
"Kau sangat beruntung bocah bren*sek, bisa mati setelah melihat kekuatan penuh ku berbangga dirilah" Kata Mo Yue dengan nada sombong nya.
"Ya walaupun kekuatan itu hanya akan bertahan beberapa menit saja aku hargai itu" Kata Ling Feng masih dengan sikap santainya Membuat Mo Yue terkejut melihatnya. Padahal aura yang keluar dari Mo Yue dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, Namun sepertinya tidak berpengaruh kepada Ling Feng sama sekali.
"K-Kau Tidak Tertekan A-Aura ku bagaimana bisa ?" Kata Mo Yue terbata-bata Membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya
"Kenapa aku harus tertekan, Padahal kan memang....." Kata Ling Feng berhenti tidak melanjutkan perkataannya dan hanya langsung membuat ekspresi tertekan.
"S-Sial, Tekanan macam apa ini. Terlihat s-sangat kuat aku tidak pernah menyangka ada tekanan semacam ini" Kata Ling Feng dengan ekspresi tertekan yang dibuat-buat Membuat Mo Yue Semakin Tertekan melihatnya.
Ditempat yang cukup jauh dari pertarungan Ling Feng
Terlihat sekelompok orang yang sedang melihat tingkah itu tidak percaya. Bahkan ada yang tidak bisa menahan tawanya akibat melihat akting Ling Feng yang sangat kaku. Orang-orang Yang melihat itu adalah Long Tian, Bing Jiao, Bing Xian, Qin Mei, Tetua Han, dan Tetua Ling. Orang-orang tersebut kecuali Long Tian membatin dalam pikirannya dengan kata-kata yang sama.
"Aktingnya orang ini sangat payah sekali" Batin mereka dalam pikirannya sedangkan Long Tian hanya berusaha menahan tawanya supaya tidak pecah.
Flashback On
Long Tian dan Bing Jiao telah berkumpul dengan Tetua Han, Tetua Ling dan Qin Mei dan tidak lama datang Walikota Bing, Bing Xian. Bing Jiao yang melihat ayahnya datang dengan selamat merasa sangat senang dan bersyukur. Walaupun mengalami luka dalam yang lumayan, Luka-luka walikota Bing sudah hampir sembuh sepenuhnya.
"Ayah syukurlah kau selamat dan tidak mengalami luka apa-apa" Kata Bing Jiao langsung berlari memeluk ayahnya.
"Hoooo, Tentu saja ayah selamat. Ayahmu ini tidak akan mati semudah itu lohh" Kata Bing Xian terkekeh membalas pelukan anaknya.
"Ayah selamat juga berkat pemuda misterius itu. Jika bukan karena pemuda tersebut, mungkin ayah akan memberimu wasiat nantinya" Celetuk Bing Xian dan dibalas cubitan di pinggang Oleh Bing Jiao.
"Aduhhhh.....Aduhhhh....Sakit Jiao'er, Sakit !!!" Teriak Bing Xian mengaduh kesakitan.
"Siapa suruh ayah selalu berkata aneh seperti itu....Hummphhhh" Bing Jiao menggembungkan pipinya merasa kesal membuat Semua orang terkekeh melihat tingkahnya.
"Kau ini Jiao'er, Sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik tetap saja sifat mu masih seperti anak-anak" Celetuk Qin Mei Membuat Bing Jiao makin kesal.
"Ihhhhh Kakak Mei mahh" Rengek Bing Jiao Membuat semua orang tertawa kecuali Long Tian.
__ADS_1
"Sudahlah Mei'er jangan menggoda Jiao'er lagi" Kata Tetua Han dan mengalihkan pandangannya ke Long Tian langsung kembali berkata. "Kalau Boleh tau siapa tuan pendekar ini" Tanya Tetua Han membuat Qin Mei, Bing Xian dan Tetua Ling mengalihkan pandangannya kearah Long Tian.
"Paman Pendekar ini ada-" Perkataan Bing Jiao terhenti ketika melihat isyarat Long Tian untuk tidak melanjutkan perkataannya.
"Tian, Kalian bisa memanggil dengan nama itu" Kata Long Tian dengan acuh tak acuh. "Sebenarnya aku enggan untuk membantu kota ini Tetapi, Tuan muda ku ingin aku membantu dan memberikan sedikit bantuan untuk kota ini" Lanjut Long Tian Membuat Tetua Han yang ingin berkata kembali menjadi terdiam karena, apa yang ingin ditanyakan telah dijawab.
