
Ling Feng berniat menghalangi itu, namun ia kalah cepat reaksi dari cahaya yang melesat ke dahi Ren Hu. "Oui wanita rubah…Bangunlah." Kata Ling Feng sembari mengguncang-guncangkan tubuhnya, akan tetapi nihil. Karena, kesadaran Ren Hu sudah di tarik ke dalam alam bawah sadar nya.
"Ughhkkk Sial aku lengah." Gumam Ling Feng. Ia membentuk segel tangan dengan tangan kanan nya lalu meletakkan jari telunjuk dan tengah tangan kirinya di dahi Ren Hu. Ling Feng memejamkan matanya dan energi jiwa yang sangat kuat pun mulai keluar dari tubuh Ling Feng.
Ling Feng lalu mengalirkan energi jiwa tersebut ke dahi Ren Hu dan lagi-lagi terjadi sesuatu hal yang tidak ia duga.
Ctarrrrrrrzzzz
"Energi Jiwa ku di pantulkan?! Aku tidak menduga akan menjadi seperti ini." Batin Ling Feng. Ia lalu mengalihkan pandangannya menatap Ren Hu yang sudah tidak sadar. Ling Feng tentu tidak menyerah begitu saja, ia lalu mendudukkan Ren Hu dalam posisi lotus.
Setelah itu ia duduk dibelakang Ren Hu dan mengalirkan energi jiwanya lagi, kali ini ia tidak tanggung-tanggung mengeluarkan nya. "Jika melawan hal seperti ini saja tidak bisa, orang tua itu benar-benar akan mengejek ku mati-matian nantinya." Gumam Ling Feng memikirkan hal tersebut.
Ling Feng memejamkan matanya berkonsentrasi, pada saat ia mencoba untuk berkonsentrasi. Sekali lagi sesuatu yang tidak terduga terjadi kembali. Cahaya yang memasuki Ren Hu, tiba-tiba keluar lagi dan dengan kecepatan tinggi langsung masuk ke dalam dahi Ling Feng.
"Sial Sebenarnya apa ini?!" Decak Ling Ling berusaha untuk menangkap nya dengan kekuatan jiwa nya, namun tetap tidak bisa. Cahaya itu langsung melesat ke dahinya.
Alam Bawah Sadar Ling Feng
Ling Feng langsung membuka kedua matanya menjaga jarak terhadap cahaya yang membawanya masuk ke alam Bawah Sadar nya. "Tidak perlu sepanik itu tuan muda." Kata cahaya tersebut yang mulai berubah wujud dari cahaya menjadi sosok manusia.
"Siapa kau? apa yang kau inginkan dari ku?" Tanya Ling Feng serius. Sosok cahaya tersebut tersenyum lalu menjawab. "Nama ku Jun Lei dan apa yang telah kuinginkan telah kau wujud kan anak muda. Aku kemari hanya untuk berterima kasih kepada mu untuk membawa ku menemui anak ku." Kata sosok tersebut memperkenalkan diri nya.
__ADS_1
Ling Feng menganggukan kepalanya paham. Ia juga sudah tidak waspada, karena tidak merasakan bahaya sosok tersebut. "Sama-sama senior. Lagipula aku juga sedang kebetulan berada di sana. Mungkin semua ini memang sudah takdir kita bertemu." Kata Ling Feng pembawaan santai.
Sosok tersebut tersenyum lalu berkata kembali, "Kau anak yang baik ya. Kalau begitu apakah aku bisa mewujudkan satu lagi permintaan terakhir ku sebelum menghilang sepenuhnya." Kata Jun Lei kepada Ling Feng.
Ling Feng menatap kedua mata Jun Lei dengan serius lalu menghela nafas. "Jangan terlalu berharap kepada ku senior, aku takut tidak bisa memenuhi ekspektasi mu nantinya." Kata Ling Feng. Jun Lei menanggapi hal tersebut hanya dengan senyuman.
"Setelah berkata seperti itu, aku menjadi lebih yakin kau memenuhi ekspektasi mu anak muda." Kata Sosok Jun Lei masih dengan senyuman. "Hahhhh kau ini…Apa yakin tidak apa-apa? aku mengatakan hal tersebut dengan serius loh." Kata Ling Feng tidak mengerti dengan manusia di didepannya ini.
Sosok Jun Lei hanya menanggapinya dengan senyuman saja yang membuat Ling Feng sedikit jengkel dengan respons sosok orang didepan nya ini. "Waktu tidak banyak sekarang…Jadi aku harap kau…" Kata Sosok tersebut pelan tanpa suara, namun dapat di didengar oleh Ling Feng.
