Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pengalaman Hao Xiang


__ADS_3

Keduanya saat ini sedang beristirahat di pedalaman hutan setelah hampir enam jam lamanya melakukan perjalanan. Ling Feng berniat untuk melanjutkan pengembaraan nya. Jadi ia berniat untuk pergi ke perbatasan untuk keluar dari kekaiasaran Shu, ia berniat untuk pergi menuju Kekaisaran yang bersebelahan dengannya, yaitu Kekaisaran Wu.


>>>>>>______


Ling Feng dan Hao Xiang kembali melanjutkan perjalanan, setelah beberapa saat yang lalu istirahat. Mengingat sudah hampir enam jam mereka terbang, jarak untuk sampai ke perbatasan sudah tidak jauh lagi. Lalu setelah menempuh waktu selama dua jam lamanya, mereka pun sampai di sebuah daerah yang menjadi perbatasan antara Kekaisaran Shu dan Wu.


Kekaisaran Shu dan Kekaisaran Wu dipisahkan oleh sebuah sungai yang sangat besar itu, jika Ling Feng dan Hao Xiang ingin pergi Kekaisaran Wu, keduanya harus melewati sungai besar itu terlebih dahulu.


“Woahhhh... Pemandangan yang sangat menakjubkan. Sungai ini benar-benar sangat besar ya. Mungkin aku akan mengiranya sebagai lautan jika tidak mendengar fakta bahwa ini adalah sebuah sungai yang besar.” Ujar Hao Xiang dengan pandangan yang berbinar-binar menatap ke arah sungai tersebut. Sungai tersebut memang sangat besar, bahkan saking besarnya memang terlihat seperti lautan jika dari dekat.


“Ayo kita pergi. Seharusnya ada sebuah desa, di desa itu kita bisa menyewa kapal untuk menyeberangi sungai ini.” Kata Ling Feng.


“Ehhh... Kenapa tidak langsung terbang saja guru, walaupun sungai ini besar, tapi kurasa tidak akan menjadi masalah bagi kita.” Kata Hao Xiang yang heran.


Ling Feng yang mendengar itu sontak tersenyum tipis, dirinya saat ini sedang tidak menggunakan topeng, memperlihatkan wajah tampannya kala sedang tersenyum, Ling Feng lantas berkata, “Ya kau memang benar Hao’er, jika kita terbang kita bisa sampai di seberang sungai dengan cepat tanpa masalah sedikit pun, namun aku tidak ingin melakukan itu, karena aku tidak bisa menikmati nya. Saat ini aku hendak Kekaisaran Wu, tapi bukan berarti aku ingin buru-buru ke sana juga.” Jelas Ling Feng.


Hao Xiang yang mendengar itu sontak ber oh ria, mengerti dengan maksud perkataan gurunya itu. Ling Feng yang melihat itu lalu menepuk-nepuk pelan puncak kepala Hao Xiang dan berkata kembali, “Sebisa mungkin aku ingin menikmati setiap momen pengembaraan yang ku lakukan, karena jika tidak seperti itu, bukankah akan terasa sangat membosankan dan berakhir jadi tidak menyenangkan.” Kata Ling Feng terkekeh pelan.


“Ya guru, aku mengerti maksud dari perkataanmu itu.” Kata Hao Xiang menganggukkan kepalanya patuh.


“Baguslah. Ayo kita pergi lagi.” Kata Ling Feng melangkah kembali.


“Iya guru.” Timpal Hao Xiang seraya mengekor di belakang Ling Feng.

__ADS_1


Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini Ling Feng dan Hao Xiang memilih untuk tidak terbang guna tidak menarik perhatian, karena tidak menutup kemungkinan bakal ada yang melihat mereka nantinya, jadi untuk mencegah itu, bersikap seperti layak nya pengembara biasa adalah pilihan terbaik saat ini.


“Ling Feng dan Hao Xiang menyusuri pinggiran sungai, keduanya memilih pergi ke arah selatan, karena Ling Feng merasakan banyak hawa kehadiran berasal dari arah mata angin sana. Keduanya terlihat sedang berbincang-bincang selama menyusuri sungai itu, Ling Feng meminta Hao Xiang untuk membicarakan tentang apa saja yang telah dilakukan dirinya selama beberapa tahun terakhir ini, tentu tanpa merasa keberatan sama sekali, muridnya itu mulai membicarakan pengalaman yang ia peroleh selama beberapa tahun terakhir ini selain membasmi para iblis.


“Hehhhh... Kau pernah masuk ke dalam alam rahasia?” Ujar Ling Feng yang dianggukki penuh semangat oleh Hao Xiang.


“Benar guru. Jadi, kala itu, Aku tidak sengaja menemukan sebuah alam rahasia, alam rahasia itu berada di sebuah daerah pinggiran Kekaisaran Shu. Pada saat itu, aku sedang melatih api ku, namun secara tidak sengaja aku merasakan aura keberadaan yang sangat menjijikan, jadi tanpa pikir panjang langsung ku periksa. Awalnya aku sudah mempunyai firasat tentang aura menjijikkan itu, dan benar saja ada sekelompok ras iblis kelas rendah.” Ujar Hao Xiang yang mulai bercerita.


