
“Ehhh.” Kata yang keluar dari mulut Ren Hu yang tidak menyangka bahwa serigala itu bakal berubah menjadi kabut darah terkena serangannya. Kedua serigala yang melihat temannya di ubah menjadi kabut darah dalam sekejap terkejut bukan main. Mereka menatap Ren Hu dengan kosong, Ren Hu pun menatap sebaliknya juga dengan tatapan kosong yang sama persis, lebih tepatnya tatapan tidak menyangka. Ekspresi keduanya benar-benar sangat lucu dalam pandangan mata Ling Feng. Pang Lang sendiri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum simpul sedikit.
“Ren Hu... Sepertinya kau harus sedikit menahan diri, kalau tidak makan malamnya berubah menjadi kabut darah semua loh.” Ucap Ling Feng sedikit terkekeh mengatakan hal tersebut. “Jika tidak pandai berburu, sebaiknya tidak usah berburu saja.” Pang Lang yang juga mengutarakan pendapatnya.
Ren Hu yang mendengar itu sangat malu. Memang benar ia sangat bersemangat sampai-sampai ia tidak sadar bahwa, ia menyerang serigala tersebut dengan cukup serius. “M-maafkan aku tuan muda. Aku terlalu bersemangat.” Ucap Ren Hu meminta maaf. Ia sangat malu saat ini, karena terlihat sangat bersemangat.
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Ayo lanjutkan kembali, kedua serigala sisanya bisa kabur loh.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan, merasa terhibur dengan sikap Ren Hu yang cukup lucu dalam pandangannya.
>>>>>_____
“Tuan muda menurut mu apa yang akan di rencakan para iblis itu setelah mereka melakukan penyerangan di Kota Cheng Du?” Tanya Ren Hu kepada Ling Feng tepat setelah menghabiskan seluruh daging yang Ling Feng siapakan untuknya.
“Mengenai hal itu, aku juga tidak terlalu mengerti dengan pergerakan apa yang akan mereka ambil, namun mengingat tindakan mereka yang sepertinya mempunyai niat terselubung di dalamnya, dan bukan hanya sekedar untuk menguasai kota saja.” Ucap Ling Feng mengutarakan spekulasi nya.
“Niat terselebung? Apa maksud Anda tuan muda?” Tanya Ren Hu yang tidak mengerti di bagian ‘terselubung’.
“Aku juga tidak tau pasti apa tebakan ku benar, namun jika aku pikir-pikir, mereka seperti sedang memancing sesuatu, atau bisa dibilang ingin menarik perhatian kekuatan besar yang berada di Kekaisaran Han ini.” Ujar Ling Feng mengutarakan pendapatnya membuat Ren Hu dan Pang Lang sama-sama memikirkan pendapat Ling Feng.
“Jujur saja aku tidak bisa memikirkan kemungkinan lain, selain yang kupikirkan saat ini. Pasalnya, jika memang hanya sekedar untuk mengumpulkan artefak-artefak untuk membangkitkan raja iblis secara diam-diam, tidak mungkin mereka akan terang-terangan menunjukkan hasrat untuk menaklukkan kota Cheng Du.” Tambah Ling Feng lagi.
Kedua orang itu pun tenggelam dalam penjelasan Ling Feng yang memang terdengar sangat masuk akal. “Ya itu juga baru spekulasi ku, aku masih ingin mendengar dari penjelasan Paman Tian nanti di kota." Ucap Ling Feng mengakhiri pembicaraan malam itu. Setelah Ling Feng berkata seperti itu, kedua nya pun memutuskan untuk tidak memikirkan lebih jauh lagi sesuai apa yang di katakan Ling Feng.
__ADS_1
“Kalau begitu kami saja yang berjaga malam ini. Tuan muda istirahat saja.” Ucap Ren Hu yang diangguki oleh Pang Lang. “Begitu, kah... Baiklah... Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk membangunkan diriku.” Ucap Ling Feng tidak berniat menyanggah, karena Ren Hu menunjukkan ekspresi yang membuatnya tidak bisa menolak keinginan nya.
Malam itu Ling Feng pun memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya, ya walaupun hal tersebut tidak perlu ia lakukan lagi, karena ranah kultivasinya saat ini sudah cukup tinggi. “Alasan tersembunyi, kah...” Gumam Ling Feng seraya menatap langit malam yang di penuhi bintang-bintang. Walaupun ia telah berkata kepada Ren Hu dan Pang Lang untuk tidak terlalu memikirkan nya, dirinya sendiri yang malah tidak bisa melepaskan pemikiran itu.
Ling Feng menghela nafas panjang, dan memutuskan untuk tidak memikirkan nya lagi untuk saat ini.
Keesokan Harinya
Setelah melakukan perjalanan yang panjang dan melewati hutan yang cukup ekstrim iklimnya, ketiganya pun sudah dekat dengan kota dimana Long Tian berada yaitu, Kota Kekaisaran Han. Tanpa pikir panjang lagi, Ling Feng dan kedua lainnya pun bergerak ke arah depan.
Ling Feng yang melihat ke arah depan, begitu takjub kali, sebuah tembok yang sangat besar nan megah, lebih-lebih daripada Kota Awan Emas yang kemarin ia singgahi. Bukan hanya itu saja, Ling Feng juga bisa merasakan sebuah penghalang yang samar-samar mengelilingi kota yang ada di hadapannya ini. “Memang layak sebagai Kota Utama. Dari gerbangnya saja sudah terlihat sangat megah.” Batin Ling Feng yang merasa takjub.
