Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Latih Tanding yang Tidak Seperti Latih Tanding


__ADS_3

“Jika saudara bersikeras maka aku akan menerimanya. Tolong jangan menahan diri.” Kata Yang Sun dengan raut sama seriusnya. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh pelan, “Hal itu juga berlaku bagimu saudara.” Kata Ling Feng terkekeh pelan.


>>>>>>______


“Apakah bisa kita mulai sekarang Saudara Sun?” Ujar Ling Feng menatap Yang Sun di depannya.


“Tentu, mari kita langsung saja Saudara Feng.” Timpal Yang Sun mengambil kuda-kuda berpedangnya. Saat ini keduanya sudah pindah ke halaman belakang dan memutuskan untuk berlatih di sana, mengingat di halaman belakang lebih luas. Mereka juga tidak menggunakan pedang asli dan hanya pedang kayu saja, mengingat hanya sekedar berlatih pedang saja.


Hening beberapa saat dan hanya diisi oleh hembusan angin kencang di pagi hari. Tepat hembusan angin kencang itu berakhir, baik itu Ling Feng ataupun Yang Sun keduanya langsung menerjang cepat ke depan. Pedang kayu mereka pun beradu dan keduanya pun berusaha saling mendorong dengan kekuatan nya masing-masing.


Swossshhhh... Ctaaakkkkk...?!


“Berat, benar-benar sangat berat. Bahkan setelah aku mengerahkan seluruh kekuatan ku, aku masih belum mampu mendorongnya balik.” Batin Yang Sun ketika melihat kuda-kuda Ling Feng yang begitu kokoh, dan hanya bergeming beberapa saat sebelum kembali tidak bergeming. Walaupun begitu, Ling Feng pun tidak berbeda jauh dengan Yang Sun kondisinya, tapi berbeda Yang Sun, Ling Feng tidak berfokus pada satu hal saja.


Ia pun sedikit mengurangi kekuatan nya membuat Yang Sun langsung kehilangan keseimbangan, karena terlalu banyak menggunakan kekuatan untuk mendorong Ling Feng. Ling Feng memutar tubuh nya, melancarkan serangan dari sisi kanannya mengincar pinggang bagian kanannya, tapi serangan itu bisa di tahan dengan Yang Sun mempertahankan kuda-kudanya kembali lalu menggerakkan tangannya dari belakang, menggunakan gagang pedang untuk menahan serangan Ling Feng.


“Oioi... Memangnya hal seperti itu bisa di lakukan?!” Ujar Ling Feng tersenyum masam, melihat gerakan Yang Sun yang begitu fleksibel membuatnya semakin sulit untuk di tebak. “Masih terlalu dini untuk terkejut Saudara Feng.” Kata Yang Sun memperkuat kuda-kudanya kembali. Ia lantas menerjang maju dengan cepat mengabaikan pertahanan nya dan fokus menyerang ke arah dada Ling Feng. Ling Feng menyadari daerah yang di incar oleh Yang Sun, dan tentunya ia tidak diam saja.


Ia berhasil menahan serangan Yang Sun, dan berhasil membuat pemuda itu terkejut, karena cara Ling Feng menahan gerakan pedangnya sama persis dengan apa yang baru saja ia lakukan. Ling Feng terkekeh pelan dan berkata, “Gerakan yang bagus saudara, jadi aku pinjam gerakan itu ya.” Kata Ling Feng, lalu langsung memberikan serangan balik yang tentunya berbeda dengan Yang Sun.


Ctaaakkkk... Bughhhkkk...?!


Ling Feng berhasil membuat Yang Sun terpental mundur ke belakang, namun itu tidak sampai menghancurkan kuda-kuda berpedangnya. “Aku memang sudah mengetahui Saudara Feng sangatlah kuat, tapi aku tidak menyangka ia sampai sekuat ini. Walaupun baru saja pulih, tapi intuisi nya benar-benar sangat tajam.” Batin Yang Sun menatap tajam ke arah Ling Feng.

__ADS_1


“Kalau kamu tidak maju, maka aku yang akan maju saudara.” Ujar Ling Feng lalu menghilang dari pandangan Yang Sun, membuat pemuda itu membelalakkan kedua matanya. Ia melirik ke kanan dan kirinya, tapi tidak mendapatkan Ling Feng di sana. Sampai ia pun melihat bayangan di bawah tanah, Yang Sun pun langsung mundur ke belakang, dan tepat ia mundur Ling Feng langsung turun dari atas langit seraya menghunuskan pedangnya dan membuat tempat pijakan Yang Sun hancur saat itu juga.


Boooommmmm...?!


“Aku masih belum selesai.” Ujar Ling Feng lalu memutar tubuhnya seraya mengayunkan pedangnya searah jarum jam. Yang Sun yang sudah masuk ke dalam jangkauan serangan Ling Feng hanya bisa menahan saja, mengingat gerakan ayunannya yang begitu cepat.


Ctaaaakkkk...!


