
"Lihat wajah mu, benar-benar sangat cerah seperti cerahnya matahari." Kata Tua Tao yang melihat wajah bahagia Ling Feng. "Ya apapun itu sepertinya kau sangat senang maka aku akan sangat bersalah jika tidak mengapresiasikan itu." Gumam Tua Tao tersenyum lebar lalu masuk kedalam gubuknya dan keluar kembali sembari membawa sebuah kotak.
Ling Feng yang melihat Tua Tao membawa Sebuah kotak tentunya penasaran. "Apa isi dari kotak tersebut guru?" Tanya Ling Feng. Tua Tao lalu memberikan kotak tersebut kepada Ling Feng. "Ini adalah barang yang harus selalu kau gunakan selama pelatihan selanjutnya." Kata Tua Tao.
Ling Feng lantas menerima kotak tersebut dan seketika dalam pegangan nya…
"Ehhh…" Satu kata yang keluar dari mulut Ling Feng saat memegang kotak tersebut.
Booooommmm
Seketika sebuah kawah langsung tercipta sedalam setengah meter ditempat yang mereka pijak disana. "G-guru sebenarnya benda apa yang ada di dalam kotak ini." Kata Ling Feng yang kedua pergelangan tangannya tertimpa oleh kotak tersebut tidak bisa bergerak.
"Sudah kubilang barang-barang yang akan kau gunakan selama pelatihan selanjutnya." Kata Tua Tao mengibas-ngibaskan tangannya menghilangkan asap disana lalu membuka kotak tersebut. Terlihat Empat buah gelang berwarna hitam serta dua buah benda berwarna hitam lainnya.
"Mulai saat ini kau harus menggunakan benda-benda ini sampai pelatihannya dinyatakan selesai nanti." Kata Tua Tao tersenyum lebar mengangkat sebuah gelang didepan wajah Ling Feng.
Bagaikan disambar petir, Ling Feng membelalakkan matanya ketika mendengar pernyataan itu. "T-tunggu guru bukankah ini…" Perkataan nya terhenti ketika melihat Tua Tao dengan sigap mengambil empat buah gelang lalu memasangkan dengan cepat di tiap-tiap kedua tangan Ling Feng serta pergelangan kaki nya.
__ADS_1
"Itu akan sangat berguna untuk pelatihan mu. Jadi selain mempunyai Seni beladiri yang kuat, kau juga bisa mempunyai fisik yang kuat nantinya." Kata Tua Tao tanpa beban. Ling Feng yang mendengar itu merasa bahwa itu bukan benar-benar murni untuk latihan semata.
Bukan hanya itu saja dua buah besi hitam langsung dikaitkan di tubuh Ling Feng saat itu juga tanpa bisa melawan, karena pergerakan Tua Tao yang sangat singkat dan cepat.
"Baiklah sudah siap. Sekarang kau bangunlah apakah kau tidak pegal berbaring terus-menerus." Kata Tua Tao sembari menepuk-nepuk kedua telapak tangannya. "G-guru sebenarnya berat dari keseluruhan benda ini berapa?" Tanya Ling Feng kepada Tua Tao. "Aku tidak bisa bergerak sedikit pun." Batin Ling Feng membelalakkan matanya.
"Heummmm…Untuk gelangnya kalau aku tidak salah ingat…Ada diantara dua ribu kilogram keatas." Katanya sembari manggut-manggut. "A-aku tidak salah dengarkan guru…Kau bilang tadi dua ratus, kan bukan dua ribu." Kata Ling yang berharap Indra pendengaran nya salah dengar.
Namun, jawaban Tua Tao lagi-lagi membuatnya kembali sadar bahwa Indra sangat sehat mendengarnya."Apa maksud mu…Memangnya aku kurang jelas mengatakan dua ribunya tadi." Jawab Tua Tao sembari memasang wajah tidak bersalah sama sekali.
