Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Umpatan Pada Takdir


__ADS_3

“P-pil tingkat Bum-“ Ucapannya langsung terhenti secara tiba-tiba, karena Ling Feng menggunakan triknya, membuatnya tidak bisa melanjutkan perkataan selanjutnya. Dirinya yang tersadar pun langsung menutup mulutnya dan berkata kepada Ling Feng dengan tergesa-gesa. “Sebelumnya maaf tuan muda. Aku akan memanggil manager cabang terlebih dahulu.” Ucap resepsionis itu langsung pamit dengan langkah tergesa-gesa naik ke lantai dua.


>>>>>_______


Setelah resepsionis itu naik ke lantai dua untuk memanggil managernya, kini disinilah Ling Feng dan Bing Jiao berada. Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, namun juga tidak kecil, terlihat pas dengan furniture yang enak di pandang. Kini duduk seorang pria paruh baya dengan pakaian yang rapih dan wajah yang cukup tampan untuk seukuran usianya saat ini, pria paruh baya ini tidak lain adalah manager dari cabang paviliun Qian cheng di ibukota kekaisaran ini.


Mendengar ada yang hendak menjual pil tingkat bumi, manager cabang itu, dengan cepat langsung turun ke lantai pertama untuk menyambut Ling Feng dan Bing Jiao, bukan hanya itu saja, manager cabang itu pun dengan sigap menyadari bahwa Ling Feng tidak nyaman menarik perhatian, lalu membawanya keruangannya untuk membicarakan nya lebih lanjut.


Pria paruh baya itu menyambut Ling Feng dan nada hormat berkata, “Tuan muda. Apakah Anda benar ingin menjual pil tingkat bumi ini?” Tanya sang manager itu kepada Ling Feng.


Ling Feng menganggukkan kepalanya dan berkata, “Iya aku ingin menjual semua pil ini apakah tidak masalah?” Ujar Ling Feng merujuk pada tiga botol pil yang ada di atas meja saat ini. “Tentu saja tuan muda... Kalau begitu, datanglah keesokan harinya tuan muda, karena pada esok hari kami akan mengadakan pelelangan besar-besaran. Pada saat itu yakinlah tuan muda. Pihak kami pasti akan membuat harga yang memuaskan untuk Anda.” Ucap manager tersebut dengan hormat kepada Ling Feng.


“Kalau memang begitu, aku mengandalkan mu.” Ucap Ling Feng langsung menjabat tangan manager cabang tersebut yang mengulurkan tangan kepadanya. “Ah iya aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Ling Feng dan yang ini Bing Jiao.” Ucap Ling Feng memperkenalkan dirinya beserta Bing Jiao. Manager itu menganggukkan kepalanya serta berkata, “Namaku Son Gun manager dari cabang paviliun Qian cheng. Salam kenal tuan muda.” Kata manager cabang yang bernama Son Gun itu.


“Apakah masih ada yang ingin Anda jual kepada kami tuan muda Feng?” Tanya Son Gun dengan pandangan mata yang berbinar-binar berharap bahwa Ling Feng masih mempunyai barang berharga untuk di jual, namun gelengan kepala dari Ling Feng, membuat dirinya harus puas dengan enam pil tingkat bumi itu. Walaupun hanya enam pil saja, namun tingkat bumi adalah pil yang termasuk langka, dengan ini saja pihak mereka pun pasti akan mendapatkan keuntungan yang besar.


“Ah tuan muda Feng tolong terima ini. Kartu ini adalah Kartu VIP. Anda tidak perlu menunggu lagi jika Anda mempunyai kartu ini.” Ucap Son Gun seraya menyodorkan kartu VIP berwarna ungu itu kepada Ling Feng. Ling Feng yang melihat kartu VIP itu merasa bahwa kartu yang ia miliki saat ini sama persis dengan kartu VIP tersebut, hanya saja miliknya itu mempunyai warna hitam, tidak berwarna ungu.


“Ah tidak perlu manager Gun. Jika kartu VIP ini, sepertinya aku punya satu di cincin ruangku.” Ucap Ling Feng seraya mengeluarkan kartu yang sama persis, namun mempunyai warna yang berbeda. Son Gun yang melihat kartu VIP yang Ling Feng miliki tidak bisa untuk tidak tercengang ketika melihatnya.

