo.
Kedua sabit pendeknya itu, dengan tanpa pandang bulunya menghabisi prajurit darah milik komandan iblis itu. Sementara itu Ling Ji sendiri berperan menjaga punggung Ling Huo dari serangan diam-diam sang komandan iblis dengan tinjunya.
“Fokus pada lawanmu.” Ucap Ling Huo yang tiba-tiba sudah berada di titik buta sang komandan iblis. Tentunya ia pun refleks menoleh ke arah sumber suara, dengan senjatanya terangkat di depan, menahan dua sabit Ling Huo.
Shringggg...?! Ctangggggg...!!
Ketika berhadapan dengan Ling Huo, ia di buat tidak nyaman dengan ekspresi pemuda itu yang tengah tersenyum kepadanya. Sampai kemudian ia pun menyadari telah kehilangan satu orang saat ini.
“Terlambat.” Gumam Ling Huo seraya tersenyum meremehkan, dan pada saat itulah Ling Ji berada tepat di belakang komandan tersebut lalu melancarkan pukulan telak ke punggung nya.
__ADS_1
“Makan ini iblis wajah aneh! Teknik Tinju Ilahi: Pukulan Surgawi Ganda.” Ujar Ling Ji melancarkan pukulan kepada komandan iblis itu dan langsung membuatnya bertekuk lutut seraya memuntahkan darah hitam dari mulutnya. Tidak berhenti di sana saja, Ling Huo pun memanfaatkan kesempatan itu dengan menghempaskan senjata komandan iblis itu lalu melancarkan tebasan aura dari sabit kembarnya.
Shringggg...! Shringggg...!
Komandan iblis itu pun terpental ke belakang dengan luka berbentuk silang di dadanya.
>>>>>>______
Sementara Itu di Sekitar Tempat Persembunyian
“Haihhhh... Mereka semua benar-benar sangat menikmati melawan komandan-komandan iblis itu. Padahalkan aku juga ingin melawannya.” Ucap Ling Di seraya menghembuskan nafasnya kasar, menatap pertarungan yang begitu sengit saudara-saudaranya melawan tiga komandan iblis tersebut.
“Jangan mengeluh dan berjagalah yang benar kak. Kalau tidak, akan kulaporkan pada Kakak Xiao.” Ucap Ling Lin’er yang berada di sebelahnya dengan nada bicara sengit membuat Ling Di terdiam membisu dan mengutuk mulutnya yang senantiasa kelepasan dalam berbicara.
“E-eh... Jangan begitu ya Lin’er cantik. Kakak tidak akan mengeluh lagi, kakak tidak akan mengeluh lagi.” Ujar Ling Di dengan sigap langsung menyadarinya situasinya, dan buru-buru mengambil posisi aman. Mendengar itu, Ling Lin’er pun membuang muka nya ke samping lalu fokus kembali untuk membuat segel.
Saat ini keduanya sedang berada di balik sebuah pohon besar yang tidak jauh dari tempat persembunyian. Ling Lin’er dengan tugasnya yaitu, membuat sebuah penghalang untuk menyamarkan aura para sandera dan Ling Di sendiri mendapatkan tugas untuk menjaga Ling Lin’er dan sandera yang telah di baru saja mereka selamatkan tadi.
Terlihat para gadis yang di jadikan sandera pun merasa sangat senang dan bersyukur dengan kedatangan Ling Xiao dan para saudaranya. Mereka semua merasa sangat terharu, karena sudah sejak lama mereka di tangkap dan dijadikan sandera oleh sekelompok ras iblis itu. Bahkan kebanyakan dari mereka sudah berputus asa tentang ada yang menyelematkan mereka.
Namun semua perasaan buruk itu hilang sepenuhnya, di gantikan perasaan syukur dan senang dengan kemunculan Ling Xiao dan para saudaranya sebagai sebuah harapan mereka untuk bisa bebas dan kembali hidup normal.
“Sepertinya tidak akan lama lagi.” Ucap Ling Di melihat ke arah pertarungan, dimana ketiga komandan iblis sudah benar-benar di buat terdesak oleh saudara-saudaranya.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.