Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Menghabisi Para Pengintai


__ADS_3

Pada saat itulah sebuah teriakan tiba-tiba, mengejutkan pemimpin pengintai dan para anak buahnya.


“Cepat habisi mereka semua!” Teriak pria tua yang tidak lain adalah Zhi Fu beserta para penjaga yang lainnya mulai berdatangan dan mulai menyerang pemimpin pengintai beserta anak buah nya.


>>>>>>______


Zhi Fu dan para penjaga yang lainnya pun menyerang sekelompok pengintai itu tanpa terkecuali. Zhi Fu langsung menghadapi seorang yang telah berada di alam langit, dan Hao Xiang pun juga bergerak cepat ke arah pemimpin dari orang-orang itu.


Jual beli serangan pun tidak terelakkan. Kebisingan dari pertarungan itu tentunya membuat Zhi Yan yang awalnya sudah terlelap, langsung membuka kedua matanya terkejut. Dirinya pun langsung keluar dari tenda untuk memeriksa keadaan sekitar, dan mendapati para penjaga sedang bertarung dengan sengit melawan sekelompok orang berpakaian serba hitam.


“Cihhhh... Bagaimana bisa situasinya menjadi kacau seperti ini?!” Umpat pemimpin dari orang-orang tersebut. Ia pun menatap tajam ke arah Hao Xiang, dengan penuh kebencian, karena ulah dari pemuda itulah yang membuatnya menjadi kacau seperti ini.


“Semua ini gara-gara bocah ten*ik ini! Entah bagaimana caranya, bocah teng*k ini bisa mengetahui keberadaan ku, yang jelas-jelas sudah menggunakan artefak untuk menyembunyikan hawa keberadaan. Bahkan jika itu tingkat langit puncak sekalipun tidak akan bisa merasakan hawa keberadaan ku, tapi bocah ini... Benar-benar bisa menyadarinya?!” Batin pemimpinnya menatap marah penuh akan niat membunuh ke arah Hao Xiang.


Hao Xiang yang di tatap tajam seperti itu membalasnya dengan senyuman mengejek, tidak terpengaruh sama sekali dengan niat membunuh dari pemimpin tersebut. Sebaliknya, alih-alih merasa tertekan, Hao Xiang bergerak sangat cepat, dan saking cepatnya pemimpin itu sampai tidak bisa mengikuti kecepatan pergerakan nya, yang tahu-tahu sudah berada di hadapannya.


Swussshhhh... Ctaanngggg...!?


Serangan tebasan Hao Xiang, berhasil di tahan, akan tetapi sebagai gantinya ia tidak bisa menahan serangan pemuda itu dengan sempurna, membuat dirinya terdorong ke belakang. Melihat serangannya berhasil di tahan, Hao Xiang tersenyum tipis lalu melancarkan serangan lanjutan. Tidak hanya sekali saja, ia bahkan bergerak sampai tiga kali hanya dalam satu waktu saja. Membuat pemimpin itu pun sangat kewalahan, hanya untuk sekedar menahan serangan Hao Xiang yang begitu cepat.


Swusssshhh... Swusssshhh... Swusssshhh...


Ctaangggg... Ctaangggg...


“Cihhh... Jika sudah begini, sepertinya mundur adalah satu-satunya jalan yang terbaik untuk saat ini.” Batin pemimpin memutuskan, karena memang peluang kelompoknya untuk menang benar-benar tidak ada sama sekali. Jadi, keputusan mundur adalah jalan terbaik menurutnya.

__ADS_1


“Kita mundur!” Teriak pemimpin itu sangat lantang, memerintahkan anak buahnya untuk mundur. Hao Xiang yang mendengar teriakan itu tentunya tidak tinggal diam, ia menyeringai tipis seraya mengeluarkan sebuah kertas berwarna emas, yang tidak lain adalah sebuah jimat yang di berikan oleh Ling Feng beberapa minggu sebelumnya.


“Bodoh sekali. Mana mungkin aku akan membiarkan hama-hama seperti kalian bisa berkeliaran begitu saja.” Ujar Hao Xiang dengan nada mengejek, melemparkan sebuah jimat tersebut ke arah orang-orang berpakaian hitam itu yang sedang berusaha untuk kabur dari mereka.


Tepat setelah di lempar, jimat tersebut pun tiba-tiba bersinar terang. Membuat semua orang yang ada di sana, kecuali Hao Xiang menutup kedua matanya masing-masing, merasa silau akan cahaya yang tiba-tiba muncul begitu saja.


Ketika pemimpin itu beserta anak buahnya menutup kedua matanya masing-masing, cahaya silau yang keluar dari jimat itu berubah menjadi sebuah formasi, yang mana formasi tersebut mengurung pemimpin pengintai beserta anak buahnya di dalam. Setelah beberapa saat, cahaya silau pun mulai mereda, pada saat itulah pemimpin dan anak buahnya terkejut, karena sudah berada di dalam sebuah formasi penghalang.


Braaaakkkk... Braaaakkkk... Braaaakkkk...


“Bocah ban*sat! Lepaskan kami sekarang juga! Jika tidak akan ku buat kau menderita mengalami hal yang sangat menyakitkan!” Teriak marah pemimpin kelompok itu, mengancam kepada Hao Xiang.


