Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Long Tian dan Para Tetua


__ADS_3

Ling Feng langsung maju kedepan. Dalam sekejap ia sudah berada dihadapan Dun Cao, dengan tangan terkepal kuat ia langsung mendorong Dun Cao dengan tinjunya. Dun Cao yang terlambat bereaksi hanya bisa menerima tinju tersebut dan dibawa pergi menuju area belakang.


Para tetua juga tidak bereaksi, Dun Huang langsung memberikan komando. "Ikuti ketua sekte kita harus membantunya." kata Dun Huang para tetua yang mendengar itu menganggukkan kepalanya berniat mengejar, namun sesuatu tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


"Tunggu dulu, jangan main pergi saja. Kau kira keberadaan ku hanya patung sampai-sampai kalian mengabaikan ku." Ucap Long Tian yang menjaga para tetua untuk tidak menyusul pertarungan Ling Feng dengan Ketua sekte bayangan.


"Maaf saja jika kalian ingin pergi dari sini aku hanya bisa mengatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil." Ucap Long Tian. Para tetua yang mendengar itu hanya bisa mengumpat dalam hati mereka, mereka kira Long Tian hanya akan memperhatikan saja. Tidak disangka bahwa akan ikut campur juga.


Dun Huang langsung memberi kode kepada Pang Lang. Pang Lang yang menerima kode tersebut menganggukkan kepalanya. Seketika suasana menjadi hening, hembusan angin diwaktu menjelang pagi hari telah tercampur dengan debu akibat dari pertarungan mereka.


Pang Lang berinisiatif memulai serangan pertama. Long Tian yang sudah siap langsung menghindar mundur satu langkah kebelakang, namun musuh tidak memberikan jeda. Tetua kedua dan Tetua ketiga sekte bayangan langsung muncul dibelakang mengincar kepala Long Tian dari titik buta nya, namun sayang gerakan Long Tian lebih cepat dari itu.


Dun Huang yang melihat itu menatap tidak percaya, "Apa-apaan orang ini, kecepatannya bahkan lebih tidak masuk akal dibandingkan bocah yang tadi. Apa orang ini lebih kuat dari bocah yang tadi." Batin Dun Huang menggertakkan giginya.


Tetua kedua dan ketiga tidak memberikan waktu sedikit pun untuk Long Tian bernafas. Bahkan Pang Lang juga ikut menyerang dari titik buta Long Tian, akan tetapi kecepatan Long Tian yang tidak masuk akal membuat jarak yang sangat jauh diantaranya.


"Bagaimana Tetua Huang, kita tidak bisa seperti ini terus. Orang itu bahkan tidak kesulitan sama sekali menghindari serangan cepat uang yang telah kita lancarkan." Ucap Pang Lang terengah-engah. Dun Huang yang mendengar itu juga tidak tau apa yang harus dilakukan. Long Tian yang melihat para tetua sekte bayangan yang terdiam berniat untuk memprovokasinya.


"Apa ini, apakah sudah selesai? kukira sekte hitam nomor satu mempunyai orang yang kuat, tetapi aku salah besar isinya hanya sekelompok sampah yang tidak berguna saja." Ucap Long Tian sembari memindahkan karung dipundak kanan jadi ke pundak kiri.


Dun Huang yang melihat sifat angkuh musuhnya mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Kau berani menghina sekte bayangan kami, jangan harap kematian mu akan lebih mudah setelah ini." Ucap Dun Huang dengan niat membunuh yang diarahkan kepada Long Tian.

__ADS_1


"Hohoho, kau mempunyai niat membunuh yang sangat intens, oleh karena itu jangan cepat mati ya." Ucap Long Tian dengan seringai lebar maju menyerang Dun Huang. Dun Huang juga tidak berniat untuk bertahan, ia juga ikut maju menyerang.


Tinju mereka pun beradu, Dun Huang terlihat kesulitan menahan kekuatan tinju dari Long Tian. "Sial, tinjunya kuat sekali." Batin Dun Huang. Long Tian sendiri sudah terlihat bahagia dan dalam sekali hentakan langsung mementalkan tinju Dun Huang. Dun Huang tidak berhenti ia langsung kembali melayangkan tinjunya. Long Tian pun tidak mau kalah ia juga mulai menangkis tinju Dun Huang dan menyerang balik.


