Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Dasar Jurang Keabadian


__ADS_3

"Kita sudah sampai." Kata Ren Hu. Ling Feng yang mengekor dibelakangnya pun perlahan maju dan berdiri disampingnya. Terlihat sebuah ujung dari gua tersebut dan ada sebuah jurang yang sangat luas di bawahnya. Jurang tersebut juga mengeluarkan aura yang sangat mencengkam membuat siapa saja akan berpikir dua kali untuk ke sana.


Bahkan jika di dasar Jurang ini banyak harta, tentunya nyawa mereka bisa menjadi taruhannya. "Jadi ini Jurang Keabadian aura tempat terlarang memang sangat berbeda." Gumam Ling Feng menatap kebawah yang mana hanya ada kegelapan yang tak berujung.


Ren Hu pun berkata kembali. "Aku hanya bisa mengantarkan mu sampai sini saja." Kata Ren Hu. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. "Tidak masalah kalau begitu sampai bertemu lagi." Kata Ling Feng tanpa basa-basi langsung lompat ke jurang tersebut.


Ren Hu yang melihat itu membelalakkan matanya terkejut. Ia pun refleks menoleh ke jurang dimana Ling Feng dengan santainya lompat ke dalam jurang yang belum tentu ia bisa keluar. "Kepercayaan dirinya sungguh luar biasa aku tidak tau apakah dia orangnya atau bukan. Aku hanya berharap semoga dia memegang perkataannya." Ucap Ren Hu.


Ling Feng melesat mulus ke dalam Jurang Keabadian. Sampai saat ini ia masih belum merasakan apapun hal yang janggal ia pun masih terus melesat ke bawah tanpa bisa melihat dasar dari Jurang Keabadian itu. Detik berganti menjadi menit, menit berganti menjadi jam, sejam pun berlalu begitu saja sangat cepat.


Bahkan sampai saat ini, Dasar dari Jurang Keabadian itu masih belum terlihat sama sekali. "Sedalam apa sebenarnya jurang ini sih." Gumam Ling Feng. Lalu beberapa menit kemudian ia merasakan bahwa tubuhnya seperti menembus sesuatu yang tidak kasat mata.


"Apa-apaan itu tadi." Batin Ling Feng bingung. Lalu tiba-tiba ia teringat dengan perkataan Ren Hu tentang alasan mengapa ia tidak bisa turun ke Jurang Keabadian karena ada semacam penghalang tak kasat mata yang menahannya lalu membuat dirinya terpental kembali ke atas.


Dirinya pun berkata bahwa sudah mencobanya berulang kali, namun tetap saja ia kembali terpental ke atas. Bahkan ketika ia kembali ke atas akan mengalami luka-luka yang cukup serius dari pembalikan tersebut.


"Kalau dia saja tidak bisa, lantas mengapa aku bisa ya…" Gumam Ling Feng bingung. Dirinya menjadi berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh dari Jurang Keabadian ini. "Ah peduli sekali, biarkan saja menjadi urusan yang membuatnya." Kata Ling Feng tidak ingin memikirkan hal itu.


Pada saat ia sedang berpikir seperti itu, tiba-tiba Qi nya merasakan bahwa dasar dari Jurang Keabadian ini sudah dapat ia rasakan. Setelah merasakan itu, dirinya pun bersiap-siap dan mengantisipasi apa yang akan terjadi di dasar dari Jurang Keabadian ini.


Ling Feng melesat sangat cepat bagaikan batu yang di jatuhkan dari ketinggian langit-langit, saat ini hal itulah yang Ling Feng rasakan. Dirinya pun melirik ke bawah dan sepasang matanya menangkap bahwa dasar dari Jurang Keabadian itu sudah terlihat. Bukan hanya itu saja, sepasang matanya juga menangkap hal yang aneh.


Ling Feng bersiap-siap dan…

__ADS_1


Booooommmm


Tanah tempat dirinya mendarat benar-benar membentuk kawah kecil. "Uhukkk…Uhukkk…Akhirnya setelah berjam-jam mengudara tanpa kepastian, sampai juga di dasarnya." Kata Ling keluar dari kawah tersebut sembari menepuk-nepuk pelan bajunya.