Yang Sun pun mengerahkan seluruh kekuatan nya menghempaskan pedang kayu Ling Feng, ia juga mulai mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat tanpa memberikan jeda sedikit pun kepada Ling Feng. Ling Feng sendiri langsung melakukan salto ke belakang beberapa kali, ia tidak hanya menghindari serangan Yang Sun, ia juga berusaha untuk membaca arah serangan dan juga gerakan nya.


Setelah selesai membaca gerakan Yang Sun, Ling Feng yang awalnya terus menghindar, kini mulai mengayunkan pedangnya juga. Dentingan pedang kayu antara keduanya pun semakin intens, ayunan pedang keduanya pun semakin cepat dan sulit untuk di lihat oleh mata telanjang saking cepatnya.


Serangan demi serangan, melakukan pertahanan lalu serangan balik, diiringi saling mengejar lawan dengan gerakan kaki yang lincah di tambah dengan perubahan posisi tubuh yang sangat gesit untuk mengecoh lawannya. Yang Sun semakin tenggelam dalam fokusnya, ia bahkan sudah mengabaikan sekitarnya dan hanya fokus kepada Ling Feng sebagai lawannya. Seluruh panca inderanya semakin tajam dan sensitif menghadapi serangan dari Ling Feng.


Ling Feng sendiri juga tidak berniat untuk mengalah, selagi ia melancarkan sebuah serangan, dirinya sudah memikirkan dua langkah kedepan untuk serangan berikutnya. Baik itu Ling Feng dan Yang Sun, keduanya berusaha untuk membaca gerakan lawannya, mata keduanya benar-benar terfokus pada gerakan lawannya, walaupun itu hanya sebuah gerakan kecil saja.


Swosssshhhh...!


Jual beli serangan pun kembali di lanjutkan dan bahkan keduanya sudah tidak memedulikan daerah sekitar mereka yang sudah mulai porak poranda, akibat dari tebasan pedang nyasar yang dikeluarkan oleh keduanya. Serangan keduanya meningkat menjadi dua kali lipat. Kecepatan dan presisi yang luar biasa dalam mengamati lawannya masing-masing, untuk menguasai momentun dan menciptakan celah untuk lawan. Tidak terasa tiga jam pun berlalu begitu saja, semenjak keduanya melakukan latih tanding yang sangat intens itu.


Ctaaaakkkk...! Ctaaakkk...! Swossshhhh...?!


Ling Feng dan Yang Sun pun sama-sama terpukul mundur, lalu yang pertama kali kehabisan nafas adalah Yang Sun. Terlihat Keringat deras sudah mengalir dahinya. Tidak hanya itu saja, bahkan nafasnya pun sudah mulai putus-putus dan pegangan nya terhadap pedang kayunya pun sudah mulai gemetar, dan ia bisa jatuh kapan saja sekarang.

__ADS_1


“Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Serangan berikutnya adalah serangan terakhir ku.” Batin Yang Sun seraya menatap ke arah Ling Feng yang terlihat masih baik-baik saja, bahkan nafasnya masih sangat teratur walaupun sudah mengalami pertarungan sengit dan intensif selama hampir tiga jam lama nya.


Yang sun menarik nafasnya dalam-dalam lalu kembali memasang kuda-kudanya kembali. Aura pedangnya pun lebih kuat daripada yang sebelumnya. Ling Feng yang melihat itu menyadari, bahwa Yang Sun akan menggunakan serangan terkuatnya sekaligus serangan terakhirnya. Setelah tiga jam yang penuh akan gerakan cepat dan serangan yang mematikan, keduanya pun memutuskan untuk sama-sama memberikan serangan terakhir sebagai penentuan nya.


“Teknik Pedang Petir: Ledakan Guntur Membelah Langit.” Kata Yang Sun mengayunkan pedang kayu ke arah Ling Feng, dengan pedang kayunya yang telah di aliri elemen petir dan api.


Shringgggg...! Jdeeerrrr...!


“Teknik Pedang Elemen: Topan Bilah Ganda.” Kata Ling Feng mengayunkan pedangnya secara vertikal dari bawah ke atas menciptakan sebuah angin topan yang sangat besar ke arah Yang Sun.


Shringgggg...! Swosshhhh...!


Tepat serangan keduanya hampir bersentuhan...


“Teknik Pedang Petir: Guntur Penghakiman.” Sebuah suara yang tiba-tiba terdengar membuat Yang Sun dan Ling Feng terkejut ketika mendengarnya, dan lalu dari langit-langit sebuah guntur yang sangat besar pun turun menghancurkan serangan Yang Sun dan Ling Feng.


Jdeerrrrrrr......?!!


Serangan Ling Feng dan Yang Sun lenyap di hantam oleh sebuah serangan guntur dari langit. Baru saja mereka terkejut dengan itu, muncul sosok pria sepuh di belakang Yang Sun dan sosok wanita cantik di belakang Ling Feng.


Baannngggg...?! Baannngggg...?!


“Aduhhhh...?!” Ucap refleks Ling Feng dan Yang Sun bersamaan.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2