Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pertandingan Pertama


__ADS_3

Hari pertama, Pertandingan akan diadakan delapan kali, yang mana dua kali tiap-tiap grup nya. Hari kedua, adalah babak untuk memperebutkan empat besar dan semi final, dan hari ketiga adalah babak final.


>>>>>>______


Ruangan Perwakilan Kekaisaran Han


“Tidak kusangka kau sangat keren tadi kak, padahal kukira kau hanya tahu cara menggunakan ototmu saja daripada otak mu.” Ucap Han Ying terkekeh melihat penampilan Han Shen di atas arena tadi. “Memangnya aku seperti dirimu yang main baku hantam saja.” Kata Han Shen seraya mendelik ke arah adik perempuan nya itu. Han Ying yang mendengar itu tentunya tersinggung dan berkata, “Aku tidak seperti itu, aku hanya tidak bisa mengendalikan diriku saja pasca waktu itu, diriku yang sekarang sudah bukan seperti itu lagi.” Ucap Han Ying seraya membuang mukanya ke samping medengus kasar.


Han Shen tentunya terkejut, pasalnya ia sudah bersiap-siap, karena jika itu adik perempua nya yang dulu pasti akan membalas omongan nya seraya menyerangnya, namun Han Ying saat ini benar-benar berubah menjadi pribadi yang tenang. Han Shen yang melihat pribadi adiknya tiba-tiba menjadi tenang, tidak bisa untuk tidak takjub dengan Ling Feng yang begitu mudah mengubah adiknya hanya dalam waktu semalam saja. Seakan-akan Han Ying yang ada di depan nya ini adalah orang yang keluar dalam mimpi.


Han Ying sontak melirik ke arah Han Shen yang diam saja, dan mengangkat sebelah alisnya ketika melihat wajah sang kakak yang terlihat aneh di matanya. “Apa-apaan wajah mu itu? Terlihat sangat menjijikan tahu.” Kata Han Ying seraya memasang wajah merinding. Han Shen yang mendengar itu pun tersadarkan kembali dan dibawa kembali ke dunia nyata. “Cihhh... Walaupun sikapnya sudah berubah lembut, omongan nya masih tetap sama saja.” Pikir Han Shen menghela nafas kasar yang membuat Han Ying yang melihat itu tidak senang.


Tidak lama kemudian suara langkah kaki terdengar dan pintu ruangan pun terbuka, memperlihatkan Sosok pria sepuh yang tidak lain adalah Tetua Han. “Siapa yang akan maju duluan? Lalu apakah Feng’er sudah datang?” Tanya Tetua Han.


“Untuk yang pertama aku sendiri paman, Saudari Bing Jiao kebagian di pertandingan ke empat, Ying’er ke lima, dan Saudara Feng pertandingan terakhir. Lalu untuk saudara Feng, ia masih belum datang kemari sampai saat ini.” Han Shen yang menjawab nya. Tetua Han yang mendengar itu sedikit gusar, namun juga menghela nafas lega, karena Ling Feng berada di pertandingan terakhir. Untuk saat ini mereka bisa tenang, karena masih mempunyai waktu sampai Ling Feng datang.


“Tenang saja. Aku yakin Kakak Feng pasti akan datang. Kita hanya perlu melakukan apa yang harus kita lakukan dengan baik.” Ucap Bing Jiao angkat bicara. Ketiganya pun menoleh ke arahnya dan tersenyum simpul. Han Ying yang berada di sebelahnya pun sontak menepuk pundaknya dan berkata, “Iya saudari. Kita harus melakukan nya dengan baik.” Ucap Han Ying yang juga di angguki oleh Han Shen dan senyuman tipis Tetua Han.


Gonngggg


Suara gema lonceng raksasa kembali terdengar yang menandakan bahwa pertandingan pertama akan dimulai. Keempat orang tersebut pun keluar dari ruangan melangkah ke arena pertandingan. Terlihat para peserta yang lain nya pun juga sudah berkumpul, dan Han Shen yang pertama kali bertanding.


“Aku pergi sekarang paman.” Ucap Han Shen yang dianggukki oleh Tetua Han seraya berkata, “Berjuanglah Shen’er. Lakukan yang terbaik.” Ucap Tetua Han menyemangati Han Shen.


“Saudara Shen kau pasti bisa.” Kata Bing Jiao juga.

__ADS_1


“Kak giliran mu sudah datang tuh. Jangan sampai kalah ya.” Ujar Han Ying seraya terkekeh pelan.


Han Shen tersenyum lebar dan berkata seraya menganggukkan kepalanya. “Aku mengerti. Tunggu dan lihat saja. Aku pasti kembali dengan kemenangan.” Ucap Han Shen lalu melangkah masuk ke arena pertandingan. Lawannya kali ini adalah seorang pemuda perwakilan dari Kekaisaran Wei yang bernama Gu Rong. Pemuda itu menggunakan pakaian sekte yang sama dengan Ju Yao yaitu, sama-sama dari Sekte Lembah Neraka.