"Siapa Tuan muda anda Tuan Tian ?" Tanya Walikota Bing Membuat Long Tian mengkerutkan keningnya.
"Bukankah kalian sempat mengobrol pasca di arena turnamen" Kata Long Tian Membuat Semua orang disana diam tidak bisa berkata kecuali, Bing Jiao dan Qin Mei yang tidak terkejut dan hanya biasa-biasa saja.
"Jadi dia seorang tuan muda dan lagi sekuat apa Keluarga nya sampai-sampai menjadikan seorang yang sangat kuat seperti ini menjadi pengawalnya" Batin Tetua Ling, Tetua Han, dan Walikota Bing.
Suasana yang awalnya biasa saja menjadi sedikit Canggung setelah mendengar perkataan Long Tian. Saat Suasana lagi canggung-canggungnya, Terdengar suara ledakan yang berasal dari tempat pertarungan Ling Feng. Tidak lama kemudian mereka semua merasakan tekanan yang mencekam, Kecuali Long Tian tentunya. Tubuh mereka semua bergetar merasakan tekanan yang sangat mengerikan tersebut.
"Apakah Kakak Feng akan baik-baik saja ?" Kata Bing Jiao yang mencemaskan keadaan Ling Feng. Qin Mei dan Bing Xian yang melihat Bing Jiao mencemaskan keadaan orang lain selain Keluarganya sangat terkejut. Karena, Bing Jiao yang mereka kenal tidak akan bersikap seperti itu jika bukan orang terdekatnya.
"Tenang saja, Tuan Muda sangat kuat. Mungkin saja kali ini dirinya baru mulai serius" Kata Long Tian. Bing Xian yang mendengar itu terdiam membatin.
"Paman Bagaimana kita kembali untuk mengecek keadaan Kakak Feng" Kata Bing Jiao kepada Long Tian.
"Tidak bisa Nona Bing, Tuan muda menyuruhku untuk menjauhi mu dan yang lain dari pertarungannya" Kata Long Tian menggelengkan kepalanya.
"Ayolah paman hanya sekedar memastikan saja" Kata Bing Jiao merengek kepada Long Tian.
Long Tian hanya menghela nafas panjang. "baiklah, kita akan kembali untuk memastikan keadaan Tuan muda Feng" Kata Long Tian dan Bing Jiao langsung tersenyum.
"Biarkan kami ikut juga, setidak jika keadaan sudah mendesak pemuda itu kita bisa membantu nya" Kata Walikota Bing dan diangguki yang lainnya.
"Terserah kalian saja" Kata Long Tian acuh tak acuh. Akhirnya kelompok tersebut langsung bergerak menuju tempat pertarungan Ling Feng. Untuk memastikan keadaan Ling Feng yang sedang bertarung dengan iblis.
Flashback off
"Shutttttt, Paman Jika kau tertawa kita akan ketahuan nantinya" Kata Bing Jiao berbisik meminta Long Tian untuk tidak tertawa.
__ADS_1
"Habisnya, Kau lihat sendiri Feng'er, dirinya sangat payah saat melakukan akting tadi" Kata Long Tian mengingat kembali akting Ling Feng yang bisa dibilang sangat lucu dimatanya. Bahkan dirinya sudah lupa tujuannya datang ke pertarungan Ling Feng.
Kembali Ke Ling Feng
"Kau Beraninya mempermainkan diriku yang agung ini, Terimalah kemarahan ku ini" Teriak marah Mo Yue mengepalkan tangannya.
"Teknik Iblis darah Teknik Keempat : Sabit darah Kematian" Terlihat setelah mengatakan itu muncul gumpalan darah lalu membentuk sabit-sabit kecil. Kemudian setelah tanpa aba-aba apapun sabit-sabit kecil itu langsung melesat sangat cepat kearah Ling Feng.
Shirngggg
Shirngggg
Shirngggg
Shirngggg
Clebbbbbb
Clebbbbbb
Clebbbbbb
Clebbbbbb
"Kakak !!!!!!" Teriak suara Wanita tidak lain adalah Bing Jiao yang melihat Tubuh Ling Feng tertancap sabit-sabit kecil.
"Apakah Ling Feng akan mati ? atau sesuatu yang tidak terduga terjadi ? Ikuti Terus Cerita nya😁😁"
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)
__ADS_1