Jdeerrrrr
"Kau ini kenapa masih berbaring…Aku bilang bangkit." Kata Tua Tao menghentakkan kakinya. Pada saat itu juga Ling Feng terbang dan langsung berdiri tegak Walaupun terlihat seluruh tubuhnya bergetar hebat mempertahankan posisi berdiri nya.
"G-guru sepertinya aku perlu waktu menyesuaikan diri terlebih dahulu." Kata Ling Feng dengan nada bergetar beserta dengan seluruh tubuhnya, bahkan pijakan kakinya sudah menembus kedalam tanah saking beratnya tubuh Ling Feng saat ini. "Cihhhhh tidak kusangka murid ku ini sangat lemah sekali fisiknya…Memberikan gelang-gelang ini sepertinya keputusan yang tepat." Kata Tua Tao pergi dari sana menuju ke arah hutan.
"Tidak bisakah dua gelang ini di lepas guru…Bagaimana pun aku tidak bisa bergerak sama sekali jika masing-masing mengait di kedua tangan dan kaki ku." Kata Ling Feng. Tua Tao dengan nada tegas dan wajah tegar berkata, "Jangan jadi manja…Jika kau berani melepaskan nya, maka siap-siaplah berbaring untuk jangka waktu yang lama." Kata Tua Tao dengan wajah serius.
__ADS_1
"Kau bercanda guru…Lalu bagaimana caranya aku bisa bergerak sedangkan aku saja tidak bisa melangkah, bahkan sekedar menyeret kaki ku saja benar-benar tidak bisa." Kata Ling Feng kembali, namun reaksi Tua Tao hanya singkat saja.
"Ya itu masalah mu…Bukankah kau ini jenius murid terbaik ku. Maka permasalahan kecil seperti ini saja kau pasti mampu melewatinya." Kata Tua Tao dengan nada menggoda lalu melesat ke arah hutan.
"Aku pergi dulu dan mungkin tidak akan pulang beberapa hari…Oleh karena itu, aku ingin pada saat aku kembali kau setidaknya sudah terbiasa bergerak dengan beban-beban itu, maka dari itu selamat tinggal dan berjuanglah jangan sampai mati ya." Kata Tua Tao langsung menghilang setelah mengatakan hal itu.
"Guru…! Setidaknya beri keringanan sedikit kepada murid mu ini…!" Teriak Ling Feng sekencang-kencangnya. "Ughhkkk Sial! Sepertinya aku benar-benar tamat kali ini." Batin Ling Feng yang berusaha mati-matian berdiri walaupun sangat sulit.
"Ughhkkk aku benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali. Guru sia*an itu melakukan penyiksaan dengan dalih pelatihan…" Gumam Ling Feng dengan suara yang bergetar. Ling Feng lantas berniat menggunakan Qi nya, tapi tiba-tiba sesuatu terjadi.
"G-gelang ini menyerap Qi milik ku?!" Batin Ling Feng tidak menyangka akan hal itu. "Pantas saja wajah yang ia tampilkan benar-benar sangat senang. Jadi ia sudah mempersiapkan tentang hal ini untuk ku." Batin Ling Feng masih ingat jelas wajah senyum lebarnya.
Mau tidak mau ia pun berusaha keras menyeret kakinya perlahan-lahan membiasakan diri. Hanya hal itu yang saat ini bisa ia lakukan. Sementara Orang Tua yang telah di sumpah serampah oleh Ling Feng hanya menahan tawanya melihat dari kejauhan.
"Hehehehe…Tenang saja murid ku. Ini masihlah permulaan…Perjalanan mu masih sangat panjang." Kata Tua Tao dengan wajah mengerikan.
Ling Feng yang sedang berusaha bergerak seketika merasakan punggungnya tiba-tiba bergidik dan merasakan firasat buruk sebentar lagi. "Apalagi yang direncanakan oleh Orang Tua sia*an itu setelah ini…?!" Batin Ling Feng menoleh ke kanan dan ke kiri dengan wajah masam.
__ADS_1
>>>>>>> Bersambung