Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Aku Tidak Pernah Bilang Akan Melepaskan mu


__ADS_3

“Baguslah... Kau cukup pintar juga ya. Kukira seluruh bos bandit itu bodoh semua orangnya, karena tetap memilih untuk mati, walaupun sudah mengetahui perbedaan kekuatan di antara kita.” Kata Ling Feng seraya terkekeh pelan.


“Baiklah, karena kau sudah menyerah, jadi aku punya pertanyaan kepadamu.” Kata Ling Feng senyum tipisnya berubah menjadi seringai kecil tercetak di wajahnya.


>>>>>>______


“Kau... Aku ingin bertanya kepada mu sesuatu tentang ini. Darimana kau mendapatkan benda ini?” Kata Ling Feng seraya mengeluarkan sebuah botol kecil, karena botol tersebut berwarna hitam pekat, alhasil mereka tidak mengetahui isi dari botol hitam tersebut, namun berbeda dengan bos bandit yang langsung membelalakkan kedua matanya, ketika melihat botol hitam tersebut, dan refleks menyentuh bagian kantong sakunya.


“K-kau... Bagaimana mungkin?! S-sejak kapan kau mendapatkan botol itu?!” Tanya bos bandit itu yang terkejut bukan main, pasalnya ia benar-benar tidak menyadarinya sama sekali, bahwa botol tersebut telah di ambil oleh Ling Feng.


“Kau tidak sedang dalam posisi bertanya balik, untuk sekarang jawab saja pertanyaan ku. Darimana kau mendapatkan botol ini?” Ujar Ling Feng dengan acuh tak acuh dan pandangan dinginnya, membuat bos bandit tersebut langsung terdiam membisu.


“Aku mendapatkan itu seminggu yang lalu dari seorang berjubah hitam.” Jawab bos bandit.


“Jelaskan lebih rinci dari sososk berjubah hitam itu, dan bagaimana kau bisa bertemu dengannya.” Kata Ling Feng langsung bertanya kembali tanpa memberikan jeda sedikit pun. Bos bandit itu pun mulai menjelaskan bagaimana dirinya bisa mendapatkan botol pil tersebut, dan pertemuannya dengan sosok berjubah hitam itu.


Awal mulu mereka bertemu ialah seminggu yang lalu, dan pertemuan mereka pun tidak bisa dikatakan cukup baik. Pasalnya bos bandit tersebut di buat tidak berdaya sama sekali di hadapan sosok berjubah hitam itu. Anak buahnya yang kala berjumlah hampir delapan puluh lebih, habis tidak tersisa di bunuh oleh sosok berjubah hitam itu. Awalnya, bos bandit mengira dirinya akan mati sebentar lagi, namun secara tiba-tiba sosok berjubah hitam itu berkata seraya tertawa lantang.


“Kekekekeke... Kau manusia yang menarik. Aku menyukaimu.” Kata sosok berjubah hitam itu seraya tertawa, membuat bos bandit sampai terkejut mendengarnya. Suara tawa dari sosok berjubah hitam itu, benar-benar membuat siapapun yang mendengar nya akan merinding. Bos bandit tidak bisa melihat dengan jelas wajah dari sosok berjubah hitam itu, namun ia bisa melihat, bahwa sosok berjubah hitam itu mempunyai seringai lebar, dan aura gelap yang sangat pekat. Sosok berjubah hitam itu tidak memedulikan keterkejutan bos bandit, ia hanya memberikan sebuah botol hitam tersebut sebagai gantinya kepada bos bandit.

__ADS_1


“Minumlah itu jika kau ingin menjadi lebih kuat lagi manusia, dan jika kau ingin kekuasaan maka datanglah kepadaku jika kau sudah meminum itu.” Kata sosok berjubah hitam itu sebelum menghilang begitu saja masuk ke dalam hutan.


Bos bandit pun menyelesaikan cerita pertemuannya dengan sosok berjubah hitam dan bagaimana ia bisa memperoleh botol hitam tersebut. Ling Feng yang mendengar itu pun manggut-manggut sejenak selama beberapa menit. Hening kala itu, tidak ada yang bersuara sama sekali, kecuali suara air sungai yang di gerakan oleh angin.


Sampai Ling Feng yang sedang berpikir disadarkan oleh bos bandit yang tiba-tiba berkata, “A-aku sudah mengatakan apa yang kau minta. Jadi, bebaskan aku sekarang.” Kata bos bandit tersebut tiba-tiba berkata.


“Ah iya... Aku lupa. Kalau begitu silahkan pergilah.” Kata Ling Feng mempersilakan bos bandit tersebut untuk pergi dari kapal tersebut. Mendengar hal itu, bos bandit menatap nya dengan ragu-ragu, entah karena alasan apa, ia masih dalam posisi yang sama tidak bergeming sedikit pun.