Han Shen dan Gu Rong tidak bertukar sepatah kata pun. Keduanya saling padang mempertimbangkan kekuatan tempur dari lawannya. Wasit yang berdiri di tengah pun membacakan sedikit peraturan yang diantaranya, tidak boleh membunuh. Keduanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang wasit.


“Namaku Gu Rong. Mohon bantuannya saudara.” Ucap Gu Rung menyatukan kedua tangannya memberikan salam ala kultivator.


“Namaku Han Shen. Mohon bantuannya juga saudara.” Ucap Han Shen yang memberikan salam yang sama.


Keduanya pun langsung bersiap-siap mengambil sikap berkuda-kuda. Sang wasit yang berada di antara keduanya pun melirik sekilas sampai kemudian ia pun berkata seraya melangkah mundur.


“Pertandingan pertama di mulai.” Ucap sang wasit seraya melompat mundur ke belakang dan langsung di sambut sorak-sorai para penonton. Han Shen dan Gu Rong masih belum ada yang maju, keduanya masih saling menatap menimbang kekuatan lawannya. Sampai Han Shen memutuskan untuk berinisiatif mengambil langkah pertama menyerang.


Baik itu Han Shen maupun Gu Rong, tidak ada yang berniat untuk mengalah sedikit pun, keduanya dengan tenang melancarkan serangan dan menahan nya secara bergantian. Sampai setelah sepuluh menit bertarung dengan sengit, keduanya pun menjaga jarak mengambil nafas mereka masing-masing. Keduanya saling tatap sampai selama beberapa detik, dan setelah beberapa detik itu, Han Shen dan Gu Rong sama-sama mengambil sikap kuda-kuda. Berniat untuk mengakhiri nya dengan satu serangan terakhir.


“Teknik Tombak Api Gerakan Ketiga: Ular Api.” Teriak Gu Rong.


“Teknik Pedang Petir Gerakan Kedua: Sambaran Petir.” Teriak Han Shen.


Keduanya maju bersamaan dengan masing-masing senjata terhunus ke depan, lalu ledakan akibat dari benturan serangan pun tidak terelakan.


Booommmm


Arena pun sedikit bergetar akibat dari dua kekuatan yang saling beradu. Kepulan asap pun tercipta di sana, membuat semua pasang mata tidak mengetahui siapa yang memenangkan duel serangan terakhir tadi.

__ADS_1


“Siapa yang menang? Siapa yang menang?” Tanya salah satu penonton yang heboh bertanya kepada orang yang berada di sisinya.


“Aku tidak tahu bodoh dan tenanglah sedikit. Kita akan mengetahuinya sebentar lagi.” Jawab temannya yang jengkel di sisinya.


Sampai beberapa detik kemudian asap pun mulai samar-samar hilang memperlihatkan sosok pemuda. Pemuda tersebut bangkit berdiri lalu mengibaskan tangannya menghilangkan asap yang berada di arena. Pemuda yang masih berdiri itu tidak lain adalah Han Shen yang masih berdiri, ia sontak mengepalkan tangannya, mengangkatnya tinggi dan aksi itu langsung di sambut sorak riuh para penonton.


Sementara untuk Gu Rong jatuh tergeletak tidak bisa bangkit di pusat kawah kecil yang tercipta dari benturan serangannya dan Han Shen.


“Perwakilan dari kekaisaran Wei tidak bisa bertarung lagi. Pemenang nya adalah Perwakilan Kekasairan Han.” Ucap sang wasit. Sekali lagi di sambut teriak meriah para penonton. Tim pengobatan pun langsung naik ke atas arena untuk memeriksa keadan Gu Rong yang beberapa bagian tubuhnya terluka, namun tidak sampai memasuki kondisi kritis.


Han Shen yang telah di nyatakan menang pun kembali ke sisi Perwakilan Kekaisaran Han, terlihat di antara tiga orang yang berada di sana, Han Ying yang paling berisik diantaranya. Han Shen menanggapinya dengan gelengan kepala.


“Aku kembali paman, semuanya.” Ucap Han Shen.


“Kau melakukannya dengan baik Shen’er.” Ucap Tetua Han menganggukkan kepalanya.


“Selamat Saudara Shen atas kemenangan mu.” Bing Jiao memberikan ucapan selamat.


“Tentu saja kau harus menang. Jika kau kalah, aku tidak akan mengakui mu sebagai kakakku.” Ucap Han Ying bersedekap membuang mukanya ke samping. Han Shen yang mendengar itu pun terkekeh pelan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Istirahat lah kak. Kau sudah melakukan nya dengan baik.” Katanya lagi tanpa menoleh ke arah Han Shen. Tetua Han dan Bing Jiao yang melihat sikap Han Ying, hanya bisa terkekeh pelan seraya memaklumi tingkah dari wanita itu.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2