Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pergi Dari Sekte Naga Langit


__ADS_3

Kamar Bing Jiao


Tepat ketika ia masuk ke dalam kamar, Bing Jiao langsung melepas jubah hitamnya dan meletakan di tempat yang tersedia. Ia lalu melirik Pedang Biru Langit di pinggangnya, yang saat ini sudah di bungkus oleh kain putih tebal, guna mencegah aura dingin yang terus-terusan memancar dari pedang tersebut. Setelah menatapnya cukup lama, Bing Jiao meletakan pedang yang telah di bungkus itu di meja dekat tempat tidur dan dirinya pun lantas berbaring di tempat tidur.


Pada saat ia memandang langit-langit, secara tiba-tiba air mata pun lolos dari sudut mata Bing Jiao. Ia pun bergumam pelan dengan suara yang parau. “Kakak Feng... Kau dimana? Seiring berjalannya waktu, aku semakin merasa aneh dengan diriku sendiri... Kakak Feng... Kumohon... Tolong... Ak...” Gumam Bing Jiao dengan suara yang sesegukkan lalu secara tiba-tiba ia tertidur.


Keesokan Harinya di Sekte Naga Langit


“Kalau begitu para tetua dan semuanya, aku pergi dulu sekarang. Paman Tian, Paman Lang aku pergi dulu.” Ucap Ling Feng berpamitan lalu pergi meninggalkan sekte naga langit pergi menuju Kekaisaran Shu.


Saat ini pemuda tersebut sedang berada di pintu gerbang sekte naga langit, dimana hal yang tidak ia duga adalah para tetua yang ikut datang untuk mengantar kepergiannya. Ling Feng sendiri akan melakukan perjalanan ke Kaisaran Shu di temani oleh Ren Hu. Awalnya Pang Lang bersikeras untuk mengikutinya, namun Ling Feng memintanya untuk tetap tinggal di sekte bersama dengan Long Tian.


“Sebelum itu aku ingin bertanya kepada mu Feng’er... Jarak menuju Kekaisaran Shu itu pastilah sangat jauh, apakah kau pergi hanya dengan berlari biasa saja?” Tanya Tetua ketiga kepada Ling Feng.


“Apa yang dikatakan tetua ketiga benar Feng’er. Jarak yang di tempuh setidaknya itu satu bulan penuh, dengan berlari tanpa henti. Lebih baik kau ikut dengan rombongan saja, atau membeli kuda di Ibukota nanti.” Ucap Chang Jin menyarankan kepada Ling Feng yang diangguki oleh para tetua lainnya. Chang Jin juga memberikan sekantung uang lagi kepada Ling Feng untuk dirinya menyewa kuda, namun dengan lembut Ling Feng menolaknya seraya berkata.


“Ah mengenai hal itu para tetua dan kakek patriak tidak perlu khawatir. Aku sudah mempunyai tunggangan kok untuk pergi ke Kaisaran Shu.” Ucap Ling Feng yang tentunya membuat para tetua mengangkat sebelah alisnya bingung, karena tidak melihat satu pun yang dimaksud oleh Ling Feng sebagai tunggangan.


Ling Feng yang mengerti itu pun seketika bersiul kencang yang mana siulannya itu bisa terdengar keseluruh penjuru sekte naga langit. Selang beberapa detik, tiba-tiba terdengar suara lolongan kencang, membuat semua orang yang berada di sana refleks menoleh ke arah sumber suara. Pada saat itulah mereka melihat seekor beast yang datang dari hutan di bawah sekte naga langit berlari sangat cepat menuju pintu gerbang sekte.


Awwwwuuuu

__ADS_1


Seluruh orang yang berada di sana, lagi-lagi di buat terkejut oleh Ling Feng. “S-serigala Petir Gelap?!” Ucap serempak semua orang di sana terkejut melihat Beast tingkat bumi yang ternyata adalah tunggangan yang Ling Feng maksud.


“Sudah sangat lama ya hitam... Kau tidak mengganggu kawanan beast di hutan sini, kan.” Kata Ling Feng kepada Serigala yang mempunyai bulu berwarna hitam pekat. Serigala hitam yang mengerti dengan ucapan Ling Feng, menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai respon bahwa ia tidak melakukan hal tersebut. Serigala Hitam itu bahkan menggoyang-goyangkan ekornya dan sesekali mendekatkan kepalanya di hadapan Ling Feng, Ling Feng yang memahami maksud dari Serigala tersebut pun tersenyum simpul lalu mengelus-ngelus puncak kepala dan dagu serigala tersebut.


Melihat Ling Feng begitu akrab dengan Serigala Petir Gelap, membuat semua orang yang berada di sana tidak bisa untuk bereaksi biasa saja, bahkan Ling San sebagai kakeknya pun terkejut mengetahui fakta bahwa cucunya itu adalah sosok yang lebih mengerikan daripada seorang jenius.


“Feng’er apakah ini yang kau maksud sebagai tunggangan mu?” Tanya Chang Jin kepada Ling Feng.


“Ya tidak bisa kusebut sebagai tunggangan sih, hanya baru beberapa kali saja aku menaiki Si Hitam ini sebagai tunggangan.” Jawab Ling Feng seraya memanggil Serigala Petir Gelap dengan panggilan ‘Si Hitam’.


“Ayo Ren Hu kita pergi sekarang.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh perempuan tersebut dan naik dengan polos di punggung Serigala Petir Gelap diikuti oleh Ling Feng. “Baiklah semuanya... Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Ling Feng sekali lagi baru kemudian ia memerintahkan serigalanya itu untuk berangkat.


