
..."Pukulan dari sahabatmu lebih baik daripada ciuman musuhmu"...
...(Phytagoras)...
...>>>>>_____<<<<<...
"Bahaya." batin ketua sekte bayangan itu pasca melihat kuda-kuda Ling Feng.
"Kalian semua segera berpencar !" teriak orang sekte bayangan itu memerintahkan semua murid sekte bayangan untuk segera menjauh.
"Hoo, ternyata kau sadar ya.....Namun itu sudah terlambat." kata Ling Feng sembari melancarkan serangan tebasan pedangnya.
Orang sekte bayangan yang melihat Ling Feng sudah melancarkan tekniknya tidak mempunyai pilihan lain.
"Cih, Kenapa bisa kebetulan ada orang sekuat ini di desa pinggiran seperti ini." kata orang sekte bayangan itu mengumpat kesal.
Shirngggg
Booooommmm
Serangan yang dilancarkan oleh Ling Feng cukup membuat gempa bumi sekala kecil didesa tersebut. Terlihat akibat dari serangan Ling Feng membuah kawah yang cukup besar dengan kedalaman satu meter.
"Oiii, kau bercanda kan ? pemuda itu tidak mempunyai aura apapun dalam tubuhnya loh. Lalu, darimana kekuatan sebesar itu muncul." gumam orang sekte bayangan itu yang sekarang mulai mengakui kekuatan Ling Feng lebih kuat darinya bahkan dirinya sekarang memandang Ling Feng sebagai target yang harus dibunuh sebelum tambah berkembang lagi.
Ling Feng sendiri yang melihat serangannya tersebut merasa tidak puas.
"Cih, ternyata cuma segini saja ya, sepertinya masih belum sempurna." kata Ling Feng melihat dampak serangannya tidak sesuai apa yang diinginkannya. Murid sekte bayangan yang melihat teknik yang dilancarkan Ling Feng tentu terdiam. Mental mereka sudah gentar pasca Ling Feng mengeluarkan teknik yang sangat ganas itu.
"Kalian dengar tidak ? pemuda itu berkata apa tadi ?" tanya salah satu murid sekte bayangan kepada temannya yang selamat juga dari teknik pemusnahan Ling Feng.
"Dia bilang teknik tersebut belum mencapai tingkat pemahaman sempurna." jawab rekannya tidak mengalihkan pandangan sedikitpun dari Ling Feng.
__ADS_1
"Kau bercanda kan ? Teknik itu bahkan belum sempurna dan dampaknya saja sudah seperti itu. Apalagi jika pemuda itu mencapai tingkat pemahaman sempurna. Mungkin jika ia mau, Kekaisaranpun bisa ia taklukkan." kata rekannya lagi yang masih gemetaran setelah melihat teknik yang Ling Feng lancarkan.
Pemimpin dari kelompok tersebut yang melihat mental para murid sekte bayangan yang menjadi gentar hanya karena satu teknik saja. Merasa sangat kesal, hal ini adalah pertama kali dirinya mengalami seperti ini.
"Oii bocah, siapa namamu." kata pemimpin kelompok tersebut. Para murid sekte bayangan yang mendengar nada bicara pemimpin mereka itu, langsung terkejut. Pasalnya pemimpin mereka ini tidak akan serius jika lawannya tidak masuk pandangannya. Melihat pemimpin mereka mengubah nada bicara berarti sudah mengakui bahwa Ling Feng itu kuat.
"Jika kau ingin tau namaku ? aku ingin semua informasi tentang sekte sampah mu itu." kata Ling Feng terang-terangan menghina sekte bayangan. Membuat para murid disana yang awalnya kagum kepada Ling Feng kini menjadi sangat marah.
"Hahahaha, dulu banyak yang berkata sekte bayangan itu adalah sekte sampah. Namun semua orang yang mengatakan itu tidak ada yang hidup sampai saat ini." Pemimpin kelompok tersebut tertawa sangat keras.
"Ya jika itu orang lain mungkin akan mati, tapi sayang sekte sampahmu itu melakukan sesuatu yang membuatku ingin membantainya sampai ke akar-akarnya. Kebetulan hal itu akan dimulai darimu" kata Ling Feng berkata lugas membuat pemimpin tersebut yang awalnya tertawa, seketika langsung diam.
"Kau sudah menghina sekteku dua kali, pertama kali aku akan diam saja. Untuk kedua kalinya hanya kematian yang bisa menembusnya. Aku Dun Xiaohu, akan membunuhmu saat ini juga. Jangan harap kau bisa selamat bocah bren*sek." kata Dun Xiaohu sembari Mengeluarkan aura membunuh yang sangat mencekam.
"Siapa yang mati belum bisa ditentukan orang tua." kata Ling Feng tersenyum sinis. Dun Xiaohu terkejut bahwa Ling Feng tidak terintimidasi sama sekali oleh aura kematiannya.
Ling Feng yang melihat Dun Xiaohu berusaha mengintimidasi dirinya dengan aura membunuh yang ia miliki hanya mengkerutkan keningnya.
"Mati." kata Ling Feng dengan nada dingin tanpa emosi.
"Hampir saja diriku akan mati. Sepertinya kau memang jauh lebih kuat dariku bocah breng*ek" kata Dun Xiaohu tidak panik sama sekali setelah mengetahui bahwa Ling Feng lebih kuat darinya.
