
“Begitu, kah... Seperti yang diharapkan dari adik kakak. Lin’er benar-benar seorang jenius.” Kata Ling Feng memuji Lin’er seraya mengelus-elus puncak kepala Lin’er membuat gadis remaja itu keenakan tersenyum bahagia. Bing Jiao dan Qing Xian yang melihat ekspresi keenakan Lin’er menelan salivanya kasar, mendadak ingin merasakan hal yang sama dengan Lin’er.
Keempatnya pun berbincang-bincang ringan, sampai kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan yaitu, menuju ke tengah-tengah tanah rahasia.
>>>>>>______
Awalnya Kelompok Ling Feng hendak menuju Pusat tanah rahasia, namun secara tiba-tiba di tengah jalan ia menemukan sebuah gubuk kecil. Ling Feng dan kelompoknya pun memutuskan untuk berhenti sejenak untuk memeriksa gubuk kecil tersebut.
“Kakak. Gubuk ini di kelilingi oleh berbagai macam penghalang kuno.” Ujar Lin’er ketika merasakan adanya penghalang yang mengelilingi gubuk tersebut. Ling Feng menganggukkan kepalanya, dirinya juga merasakan hal itu. Mereka pun memutuskan untuk mendekati gubuk kecil tersebut untuk memeriksanya.
Awalnya Lin’er mecoba untuk membuka penghalang kuno itu, namun setelah mecoba beberapa kali, dirinya menyerah, karena penghalang kuno itu mempunyai formasi yang rumit dan belum pernah ia pelajari selama ini. Sebanyak apapun ia berusaha, energi miliknya selalu di kembalikan lagi dan lagi. Ling Feng pun maju untuk memeriksanya, dirinya meraba-raba penghalang kuno itu mencoba untuk mengalirkan Qi nya ke dalam penghalang tersebut dan sama seperti Lin’er.
Ling Feng mengelilingi penghalang tersebut, dan setelah dua jam lebih meneliti penghalang tersebut Ling Feng menemukan cara untuk membukanya.
“Bagaimana kak? Apakah sudah menemukannya?” Tanya Lin’er. Ling Feng menganggukan kepalanya membuat kedua mata gadis kecil itu langsung berbinar. “Kalau begitu, tunggu apa lagi kak. Cepat buka sekarang.” Kata Lin’er masih dengan kedua matanya berbinar.
“Kalian bertiga mundurlah terlebih dahulu. Tepat setelah aku memberikan aba-aba, langsung masuklah ke dalamnya. Lalu berhati-hatilah ketika sudah berada di dalam sana.” Kata Ling Feng yang diangguki oleh ketiga wanita di belakangnya, walaupun tidak mengerti maksud dari kalimat terakhir Ling Feng. Ling Feng lalu mengeluarkan pedang elementalis yang baru saja ia tempa.
Ketiga wanita itu memandang takjub pedang Ling Feng yang baru pertama kali mereka lihat, pasalnya Ling Feng tidak pernah menggunakan pedang lain selain pedang hitam dan putihnya. Baru kali ini mereka melihat Ling Feng menggunakan pedang selain kedua pedang tersebut. Pedang tersebut mempunyai bilah pedang kristal yang berwarna ke perak-perakkan, namun bilah pedang itu akan berubah warnanya sesuai dengan elemen penggunanya. Itulah kenapa diberi nama pedang elementalis oleh Ling Feng. Pedang yang sangat cocok dengan dirinya, yang mempunyai hampir seluruh elemen.
Ling Feng mengalirkan Qi nya ke dalam pedangnya, seketika bilah pedang yang awalnya berwarna perak, berubah menjadi merah dan biru secara bergantian. Ling Feng mengangkat pedangnya ke atas dengan satu tangannya, dan menebaskannya secara vertikal tepat ke inti dari penghalang tersebut.
__ADS_1
Shringggg
Terlihat tebasan berwarna merah diiringi dengan biru melesat ke inti penghalang kuno tersebut.
Krakkkk... Krakkkk...
Prangggg
Penghalang kuno itu pun hancur seperti kaca begitu saja sesaat menyerap tebasan dua elemen milik Ling Feng. Sesaat Ling Feng hendak memberikan aba-aba kepada ketiga wanita di belakangnya, secara tiba-tiba sekelibat bayangan langsung melesat mendahului kelompoknya. Sekelompok orang tersebut tersenyum puas ke arah kelompok Ling Feng.
“Hahahaha... Terima kasih telah menghancurkan penghalang ini. Berkat kau kami bisa masuk ke dalam sini.” Kata Pemuda yang adalah pemimpin dari kelompok tersebut. Ia tertawa bahagia diikuti oleh kelompoknya.
Lin’er yang tidak terima langsung berteriak kepadanya, “Dasar sampah! Cepat keluar dari sana!” Teriak Lin’er yang marah.
“Kakak jangan menahan Lin’er... Biar Lin’er ubah sekelompok sampah ini jadi abu.” Kata Lin’er yang hendak menyiapkan segel tangan, namun di pegang oleh Ling Feng.
