Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Melawan Penguasa wilayah (Banteng Raksasa)


__ADS_3

Sekelompok serigala itu benar-benar dibuat sebagai pembawa barang saja oleh Ling Feng. Entah itu dari segi harta yang telah didapatkannya, maupun beast yang telah dikalahkannya. Bahkan sang pemimpin serigala pun hanya jadi sebagai penunjuk jalan saja oleh Ling Feng.


"Baiklah kita sudah datang ke dua tempat dan mendapatkan harta yang cukup lumayan. Setelah ini selesai kita akan langsung kembali ke gua." Kata Ling Feng yang dipahami oleh pemimpin serigala. Pemimpin serigala itu lantas semakin cepat berlari menuju tempat selanjutnya.


Ia sudah menjarah dua wilayah yang ditempati oleh dua penguasa wilayah area hutan tersebut. Area tersebut terbagi menjadi empat wilayah dan empat penguasa. Gua tempat Ling Feng berada merupakan dimiliki oleh seekor beast dengan kepala dan tubuh seperti singa, mempunyai sepasang sayap di punggungnya, serta ekornya yang berbentuk seperti ular. Beast tersebut sendiri sudah berada di tingkatan Langit awal.


Walaupun memakan cukup banyak waktu, Ling Feng berhasil mengalahkannya setelah hampir lima jam lamanya bertarung tanpa jeda sama sekali. Setelah beristirahat sebentar Ling Feng tidak ingin membuang waktunya sama sekali dan bergegas menuju ke tempat penguasa wilayah lainnya.


Awalnya para serigala termasuk pemimpin itu sendiri tidak berkenan mengantar Ling Feng langsung kesana, karena mereka khawatir dengan kondisi Ling Feng yang pasti sudah sangat kelelahan dan perlu istirahat yang cukup lama. Namun, Ling Feng dengan cepat mengancam mereka tidak akan membuatkan daging bakar lagi jika tidak ingin mengantarnya.


Alhasil mereka mau tidak mau menuruti permintaan Ling Feng dan langsung pergi menuju wilayah penguasa yang kedua. Wilayah penguasa yang kedua dikuasai oleh seekor beast laba-laba raksasa dengan tubuh bagian atasnya seperti perempuan dengan jumlah mata seperti pada laba-laba umumnya.


Ling Feng sempat kerepotan ketika melawan penguasa wilayah yang kedua ini. Karena teknik yang membatasi gerakan cepat Ling Feng dan jaring-jaring yang ia ciptakan benar-benar membatasi gerakan Ling Feng. Bukan hanya itu saja, ia juga menggunakan anak-anaknya untuk membuat Ling Feng semakin kerepotan.


Ya walaupun kerepotan, bukan berarti ia tidak mempunyai cara untuk mengalahkannya. Dalam kurun waktu enam jam lamanya bertarung. Laba-laba raksasa setengah manusia itu akhirnya tewas setelah Ling Feng membakar habis dan membuat semua tempat tersebut menjadi debu.


Bahkan para sekelompok Serigala yang mengantarkan Ling Feng terbengong melihat tindakan Ling Feng yang tidak tanggung sama sekali.


"Penguasa wilayah yang ketiga…Berarti yang kuat kedua ya di area hutan ini." Kata Ling Feng. Pemimpin serigala itu menganggukkan kepalanya. Tidak lama untuk menuju penguasa wilayah yang ketiga. Bahkan ketika Ling Feng dan kelompok serigala datang, mereka dikejutkan dengan sang penguasa yang sepertinya sudah menunggu kedatangan mereka. "Hehhhhh…Jadi penguasa beast yang terkuat kedua hanyalah banteng besar saja." Kata Ling Feng dengan lantang. Beast tersebut yang dihina oleh Ling Feng masih diam saja. Dirinya tidak terlihat tanda-tanda terpancing akan provokasi Ling Feng.


Ling Feng langsung turun dari punggung Pemimpin serigala itu. "Pergilah." Kata Ling Feng kepada para serigala itu. Sekelompok serigala itu langsung pada pergi mengikuti perintah Ling Feng, namun ada satu serigala yang masih disana.

__ADS_1


Ling Feng melirik pemimpin serigala yang masih tidak bergeming. Pemimpin serigala itu menunjukkan sorot mata yang berbeda ketika melihat penguasa wilayah tersebut. Ling Feng yang menyadari bahwa Pemimpin serigala kemungkinan mempunyai dendam dengan sang penguasa itu lalu berkata, "Kau ingin membantu ku?" Kata Ling Feng.


