
Tanpa basa-basi dirinya pun mulai memejam kedua matanya dan mulai memulihkan Qi nya yang telah hilang.
>>>>>>______
Waktu pun berjalan begitu saja dan Ling Feng pun membuka kedua matanya kembali, tanda dirinya telah selesai memulihkan Qi nya kembali. Ling Feng tersenyum puas lalu melihat ke arah telapak tangannya seraya mengepalkan tangannya. “Tulang Naga Tingkat Awal.” Gumam Ling Feng merasa sangat puas melihat kualitas tulang di dalam tubuhnya telah meningkat.
Ranahnya saat ini sudah berada di ranah Saint Bintang Lima. Ia hanya naik satu tingkat saja, walaupun hanya satu tingkat saja ada banyak manfaat yang ia peroleh dari petir kesengsaraan. Petir kesengsaraan itulah yang di katakan oleh Long Tian kepadanya mengenai apa yang terjadi pada dirinya. Akan tetapi, ketika mendengar penuturan kata Long Tian, Ling Feng merasa aneh. Pasalnya, petir kesengsaraan itu terjadi ketika seseorang telah menembus ranah saint.
Sedangkan dirinya saja masih berada di ranah saint. Itulah yang membuat dirinya merasa heran tentang apa yang terjadi kepada dirinya. Ling Feng awalnya bertanya mengenai hal itu kepada Long Tian, namun dirinya tidak menjawab pertanyaan nya.
“Fyuhhhh... Akhirnya pulih juga.” Ucap Ling Feng bangkit dari posisi lotusnya. Lalu ia pun melambaikan tangannya mengeluarkan sepasang pakaian dari cincin ruangnya dan langsung menggantinya. Dirinya pun langsung keluar kamar dimana sudah ada sang kakek tengah menikmati teh dan membaca buku.
“Oh nak kamu sudah kembali dari tanah leluhur.” Ucap Ling San seraya tersenyum kepada Ling Feng ketika menyadari keberadaan cucunya itu.
“Aku sudah kembali sedari tadi kakek. Aku baru saja selesai memulihkan Qi ku yang terkuras habis.” Timpal Ling Feng seraya tersenyum pendek.
“Ahhhh begitu, kah... Jadi, apa saja yang di bicarakan oleh leluhur kepadamu?” Tanya Ling San seraya meminta Ling Feng untuk duduk terlebih dahulu di sisinya. Ling Feng dengan tenang pun mulai menceritakan kenapa leluhur ingin bertemu dengannya. Ling San yang mendengar itu sedikit terkejut, namun beberapa detik kemudian ia menghela nafas pendek seraya mengangguk tanda mengerti.
“Lalu kamu akan pergi ke sana kapan nak?” Tanya Ling San lagi.
__ADS_1
“Aku akan pergi setelah semua urusan ku selesai kek.” Jawab Ling Feng dengan mimik wajah tegas, tanda dirinya serius dengan ucapan yang ia katakan.
Melihat sikap serius Ling Feng, benar-benar membuat Ling San sedikit nostalgia dengan almarhum sang anak, karena almarhum anaknya mempunyai sifat yang sama persis dengan Ling Feng. Lebih tepatnya jika sudah memutuskan suatu hal, maka apapun risiko nya ia tidak akan pernah mundur lagi.
“Kakek mengerti. Kakek tidak akan menahan mu ataupun semacamnya. Pesan kakek adalah kamu harus berhati-hati, karena Ujung Benua bukanlah tempat biasa. Untuk urusan kedua kekasihmu biar aku dan patriak sekte yang akan mengurusnya.” Ucap Ling San yang dianggukki oleh Ling Feng.
“Terima kasih kek. Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu untuk melihat senior-senior ku berlatih.” Ucap Ling Feng bangkit dari posisi duduknya beranjak keluar kediaman. Ling San yang mendengar itu terkekeh pelan seraya menggeleng-geleng kan kepalanya melihat tingkah dari cucunya itu.
Beberapa saat kemudian ia pun menghela nafas pendek lagi. Bohong jikalau ia berkata dirinya tidak khawatir. Ia sudah mengetahui sedikit informasi tentang ‘Ujung Benua’ dari Chang Jin dan menurutnya memang pantas sebagai tempat terlarang, karena tidak menutup kemungkinan seseorang bisa hilang dan tidak akan pernah kembali lagi jika datang ke tempat tersebut.
Walaupun begitu ia mengabaikan rasa khawatirnya dan memilih untuk tetap percaya kepada sang cucu. Ia pun tersenyum tipis lalu berkata pelan, “Ia benar-benar sangat mirip dengan mu anak bodoh.” Gumam Ling San seraya terkekeh pelan lalu menyesap kembali tehnya sampai habis lalu masuk ke dalam kamarnya.
