
“Terlihat lebih baik dari aura yang sebelumnya keluar di awal-awal.” Ucap Yang Sun yang merasa puas lalu menyarungkan pedangnya, menyudahi latihan berpedangnya. Pada saat ia hendak berbalik kembali ke kediaman, pada saat itulah ia mendapati Ling Feng yang sedang menatap serius kepadanya. Yang Sun pun tersenyum dan menegur Ling Feng, “Feng. Kau sejak kapan di sana? Apa jangan-jangan sudah sejak lama kau berdiri di sana? Maafkan aku,karena tidak menyadari kehadiran mu, aku terlalu asyik dengan latihan pedang ku.” Kata Yang Sun.
“A-ahh... Aku baru saja datang ke sini tidak begitu lama. Lebih daripada itu, aku mendengar kau mengatakan ‘lebih baik dari aura yang keluar sebelumnya’. Apa setiap kau mengayunkan pedangmu, aura samar-samar itu selalu keluar dari tebasan pedang mu?” Tanya Ling Feng dengan nada serius. Yang Sun tidak mengerti dengan maksud yang Ling Feng katakan, namun ia tetap menjawabnya, “Aku tidak terlalu mengeri tentang apa yang kau bicarakan ini, namun jika yang kau maksud aura samar-samar itu, jawaban ku iya. Memangnya kenapa Feng kau bertanya seperti itu?” Ucap Yang Sun sekaligus bertanya, karena penasaran akan hal tersebut.
“Jujur saja ini aneh, dan bahkan mustahil.” Ucap Ling Feng dengan nada serius membuat Yang Sun semakin tenggelam dalam rasa penasarannya.
“Maksud mu?” Tanya Yang Sun yang benar-benar tidak paham sama sekali dengan apa yang dibicarakan oleh Ling Feng. “Kau bilang kau tidak mempunyai Qi sama sekali dalam tubuhmu, kan?” Tanya Ling Feng kepada Yang Sun dan diangguki oleh Yang Sun. “Ya itu memang benar. Aku tidak bisa merasakan Qi sedikitpun dalam tubuhku, bahkan Tetua Ling pun tidak mengetahui penyebab aku menjadi seperti itu.” Ucap Yang Sun dan mulai menjelaskannya sedikit tentang tubuhnya yang tidak bisa merasakan Qi. Ling Feng juga menyimak dalam diam, mendengar penjelasan Yang Sun.
“Oleh karena itu aku bilang bahwa kau itu aneh Yang Sun. Umumnya, aura pedang itu tidak bisa keluar jika orang tersebut tidak mempunyai Qi.” Kata Ling Feng memberikan pernyataan. Yang Sun tentunya terkejut ketika mendengar hal itu, pasalnya ia tidak mengetahui fakta tersebut dan hanya menganggapnya hal yang wajar, ketika melihat aura yang samar-samar keluar dari tebasan pedangnya itu.
Ling Feng tanpa berkata apa-apa langsung meraih lengan kanan Yang Sun guna memeriksa kondisi tubuhnya. Yang Sun tidak menolaknya dan membiarkan Ling Feng untuk mengecek kondisi tubuhnya. Walaupun ia sendiri tidak mengetahui alasan mengapa Ling Feng memeriksa kondisi tubuhnya. Hal itu terjadi selama beberapa menit ketika Ling Feng memeriksa tubuh Yang Sun. Setelah itu ia menyudahinya dan membuka kedua matanya.
Baru pada saat itu Yang Sun bertanya kepada Ling Feng, “Jadi... Apa yang kau lihat setelah memeriksa ke dalam tubuhku?” Tanya Yang Sun.
“Pantas saja kau tidak bisa merasakan Qi sedikit pun, karena pada pasalnya di salah satu titik meridian di dalam tubuhmu, ada sesuatu yang mecegah Qi masuk ke dalam tubuhmu.” Ucap Ling Feng menyampaikan apa yang ia lihat ke dalam tubuh Yang Sun. “Sesuatu yang menghalangi jalur meridian ku?” Ulang Yang Sun dan itu diangguki oleh Ling Feng. “Benar. Sesuatu itu yang membuat mu tidak merasakan Qi sama sekali di tubuhmu, bahkan jika kau berusaha selama sisa hidup mu, kau tidak akan bisa merasakan Qi selama sesuatu yang menghalangi itu masih ada di dalam tubuhmu.” Ucap Ling Feng menjelaskan panjang lebar.