“Sudahlah tidak perlu kamu melakukan hal itu. Seperti yang dikatakan oleh mereka, yang cerdas dan kuat yang menang di sini.” Ucap Ling Feng membuat Lin’er menggertakkan giginya di balik cadarnya. “Selain daripada itu, bahkan jika kamu ingin, kamu tidak akan bisa melakukannya.” Kata Ling Feng bertepatan dengan penghalang kuno yang awalnya hancur, perlahan mulai kembali seperti semula.
Lin’er yang melihat itu hanya berdecak kesal, membuat sekelompok orang yang mendahului mereka tertawa keras. “Hahaha... Ternyata kau sadar juga bocah bodoh, karena kau patuh dengan apa yang di katakan oleh tuan muda ini, akan kuberikan kesempatan untuk masuk ke dalam sini, tentunya itu setelah kami hahaha...” Ujar pemimpin kelompok itu.
“Hohhh sungguh baik hati sekali, kalau begitu kami akan menunggu di sini.” Kata Ling Feng lalu melangkah mundur beberapa langkah kebelakang. Mungkin bagi kelompok tersebut, Ling Feng terlihat seperti orang idiot, namun ketiga wanita di belakangnya percaya, bahwa pemuda itu tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja.
__ADS_1
Pemimpin kelompok itu sekali lagi menyeringai mengejek kepada Ling Feng lalu berbalik untuk masuk ke area gubuk tersebut. Baru saja selangkah mereka masuk ke dalam area gubuk kecil tersebut, secara tiba-tiba teriakan yang sangat lantang terdengar dari dalam penghalang tersebut.
Bing Jiao, Qing Xian dan Lin’er serempak menoleh ke arah sumber suara dan terlihat salah satu pemuda dari kelompok tersebut secara tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi kering kerontang tersisa tulang belulang belaka.
“Apa yang terjadi di sana?” Batin ketiganya serempak menatap penasaran ke arah dalam penghalang kuno tersebut. Berbeda dengan Ling Feng yang sudah menyeringai lebar di balik topengnya. Teriakan demi teriakan pun terdengar keras di balik penghalang.
Lalu secara tiba-tiba tiga orang termasuk dengan pemimpin kelompok tadi secara tiba-tiba muncul dengan wajah ketakutan memukul-mukul penghalang kuno itu. “Kau kepa*at! Berani-beraninya kau menjebak kami!” Teriak pemipin kelompok tersebut, berteriak marah kepada Ling Feng.
“Ehhhh...? Apa maksud mu itu? Aku tidak mengerti sama sekali loh di sini.” Kata Ling Feng dengan nada polos seolah-olah tidak mengetahui apa yang terjadi. “Terlebih lagi, bukankah kalian sendiri yang masuk ke dalam sana, kenapa jadi menuduh ku telah menjebak dirimu?” Katanya lagi dengan nada yang sama, membuat pemimpin kelompok itu semakin marah.
“Akhhh... Senior! Senior! Senior tolong aku, senior!” Teriak pemuda di sampingnya dengan sangat mengenaskan, di seret oleh sesuatu seperti akar ke area gubuk kecil tersebut. Pemimpin kelompok tersebut pun merinding melihat kawannya di seret oleh akar tersebut, bahkan keringat dingin nampak jelas di wajahnya ketika melihat wujud dari yang membawa orangnya.
“Sial! Cepat bantu aku hancurkan penghalang ini!” Teriak pemimpin kelompok itu kepada orang yang berada di sebelahnya, namun sebanyak apapun mereka berusaha, hasilnya nihil tidak bisa terbuka sama sekali. Orang yang di sebelahnya pun bernasib sama dengan temannya, ia di seret oleh akar tersebut di bawa ketengah gubuk kecil itu. Ketiga wanita itu masih belum bisa melihat jelas wujud yang menarik orang-orang tersebut, karena memang terlihat sangat berkabut disekitar gubuk kecil tersebut.
Sampai beberapa detik kemudian, terlihatlah wujud sebuah tanaman yang sangat besar lagi mengerikan di sana, dimana di sisi tanaman tersebut terlihat pemuda-pemuda tadi yang telah mati menyisakan tulang saja di tubuhnya. Ketiga wanita itu menatap ngeri melihat tanaman besar itu. Kini yang tersisa hanyalah pemimpin kelompok yang sombong tadi.
Pemimpin kelompok itu pun menatap ngeri ke arah tanaman besar itu, “T-tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Menjauh dariku! Menjauh dariku! Menjauh dariku tanaman sial*n!” Teriak pemimpin itu seraya melancarkan serangannya kepada tanaman itu, namun tidak berefek sama sekali.
Tanaman besar itu pun marah, karena di serang oleh pemimpin itu. Sontak tanaman itu berubah wujud, menjadi wujud yang lebih mengerikan, pemimpin kelompok itu pun menatapnya ngeri. Akar-akar pun bermunculan melilit tiap-tiap bagian tubuhnya. Dalam sekali hentakan, tubuh pemimpin itu pun dibuat menjadi daging potong, membuat ketiga wanita itu menatapnya dengan jijik sekaligus ngeri.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.