Jual beli tinju antara Long Tian dan Dun Huang pun tak terelakkan. Para tetua yang melihat itu takjub ketika aksi jual beli tinju antara Tetua agung dan orang tersebut. Long Tian sendiri sudah tertawa bahagia. "Benar, benar, seperti ini yang kumaksud hahahaha." Long Tian tertawa bahagia.


"Tidak kusangka orang itu bisa setara dengan tetua agung." Ucap tetua kedua. Tetua ketiga yang mendengar itu tidak menggubrisnya, namun ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh tetua kedua. "Apa yang harus kita lakukan sekarang. Apakah kita akan diam saja seperti ini." Ucap tetua ketiga. "Kalau pun kita ikut campur, tidak bisa berbuat banyak. Dilihat dari pergerakan orang itu, ia sepertinya masih menyembunyikan kekuatannya." Balas Pang Lang.


"Walaupun seperti itu aku tidak peduli." Ucap tetua kedua yang memutuskan untuk maju. Tetua pertama menggunakan kecepatan tertingginya dan sekali lagi muncul di titik buta Long Tian. Long Tian yang sadar bahwa ada yang menyerang titik butanya, ia langsung memukul mundur Dun Huang dan menghilang.


Tebasan pedang tetua kedua pada akhirnya ia hanya menebas angin saja. Tetua kedua menggertakkan giginya kesal masih tidak bisa mengenai Long Tian walaupun dengan kecepatan tertinggi miliknya.


Wushhhh


Booommmm


Krakkkk


"Tetua kedua!" Teriak tetua ketiga langsung bergerak cepat. "Tunggu dulu tetua ketiga jangan maju menerjang sembarangan." Kata Pang Lang memperingati, namun terlambat Tetua ketiga sudah bergerak.


"Kepa*at! mati kau Baji*gan!" Teriak tetua ketiga maju dengan secepat yang ia bisa dengan pedang terhunus kepada Long Tian. Long Tian yang melihat itu menyeringai kembali. Saat jaraknya tinggal beberapa centi lagi, dengan santainya Long Tian mundur satu langkah.

__ADS_1


"Sial aku ceroboh." Batin Tetua ketiga menggertakkan giginya serangannya meleset dan hanya mengenai angin saja. Pada saat itu, seperkian detik Long Tian dengan cepat mencengkram erat bagian belakang leher tetua ketiga. "Kau terlalu bodoh sampai-sampai kau mengontrol tubuh sendiri saja tidak bisa." Bisik Long Tian tepat ditelinga Tetua ketiga. Long Tian langsung melemparnya bagaikan melempar bola. Tetua ketiga melesat sangat cepat dan baru berhenti ketika menabrak bangunan sekitar.


Pang Lang yang melihat itu mengumpat dalam hatinya atas kecerobohan tetua ketiga. "Sungguh orang yang luar biasa, hanya dalam sekali serang dua orang tetua kami sudah terkapar tidak sadarkan diri." Batin Pang Lang.


Long Tian tersenyum simpul lalu mengalihkan pandangannya ke Pang Lang. "Sepertinya kau cukup pintar dan sudah selesai menganalisis tentang pola seranganku. Kukira semua orang sekte hitam itu tidak ada yang pernah menggunakan otaknya sama sekali." Ucap Long Tian terkekeh kecil mengejek. Pang Lang yang mendengar itu tidak terprovokasi, ia hanya balas mengejek.


"Entahlah siapa yang tahu akan hal itu." Ucap Pang Lang mengeluarkan senjatanya yang berupa tombak. Ia lantas memasang kuda-kudanya. Long Tian yang melihat itu hanya memperhatikannya saja. Sedetik kemudian Pang Lang langsung maju menerjang dengan tombak terarah kepada Long Tian.


Long Tian hanya bersikap biasa saja dan mengangkat tangannya kedepan. Pang Lang yang melihat itu menyeringai tipis, Long Tian yang melihat seringai itu sempat bingung dan kebingungan itu langsung terjawab.


Pada saat ia sedang fokus terhadap Pang Lang, Dun Huang dengan kecepatan penuhnya muncul juga disamping dengan tinju yang sudah terarah kepada wajah Long Tian dan


Bughhkkkkkk


Wushhhh


Booommmm


Long Tian yang terkena pukulan telak di wajah bagian pipi, melesat dengan cepat menghantam bangunan sekte bayangan.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2