“Kalau begitu... Apakah kau bisa menghilangkan sesuatu yang menghalangi itu?” Tanya Yang Sun dengan nada serius serta penuh harap. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum tipis dan berkata melegakan Yang Sun. “Aku bisa mengetahui kondisi tubuhmu, maka aku juga tahu cara untuk menghilangkannya.” Ucap Ling Feng yang seketika membuat Yang Sun memasang raut wajah senang serta terharu.
“Ambil posisi lotusmu dan aturlah pernafasan senatural mungkin untuk menghilangkan rasa gugup mu.” Ucap Ling Feng memerintah yang langsung di angguki oleh Yang Sun. Tanpa pikir panjang Yang Sun mengambil posisi seperti yang di minta oleh Ling Feng. Ling Feng juga melakukan hal yang sama tepat di belakang Yang Sun.
__ADS_1
“Baiklah sebelum aku memulainya, akan kuberitahu kepada mu sebelemunya, bahwa proses ini akan cukup menyakitkan dan juga lama, jika kau masih belum siap kita bisa menunggu sampai kau siap. Bagaimana?” Ucap Ling Feng kepada Yang Sun bertanya memastikan sekali lagi. Yang Sun yang mendengar itu menarik nafas dalam-dalam lalu berkata tanpa menoleh kepada Ling Feng. “Aku sudah siap. Tolong lanjutkan saja.” Ucap Yang Sun dengan tegas tanpa rasa takut sedikitpun.
“Baiklah kalau begitu aku akan mulai. Bersiap-siaplah.” Ucap Ling Feng dan mulai mengalirkan Qi ke dalam tubuh Yang Sun. Pada saat itu, proses penyembuhan Yang Sun pun dimulai dengan teriakan dirinya yang cukup kecang dan menggema di puncak gunung.
>>>>>>______
Setelah Dua Jam Berlalu
“Baiklah sudah selesai.” Ucap Ling Feng menarik kembali Qi nya. Yang Sun yang mendengar itu samar-samar langsung tergeletak lemas di tanah. Keringat yang sangat banyak keluar merembes dari tubuhnya, bukan hanya itu saja, ia bahkan beberapa kali mengeluarkan cairan hitam dari mulutnya. Hal itu terjadi selama dua jam penuh menahan rasa sakit dimana tulang-tulangnya serasa di remukan.
Walaupun begitu, Yang Sun tidak kehilangan kesadaran, karena Ling Feng berkata kepada Yang sun, untuk tidak kehilangan kesadaran jika tidak ingin mendapatkan efek samping yang fatal. Alhasil ia bahkan beberapa kali mengigit lidahnya, untuk mempertahankan kesadarannya.
“Kerja bagus Yang Sun. Kau benar-benar bertahan sampai akhir.” Ucap Ling Feng seraya menepuk pelan pundak Yang Sun lalu mengalirkan Qi nya sekali lagi ke dalam tubuh Yang Sun. Perlahan-lahan, tubuh Yang Sun yang awalnya lemas, mulai pulih kembali. Setelah beberapa menit ia pun langsung mengambil sikap lotus dan memejamkan kedua matanya mencoba untuk berkultivasi dan berhasil. Ia dapat merasakan Qi dan bisa mengalirkan ke dalam tubuhnya. Yang Sun pun membuka kedua matanya lalu menatap dalam-dalam kedua telapak tangannya selama beberapa menit dengan pandangan tidak percaya. Ia lalu melirik ke arah Ling Feng yang sedang tersenyum penuh arti kepada dirinya.
“Terima kasih Feng... Sungguh aku berterima kasih kepadamu... Jika tidak ada dirimu... Saat ini... Saat ini aku...” Ucap Yang Sun seraya memeluk Ling Feng erat. Bahkan air matanya pun lolos begitu saja, merasa sangat terharu. Ling Feng yang mendengar itu sekali lagi tertawa pelan lalu menepuk-nepuk pelan punggung pemuda tersebut.