Pemimpin serigala itu menoleh kepada Ling Feng. Ling Feng yang ditatap seperti itu tersenyum simpul lalu berkata. "Bantu aku alihkan perhatiannya. Kemungkinan besar benteng gila itu akan sulit untuk dibunuh jadi sebisa mungkin kau alihkan perhatiannya." Kata Ling Feng sembari mengeluarkan sebuah pil dari Cincin ruangnya.


Lalu melemparkannya kepada pemimpin serigala itu. Sontak pemimpin serigala itu langsung lompat dan menelan pil tersebut. Seketika aura yang terdapat pada dirinya langsung berubah, aura yang ia miliki pun semakin kuat. Pemimpin serigala itu sontak menoleh kepada Ling Feng.


Ling Feng hanya tersenyum saja lalu berkata, "Ulur waktu selama sepuluh menit. Kita akan selesaikan ini dengan cepat dan kembali ke gua sebelum malam datang." Kata Ling Feng. Pemimpin serigala itu menganggukkan kepalanya lalu melolong panjang nan kencang.


Awwwhhhuuu


Whooooaaaa (Anggap aja suara bantengnya)


Pemimpin serigala itu kini berubah wujud menjadi setinggi tujuh meter berkat pil yang diberikan oleh Ling Feng. Walaupun perbedaan mereka sangat jauh, bukan berarti Pemimpin serigala tersebut takut kepadanya.


Tanpa basa-basi pemimpin serigala itu langsung berlari cepat kearah beast banteng itu. Beast banteng itupun tidak tinggal diam, ia mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi lalu menghempaskan nya ke tanah.


Booooommmm


Seketika terjadi gempa sekali kecil di area hutan tersebut membuat penghuni beast yang dekat dengan pertarungan kocar-kacir pergi dari sana menjauh. Pemimpin serigala juga langsung lompat untuk menghindari efek dari hentakan kaki tersebut.


Mmmmoaaahhhhh

__ADS_1


Banteng itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar lalu mengeluarkan suaranya keras-keras ke arah pemimpin serigala itu. Membuat Serigala itu langsung terhempas kebelakang dan berhenti setelah menabrak beberapa pohon dibelakangnya.


Banteng raksasa itu tidak diam saja. Ia lantas menoleh ke kanan dan kiri mencari seorang manusia yang tidak lain adalah Ling Feng, akan tetapi tidak menemukannya. Sampai sebuah teriakan menarik perhatiannya. "Oii Banteng Gila makan ini!" Teriak Ling Feng yang melesat ke bawah.


Ketika mendengar teriakkan itu sontak banteng itu mendongakkan kepalanya, Ling Feng yang melihat itu tidak melewatkan kesempatan tersebut. "Kena Kau." Batin Ling Feng tersenyum dalam hatinya. Ia lantas menggunakan pedang putihnya sebagai pijakan untuk kakinya melakukan teknik berpedang.


"Teknik Halilintar Langit: Tebasan Tanpa Batas." Kata Ling Feng langsung melesat cepat dengan pedang terhunuskan. Banteng raksasa itu tidak sempat bereaksi karena cepatnya gerakan Ling Feng. Lalu pada akhirnya…


Shringgggggg


Crassssshhh


Mmmmoaaahhhhh


Ling Feng dengan sekali tebasan langsung mengenai telak Indra penglihatan banteng raksasa itu. Seketika banteng tersebut berteriak kesakitan sembari menghentak-hentakkan kakinya. Ling Feng yang melihat hentakkan kaki banteng raksasa ingin menginjaknya secepat kilat langsung menghindar sejauh mungkin.


Banteng tersebut beberapa kali menghentak-hentakkan kakinya. Membuat area hutan tersebut seperti mengalami gempa bumi akibat dari hentakannya. "Banteng gila itu harus di bunuh secepatnya." Kata Ling Feng lalu mengalihkan pandangannya ke pemimpin serigala yang menatap banteng tersebut sembari berkata.


"Aku tarik kembali perkataan ku tadi. Selama mungkin ulur waktu bagiku. Kita harus membunuh secepatnya sebelum penguasa terkuat kemari." Kata Ling Feng. Pemimpin serigala itu menganggukkan kepalanya lalu melesat kembali ke arah banteng tersebut.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2