“K-kenapa dirinya bisa ada di sini?!” Batin semua murid dalam hatinya ketika melihat Ling Feng yang berdiri tegak seraya memasang senyum sumringah di wajahnya. Tentu alasan murid laki-laki membatin seperti itu, karena mereka sudah mengetahui tentang penyebab fenomena aneh di sekte mereka adalah Ling Feng.
Mereka juga mendapatkan kabar, bahwa Ling Feng tengah terluka akibat dari insiden fenomena alam itu dan tengah memulihkan dirinya. Jadi, wajar saja semua murid laki-laki terkejut ketika melihat Ling Feng yang secara tiba-tiba hadir tepat di hadapan mereka saat ini.
“Salam senior-senior semua. Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabar-kabar kalian semua? Apakah latihan nya lancar-lancar saja?” Tanya Ling Feng dengan senyuman lebar tercetak jelas di wajahnya. Semua murid yang ada di sana mulai bergidik ngeri, namun berusaha sebisa mungkin untuk tersenyum walaupun insting bertahan hidup mereka sudah berteriak keras bahwa hal buruk sebentar lagi akan terjadi kepada mereka.
“K-kami semua baik kok saudara. Lalu tidak perlu khawatir dengan latihannya, karena aku dan saudara-saudara yang lainnya sudah terbiasa dengan metode pelatihan yang kamu berikan.” Ucap salah satu dari mereka mewakili semua murid yang ada di sana.
__ADS_1
“Ya aku tahu itu, karena aku sudah bisa melihatnya langsung bahwa kalian semua benar-benar bersungguh dalam berlatih dan tidak hanya omong besar saja. Aku puji tekad kalian semua yang dapat bertahan di pelatihan khusus ini.” Ucap Ling Feng memuji semua murid yang ada di sana.
Bahkan mereka semua benar-benar terkejut, karena Ling Feng secara tidak menduga akan memuji mereka. Melihat wajah aneh dari semua orang yang ada di sana, Ling Feng pun mengangkat sebelah alisnya dan berkata, “Apa-apaan wajah aneh itu. Apakah kalian merasa bahwa pujian ku itu aneh hahhh.” Ucap Ling Feng seraya mengerutkan keningnya membuat semua murid yang ada di sana terlonjak kaget ketika mendengar hal tersebut.
“T-tidak kok saudara... K-kami han-“ Ucapan salah satu murid itu langsung di potong oleh Ling Feng.
“Dengar dan camkan ini di dalam hati kalian masing-masing. Aku memuji kalian, karena kalian memang pantas dipuji. Walaupun aku tidak mengetahui kerja keras kalian selama hampir tiga bulan terakhir ini, setidaknya ada bukti bahwa kalian menjadi kuat dan telah bekerja keras. Terlebih lagi tanpa aku berbicara seperi ini, diri kalian sendirilah yang paling menyadari itu, bukan.” Ucap Ling Feng dengan tegas yang membuat semua orang yang ada di sana langsung tertegun saat itu juga dan menundukkan kepalanya masing-masing.
Apa yang dikatakan oleh Ling Feng memang benar adanya. Mereka sudah bekerja keras dan sudah berapa ribu kali berpikir ingin mati hanya karena menjalankan latihan khusus yang benar-benar sesuai dengan istilah nya, yaitu neraka dunia. Bahkan tidak sedikit yang kurang tidur dan mengorbankan hal yang lainnya hanya untuk berjuang melampaui batas mereka masing-masing.
Mereka sudah menunjukkan kesabaran yang luar biasa, kegigihan yang bukan main-main, serta tekad yang sangat kuat. Jadi, tidak aneh rasa nya jika mereka mendapatkan pujian dan berbangga diri, karena hanya sedikit orang yang bisa mempertahankan sikap dan kegigihan seperti itu.
Ling Feng memerhatikan satu persatu perubahan raut wajah semua murid yang ada di sana. Dirinya pun kembali tersenyum lalu berkata, “Baiklah karena kalian sudah kembali tenang. Sekarang kita langsung mulai saja ke inti nya.” Ucap Ling Feng lagi membuat semua murid yang ada di sana pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah pemuda itu.
“Kedatangan ku kemari sederhana saja, kali ini aku akan menjadi malaikat pencabut nyawa yang mana bertugas untuk mencabut nyawa semua orang yang ada di sini tanpa terkecuali.” Ucap Ling Feng dengan santainya, namun membuat suasana di sana mendadak hening.
“Eh, apa? Malaikat pencabut nyawa?”
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.