
"Terserah kau saja, mau bagaimana pun yang akan menang pada akhirnya tidak akan berubah." Ucap Ling Feng berjalan kembali ke tempatnya meninggalkan kedua pemuda tersebut. Tuan muda paviliun obat tidak tertarik untuk mengatakan apapun dan dirinya juga pergi ketempat nya.
"Diam berarti setuju maka aku tidak akan sungkan lagi…"Kata pemuda bertudung itu menggantung perkataannya dengan seringai tercetak diwajahnya berjalan ke tempatnya dan melanjutkan perkataannya, "******* habis kalian." Melanjutkan perkataannya yang gantung diawal dengan seringai licik.
Ling Feng sempat menengok sekilas melihat pemuda bertudung itu dan menatapnya cukup lama. Perasaan yang ia rasakan ketika berbicara dengan pemuda kembali ia rasakan sesaat tadi. Setelah menatap cukup lama ia kembali ke tempatnya.
"Pikirkan itu saja nanti, untuk sekarang menyuling pil dan mendapatkan taruhan itu lebih baik daripada mencari hal yang samar-samar." Kata Ling Feng berkata pada dirinya sendiri.
"Kau menyedihkan sekali Feng'er padahal jika kau ingin, setumpuk pil kau bisa dapatkan dengan mudah. Itupun tidak akan memakan habis semua harta kekayaan mu yang sekarang." Suara transmisi terdengar dikepalanya yang tidak lain adalah Long Tian yang kemungkinan besar sedang bosan di dunia jiwa.
Mendengar suara Long Tian dikepalanya Ling Feng berkata, "Cihhhhh, aku tidak ingin mendengar keluh kesah seperti itu dari seorang tukang mabuk." Balas Ling Feng dan langsung melakukan sesuatu supaya Long Tian tidak bisa menghubunginya sementara.
Dunia Jiwa Ling Feng
"Uhukkk…Uhukkk…sial, bocah kejam itu jika tentang mencari-cari kesalahan lawan bicara memang tidak ada yang bisa mengalahkannya." Long Tian yang sedang bosan ditemani arak, langsung tersedak saat itu juga.
"Ya terima saja memang seperti itu kenyataan nya." Ucap seseorang menimpali perkataan Long Tian. Mendengar suara itu, Long Tian langsung memasang mimik wajah masam dan berkata, "Aku tidak meminta mu bicara." Kata Long Tian. "Ini mulutku kau sebagai apa memerintahkan ku untuk tidak bicara." Balas orang tersebut.
"Berisik kau orang aneh, aku sedang tidak dalam suasana hati baik ngajak ributkah hahhh…!!" Long Tian langsung bangkit naik darah. Orang tersebut pun tanpa ada sedikit pun ketakutan langsung menjawabnya.
"Siapa takut, tidak ada sejarahnya aku kalah dari naga pemabuk seperti mu." Balas sarkas orang tersebut langsung melayangkan tinjunya ke wajah Long Tian. Long Tian yang tidak siap langsung terpental terbang ke belakang.
"Ughhkkk orang aneh sialan!! jangan kau kira aku tidak bisa membalas mu." Long Tian bangkit maju menerjang dan
__ADS_1
Boommmmmmm
Hao Xiang, Ling Laohu, dan anak-anak yang sedang istirahat di gua, langsung terbangun dari tidur mereka ketika mendengar suara ledakan dahsyat itu.
Hao Xiang dan Ling Laohu yang mendengar itu mendesah kecil sembari bergumam, "Mereka mulai lagi." Gumam Hao Xiang sembari mendesah kesal lalu membentuk segel tangan dan memasangnya di sekitar pintu masuk gua. Setelah memasang formasi kedap suara di pintu gua ledakan tersebut tidak terdengar kembali dan mereka yang didalam gua kembali masuk ke alam mimpinya.
Kembali ke Ling Feng
Ling Feng mulai menyuling pil nya, tidak seperti orang lain yang menyuling pil, dirinya berbeda dengan kebanyakan orang. Disaat orang-orang sedang mulai mempertunjukkan kemampuan mereka, ia hanya menyuling pil layaknya sedang menyeduh teh.
