Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kembali Ke Kota Anyi


__ADS_3

Kelompok Ling Feng pun menghilang pergi dari kota tersebut. Lalu muncul kembali di tempat Ling Feng bertarung dengan sekolompok iblis. Ren Hu yang berada di sampingnya pun berkata, “Sepertinya wanita itu telah pergi dari sini tuan muda.” Ucap rubah setengah manusia itu. Ling Feng menganggukkan kepalanya tanpa menjawab. Ling Feng lantas menoleh kepada Lang Hei dan berkata, “Cari beberapa daging kita makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.” Kata Ling Feng yang membuat raut wajah Lang Hei langsung berubah menjadi semangat dan melesat sangat cepat.


Melihat raut wajah Lang Hei yang bersemangat tentunya membuat Ren Hu sedikit aneh dengan reaksi Lang Hei. Ling Feng yang menyadari raut wajah Ren Hu hanya tersenyum sekilas saja. Ling Feng lalu membuka portal menuju dunia jiwanya dan seketika sekelompok serigala berhamburan keluar dari portal tersebut mendekati Ling Feng. Ling Feng tersenyum lalu menyesuaikan tingginya, mengelus satu persatu kepala serigala-serigala tersebut.


Sekelompok serigala itu juga langsung berpencar melakukan hal serupa seperti Lang Hei tanpa di suruh sama sekali. Sekali lagi Ren Hu kebingungan dengan sikap serigala-serigala itu. Ren Hu memutuskan untuk tidak memikirkan itu dan memilih untuk melakukan hal lain yaitu, mencari kayu tentunya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, semua hal yang diperlukan semuanya telah tersedia. Bahkan para serigala membawa banyak daging yang membuat Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ling Feng pun mulai mengolah daging-daging tersebut. Tidak butuh lama daging-daging tersebut pun selesai di olah menjadi daging bakar dan pada saat itu juga Lang Hei dan kawanannya langsung memakannya dengan lahap. Ren Hu yang melihat para kawanan serigala tersebut makan dengan lahap tentunya penasaran. “Makanlah kau belum mencicipinya.” Kata Ling Feng kepada Ren Hu.


Ren Hu mengiyakan perkataan Ling Feng dan pada saat itu juga raut wajah Ren Hu langsung berubah. “T-tuan muda r-rasa ini...S-sebenarnya apa yang telah aku makan ini.” Ren Hu masih tidak percaya dengan apa yang ia makan saat ini. “Bagaimana bisa seperti ini?!....Dari daging yang hambar bisa berubah menjadi rasa yang sangat luar biasa seperti ini.” Batin Ren Hu menatap daging yang telah dibakar oleh Ling Feng. “Apa jangan-jangan?!” Lanjut batinnya sembari menatap api hitam yang digunakan untuk membakar daging-daging tersebut.

__ADS_1


“Bukan itu...Aku hanya menambahkan beberapa rempah yang membuat daging ini menjadi lebih terasa enak dan tidak hambar.” Jawab Ling Feng yang membuat Ren Hu memandang takjub. Ling Feng terkekeh ketika melihat raut wajah Ren Hu yang membuatnya merasa sedikit nostalgia. “Melihat reaksi mu, aku seperti melihat diriku yang dulu.” Kata Ling Feng terkekeh. Ren Hu yang mendengar itu menjadi malu mengalihkan pandangannya, karena wajahnya yang sudah memerah.


Pada saat ia mengalihkan pandangannya, Lang Hei memasang raut wajah mengejek yang membuat Ren Hu menjadi jengkel ketika melihat raut wajah tersebut. Hari itu masih terang benderang yang membuat Ren Hu dapat melihat jelas raut wajah mengejek Lang Hei. Melihat tingkah keduanya, Ling Feng hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja ikut menyantap daging bakarnya juga.


