Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Dalam Sekali Serang


__ADS_3

“Saudari Xian, Saudari Lan.” Ucap Bing Jiao yang dianggukki oleh keduanya. “Masalah serangannya akan kami yang atasi, saudari bisa fokus saja pada penyerangan.” Kata Cai Lan kepada Bing Jiao.


>>>>>>______


“Baiklah aku mengerti. Kuserahkan kepada kalian berdua saudari.” Ucap Bing Jiao seraya memegang Pedang Es Abadi dengan kedua tanganya lalu mulai memejamkan matanya mengumpulkan Qi disekitarnya.


“Kekekeke... Percuma saja, kesempatan kalian untuk menang melawanku itu tidak pernah ada sama sekali. Menyerah saja wanita-wanita keras kepala.” Ucap Sa Dan seraya tertawa meremehkan melihat apa yang hendak dilakukan oleh Bing Jiao.


“Belum tentu. Aku pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan tidak ada yang mustahil di dunia ini. Jadi, sekalipun itu kesempatannya rendah, tetap saja ada kesempatan untuk mengalahkan mu dan kami akan terus mencobanya.” Kata Qing Xian seraya tersenyum tipis menimpali perkataan Sa Dan.


“Daripada harus menyerah, lebih baik berusaha lebih keras walaupun itu mustahil. Terkadang lebih mudah melakukan hal yang mustahil, daripada harus menanggung malu, karena menyerah tanpa melakukan apa-apa.” Ujar Cai Lan dengan sorot mata tajam menatap Sa Dan.


Hening sejenak setelah kedua wanita itu berkata seperti itu, sampai tawa keras Sa Dan pun pecah, membuat siapapun saja merinding ketika mendengar tawa keras jendral iblis tersebut, namun itu tidak berlaku bagi kedua wanita yang tengah berhadapan langsung dengan sumbernya.


“Kekekekeke...! Menarik! Sungguh menarik! Mari kita lihat sejauh mana kalian bisa bertahan dengan tubuh kalian yang seperti itu.” Ucap Sa Dan lalu menghilang begitu saja.


“Silahkan coba saja. Kami akan bertahan sampai berhasil membunuhmu.” Ucap Qing Xian dan Cai Lan secara bersamaan ikut menghilang juga dan pertarungan antara kedua wanita itu melawan Sa Dan pun berlangsung sengit. Tabrakan antara kedua kubu menciptakan gelombang angin yang sangat dahsyat, bahkan beberapa kali membuat guncangan yang sangat kuat. Baik Qing Xian dan Cai Lan mengayunkan pedangnya secara bersamaan menciptakan tebasan pedang yang sangat kuat ke arah Sa Dan.


Shringggggg...!!


Melihat tebasan pedang menuju ke arahnya, Sa Dan hanya tersenyum meremehkan lalu menghilang dengan cepat alhasil tebasan pedang kedua wanita itu hanya mengenai angin kosong saja. Sa Dan yang berhasil menghindari serangan Qing Xian dan Cai Lan pun melesat cepat ke arah dua wanita tersebut dengan serangan berupa tinju yang telah di selimuti Qi Hitam.


Baaammmm...!! Baaammmm...!! Baaammmm...!!


Sa Dan melancarkan serangan balik berupa pukulan yang penuh akan Qi Hitam kepada Qing Xian dan Cai Lan. Keduanya tidak berniat menghindar, sebaliknya mereka maju melesat ke arah serangan yang dilancarkan oleh Sa Dan. Sang Jendral iblis sudah tersenyum ketika melihat kedua wanita itu menerjang maju ke arah serangan yang ia lancarkan.


“Teknik Pedang Elemen Petir: Tebasan Guntur Menyambar.” Ucap Qing Xian.


“Teknik Pedang Bulan: Pedang Cahaya Bulan.” Ucap Cai Lan.