Seraya terkekeh pelan, Hao Xiang berkata dengan nada mengejek kepada pemimpin itu. “Membuat mu ku menderita? Oioi, jangan bercanda sekarang, memangnya dengan cara apa kau ingin membuat ku menderita hahhh...?” Ujar Hao Xiang mengangkat sebelah alisnya seeraya mengejek.


Terdiam pemimpin orang-orang itu tidak bisa membalas perkataan Hao Xiang, ia hanya bisa menggertakkan giginya kuat-kuat, menerima kenyataan pahit dari ucapan Hao Xiang.


“Nak, bisakah kau membiarkan aku dan penjaga lainnya untuk mengurus hal ini?” Ucap Zhi Fu tiba-tiba. Hao Xiang yang mendengar itu melirik sekilas ke arah Zhi Fu, lalu membatalkan teknik pedang apinya.


“Lakukan saja sesuka mu. Sebisa mungkin jangan membuat para sampah ini berteriak keras, itu akan mengganggu meditasi guruku.” Ucap Hao Xiang seraya mengedikan kedua nya bahunya, dan Zhi Fu beserta para penjaga yang lainnya pun maju menyerang sekelompok orang tersebut termasuk pula dengan pemimpin mereka.


“Tidak! Tidak! Jangan mendekat kemari sia*an!” Teriak pemimpin mereka, namun tidak di hiraukan oleh Zhi Fu dan para penjaga.


Shringggg... Shringggg...


Craasshhhh... Craasshhhh...

__ADS_1


“Akhhhhh tidak! Tidak! Hentikan semua ini! Jangan bunuh aku! Jangan bunuh aku!” Teriak pilu dari pemimpin nya memohon pengampunan, namun Tanpa belas kasih sedikit pun, Zhi Fu dan para penjaga membunuh sekelompok para pengintai itu dengan mudah. Setelah selesai, formasi penghalang pun menghilang, melihat keadaan nya sudah aman, Zhi Yan pun mendekati mereka.


“Bagaimana nak... Apakah kau cukup puas dengan itu?” Ucap Zhi Fu dengan wajah yang jauh lebih ramah sekarang. Hao Xiang yang melihat itu pun menanggapi nya dengan senyuman tercetak jelas di wajahnya.


“Ya tidak buruk, seperti yang di harapkan dari seorang Ranah Langit.” Ucap Hao Xiang memuji Zhi Fu.


“Hahaha... Ayolah jangan begitu nak, sebagian besar juga, karena kau sudah melemahkan mereka semua. Jadi semua ini adalah berkat dirimu.” Ucap Zhi Fu seraya mendekati Hao Xiang seraya menepuk-nepuk pundak remaja pria itu.


Tidak hanya Zhi Fu saja, penjaga yang lainnya pun berterima kasih kepada Hao Xiang, karena jika Hao Xiang tidak memberitahukan kepada mereka, saat ini pasti mereka akan di buat kewalahan, dengan serangan mendadak nya, dan pastinya ada satu dua yang akan menjadi korba. Akan tetapi, berkat Hao Xiang yang memberitahukan ada pengintai, semuanya bisa selamat tanpa ada korban nyawa sedikit pun.


“Paman, sebenarnya apa yang telah terjadi di sini?” Tanya Zhi Yan sesaat langsung menanyakannya keadaan yang terjadi saat ini. Hao Xiang yang melihat kehadiran Zhi Yan pun langsung pamit, ia lalu kembali ke tempat Ling Feng yang saat ini masih bermeditasi dengan tenang tanpa terganggu sama sekali.


“Fyuhhh... Seperti nya meditasi guru, tidak terganggu. Baguslah.” Gumam Hao Xiang merenggangkan tubuhnya, mulai merebahkan tubuh nya, di samping Ling Feng.


Tepat Hao Xiang hendak memejamkan kedua matanya beristirahat, secara tiba-tiba dua kalimat terdengar, membuat Hao Xiang refleks membuka kedua mata nya kembali.


“Kerja bagus.” Kata Ling Feng yang seketika membuat Hao Xiang membuka kedua mata nya. Ia melihat sekilas ke arah Ling Feng, yang terlihat masih tenang dan fokus tenggelam dalam meditasi nya.


“Ya benar saja. Mana mungkin guru tidak sadar akan para pengintai itu. Bahkan bisa jadi, guru sudah tahu mulai dari ratusan meter jauhnya.” Batin Hao Xiang tertawa dalam hati nya, kembali memejamkan matanya.


Sementara itu di sisi Zhi Fu, mulai menceritakan kronologi yang terjadi kala itu. Zhi Yan yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya, ia sangat berterima kasih kepada Hao Xiang, karena sudah mau menolong mereka. Bahkan tadinya ia ingin langsung mengucapkan terima kasih kepadanya, namun hal itu langsung di cegah oleh Zhi Fu.


“Lebih baik besok saja nona muda berterima kasih kepadanya, mungkin saat ini anak itu sedang beristirahat. Jika kita ke sana, yang ada malah mengganggu istirahatnya saja.” Ucap Zhi Fu memberikan saran, ia juga berpikir bahwa Hao Xiang tidak akan mempermasalah hal sepele seperti itu, mengingat dirinya yang begitu acuh tak acuh.


“Jika paman berkata seperti itu, maka baiklah.” Ucap Zhi Yan setuju dengan saran Zhi Fu. Zhi Fu dan para penjaga pun menganggukkan kepalanya, lalu Zhi Yan pun kembali ke tenda nya, dan suasana pun kembali seperti sebelum nya.

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2