“Tunggu apa lagi, bukankah kau ingin bebas tadi. Cepat pergi sana. Oh ya aku ambil botol ini, kau tidak masalah dengan itu, kan.” Kata Ling Feng sekali lagi, dan bos bandit itu pun pergi dengan terburu-buru tidak berniat untuk menjawab perkataan Ling Feng.


Dalam hatinya, ia tertawa lantang, karena Ling Feng begitu naif dan bodoh, melepaskan nya begitu saja. “Ya mau bagaimana lagi, bocah tetaplah bocah.” Batin bos bandit tersebut seraya lari terburu-buru, dan pada saat ia hendak melompat secara tiba-tiba ia merasakan nyeri tepat di bagian salah satu kaki nya, dan bos bandit itu pun langsung jatuh tersungkur.


“Akhhhhh... Kakiku! Kakiku!” Teriak bos bandit tersebut seraya memegangi pergelangan kakinya yang terus menerus mengeluarkan darah, karena sudah terpotong. Bos bandit tersebut refleks menatap tajam ke arah Ling Feng dan berteriak kencang kepada nya.


“Ban*sat! Kamu berbohong kepadaku!” Teriak bos bandit tersebut ke arah Ling Feng. Ling Feng sendiri dengan polos nya berkata, “Ehhhh... Kenapa kau malah berteriak kepadaku? Sesuai dengan janjiku, bahwa aku melepaskan mu.” Kata Ling Feng dengan polos nya lalu berkata kembali, “Tapi, aku tidak pernah bilang bahwa yang lainnya akan berjanji untuk melepaskan mu.” Kata Ling Feng melanjutkan perkataan nya.


“A-apa....! Apa maksud mu kepa*at?!” Teriak bos bandit tersebut, sampai Hao Xiang pun ikut berbicara, “Dasar ba*i bodoh. Maksud nya, Guru memang benar telah melepaskan mu, tapi berbeda dengan diriku yang tidak akan pernah sampai kapanpun, membiarkan bajingan seperti mu bebas begitu saja, setelah begitu banyak melakukan banyak hal buruk.” Kata Hao Xiang maju, selangkah demi selangkah berdiri di hadapan bos bandit dengan pandangan acuh tak acuh.


Swussshhh... Crasssshhh...?!

__ADS_1


“Akhhhhh.........!!!” Teriakan memilukan dari bos bandit, karena Hao Xiang kembali mengayunkan pedang nya, memotong pergelangan kaki bos bandit yang lain nya. Para awak kapal yang melihat itu, refleks masing-masing menyetuh bagian kaki nya masing-masing, karena merasa ngilu dengan teriakan tragis dari bos bandit tersebut.


Pedang yang di gunakan oleh Hao Xiang adalah pedang yang terbuat dari api biru milik nya, alhasil bos bandit tersebut merasakan sensasi terbakar yang menjadi-jadi, di bagian ujung yang di tebas oleh Hao Xiang.


“T-tolong... Ampuni aku, aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal buruk lagi, dan akan bertobat setelah ini. Jadi tolong jangan bunuh aku.” Kata bos bandit dengan suara memelas, dan kedua bola mata nya sudah berwarna merah, karena merasakan penyiksaan yang begitu amat menyakitkan saat ini.


“Kau bodoh kah, setelah berniat meyiksa diriku awal nya, sekarang kau malah meminta pengampunan kepadaku? Memang nya kau pernah mendengarkan permohonan dari orang-orang yang kau bunuh tadi?” Ujar Hao Xiang dengan nada dingin, membuat bos bandit langsung mendadak gugup tidak bisa berkata-kata, karena apa yang dikatakan oleh Hao Xiang benar adanya.


“A-aku... A-aku...”


“Kenapa mendadak gugup seperti itu? Tidak bisa menjawab nya? Maka dari itu, terimalah, untuk menembus semua orang yang telah kau bunuh dan kau rampas hartanya.” Kata Hao Xiang yang seketika membuat bos bandit tersebut semakin ketakutan dan berteriak kencang.


“Tidak, tidak, tidak, Tolong ampuni aku.... Akhhhhh.....!” Teriak bos bandit tersebut dan mulai di siksa oleh Hao Xiang, bahkan para awak kapal sudah menutup menutup mata dan telinganya masing-masing, karena Hao Xiang yang terbilang menyiksa bos bandit tersebut cukup brutal. Hal itu berlangsung selama beberapa puluh menit, sampai kemudian, bos bandit tersebut pun mati, setelah seluruh anggota tubuhnya di potong oleh Hao Xiang tanpa terkecuali sama sekali.


Hao Xiang pun langsung membakar mayat dari bos bandit tersebut, beserta dengan para anak buahnya tanpa membakar kapal yang mereka tumpangi dan ada beberapa yang di buang ke sungai. Setelah kekacauan itu di selesaikan, kapal yang mereka tumpangi pun mulai bergerak ke sisi seberang, dan berlabuh dengan aman dan tenang kali ini.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2