
“Berisik Iblis cacat. Kalau kau ingin berkomentar, tanyakan saja pada dirimu sendiri di neraka sana.” Ucap Ling Feng dengan nada dingin. Mengibaskan pedangnya, menghilangkan sisa-sisa darah sang Wali Kota.
>>>>>>_______
Setelah membunuh sang Wali Kota, Ling Feng kembali menyarungkan pedangnya. Ia menatap dingin jasad Wali Kota yang mulai membusuk. “Ckkkk... Sudah mati pun masih membuat repot orang saja.” Gumam Ling Feng lalu mengeluarkan api hitam dan membakar habis tubuh sang Wali Kota, supaya orang-orang tidak terkena efek negatif dari dari Energi Hitam yang bocor dari tubuhnya.
“Baiklah sudah selesai, sekara-“ Ucapan Ling Feng langsung di potong oleh teriakan yang berasal dari anak sang Wali Kota.
“Jangan bergerak! Jika kau berani bergerak sedikit saja, kedua wanita ini akan dalam bahaya!” Teriak sang anak Wali Kota mengancam Ling Feng. Dirinya tidak sendiri, melainkan bersama para penjaganya, menyandera Wu Nuan dan Zhi Yan. Ling Feng yang melihat diam sejenak, sempat hening beberapa saat sampai Ling Feng secara tiba-tiba mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah sang anak wali kota, lalu mengatakan hal yang tidak terduga sama sekali oleh pemuda itu dan para penjaganya.
“Kau ternyata masih hidup ya. Aku kira kau sudah mati beberapa saat yang lalu, sejak aku bertarung dengan ayah mu itu.” Ucap Ling Feng tanpa beban, membuat sang anak wali kota benar-benar tidak bisa berkata apa-apa ketika mendengarnya.
“Ya, karena kau masih hidup. Lebih baik sekarang kau kubunuh saja.” Ucap Ling Feng lagi seraya mengeluarkan pedang hitamnya kembali dari sarungnya dan melangkah ke arah anak Wali Kota dan para penjaganya.
“Oi keparat! Sudah kubilang jangan mendekat atau kedua wanita ini akan mati sekarang!” Teriak anak Wali Kota, berusaha untuk tidak terpengaruh dengan perkataan Ling Feng, walaupun di dalam dirinya sudah takut setengah mati oleh pria bertopeng tersebut.
“Oioi... Kau yakin menghunuskan pedangmu ke arah dua wanita itu?” Tanya Ling Feng seraya terkeheh pelan mengatakannya. Ia terlihat biasa saja dan tidak panik sama sekali, membuat anak wali kota pun bingung bukan main. Dirinya pun refleks bertanya kepadanya, “A-apa maksud mu?” Tanya sang anak wali kota. Tepat setelah bertanya seperti itu, tiba-tiba ia merasakan aura yang sangat kuat tiba-tiba muncul begitu saja dan menekan dirinya sampai ia bertekuk lutut tidak bisa bangkit kembali saking kuatnya aura tekanan tersebut.
“Maksud dari perkataan Saudara Feng adalah Berani-beraninya kau menghunuskan pedang mu kepada ku.” Ucap seorang wanita dengan dingin, membuat degup jantung anak wali kota berdetak dua kali lebih cepat.
“Tuan muda...!” Teriak serempak para prajurit ketika melihat anak wali kota tiba-tiba bertekuk lutut dan mereka pun langsung bergerak ke arah wanita yang tadi berkata seperti itu, akan tetapi dalam sekali gerak saja semuanya langsung di buat rata oleh satu wanita lainnya yang berada di sebelah wanita yang tadi berucap.
__ADS_1
Shringggg...!
Craaassshhhh... Craaassshhhh...
“Hehhhh... Tidak buruk juga.” Gumam Ling Feng manggut-manggut seraya terkekeh pelan, ketika melihat kedua wanita yang tidak lain adalah Wu Nuan dan Zhi Yan.
Kedua wanita itu saling pandang lalu Wu Nuan pun berkata kepadanya, “Seperti yang di harapkan dari Saudari Yan. Keakuratan mu dalam menghunuskan pedang selalu saja membuat takjub.” Ucap Wu Nuan memuji Zhi Yan.
“Saudari Nuan terlalu memuji. Aku tidak akan bisa melakukan itu, jika kamu tidak menekan mereka dengan aura mu.” Ucap Zhi Yan, yang tadi menghunuskan pedangnya membunuh para penjaga itu dalam sekali gerak.
“Baiklah saudari, apa yang sebaiknya kita lakukan kepada bajin*an pengkhianat ini.” Ucap Wu Nuan tiba-tiba merujuk kepada anak sang wali kota yang masih tidak bangkit, karena aura tekanan Wu Nuan. Zhi Yan yang berada di sebelahnya pun dengan santainya menendang tepat di wajah sang anak wali kota membuat dirinya langsung telentang menghadap langit-langit. Ia lantas menarik pedangnya dan memposisikannya tepat di depan leher pemuda tersebut.
