
Beberapa batang dupa kemudian
"Yahoo…Oioi ayolah kita pesta terus sampai pagi peduli setan akan hal lain yang penting arak sampai mati." Rancauan tidak jelas keluar dari mulut Long Tian. "Aduh kakak pertama, jangan berisik…Peduli setan akan mabuk aku ingin tidur saat ini highhhkkkk." Ling Laohu ikut-ikutan merancau tidak jelas.
Ling Feng hanya meneguk araknya biasanya sembari mengelus-elus kepala Hao Xiang yang tertidur dalam pangkuannya. Ruangan tersebut benar-benar kacau, akan tetapi walaupun begitu suasana meriah tadi benar-benar membuat semua orang disana tersenyum semua tanpa terkecuali.
"Mereka sudah mulai merancau tidak jelas. Padahal mereka juga yang paling semangat untuk minum-minum, tapi paling awal teparnya. Dasar sekumpulan orang aneh." Kata To Mu menggelengkan kepalanya sembari meneguk habis arak di gelasnya, walaupun ia berkata seperti itu ia tetap tersenyum meneguk araknya.. Ia masih belum mabuk, karena ia meminum lebih sedikit dari yang lainnya. Sampai ada sebuah tangan yang mengapit kepalanya.
"Aduhhhh kakak kedua kenapa kau masih sadar, arak yang kau minum kurang banyak kau harus minum lagi." Kata Pang Lang yang sudah tidak sadar juga, namun bukannya menjadi tenang ia malah bertindak sangat agresif. "Aduhhhh kau ini apa-apaan…Melihat sikap kalian yang berubah drastis aku menjadi sungkan untuk mabuk." Kata To Mu.
Namun, Pang Lang tidak menyerah diam-diam ia sudah menyiapkan satu kendi arak dan berniat mencekoki To Mu. Dalam sekejap mata, ditambah To Mu yang tidak mengantisipasi itu. Sebuah kendi yang terisi penuh arak didalam langsung dicekoki oleh Pang Lang.
"Ehh kau ingin melakukan apa bodoh…" Kata To Mu yang berusaha melawan, namun tenaga Pang Lang benar-benar kacau saat ini. Membuat dirinya sangat kuat entah berasal dari mana kekuatan itu. "Kakak kedua tidak boleh seperti itu, semuanya sudah pada mabuk dan kakak kedua saja yang belum mabuk." Kata Pang Lang masih berusaha untuk mencekoki To Mu.
__ADS_1
"Hahhhh kenapa aku harus ikut-ikutan mabuk juga?" Kata To Mu masih berusaha untuk menghindari cekokan Pang Lang. "Ehhhhh bukannya sekarang ini kita sudah menjadi saudara." Kata Pang Lang. Membuat To Mu terdiam tidak bisa menjawab. Ling Feng sedikit tertawa ketika melihat wajah dan reaksi To Mu yang tertekan. Ia benar-benar tidak bisa membalas perkataan Pang Lang.
Di satu sisi ia tidak ingin fakta ia mabuk itu terjadi, namun di sisi lain ia tidak bisa berkata tidak karena yang Pang Lang katakan benar apa adanya. To Mu menelan salivanya kasar melirik arak ditangan Pang Lang. "Ayo kakak kedua kau harus mabuk juga highhhkkkk." Kata Pang Lang dengan penekanan disetiap katanya.
To Mu yang melihat itu menggertakkan giginya bingung pilihan apa yang harus ia ambil saat ini. Ia lantas menutup matanya merenung. Pang Lang yang melihat To Mu merenung tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pada saat itu juga ia langsung mencekoki kendi arak ke mulut To Mu.
To Mu tentu saja terkejut bahkan sampai membelalakkan matanya. Ia langsung refleks memukul kepala Pang Lang, membuat sang empu langsung tepar tidak sadarkan diri. Lebih tepatnya ia dibuat pingsan oleh To Mu.
"Wahhh Paman Lang langsung pingsan dalam sekali pukulan." Kata Ling Feng ber-wah ria melihat adegan itu. To Mu yang mendengar Ling Feng berkata seperti itu melambaikan tangannya. "Jangan berkata lagi Feng'er aku benar-benar tidak menyangka bahwa Pang Lang yang biasanya tenang, ternyata sikapnya sangat berubah ketika mabuk. Sungguh diluar dugaan." Kata To Mu melihat Pang Lang yang tepar olehnya.
Ling Feng yang melihat raut wajah To Mu yang tertekan, menahan tawanya saat itu. "Jangan tertawa Feng'er ini benar-benar tidak lucu." Kata To Mu. Mendengar hal itu Ling Feng malah semakin-makin. "Hahahaha baru pertama kali aku melihat wajah paman yang seperti ini. Paman sekarang benar-benar sangat berbeda dengan paman yang biasanya." Kata Ling Feng sembari tertawa.
To Mu yang saat ini benar-benar memperlihatkan wajah tertekannya, berbeda dengan To Mu yang biasanya tenang dan damai. Walaupun terlihat tertekan, ia tidak mengeluh sama sekali. Ling Feng bahkan sesekali menangkap To Mu tersenyum tipis, namun sangat tulus pada saat mereka bercanda tadi.
__ADS_1
"Haihhh…Mereka semua ini memang Saudara-saudara yang merepotkan." Gumam To Mu sembari tersenyum. Ling Feng yang mendengar itu hanya terkekeh saja melihat persaudaraan mereka yang sangat unik menurutnya.
"Kau berkata seperti itu sembari tersenyum loh paman." Kata Ling Feng meneguk araknya. To Mu yang mendengar itu masih tersenyum dan berkata, "Aku tau Feng'er." Kata To Mu. "Sebaiknya kita sudahi saja ini, sudah larut malam." Kata Ling Feng memutuskan. To Mu yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.
"Aku akan membawa mereka semua ke dunia jiwa. Akan repot jika membiarkan mereka semua berjalan ke penginapan nantinya." Kata To Mu. Ling Feng lalu membukakan portal menuju dunia jiwanya lalu membantu To Mu memindahkan semua orang yang disana ke dunia jiwanya.
"Baiklah paman kalau begitu aku pamit dulu." Kata Ling Feng kembali. To Mu yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. "Baiklah Feng'er hati-hati." Kata To Mu. Lalu Ling Feng menutup portal menuju dunia jiwanya lalu keluar dari ruangan sana dan membayar semua kemudian berjalan kembali menuju ke penginapannya.
"Hari-hari yang benar-benar sangat panjang." Kata Ling Feng sembari berjalan dan merenggangkan tubuhnya. "Ya begitulah, jadi apakah kalian masih tidak ingin keluar dari sana." Kata Ling Feng berhenti berjalan. Sangat sepi dan hening sekali tempat Ling Feng berdiri saat ini, padahal biasanya jalan yang ia lalui ini cukup ramai walaupun sudah larut.
"Kalau kalian semua tidak ada yang mau keluar, maka aku yang akan membuat kalian keluar." Kata Ling Feng lagi dan dalam sekejap mata ia langsung menghilang dari tempat ia berpijak lalu muncul di atap salah satu rumah disana lebih tepatnya dibelakang orang yang sedang mengikutinya.
Sontak orang tersebut langsung terkejut dan ingin melarikan diri, tapi sayang gerakan Ling Feng sangat cepat membuat ia langsung tertangkap tidak bisa lari. Ling Feng langsung mencengkram kepala orang tersebut.
__ADS_1
"Yo kawan…Ada perlu apa dengan ku sampai-sampai kalian mengikuti ku secara diam-diam." Kata Ling Feng sembari mengeratkan cengkramannya.
>>>>>> Bersambung