Bukan hanya Ling Feng saja, bahkan Ren Hu pun memandang tembok kota dengan pandangan yang takjub. Ketiganya saat ini sedang mengantri giliran untuk masuk ke dalam kota. Antrian masuk ke dalam kota pun terlihat sangat ramai lebih ramai ketimbang dari Kota Awan Emas sebelumnya.
Ling Feng sendiri dapat mengerti alasan mengapa Kota ini menerapkan peraturan tidak boleh terbang di wilayah kota. Dirinya saat ini bisa merasakan dengan jelas bahwa aura yang sangat kuat terpancar dari balik tembok besar ini, bahkan lebih kuat dari Kota Awan Emas. “Ya pantas saja Paman Tian betah tinggal di kota ini.” Batin Ling Feng yang mengerti alasan mengapa ia memilih untuk berdiam diri di kota ini daripada di Kota Cheng Du. Ia terkekeh mengingat orang tersebut sangat menyukai pertarungan dengan orang kuat, lebih tepatnya ia merasa sangat tersiksa jika tidak bisa bertarung jika itu berlangsung selama beberapa hari.
Setelah selesai menyelesaikan prosedur masuk ke dalam kota, terlihatlah suasana kota utama kekaisaran yang sangat riuh. Lebih riuh ketimbang dari kota-kota yang sebelumnya Ling Feng singgahi. “Paman Lang bagaimana dengan Paman Tian? Apa ia sudah mengabari kembali?” Tanya Ling Feng kepada Pang Lang.
“Aku sudah memberitahukan kedatangan kita sejak masih dalam pemeriksaan masuk ke dalam kota. Ia lalu membalas hanya ‘Ok’ saja, dan komunikasi pun terputus sepihak.” Jelas Pang Lang memasang wajah jelek ketika meceritakan hal tersebut.
Ling Feng hanya menanggapinya dengan gelengan kepala saja. “Kalau begitu kita tunggu di sekitar sini saja. Kemungkinan Paman Tian sedang datang kemari.” Ucap Ling Feng diangguki oleh Pang Lang.
__ADS_1
“A-anu tuan muda... Tuan Long Tian itu orang yang seperti apa ya?” Tanya Ren Hu yang penasaran sekaligus merasa gugup. “Eh. Paman Lang tidak memberitahukan nya kepada mu apa?” Ling Feng bertanya balik. “Orang Tua membosankan itu hanya berkata, ‘Tunggu saja, nanti juga kau akan tau’ Begitu yang ia katakan tuan muda.” Ucap Ren Hu seraya memasang ekspresi yang sama dengan Pang Lang ketika mengatakan itu.
“Oii... Aku bisa dengar apa yang kau katakan itu.” Ucap Pang Lang seraya mendelik ke arah Ren Hu. Ren Hu sendiri hanya membuang mukanya acuh tidak peduli.
“Sudahlah Paman Lang. Paman Tian ya... Ya kalau kau bertanya seperti itu kepada ku, dia hanya orang yang terkadang lesu dan akan sangat bersemangat jika itu menyangkut sebuah pertarungan.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum simpul.
Mendengar hal itu, Ren Hu pun refleks berkata, “Ya?” Katanya saking tidak mengertinya apa yang dimaksud Ling Feng. “Maksud-“ Perkataan Ren Hu terpotong, karena tiba-tiba terdengar suara dari arah depan.
“Oh ayolah tuan muda... Apa maksud dari ucapan ‘orang yang terkadang lesu’ itu. Bagaimana bisa kau berkata seperti itu tentangku setelah sekian lama tidak bertemu.”
“Aku hanya menyampaikan kebenarannya saja paman. Memang seperti itu, kan dirimu.” Ucap Ling Feng menimpali perkataan sosok tersebut seraya terkekeh.
Sosok tersebut pun hanya mendegus kesal lalu tersenyum kemudian, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Pang Lang dan berkata, “Oh adik Lang... Sudah sangat lama sejak kita bertemu ya. Bagaimana kabar mu? Seperinya kau bertambah kuat ya setelah beberapa tahun terakhir ini. Aku jadi yakin bisa sedikit serius ketika latihan bertarung dengan mu.”
“Lama tidak bertemu juga kakak besar. Aku baik-baik saja selama beberapa tahun terakhir ini kok. Terlebih lagi bagaimana dengan kabar mu di kota ini kakak besar? Kudengar kau sangat betah saking nyaman nya di sini.” Timpal Pang Lang yang mengabaikan kalimat yang terakhir dan balik bertanya kepada sosok tersebut.
“Ya seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja di sini. Kota ini mantap loh, aku bisa bertarung kapanpun aku mau.” Ucap sosok tersebut menggebu-gebu. Pang Lang hanya menanggapi nya dengan helaan nafas panjang saja ketika mendengar hal tersebut.
Sosok tersebut pun langsung beralih kepada Ren Hu. Ren Hu yang secara tiba-tiba di perhatikan pun terkejut dan refleks memperkenalkan dirinya. “S-salam kenal tuan Long Tian namaku adalah Ren Hu. Aku juga adalah pengik-“ Ucapannya lagi-lagi di potong.
“Aku sudah mengetahui dirimu dari Adik Lang kok beberapa waktu yang lalu. Seperti yang kau ketahui, aku adalah Long Tian aku juga pengikut dari Feng’er. Salam kenal Ren Hu.” Ucap sosok tersebut tersenyum lebar seraya mengulurkan tangannya, memperkenalkan dirinya yang tidak lain adalah Long Tian.
__ADS_1
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.