“Santai saja... Aku melakukannya, karena ingin membantu apa yang bisa aku lakukan.” Ucap Ling Feng. Yang Sun yang mendengar itu pun semakin merasa terharu, karena Ling Feng yang membantunya tanpa pamrih sama sekali.
“Bagaimana rasanya tubuhmu sekarang?” Tanya Ling Feng seraya memegangi kedua pundak Yang Sun. Yang Sun yang masih sesegukan pun berkata, “Tubuhku baik-baik saja kak. Bahkan sekarang menjadi lebih ringan daripada biasanya. Sungguh sekali lagi aku berterima kasih kepada mu.” Ucap Yang Sun sekali lagi membungkukkan tubuhnya dihadapan Ling Feng.
__ADS_1
Ling Feng memegangi pundak Yang Sun menghentikan tindakan nya yang membungkuk terlalu dalam itu. “Iya, iya, aku mengerti, akan tetapi kau bertindak terlalu berlebihan tahu.” Ucap Ling Feng seraya memegang kedua pundak Yang Sun, untuk menghentikan pemuda tersebut yang terus-terusan membungkuk kepadanya.
“Sekarang cobalah untuk kembali mengayunkan pedang mu lagi kali ini cobalah untuk mengalirkannya ke pedang mu.” Ucap Ling Feng mengalihkan pembicaraan supaya Yang Sun tidak terus-terusan membungkuk di hadapannya. Yang Sun yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya, lalu melakukan apa yang dikatakan oleh Ling Feng.
Aura yang awal-awalnya samar keluar dari pedang Yang Sun, kini bisa terlihat dengan jelas dengan mata telanjang. Walaupun masih kasar, namun hal itu sudah cukup, karena Yang Sun yang baru pertama kali mengalirkan Qi nya dengan sadar. Bahkan Yang Sun yang melihat itu pun sampai memandangnya dengan tatapan berbinar. Seakan-akan ia baru saja melihat tujuan baru hidupnya.
Ling Feng sekali lagi tersenyum lalu menepuk pelan pundaknya melangkah pergi dan berkata, “Berlatih lebih rajin... Aku yakin hanya dalam beberapa tahun saja. Kau sudah dapat mengendalikan Aura pedang mu dengan sempurna.” Ucap Ling Feng lalu pergi meninggalkan Yang Sun.
Mendengar hal itu, Yang Sun pun menatap haru punggung pemuda yang telah memberikannya alasan hidupnya kembali. Dalam hatinya ia benar-benar bertekad untuk melakukan yang terbaik dan tidak mengecewakan Ling Feng. Yang Sun kembali berbalik, mengambil sikap kuda-kuda berpedangnya melanjutkan kembali mengayunkan pedangnya.
>>>>>>______
Malam Harinya
“Kau benar-benar akan pergi besok ke Kaisaran Shu Feng’er?” Tanya Ling San yang diangguki oleh pemuda di hadapannya. “Ya kakek aku akan pergi besok. Lagipula Kakek Patriak siang tadi memberikan ku sebuah plakat seraya meminta ku untuk ikut serta dalam turnamen empat benua, karena masih ada satu kursi yang kosong dari sekte kita.” Kata Ling Feng.
Siang tadi, Chang Jin tiba-tiba datang ke puncak, dimana kediaman Ling San berada. Awalnya Ling Feng sedikit bingung dengan kedatangan Chang Jin, yang secara tiba-tiba datang langsung untuk menemuinya. Ia lantas menyampaikan niatnya seraya memberikan sebuah plakat kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendapatkan tawaran itu, tentunya tidak menolak dan dengan senang hari menerimanya. Terlebih lagi ia hendak melakukan penyelidikan nya lebih lanjut, dan mungkin saja ia mendapatkan sebuah petunjuk dari Kekaisaran Shu.
“Ya jika memang kau tidak keberatan, maka pergilah.... Dengan ini kau bisa bertemu Jiao’er lebih cepat.” Ucap Ling San seraya menyesap teh yang ada di hadapannya. Ling Feng yang mendengar sudut mulutnya tiba-tiba berkedut, namun langsung ia sembunyikan dengan menyesap teh. Ling San yang menyadari itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis penuh arti.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.