“Selain sudah berkhianat kepada Kekaisaran Wu dan bekerja sama dengan ras iblis, ia juga sangat berani menghunuskan pedangnya kepada dirimu. Hukuman untuknya sudah pasti kematian Saudari.” Ucap Zhi Yan dengan pandangan dingin menatap ke arah anak wali kota yang sudah bergetar ketakutan.
“Hanya ikut-ikutan saja? Kalau begitu, kenapa kau juga tidak ikut-ikutan saja mati dengannya.” Timpal Wu Nuan dengan sangat dingin, membuat Ling Feng yang mendengar itu cukup takjub dengan sikap wanita itu.
“Tapi aku tid-“ Ucapan anak wali kota langsung di potong oleh Wu Nuan.
“Lalu aku juga mendengar ada rumor, bahwa banyak wanita hamil dan para anak-anak yang menghilang di kota ini. Jika dikaitkan dengan apa yang dikatakan oleh Saudara Feng tadi, fakta wanita hamil dan anak-anak yang menghilang itu ada hubungannya dengan wali kota, kan.” Potong Wu Nuan membuat anak wali kota hanya bisa terdiam kembali ketika mendengar itu.
“Jadi matilah, sebagai ganti atas wanita hami dan anak-anak yang telah kau dan ayah mu itu korbankan sebagai tumbal.” Ucap lagi Wu Nuan dengan acuhnya dan Zhi Yan pun bersiap untuk menghunuskan pedangnya, menebas lehernya.
__ADS_1
“Tidak! Aku tidak bers-“ Ucapannya terhenti, karena Zhi Yan langsung membelah leher anak wali kota dalam sekali serang, dan membuatnya mati saat itu juga.
Shringgggg.... Crasssshhhh...?!
“Ckkkk... Sampah seperti ini harus di bersihkan. Aku akan meminta ayah untuk melakukan pembersihan di Kekaisaran Wu. Mencegah hal seperti ini terjadi lagi.” Ucap Wu Nuan yang dianggukki oleh Zhi Yan. Kedua wanita itu pun langsung menoleh ke arah Ling Feng dan berkata kepadanya, “Terima kasih Saudara Feng. Jika bukan, karena dirimu. Nyawaku dan Saudari Yan mungkin sudah berada dalam bahaya. Bukan hanya itu juga, kamu bahkan menyelamatkan semua generasi muda yang ada di sini, aku sebagai putri Kekaisaran sungguh sangat berterima kasih kepadamu.” Ucap Wu Nuan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Ling Feng.
“Tidak perlu sungkan. Aku melakukannya, karena memang aku kebetulan berada di sini. Aku tidak bermaksud menyelamatkan orang-orang yang ada di sini. Takdir mereka baik, karena ada aku di sini.” Timpal Ling Feng mengedikan bahunya. Wu Nuan yang mendengar itu tersenyum, karena ia sudah menyadari Ling Feng bukanlah orang yang gila akan kehormatan. Ia juga sudah mendengar hal itu dari Zhi Yan, jadi ia tidak mengatakan apapun lagi lalu mengubah raut wajahnya menjadi serius kembali.
“Saudara Feng lebih baik kita bergegas untuk membunuh iblis yang bekerja sama, mengingat pertarungan dahsyat yang ada di sini. Ras iblis itu pastinya sudah menyadari ada yang tidak beres. Jadi aku rasa kita lebih baik bergegas.” Kata Wu Nuan, namun reaksi dari Ling Feng lebih santai dari dugaanya.
“Ah mengenai itu tidak perlu khawatir, karena iblis itu sudah ada yang mengurusnya.” Ucap Ling Feng santai membuat Wu Nuan bingung dengan maksud dari perkataan Ling Feng.
“Sudah ada yang mengurusnya? Maksud Sau-“ Ucapan Wu Nuan tiba-tiba berhenti, karena secara tiba-tiba sesuatu telah jatuh dari atas langit-langit ruang jamuan.
Roaaarrrrr...?!
Booommmm...
“Harimau putih sia*an! Bagaimana bisa kamu ada di sini?!” Teriak sosok yang sangat mengerikan dengan wujudnya hitam pekat, dengan dua tanduk di dahinya, kukunya sangat panjang, dan sayap khas tepat di punggungnya.
“Tentu saja kami di sini untuk menghabisi mu iblis bodoh.” Ucap seorang pemuda seraya memegang pedang yang terbuat dari api biru. Mereka tidak lain adalah Ling Laohu dan Hao Xiang. Keduanya sedang bertarung dengan iblis yang bekerja sama dengan sang Wali Kota Teratai Hitam.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.