"Tentu saja kau tidak akan mati hanya karena hal sepele seperti itukan. Jika hal itu terjadi semuanya akan menjadi membosankan" kata Ling Feng terkekeh masih tampak santai.
"Hoo anak muda, selalu bersemangat entah itu apapun. Namun terlalu bersemangat juga tidak baik nantinya lebih baik kau mundur perlahan bocah." kata Dun Xiaohu.
"Sebagai seorang laki-laki tunjukan kemampuanmu. Jangan hanya banyak omong kosong saja tua bangka sialan." kata Ling Feng tidak mempedulikannya semua yang ada di sana. Dun Xiaohu yang mendengar itu merasa kesal, karena merasa sangat tidak dihargai.
"Hoo, anak muda yang sombong kita lihat bagaimana kau bisa bertahan." kata Dun Xiaohu mengeluarkan pedang besar dari cincin ruangnya. Langsung memasang kuda-kuda teknik berpedangnya. Ling Feng yang melihat Dun Xiaohu mengeluarkan aura yang tidak biasa dari tubuhnya hanya biasa saja.
"Sepertinya, informasi yang berguna terdapat dari orang itu Ling Feng." kata Long Tian lewat transmisi suara, "Aura yang dikeluarkan oleh orang itu adalah aura iblis. Auranya sama dengan orang yang kau lawan pasca di kota Cheng Du waktu itu. Sepertinya memang iblis ini ada hubungannya dengan sekte bayangan itu." kata Long Tian menyampaikan analisisnya. Ling Feng yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala bahwa dirinya paham.
__ADS_1
"Teknik Pedang Iblis gerakan pertama: Petir Setan." teriak Dun Xiaohu melancarkan serangan teknik pedang iblisnya kepada Ling Feng. Ling Feng sendiri hanya diam saja tidak bergerak sama sekali. Dun Xiaohu yang melihat Ling Feng tidak bergerak sama sekali hanya tertawa keras menghina.
"Hahahahahaha, bocah bren*sek mencoba menerima serangan teknik pedang iblis-ku dengan hanya tubuh fisik saja ? Sepertinya kau terlalu tinggi terhadap dirimu itu. Walaupun pencapaian mu diatasku, tetap saja hal itu tidak terpengaruh dengan teknik pedang iblis-ku." Dun Xiaohu menghina Ling Feng sembari tertawa keras.
Sang empu yang dihina sangat jelas tersebut hanya diam saja bahkan, dirinya saja sempat menggelengkan kepalanya membuat Dun Xiaohu menjadi semakin kesal melihatnya.
"Sekelompok orang bodoh. Orang yang terlalu memandang tinggi adalah dirimu." kata Ling Feng membuat Dun Xiaohu mengkerutkan keningnya merasa kesal.
Ling Feng yang melihat serangan yang dilancarkan oleh Dun Xiaohu sudah hampir mengenainya, dirinya langsung mengangkat sebelah tangannya didepan wajahnya dan......
Boommmmmmm
"Hahahaha, nyatanya kau yang terlalu sombong. Berani-beraninya menerima serangan teknik pedang iblis-ku dan pada akhirnya kau tidak lebih dari mayat." kata Dun Xiaohu tertawa bahagia. Dun Xiaohu mengira bahwa Ling Feng sudah tamat, karena menerima langsung teknik pedang iblisnya.
"Ohhoooo, apakah kau yakin akan hal itu ? yang memandang tinggi itu adalah dirimu. Hanya teknik sampah dari iblis rendahan seperti ini tidak akan bisa melukai tubuh fisik ku." kata Ling Feng keluar dari kepulan asap tersebut menatap sinis Dun Xiaohu yang diam tidak percaya tentang bahwa Ling Feng masih bisa selamat.
"K-Kau masih bisa selamat dari teknik pedang iblis-ku !? Itu adalah hal yang mustahil !!!" teriak Dun Xiaohu tidak terima bahwa ada yang bisa selamat dari teknik pedang iblisnya.
"Hanya teknik pedang rendahan seperti itu. Jangan menganggap tinggi dirimu. Fi-gu-ran." kata Ling Feng menekankan setiap terakhir kalimat.
"K-Kau b-bocah bren*sek !!!" umpat Dun Xiaohu sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat sangat marah saat ini. Ling Feng yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya memasang tatapan hina.
"Akan kuperlihatkan teknik pedang yang sebenarnya. Jika kau memang menganggap rendah teknikku ini, maka terimalah jika kau mampu menahannya." kata Ling Feng langsung memasang kuda-kuda teknik berpedangnya. Dun Xiaohu yang melihat kuda-kuda berpedang Ling Feng berbeda dari yang tadi, langsung memasang ekspresi waspada.
"Jika kau selamat itu berarti memang keberuntunganmu." kata Ling Feng terkekeh kecil melihat pria tua itu memasang ekspresi waspada.
"Teknik Pedang Yin Yang gerakan kedua: Gelombang Kehampaan." kata Ling Feng menebaskan kedua pedangnya secara horizontal bersamaan.
>>>>> Bersambung
Nb: Promosi novel author yang baru. Cek bio jika ingin membacanya ππΌππΌ
__ADS_1