
Ling Feng dengan sigap berpindah di atas tubuh kadal tersebut, dan ketika kadal tersebut sedang mengamuk Ling Feng langsung mulai melaksanakan rencananya. Ia lantas mulai mengeluarkan elemen Es nya dalam jumlah besar di telapak tangannya lalu…
"Haaaaaaaaaa." Teriak Ling Feng melemparkan Elemen Es yang terkumpul di telapak tangannya.
Booooommmm
Csssshhhhhhhhhhhh
Grrrrrrrrrrrrrooooooaaaahhhhhh
Tubuh kadal Bumi tersebut pun langsung mulai membeku. Merasakan kulitnya menjadi seperti itu, Kadal Bumi itu langsung berteriak keras dan melihat ada Ling Feng disana. Ia pun langsung bergerak kesamping dengan wajah berhadapan langsung dengan Ling Feng.
Kadal Bumi itu langsung membuka mulutnya kembali lebar-lebar ingin memakan Ling Feng. Ling Feng yang menyadari bahwa Kadal Bumi itu ingin menyerang langsung dirinya sengaja tidak melawan membiarkannya saja.
Pada saat hampir dimakan hidup-hidup, Ling Feng langsung memasang kuda-kuda berpedangnya sebelum mulut daripada Kadal Bumi itu sudah berada diatas dan dibawah kakinya. Tanpa basa-basi kadal Bumi itu langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
Sebelum Mulutnya menutup rapat-rapat, Ling Feng sempat bergumam. "Teknik Sembilan Matahari: Tebasan Gelomba-" Ling Feng berhenti bergumam dan mulut daripada Kadal Bumi itu tertutup rapat. Baru beberapa detik Kadal Bumi itu menutup rapat mulut nya.
Tiba-tiba, wajahnya menunjukkan raut wajah yang aneh. Tua Tao yang melihat raut wajah Kadal Bumi itu terkekeh menggelengkan kepalanya. "Benar-benar nekat atau kusebut gigih saja apa." Kata Tua Tao terkekeh menggelengkan kepalanya.
Kadal Bumi itu menunjukkan raut wajah yang benar-benar sangat jelek. Wajahnya tiba-tiba mulai memerah dan dari sela-sela mulutnya dan hidungnya mulai keluar asap. Lalu beberapa saat kemudian ia pun membuka kembali mulutnya, karena tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Ling Feng didalam mulutnya.
Pada saat kadal Bumi itu membuka mulutnya lagi, Ling Feng langsung melesat terbang ke langit-langit gua dengan seluruh pakaian yang sudah basah kuyup. "Ughhkkk…Sebenarnya setiap hari kadal itu makan apa sih? hingga bau seperti ini." Gumam Ling Feng sembari memandang pakaiannya yang sudah dilumuri oleh lendir dari Kadal Bumi itu. Pedang yang ia genggam pun hilang satu atau lebih tepatnya ia sengaja melakukan hal itu untuk rencananya.
Kadal Bumi itu menatap marah Ling Feng. Ling Feng yang melihat tatapan tersebut berkata. "Hei jangan layangkan tatapan bodoh mu itu seakan-akan kau yang paling menderita. Aku juga punya kesulitan tau." Kata Ling Feng balik menatap kesal kadal Bumi tersebut.
Grrrrrrrrrrrrrooooooaaaahhhhhh
Kadal Bumi itu malah berteriak kepada Ling Feng. Ling Feng sendiri tidak peduli dan kembali melesat ke arah Kadal Bumi tersebut. "Persiapannya sudah selesai sekarang tinggal lanjut ke bagian keduanya." Gumam Ling Feng.
__ADS_1
Ling Feng lantas melesat cepat terbang dengan sayang dari Elemen Es nya ke arah Kadal Bumi itu. Kadal Bumi itu tentu tidak diam saja, ia mengangkat kedua kaki depannya berusaha menyerang Ling Feng walaupun tidak kena-kena.
Walaupun Kadal Bumi tidak dapat mengenai Ling Feng, hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Ling Feng juga tidak mudah mendekati Kadal Bumi itu, dikarenakan setiap dirinya ingin mendekat Kadal Bumi itu terus-menerus bergerak dan mengeluarkan teriakannya.
"Apa boleh buat sepertinya memang harus dari sekarang." Ling Feng mempercepat tempo penyerangan dan kemampuan menghindar nya. Kadal Bumi yang melihat itu pun mulai sedikit kewalahan yang mana Ling Feng terlihat seperti menghilang dimatanya.
Ling Feng dengan cepat terbang ke kanan, ke kiri menghindari pukulan demi pukulan Kadal Bumi itu. Ling Feng sendiri sangat menyadari bahwa kadal tersebut tidak mampu mengikuti pergerakannya. Pada saat itu juga Ling Feng langsung memanfaatkan kecepatan melesatnya dan menghilang dari pandangan mata Kadal Bumi itu.