“Melihat dari kondisi mereka, para ras iblis kelas rendah itu, sepertinya baru saja membantai sebuah desa, karena melihat banyak nya bercak darah di pakaian mereka, dan beberapa manusia yang hendak di gunakan sebagai tumbal persembahan. Ya melihat tindakan kejam itu, tentu aku langsung bergerak dan menghajar para iblis rendahan yang kejam itu. Sekelompok ras iblis rendahan itu terkejut, dengan kehadiran ku yang tiba-tiba lalu menyerang mereka begitu saja. Lalu, karena mereka hanya kelas rendah, jadi aku langsung membunuh sekelompok iblis itu dalam sekejap.” Kata Hao Xiang lagi, seraya berkacak pinggang dengan bangga. Diri nya pun mulai bercerita tentang bagaimana bisa menemukan alam rahasia itu.


Pada saat ia membantai sekelompok iblis, ada beberapa iblis yang berusaha kabur darinya, ya walaupun pada akhirnya para iblis yang mencoba kabur pun tidak bisa apa-apa dihadapannya, karena memang perbedaan kekuatan nya yang terpaut jauh, namun pada saat ia mengejar iblis yang terakhir kabur, secara tidak sengaja iblis itu menemukan sebuah mekanisme, yang membuat sang iblis dan Hao Xiang memasuki alam rahasia itu.


“Cihhhh... hanya iblis tingkat rendah, untuk apa dibanggakan.” Ujar Ling Laohu yang berada di atas kepala Hao Xiang dengan nada acuh tak acuh. “Hahhhh... Aku tidak berbicara dengan mu kucing jadi-jadian.” Timpal Hao Xiang dengan sengit. Keduanya sontak mulai saling ber argumen dengan panas dan baru berhenti setelah Ling Feng melerai keduanya.


Pada saat kedua nya sedang menyusuri sungai, Hao Xiang mengangkat sebelah alisnya, karena ia melihat sekelompok orang. Untuk respon Ling Feng Sendiri, biasa saja, karena ia sudah melihat dari kejauhan sekelompok orang tersebut. Akan tetapi, ada yang aneh dari sekelompok orang tersebut.


“Sepertinya telah terjadi sesuatu yang menarik di sana Guru.” Kata Hao Xiang lalu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Ling Feng yang melihat itu hanya tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepala nya saja, untuk Ling Laohu ia sudah berpindah di puncak kepala Ling Feng.


“Cihhh... Bukankah bocah itu terlalu bersemangat?” Gumam Ling Laohu yang berada di atas kepala Ling Feng dengan nada malas.


“Jangan begitu, darah yang mengalir di dalam tubuhnya adalah darah saudaramu loh.” Kata Ling Feng lalu ikut menyusul Hao Xiang.


>>>>>>______

__ADS_1


“Kalian itu kenapa? Kenapa selalu mengganggu aku dan kakakku? Memangnya kami berdua punya salah apa dengan kalian sampai kalian terus-terusan menganggu kami berdua?!” Ujar seorang anak kecil kepada lawan bicara di hadapan nya.


“Hahhhh... Berani-beraninya sampah seperti mu berkata seperti itu kepadaku! Kau dan kakakmu itu adalah sampah. Sampah itu tidak berhak mengajukan pertanyaan kepadaku yang kuat ini!” Timpal lawan bicaranya seraya mendorong tubuh anak kecil itu hingga ia terjatuh ke tanah.


“Adik...!” Teriak seorang bocah yang merupakan kakak dari anak kecil yang di dorong tubuhnya itu.


“Kenapa kau melakukan itu kepada adikku?! Bukankah sudah kubilang lakukan saja kepadaku! Jangan libatkan adikku!” Teriak bocah tersebut kepada lawan bicara adiknya.


“Hahhhh... Sampah seperti mu berani berteriak kepadaku!” Kata lawan bicaranya itu dengan penuh penekanan di setiap katanya. Ia juga langsung menendang kakak dari bocah kecil itu cukup keras, sampai-sampai suara ketika beradu terdengar cukup keras.


“Kakak!” Teriak sang adik seraya membantu kakaknya bangkit.


“Hahaha... Tugas dari seorang sampah itu hanya satu yaitu, menjadi latihan bagi yang kuat. Oleh karena itu, berbangga dirilah, karena kau dan adikmu itu terpilih menjadi objek latihanku.” Ujar lawan bicara dari kakak beradik itu seraya mengangkat satu tangannya, dimana tangan nya telah berubah menjadi api. Melihat api tersebut, sontak membuat kakak beradik yang di tindas itu membelalakkan kedua matanya.


“Hahahaha... Terima ini sampah tidak berguna!” Teriak bocah itu.


“Ckckckck... kau tidak boleh melakukan hal seperti itu, tindakan mu itu berbahaya loh bocah.”


Swussshhh.... Taapppp...?!


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku

__ADS_1


__ADS_2