__ADS_1


Kedua wanita itu yang awalnya berlari cepat, mendadak langsung berhenti dan mengambil ancang mengangkat pedang masing-masing ke atas lalu menghunuskannya beberapa kali ke arah serangan Sa Dan.


Shringggg...!! Shringggg...!! Shringggg...!!


Boooommmmm......!!!!


Sekali lagi bentrokan serangan kedua kubu membuat ledakan yang cukup kuat menyebabkan tanah di sekitar mereka berguncang dan porak poranda. Kepulan asap hitam tebal pun tercipta akibat serangan mereka bertiga. Qing Xian dan Cai Lan menatap serius kepulan asap hitam.


“Jangan lengah saudari.” Ucap Qing Xian yang dianggukki oleh Cai Lan seraya berkata, namun dirinya mendadak tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Sa Dan tiba-tiba muncul diantara dirinya dan Qing Xian.


“Ya, aku tahu sau-“ Ucapan Cai Lan terhenti, karena menyadari Sa Dan sudah berada di antaranya dan Qing Xian. “C-cepat sekali.” Batin keduanya secara bersamaan terkejut, tidak bisa bereaksi dengan kecepatan Sa Dan. Jendral iblis itu tidak berkata apa-apa melainkan hanya tersenyum tipis saja dan dalam sekali gerak ia melancarkan serangan cepat pada Cai Lan, membuat wanita itu terpental jauh ke sisi.


Baaammmm...?! Swossshhhh...!!


Boooommmm...!!


“Saudari Lan!” Teriak Qing Xian yang berhasil bereaksi terhadap serangan Sa Dan dan berhasil menahannya, namun tetap saja dirinya juga terpental cukup jauh. Sa Dan hanya beraksi biasa saja lalu melesat mengejar Cai Lan yang menghancurkan sebuah bangunan sekte gadis suci sampai menjadi puing-puing.


“Teknik Elemen Petir: Langkah Kilat.” Ucap Qing Xian melesat cepat menggunakan elemen petirnya dan muncul di dekat Cai Lan. Tanpa basa-basi lagi, Qing Xian langsung menghunuskan pedangnya secara vertikal. “Teknik Pedang Elemen Petir: Kilauan Sambaran Petir.” Ucap Qing Xian melancarkan tebasan vertikal disertai elemen petirnya.


Shringggg...!! Jdeeeerrrrr...!!


“Teknik Darah Iblis: Tinju Api Iblis.” Ucap Sa Dan menahan serangan tebasan Qing Xian dengan mudah.


“Apa?! Semudah itu?!” Batin Qing Xian terkejut melihat serangan penuhnya di tahan begitu mudah oleh Sa Dan. Jendral iblis itu hanya menyeringai ke arahnya, membuat Qing Xian akhirnya tersadar apa yang di incar olehnya. “Kena Kau.” Ujar Sa Dan lalu mencengkeram leher Qing Xian dan meleparnya ke arah Cai Lan yang hendak maju menyerang ke arahnya.


Bughhhkkk...?! Booommmm...!!


“Teknik Darah Iblis: Ledakan Api Iblis.” Ucap Sa Dan menembakkan api hitam ke arah Qing Xian dan Cai Lan terpental. Kedua Wanita itu langsung memutar tubuh masing-masing. Mengeluarkan Qi dalam jumlah besar membentuk sebuah pelindung sesaat api hitam yang di lancarkan oleh Sa Dan mengenai mereka.

__ADS_1


Swossshhhh...!! Boooommmm...?!


Kepulan asap tebal tercipta. Melihat itu, Sa Dan langsung mengayunkan lengannya menghempaskan asap tebal tersebut. Setelah itu dirinya pun menyeringai lebar melihat dua sosok wanita yang tengah bertekuk lutut kehabisan nafasnya.