“Setelah ini, kemana tujuan anda pergi tuan muda?” Tanya Ren Hu kemudian setelah menghabiskan banyak daging bakar. Tentunya harus sedikit berebut dengan Lang Hei untuk mendapatkan daging-daging bakar itu. “Ya, pertama mungkin aku ingin kembali ke tempat orang-orangku terlebih dahulu.” Jawab Ling Feng. “Orang-orang Anda?” Ulang Ren Hu tidak mengerti. “Anggap saja seperti kau yang saat ini sedang mengikuti ku.” Kata Ling Feng menjelaskan secara sederhana.


Ren Hu mengangguk paham dengan perkataan Ling Feng. “Kalian masuk ke dalam dunia jiwa ku saja terlebih dahulu. Kelompok ku saat ini benar-benar terlihat sangat mencolok jika pergi ke sana nantinya.” Kata Ling Feng lagi sembari membuka kembali portal menuju dunia jiwanya. Lang Hei dan para serigala lainnya pun masuk ke dalam portal tersebut. Tersisa Ren Hu yang bersikukuh ingin berada disamping Ling Feng.


Tidak butuh waktu lama, Ling Feng sudah sampai di langit-langit di sebuah kota. Ling Feng berhenti di udara sejenak menatap kota yang tidak lain adalah kota Anyi. Ling Feng tersenyum dan Ren Hu yang melihat senyuman itu, merasakan perbedaan dengan senyuman-senyuman yang Ling Feng tunjukan biasanya.

__ADS_1


“Sudah beberapa tahun berlalu kota ini masih terlihat sama saja.” Gumam Ling Feng yang dapat di dengar oleh Ren Hu. Keduanya pun turun terlebih dahulu tidak ingin terlalu menarik perhatian. Sebelum masuk, Ling Feng tidak sengaja melihat pantulan wajahnya di sungai yang mengalir. Melihat pantulan wajahnya itu Ling Feng mengerutkan keningnya. “Ada apa tuan muda?” Tanya Ren Hu ketika melihat Ling Feng mengerutkan keningnya. “Ah tidak ada apa-apa...Hanya saja aku merasa penampilan ku sedikit berantakan saat ini.” Keluh Ling Feng yang melihat pantulan wajahnya yang memang terlihat berantakan dengan rambut yang tidak teraturnya. Walaupun sudah ia ikat, Namun masih ada beberapa helai yang terlewatkan.


“Kau bisa merapihkan penampilanku Ren Hu?” Tanya Ling Feng yang pertama kali menyebutkan nama dari wanita setengah rubah itu untuk pertama kalinya. “Jika tuan muda mengizinkan, maka Ren Hu akan melakukan yang terbaik.” Jawab Ren Hu dengan nada sumringah. Awalnya Ling Feng sedikit ragu ketika meminta hal tersebut kepada Ren Hu.


“T-tunggu dulu Ren Hu...Maksudku hanya merapihkannya saja tidak perlu sampai di potong.” Ling Feng meralat perkataannya melangkah mundur perlahan. “Tidak perlu sungkan tuan muda. Ren Hu akan melakukan yang terbaik untuk tuan muda tenang saja.” Timpal Ren Hu dengan cepat maju selangkah demi selangkah. “Hiikkkk...Mati aku.” Gumam pelan Ling Feng dan...


Shringggggg


Beberapa Saat Kemudian Penuh Perjuangan

__ADS_1


“Fyuhhhh...Sudah selesai tuan muda.” Ucap Ren Hu menghela nafas panjang lelah, karena Ling Feng yang memberontak dan baru berhenti ketika Ren Hu menekan titik akupuntur Ling Feng. Ling Feng menundukan kepalanya lemas tanpa membuka kedua matanya. Ia sudah pasrah akan penampilan. “Habislah sudah.” Gumam Ling Feng menghela nafas pasrah. Perlahan membuka kedua matanya dan terkejut melihat penampilannya bahkan tanpa sadar Ling Feng meraba wajahnya. “Ekhmmm...Walaupun saya tinggal di hutan, bukan berarti saya tidak pernah memperhatikan penampilan saya tuan muda.” Kata Ren Hu dengan bangga.


>>>> Bersambung


__ADS_2