Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Permintaan Pemimpin Desa


__ADS_3

“Apa! Hanya dalam sekejap?!” Teriak pemimpin desa yang terkejut, karena ia benar-benar tidak menduga bahwa Hao Xiang, mempunyai teknik kuat seperti itu.


>>>>>>______


“Baiklah, kini hanya tersisa dirimu saja orang tua.” Kata Hao Xiang tepat di hadapan pemimpin desa yang dalam posisi yang terluka. Dirinya bahkan kini mulai merasa ngeri dengan aura yang terpancar dari Hao Xiang, kini dirinya telah sadar bahwa orang berjubah di hadapannya ini bukanlah pengembara biasa saja, melainkan kultivator tingkat tinggi, seorang ahli sejati.


“Apa yang harus kulakukan kepadamu ya, tidak salah kau hendak membunuhku tadi, jadi bagaimana kalau sekarang aku yang akan membunuhmu orang tua.” Kata Hao Xiang.


“T-tidak tuan muda. M-maafkan hamba yang bodoh ini, ka-karena tidak langsung menyadari kekuatan Anda yang luar biasa.” Ucap pemimpin desa yang langsung mengubah sikapnya seratus delapan puluh derajat, ia bahkan tanpa berpikir sama sekali langsung bersujud di hadapan Hao Xiang.


“Hahhhh... Setelah menyerang diriku dan berniat hendak membunuhku, kau ingin aku mengampuni ku, bukankah sikap mu itu sedikit berlebihan orang tua bren*sek.” Kata Hao Xiang seraya menarik kerah pakaian pemimpin desa dan mendekatkan wajahnya.


“S-saya... Saya salah tuan muda. Saya mohon dengan sangat tuan muda. Maafkan hamba yang bodoh ini, karena tidak langsung menyadarinya. S-sebagai gantinya, saya akan memberikan kompensasi apapun kepada Anda, tapi tolong ampuni saya, anak saya dan anak buah saya.” Kata pemimpin desa itu dengan nada yang bergetar meminta pengampunan kepada Hao Xiang.


Hao Xiang awalnya hendak berkata sesuatu, namun Ling Feng secara tiba-tiba memotong perkataannya, “Sudahlah Xiang’er jangan menakuti-nakuti mereka lagi. Aku memang mengizinkan nya, tapi jangan berlebihan, kan. Terlebih lagi, ia sudah mengatakan akan memberikan kompensasi, jadi kupikir sudah cukup.” Kata Ling Feng yang sedari tadi hanya mengamati saja.


“Ehhhh... Hanya begitu saja guru? Kukira setidaknya kita akan mematahkan masing-masing kaki dan tangan nya?” Ucap Hao Xiang dengan wajah polosnya.


Pemimpin desa yang mendengar itu sontak berkeringat dingin ketakutan, mematahkan tangan dan kaki nya? Terlebih lagi itu masing-masingnya tidaklah salah satunya. Bukankah itu sama saja seperti membuat dirinya menjadi cacat tidak berguna kalau seperti itu jadinya.

__ADS_1


“Haihhhh... Kau ini ya, sudahlah tidak perlu di pikirkan lagi, ingatlah tujuan kita kemari adalah untuk mencari sebuah desa atau kota yang bisa membawa kita ke seberang sungai ini. Jadi tidak perlu sampai melakukan hal seperti itu.” Kata Ling Feng lagi seraya menghela nafas pendek.


Mendengar hal itu, Hao Xiang tentunya tidak mengatakan apapun lagi. Ia menganggukkan kepalanya, mengikuti sesuai apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Mendengar percakapan dari kedua nya, pemimpin desa pun langsung berkata, “A-ah anu tuan-tuan...” Ucap pemimpin desa.


“Ada apa hahhh tua bangka sia*an! Berterima kasihlah kepada guruku, karena telah berbaik hati melepaskan mu, anak mu, serta pengikut mu. Jika bukan karena guruku, mungkin saat ini kau sudah berada di neraka sebagai ganti , karena sudah berniat membunuhku.” Kata Hao Xiang dengan nada sengit.


“Terima kasih tuan. Terima kasih tuan. Terima kasih atas kemurahan hati Anda.” Kata pemimpin desa langsung bersujud ke arah Ling Feng. Lin Yu dan Lin Ru’er yang melihat itu benar-benar di buat tercengang oleh Hao Xiang, ia awal nya berpikir bahwa Hao Xiang dan Ling Feng hanya pengembara biasa, pasalnya ia sama sekali tidak merasakan aura qi dari keduanya.