Para penonton pun sudah bersorak-sorai ketika melihat para peserta mulai menunjukkan kemampuan unik masing-masing. Ling Feng dari samping memperhatikan gerakan-gerakan unik dari para peserta, dan menurutnya tuan muda paviliun obat lah yang cukup menarik perhatiannya.
Para penonton langsung bersorak lebih keras ketika tuan muda paviliun obat menyuling pil miliknya.
"Wow gila!! teknik pemurnian pil nya sangat keren!!"
"Lihat itu apinya sangat keren! api itu seakan-akan hidup jika diperhatikan."
Tuan muda paviliun tidak menggunakan tungku sebagai wadahnya kali ini. Ia menggunakan api sebagai wadah penyulingan nya. Tentu api yang ia gunakan bukan lah api biasa. Ia menggunakan salah satu dari delapan api yang tidak pernah padam. Api merah atau bisa dibilang juga api bumi.
Jika seorang mampu memurnikan salah satu api dari delapan api yang tidak bisa padam, tentunya mereka akan berkembang sangat pesat dan bisa menggunakan api sesuka hatinya. Api yang digunakan oleh tuan muda paviliun obat berada di posisi terakhir dari delapan api yang tidak pernah padam. Walaupun berada di posisi terakhir, hal itu bukan berarti api tersebut lemah.
"Hehhhhh, walaupun ia tadi bersikap angkuh, kemampuan yang ia punya cukup bagi dirinya untuk bersikap angkuh." Gumam Ling Feng terkekeh melihat tuan muda paviliun obat yang menggunakan api bumi sebagai wadah penyulingan pil nya.
__ADS_1
Setelah hampir memakan waktu tiga jam lamanya pemurnian bahan-bahan pun telah selesai. Tuan muda tersebut dengan sigap langsung menggunakan seluruh kekuatan jiwanya.
"Padatkan!" Kata tuan muda paviliun obat sembari menggerakkan tangannya dengan hati-hati dan berhasil. Sebuah pil berwarna biru langit mengambang di telapak tangan tuan muda paviliun obat.
"Pil roh tingkat menengah berhasil dibuat." Ucap tuan muda paviliun obat terengah-engah. Para penonton langsung riuh kembali ketika pil yang tuan muda paviliun obat buat telah jadi.
"Pil roh tingkat menengah diumur yang belum genap dua puluh tahun. Jenius, seorang jenius telah lahir!"
dan masih banyak lagi teriakkan para penonton memuji pil yang telah dibuat oleh tuan muda paviliun obat.
Sisi Lain Arena
"Hahaha kau lihat memang layak dengan sandangan jenius. Bukan hanya berhasil memurnikan api abadi, ia juga telah berhasil menyuling pil roh tingkat menengah." Kata kepala keluarga Qing dengan bangga.
"Masih terlalu awal untuk berbangga diri kepala keluarga Qing. Kita belum melihat yang lainnya." Bukan walikota yang berkata seperti itu, melainkan ketua paviliun obat.
Walikota Anyi dan kepala keluarga Qing hanya bisa memikirkan satu kata di kepala mereka, "orang yang sangat aneh" Itulah yang ada di kepala kedua orang tersebut.
Tidak lama kemudian ketiga orang tua tersebut, langsung mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar sesuatu di arena.
Kembali ke Arena
Saat Sorak Sorai penonton menggema di arena pertandingan, tiba-tiba terdengar gelak tawa yang sangat keras. Semua pasang mata langsung menatap orang yang tertawa terbahak-bahak itu. Ling Feng pun ikut menatap tajam orang yang tertawa tersebut. Karena, orang yang tertawa adalah orang yang membuat dirinya penasaran sampai saat ini.
__ADS_1
"Hahahahaha jenius? seperti itu kalian anggap jenius?" Kata Seorang pemuda juga sebagai peserta. Ia lantas berkata lagi, "jika seperti itu standar jenius kalian? maka orang tersebut di pandangan ku tidak lebih dari sekedar sampah." Ucap seorang pemuda yang tidak lain adalah pemuda bertudung dengan senyum meremehkan.
>>>>> Bersambung