“Kughhhkkkk...?! Uhukkkk...!! Uhukkkk...!!” Qing Xian dan Cai Lan bertekuk lutut dan sudah batuk darah terkena luka dalam, karena menahan serangan api iblis Sa Dan. Melihat keduanya tidak tumbang, Sa Dan menyeringai lebar seraya tertawa, “Bahkan kalian bisa bertahan dari serangan api iblisku. Sudah kuduga kalian wanita yang berbeda dari yang lainnya. Aku jadi semakin menginginkan kalian kekekeke.” Ucap Sa Dan seraya tertawa terbahak-bahak mendekati Qing Xian dan Cai Lan.


“Menjauhlah dari saudari-saudariku.” Ucap Suara yang membuat Sa Dan berhenti melangkah lalu menoleh ke belakang seraya berkata, “Kalau aku tidak mau, kau ingin melakukan apa kepadaku?” Ucap Sa Dan memasang raut wajah mengejek, namun langsung seriu ketika dirinya melihat siluet burung phoenix berwarna biru di belakang tubuh Bing Jiao.


“Maka matilah.” Ucap Bing Jiao mengambil ancang-ancang lalu melesat sangat cepat melewati Sa Dan. “Teknik Pedang Elemen Es: Phoenix Es Bekukan Bumi dan Langit.” Ucap Bing Jiao setelah melewati Sa Dan.


Shringgggg...!! Kraaaakkkk...?!


Saking cepatnya teknik pedang Bing Jiao, Qing Xian dan Cai Lan membelalakkan kedua matanya, karena kecepatan Bing Jiao yang tidak bisa di ikuti oleh mata keduanya. Bahkan Sa Dan sekalipun membuka kedua matanya lebar-lebar lalu melirik bagian bawah tubuhnya sudah berubah menjadi es dan menjalar dengan cepat sampai perkian detik kemudian tubuhnya berubah menjadi es sepenuhnya.


Tidak hanya Qing Xian dan Cai Lan yang terkejut. Para tetua, Matriak sekte, serta leluhur sekte gadis suci pun juga sama terkejut ketika melihat serangan yang dilancarkan oleh Bing Jiao. “Gadis ini... Benar-benar sangat luar biasa.” Batin mereka semua takjub melihat ke arah Bing Jiao yang kehabisan nafas.


Bing Jiao langsung ambruk saat itu juga dan muntah darah. Serangan yang ia kerahkan tadi adalah serangan penuh dengan menggunakan seluruh Qi yang telah ia kumpulkan sebelumnya di dalam tubuhnya.


“Uhukkk...!! Uhukkk...!!” Bing Jiao batuk darah cukup banyak. Tubuhnya sudah sangat lemas, karena mengeluarkan serangan tadi.


“Saudari!” Ujar Qing Xian dan Cai Lan mendekat kepadanya. Bing Jiao dengan susah payah mendongakkan kepala nya lalu berkata dengan lemas, “Aku tidak apa-apa. Bagaimana musuhnya? Uhukkkk...!!” Ucap Bing Jiao sangat pelan dan terlihat sangat kesakitan.


“Jangan memaksakan diri untuk bicara lagi. Untuk musuhnya, Jendral iblis itu sudah sepenuhnya berubah menjadi bongkahan es. Kamu berhasil saudari.” Ucap Qing Xian seraya tersenyum bahagia. Mendengar hal itu, Bing Jiao tersenyum lemah lalu kembali berkata, “Tidak, aku tidak akan berhasil menggunakan teknik itu jika tidak dibantu oleh kalian. Ini keberhasilan kita bertiga.” Ucap Bing Jiao lemah.


“Kalau begitu, kalian harus mendapatkan penghargaan kekeke.” Sebuah suara berat tiba-tiba terdengar membuat degup jantung ketiga wanita itu berhenti sejenak dan beberapa saat kemudian ledakan pun terdengar dari arah bongkahan es.


Swosssshhh...!! Boooommm...?!


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


Nb: Mohon maaf ya kalo bertele-tele, Author ingin sebisa mungkin supaya kawan readers bisa membayangkan dengan imajinasi masing-masing 🙏🏼🙏🏼🙏🏼


__ADS_2