"Apa kau yakin dengan hal itu." Kata Ling Feng dengan raut wajah sedikit masam. Sosok Jun Lei seperti biasa menanggapi nya hanya dengan tersenyum saja. Lalu perlahan kemudian jiwa daripada dirinya mulai transparan dan hilang beberapa detik kemudian.
"Dulu aku pernah berkata jangan pernah melayangkan tatapan mata seperti itu bukan." Kata Ling Feng sembari memalingkan wajahnya. Ren Hu mendengar itu sedikit menjauh dan duduk dengan postur tubuh sopan, ia juga menundukkan kepalanya.
"Ayah mu mengatakan apa saja tadi." Kata Ling Feng tiba-tiba. Ren Hu yang mendengar itu sedikit tersentak dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Tubuhnya juga sedikit bergetar walaupun sudah berusaha ia sembunyikan.
Ling Feng yang menyadari itu tidak berkata apa-apa. Ia lantas melepaskan gelang hijau nya lalu meletakkan didepan Ren Hu. Ren Hu yang melihat itu membelalakkan matanya dan sontak menatap Ling Feng dengan wajah tidak mengerti.
Ling Feng hanya diam saja bangkit pergi dari sana. "Jika sudah tenang kau bisa menemui ku di dekat kolam sana." Kata Ling Feng sebelum pergi. Ren Hu yang memahami maksud dari perkataan Ling Feng kedua matanya semakin berkaca-kaca. Ia lalu menundukkan kepalanya memungut gelang hijau tersebut memeluk dan menangis sejadi-jadinya.
Ling Feng tidak menoleh kembali dan pergi menuju kolam air yang berada didekat dengan jalan menuju Jurang Keabadian. Ling Feng lantas merenungi perkataan Jun Lei tadi. "Orang itu benar-benar sangat percaya padaku. Padahal kita berdua belum pernah bertemu." Gumam Ling Feng menghela nafas panjang. "Haihhh…Ini akan semakin rumit." Katanya lagi.
__ADS_1
Ling Feng menunggu Ren Hu yang sedang melampiaskan rasa yang telah ia tahan selama ini seorang diri. Ling Feng sengaja memberikan nya ruang, karena ia juga mengetahui rasa yang dirasakan oleh Ren Hu saat ini. Alhasil daripada menemaninya, lebih baik memberikan nya ruang untuk melampiaskan semua rasa yang ia pendam saat ini.
Keesokan Harinya
Setelah hampir berjam-jam menghabiskan waktu untuk melampiaskan semua rasa yang ia pendam, Ren Hu sudah menjadi lebih tenang setelah menangis seharian. "Ayah mu berkata apa sebelumnya?" Tanya Ling Feng lagi.
"Aku…" Ren Hu menundukkan kepalanya bingung dengan apa harus dikatakan atau tidak. Ling Feng lalu berkata lagi. "Katakan saja." Kata Ling Feng. Ren Hu melirik sekilas lalu menundukkan kepalanya lagi.
"Aku…Diperintahkan oleh ayah untuk mulai mengikuti anda. Akan tetapi, terbilang apa yang dikatakan oleh ayah. Anda bisa melakukan menolaknya, aku tidak ingin anda terpaksa untuk menurutinya." Kata Ren Hu. Ling Feng yang mendengar itu sempat menghela nafas sejenak.
"Baiklah kau bisa mengikuti ku. Lagipula aku sedang membutuhkan beberapa orang kuat untuk rencana jangka panjang ku." Kata Ling Feng. Ren Hu yang awalnya sudah mengira akan di tolak, Langsung terkejut dan refleks menatap Ling Feng.
"Apakah anda yakin tentang hal itu…Anda tidak perlu merasa harus bertanggung jawab dengan permintaan yang ayah ku minta kepada anda." Kata Ren Hu yang mengetahui bahwa ayah nya juga meminta hal tersebut kepada Ling Feng.
"Tenang saja aku tidak merasa seperti itu. Sekarang kita pergi dari sini." Kata Ling Feng. Ren Hu yang mendengar itu langsung memasang sikap bertumpu satu kaki. "Ren Hu bersumpah untuk selalu setiap kepada tuan muda." Kata Ren Hu langsung mengubah intonasi bicaranya menjadi formal.
"Orang itu apa yang sebenarnya ia katakan kepada anak nya hingga menjadi seperti ini." Batin Ling Feng tidak habis pikir.
"Baiklah, baiklah…Tidak perlu seformal itu. Sekarang kita keluar dari sini terlebih dahulu kembali ke tempat ku." Kata Ling Feng. Ren Hu menganggukan kepalanya dengan tenang berdiri di belakang Ling Feng.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1