Ling Feng menyapu pandangannya ke sekitar. Anggapannya benar-benar dipatahkan oleh apa yang ia lihat saat ini. "Kukira akan benar-benar sangat gelap disini, tapi tidak kusangka cukup bercahaya juga." Kata Ling Feng menyapu pandangannya.


Terlihat banyak tanaman-tanaman yang bercahaya disana. Ling Feng pun memilih untuk mulai melangkah ke arah depan walaupun tidak tau dirinya berada dimana saat ini. Anggapannya tentang Jurang Keabadian benar-benar sangat berbeda sekali setelah melihat sekitarnya yang seluas ini.


Perlahan tapi pasti Ling Feng melangkah sembari menoleh ke kiri dan kanan mencari benda apapun selain tanaman bercahaya disana. Di sana benar-benar sangat sesak, namun di satu sisi ia merasakan kepadatan Qi yang sangat luar biasa berbeda dari yang pernah ia rasakan selama ini.


Pada saat ia sedang berjalan tanpa arah tujuan, tiba-tiba instingnya bilang untuk bergerak sekarang juga. Tepat setelah ia melompat berguling ke kanan…


Booooommmm


"Beast apa ini?! Aku tidak bisa merasakannya sama sekali. Bahkan auranya langsung menghilang kembali sesaat setelah menyerang tempat aku berpijak." Batin Ling Feng memandang ke atas dan ia tidak menemukan apa-apa. Bahkan hawa keberadaannya, Ling Feng tidak bisa merasakannya sama sekali.


Ling Feng masih dalam kuda-kuda berpedangnya. Ia masih bersiaga, karena instingnya mengatakan bahwa musuhnya masih mengintai dirinya saat ini. Akan tetapi dirinya sangat bingung saat ini.


Hawa keberadaannya saja tidak tampak, apalagi wujudnya saat ini. Ling Feng tegang sembari menoleh dan mengira-ngira arah serangan musuhnya. Tetapi sayang…


Dalam sekejap lidah raksasa itu lagi melesat sangat cepat ke arah Ling Feng. Ling Feng sontak mengalihkan pandangannya ke arah lidah raksasa tersebut. "Sial…" Gumamnya sembari memposisikan kedua pedangnya didepan dirinya.


Bammmmmm

__ADS_1


Ling Feng memasang sikap bertahan akan tetapi, "Ughhkkk apa-apaan kekuatan ini." Batinnya terdorong kebelakang menahan lidah raksasa itu dan…


Booooommmm


Ling Feng yang di dorong mundur pun, melesat cepat ke arah tebing jurang tersebut dan menabraknya sangat keras. Seketika ia langsung bertumpu satu kaki menahan rasa sakit yang terasa sangat luar biasa ketika ia beradu dengan tebing jurang tersebut.


Ling Feng menggertakkan giginya. "Sebenarnya tempat apa ini?! Bahkan tubuh ku yang sudah di olah dengan Manual tubuh dewa surgawi bisa tergores hanya karena beradu dengan Tebing Jurang ini?" Batin Ling Feng menggertakkan giginya kembali.


Pada saat ia sedang melamun tiba-tiba sebuah suara menyadarkan dirinya. "Melompat ke atas." Ucap entah siapa itu yang membuat Ling Feng refleks melompat ke atas. Tepat setelah ia melompat lidah raksasa itu melesat sangat cepat dan beradu dengan tebing.


Booooommmm


Tepat setelah beradu, terdengar teriakan kesakitan yang sangat nyaring.


Shaaaa……!!!!


Ling Feng yang mendengar teriakkan itu tidak tinggal diam. Ia lantas menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara teriakan tersebut. "Disana." Ling Feng langsung melemparkan pedang hitamnya ke sebrang tebing disana.


Jlebbbb


Terdengar suara pedang menancap akan sesuatu. Sekali lagi teriakan kesakitan pun kembali terdengar berdengung menggema disana.


>>>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2