Namun ketika melihat pemimpin desa, orang terkuat di desanya di buat sampai bertekuk lutut seperti itu, tidak bisa membuat Lin Yu dan Lim Ru’er kagum dengan Hao Xiang, terlihat dari perawakan dan cara bicara Hao Xiang, setidak nya Lin Yu berpikir bahwa umurnya dan Hao Xiang terpaut hanya beberapa tahun saja. Namun di umurnya yang masih sangat muda, ia sudah mempunyai kekuatan yang mampu menunduk kan orang yang jauh lebih tua dari nya.


“Bangunlah, cepat periksa keadaan dari pengikut mu.” Kata Ling Feng yang langsung di iyakan oleh pemimpin desa. Ia lantas langsung bergegas untuk mengevakuasi anak buahnya yang di buat terhempas oleh Hao Xiang. Setelah selesai di evakuasi seluruhnya dan diperiksa keadaan nya, pemimpin desa itu sekali lagi berterima kasih kepada Hao Xiang dan Ling Feng, karena telah bermurah hati mengampuni nyawa mereka.


“Tidak perlu sungkan, karena guruku sudah mengampuni mu, maka aku juga tidak akan mengatakan apa-apa lagi.” Kata Hao Xiang.


“Maaf menyela tuan-tuan. Hamba dengar kalian berdua berniat menyeberangi sungai benar?” Tanya pemimpin desa.


“Benar. Kami berdua memang hendak ke seberang sungai.” Jawab Ling Feng. Mendengar jawaban itu, kedua mata pemimpin desa langsung berbinar dan berkata kembali,


“Kalau begitu, bagaimana kalau tuan-tuan ikut bersama ku ke desa. Kebetulan desa kami menyewakan perahu sekaligus jasa untuk menyeberangi sungai.” Ucap pemimpin desa memberikan tawaran.

__ADS_1


Mendengar hal itu tentu Ling Feng menerimanya lagipula ia tidak punya alasan untuk menolak nya, pemimpin desa yang mendengar Ling Feng menerima tawaran nya, tentunya merasa sangat senang. Tanpa pikir panjang ia pun langsung membawa keduanya dan Lin bersaudara ke desa. Awalnya Ling Feng hendak memberikan biaya sebagai ganti jasa dan perahu yang akan mereka naiki, namun pemimpin desa menolak bayaran tersebut, ia berkata bahwa Ling Feng tidak perlu melakukan hal itu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka pun sampai di desa yang di tuju. Walaupun di sebut desa, namun lebih pantas di sebut sebagai kota kecil, mengingat ramainya desa tersebut. Para warga desa yang melihat pemimpin desa datang dengan dua orang berjubah tentunya penasaran, pasalnya tidak biasanya pemimpin desa mereka mengundang seseorang.


Ling Feng dan Hao Xiang sendiri acuh akan hal itu, namun pada saat dalam perjalanan menuju kediaman pemimpin desa, Ling Feng dan Hao Xiang sempat mendengar sesuatu yang menarik perhatian kedua nya.


“Baiklah orang tua. Kau pasti punya alasan lain bukan, karena memberikan kami tawaran itu?” Kata Hao Xiang tepat setelah dipersilahkan duduk oleh pemimpin desa. Ling Feng tidak mengatakan apapun, namun dirinya juga tertarik dengan pembicaraan yang tidak sengaja ia dengar pasca jalan menunju kemari.


“Sebelumnya aku minta maaf tuan-tuan, karena tidak mengatakannya secara langsung. Awalnya aku berniat untuk membicarakan hal ini langsung ketika sampai di rumah, karena rasanya tidak sopan jika menceritakan kejadiannya langsung begitu saja.” Kata pemimpin desa itu menunduk kan kepalanya sekali lagi.


“Aku ingin meminta tolong kepada tuan-tuan. Tolong tuan-tuan. Tolong bantu desa kami.” Kata pemimpin desa itu dengan posisi yang sama dan nada memohon sangat memohon.


“Ceritakan secara rinci tentang hal itu, aku ingin mendengarnya secara langsung.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh pemimpin desa. Sang pemimpin desa kemudian mulai menceritakan alasan ia meminta tolong kepada Ling Feng dan Hao Xiang. Awal mula dari semua itu adalah, muncul nya beast raksasa di tengah sungai. Hal itu terjadi beberapa waktu yang lalu. Awalnya desa itu sangatlah ramai, karena banyak para pengembara yang datang untuk ke seberang sungai.


Para warga desa itu juga sangat mengandalkan penghasilan mereka dari sungai sebagai mata pencaharian mereka. Bahkan hampir keseluruhan warga desa berprofesi sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, tapi semua aktivitas itu harus terhenti, sejak munculnya seekor beast air yang ukurannya sangat besar luar biasa.


“Beast air berukuran raksasa, kah.” Gumam Ling Feng yang semakin penasaran dengan ceritanya.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2