“Hati-hati di jalan Feng’er... Oi Hitam kau harus mengantarkan Feng’er dan rekannya dengan selamat. Camkan itu.” Ucap Long Tian dan sedikit menggunakan nada mengacam di kalimat terakhirnya. Serigala Petir Gelap pun bereaksi dengan melolong panjang, seakan-akan berkata, ‘serahkan saja padaku’.


Serigala Petir Gelap pun melesat cepat berlari menuruni tangga pergi menjauh dari sekte naga langit. Para Tetua hanya terdiam seraya melambai-lambaikan tangannya dengan kaku. Sampai tetua ke tiga tiba-tiba berkata. Long Tian hanya bisa terkekeh melihat reaksi terkejut para tetua, lalu pergi dari sana bersama dengan Pang Lang.


“Sudah saatnya bagi kalian untuk mulai terbiasa. Masih ada banyak lagi hal yang menarik akan terjadi kedepannya loh.” Ucap Long Tian seraya pergi bersama Pang Lang. Mendengar hal itu, para tetua pun hanya bisa memasang raut wajah masam. Sampai ucapan tetua ke tiga menarik perhatian Chang Jin dan para tetua.


“Ketua sekte... Sepertinya kemarin kita salah, untuk memintanya menjadi murid di antara kita.” Ucap Tetua ketiga membuat Chang Jin dan para tetua tidak mengerti maksud dari perkataannya itu.


Tetua ketiga pun kembali berkata, “Apakah menurut kalian, Feng’er itu masih masuk ke dalam kategori murid yang perlu kita ajari? Setelah melihat ini, aku menjadi sangat yakin bahwa tingkatan nya itu lebih tepat untuk di panggil tetua daripada seorang murid.” Ucap Tetua ketiga lagi dengan wajah masam, membuat Chang Jin dan para tetua pun mengerti maksud dari ucapan tetua ke tiga. Mereka semua pun kembali melirik ke arah kepergian Ling Feng yang sudah tidak masuk dalam jarak pandangan mereka, padahal baru beberapa menit berlalu.

__ADS_1


“Ya kau benar tetua ke tiga... Kita sepertinya terlalu naif untuk tidak pernah berpikir bahwa, daun muda bisa berkembang lebih pesat secara tidak terduga.” Ucap Chang Jin tersenyum penuh arti lalu kembali masuk ke dalam area sekte diikuti oleh para tetua.


>>>>>>______


“Tuan muda. Bukankah ini adalah arah menuju Ibukota Kekaisaran?” Tanya Ren Hu.


“Ya kau benar. Ada apa memangnya?” Jawab Ling Feng seraya bertanya balik. “Kita akan pergi ke Kaisaran Shu, kan tuan muda?” Tanya Ren Hu yang dibalas anggukan polos Ling Feng, baru kemudian ia pun berkata kembali, “Kita akan pergi ke Ibukota terlebih dahulu, Kakek Patriak berkata, pihak kekaisaran ingin bertemu dengan ku.” Ucap Ling Feng menjelaskan. Baru pada saat itu Ren Hu pun ber oh ria ketika mendengar hal itu.


Perjalanan tidak mrmbutuhkan waktu yang lama, hanya dalam beberapa menit saja ia sudah sampai tidak jauh dari Ibukota berada. Ling Feng sengaja berhenti cukup jauh dari yang lainnya, karena takut menimbulkan keributan, jika ia membawa beast tingkat bumi masuk ke dalam kota. Ia pun memilih untuk membawa Serigala Petir Hitam untuk kembali masuk ke dalam dunia jiwanya.


Ia pun mengantri seperti biasanya, dan masuk tanpa ada masalah sama sekali. Ling Feng dan Ren Hu pun sampai di istana Kekaisaran Han. Terlihat di depan pintu gerbang banyak prajurit penjaga yang di tempatkan. Bukan hanya itu saja, Ling Feng juga merasakan istana Kekaisaran Han lebih ramai daripada yang ia duga.


Sampai salah satu prajurit ada yang menyadari keberadaan Ling Feng dan Ren Hun. Ia lantas mendekati keduanya bertanya, “Kalian berdua murid sekten naga langit? Apa yang sedang kalian lakukan berdiri tepat di depan pintu gerbang?” Tanya prajurit tersebut dengan nada curiga. Ling Feng dan Ren Hu refleks menoleh dan Ling Feng pun maju ke hadapan prajurit tersebut seraya memberikan Plakat yang di berikan Chang Jin kepadanya.


Prajurit tersebut awalnya mengangkat sebelah alisnya, namun ia tetap menerima plakat yang diberikan Ling Feng kepadanya. Pada saat ia melirik plakat apa itu, kedua matanya langsung terbelalak saking terkejutnya. Ling Feng juga berkata, “Aku datang kemari, karena perintah dari Ketua Sekte Naga Langit. Beliau bilang pihak kekaisaran ingin bertemu dengan ku, oleh karena itulah aku kemari.” Ucap Ling Feng mengutarakan niat kedatangannya.


Prajurit tersebut melirik bolak-balik antara Ling Feng dan plakat itu. Baru kemudian secara tiba-tiba ia berteriak dengan lantang, “Tamu Kehormatan Kekaisaran Telah Datang.” Teriak lantang prajurit tersebut yang tentunya menarik perhatian dan membuat Ling Feng terkejut, karena mendengar apa yang di ucapkan oleh prajurit tersebut.


Sontak para prajurit pun terkejut ketika mendengar teriakan tersebut dan dalam beberapa detik saja, prajurit penjaga yang awalnya berkumpul-kumpul, dalam serentak sudah berbaris rapih ditempatnya.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2