Ling Feng muncul kembali di atas kepala dimana langit-langit gua yang cukup tinggi. Kadal Bumi itu tentunya kehilangan jejak Ling Feng ia menoleh ke kanan dan ke kiri tidak mendapati manusia tersebut.
Ling Feng yang diatas pun mulai berkonsentrasi. "Tenang Ling Feng kau pasti bisa." Gumamnya pada diri sendiri. Ling Feng yang merasa sudah tenang pun mulai mempraktekkan kembali tentang bagaimana ia menggabungkan Energi Pedang nya dengan Elemen Es.
Dirinya memejamkan matanya mulai membayangkan dalam pikirannya tentang teknik yang ia lakukan sebelum datang kemari. Ia pun mulai mengatakan yang ia katakan pada saat melakukan teknik tersebut.
"Jika kau duduk, kepribadian seseorang yang tercerahkan akan tercermin dalam penampilannya. Jika ia lemah, cara dia bergerak akan melemah dan lambat. Jika ia fokus, cara dia bergerak akan tepat dan akurat. Jika ia tenang, cara dia bergerak akan stabil." Ling Feng mengulang kembali perkataan tersebut.
"Masih belum, aku masih bisa, aku masih lebih sanggup daripada yang ini." Batin Ling Feng menguatkan genggaman pedangnya. Kali ini ia menggunakan kedua tangan nya untuk menetralisir beban yang ditanggung oleh satu tangan saja.
Kadal Bumi yang tidak mendapati keberadaan Ling Feng pun bingung sekaligus marah. Ia awalnya mengira Ling Feng sudah pergi darinya, namun ketika ia merasakan aura kuat yang berasal dari atas kepalanya, refleks Kadal Bumi itu mendongakkan kepalanya.
Merasakan aura yang sangat kuat tersebut Kadal Bumi itu berteriak lalu berniat membuka mulutnya. Ling Feng tentu tidak diam saja. "Tidak akan kubiarkan." Gumam Ling Feng terkekeh. Ia lantas menggerakkan tangannya membentuk segel tangan. Seketika Kadal Bumi yang ingin membuka mulutnya menjadi terdiam dan berteriak.
Grrrrrrrrrrrrrooooooaaaahhhhhh
Kadal Bumi itu langsung berteriak keras merasakan sakit. Ling Feng yang melihat Kadal Bumi itu tidak jadi menggunakan semburannya tersenyum. "Baiklah persiapan keduanya telah selesai makan ini kadal jelek!" Teriak Ling Feng mengangkat pedang putihnya lalu menebas secara horizontal ke arah Kadal Bumi itu.
"Haaaaaaaaaa…Teknik Gabungan: Pedang Es Energi." Kata Ling Feng menyebutkan teknik yang baru ia buat tersebut.
Shringgggggg
__ADS_1
Tebasan pedang yang mengandung energi pedang yang sangat kuat disertai Elemen Es yang sangat dingin melesat ke arah Kadal Bumi itu. Kadal Bumi itu tidak menghindari itu, lebih tepatnya ia tidak bisa melakukan hal itu.
Dirinya pun berniat menyembunyikan kepalanya, tapi lagi-lagi digagalkan oleh Ling Feng. "Jangan kau pikir semudah itu ingin bersembunyi." Kata Ling Feng melalukan gerakan tangan lagi dan Kadal Bumi itu langsung membelalakkan matanya dan berteriak lantang.
Otomatis mulutnya pun terbuka lebar dan tebasan Pedang Ling Feng pun meluncur mulus masuk kedalam mulutnya lalu…
Shringgggggg
Csssshhhhhhhhhhhh
Tubuh Kadal Bumi itu langsung terdiam tidak bergerak. Perlahan-lahan mulut daripada kadal tersebut mulai membeku. Lalu kulit bagian badannya pun mulai membeku. Kadal Bumi itu pun mulai kehilangan keseimbangan melangkah.
Kemudian pada saat ia melangkah tidak beraturan, ia berada tepat dimana dibawah batu-batu yang sangat tajam dan sudah di pasang formasi oleh Ling Feng. Kadal Bumi itu masih belum mati. Oleh karena itu, Ling Feng menjentikkan jari nya. Seketika formasi yang berada di langit-langit gua pun aktif dan…
Shrungggg
Shrungggg
Shrungggg
Cleeebbbb
Cleeebbbb
Cleeebbbb
Batu tajam yang berada di langit-langit gua pun runtuh dan jatuh melesat cepat ke bawah menembus kepala, tubuh, dan ekor daripada Kadal Bumi tersebut. Pada saat itu juga satu dari empat beast penguasa Jurang Keabadian pun tewas di tangan Ling Feng.
>>>>>>>> Bersambung
__ADS_1