__ADS_1


“K-kartu VIP Platinum?!” Ucap Son Gun yang tercengang, bahkan ia sampai dari posisi duduknya, kehilangan ketenangan ketika melihat kartu hitam tersebut. Bagaimana tidak tercengang, kartu hitam itu setidaknya hanya dimiliki oleh Ketua umum Paviliun Qian cheng dan orang-orang terpilih yang di tunjuk langsung oleh ketua umum. Wajar saja bagi orang yang bekerja di paviliun Qian cheng, terkejut ketika melihat kartu VIP hitam itu.


“M-maafkan saya, atas ketidak kompetenan saya dalam menyambut anda, tamu terhormat. Jika saja hamba mengetahui bahwa tamu terhormat akan datang kemari, pastinya paviliun cabang ibu kota Kekaisaran Shu akan bersiap-siap untuk menyambut kedatangan anda tamu terhormat.” Ucap manager Gun yang langsung menjadi sangat hormat kepada Ling Feng.


Melihat manager Gun yang awalnya duduk tenang, dan secara tiba-tiba mendadak berubah menjadi sangat hormat kepadanya, sudah membuktikan bahwa kartu hitam yang diberikan oleh seseorang kepadanya waktu dulu, memiliki arti yang sangat sakral bagi pihak yang bekerja di bawah paviliun Qian cheng.


Setelah Son Gun kembali dari rasa terkejutnya, keduanya pun mulai membicarakan bagaimana sistem lelang yang akan diadakan keesokan harinya. Ling Feng mendengarkan dengan seksama, dan terakhir menganggukkan kepalanya dengan puas menyerahkan semua hal yang rumit seperti itu kepada Son Gun selaku manager yang lebih mengerti itu.


>>>>>>______


“Baiklah manager Gun. Aku akan kembali sekarang.” Ucap Ling Feng bangkit dari tempat duduknya. Merasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, memutuskan untuk pergi. Son Gun pun juga ikut bangkit, dengan rasa hormat, Ling Feng dan Bing Jiao di antar oleh Son Gun sampai pintu masuk, membuat semua pasang mata yang ada di sana memandang ke arah Ling Feng penasaran dengan identitanya, sampai membuat manager cabang paviliun Qian cheng bersikap hormat kepadanya.


“Tidak apa-apa tuan muda Feng. Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mengantar langsung dan menjalin bisnis dengan pemilik kartu VIP Platinum. Lalu itu juga sudah menjadi tugas saya sebagai manager cabang untuk menyambut pemilik kartu VIP Platinum dengan baik.” Timpal Son Gun.


“Ya terserah Anda saja itu mah... Kalau begitu aku pergi sekarang manager Gun. Jiao’er ayo.” Kata Ling Feng seraya menarik pelan lengan Bing Jiao meninggalkan cabang paviliun Qian cheng. Son Gun dan sang resepsionis itu pun serentak membungkukkan tubuhnya pada saat Ling Feng pergi sebagai tanda penghormatan kepadanya sampai Ling Feng tidak terlihat lagi dalam pandangan matanya.


Setelah Ling Feng sudah tidak terlihat, Son Gun berbalik menatap resepsionis seraya berkata, “Ingat. Jangan biarkan Tuan muda Feng tidak puas dan mengeluh sedikitpun selama berada di cabang paviliun. Berikan apapun yang ia inginkan.” Kata Son Gun dengan tegas menatap ke arah resepsionis itu.


Resepsionis yang diberikan tugas khusus itu pun menganggukkan kepalanya dengan mantap berkata, “Iya Tuan.” Jawabnya dengan mantap. Tentunya ia mengetahui tanggung jawabnya sangat besar saat ini, karena jika ia membuat kesalahan kecil saja, dampak yang di hasilkan jika menyinggung perasaannya bukanlah main-main.

__ADS_1


Terlebih lagi Ling Feng masih sangat muda, walaupun wajahnya tidak terlihat, namun nada bicara yang terdengar, membuat mereka yakin bahwa Ling Feng masihlah sangat muda. Terlebih lagi Ling Feng mempunyai kartu VIP Platinum di tangannya, jika sampai pusat paviliun Qian cheng mengetahui Ling Feng tersinggung di sini, maka sudah dapat dipastikan tidak ada hari esok bagi mereka.


Son Gun yang mendengar jawaban jelas dari resepsionis itu pun menganggukkan kepalanya lalu masuk kembali ke dalam paviliun untuk mengurus acara penting esok harinya.


Sementara itu Ling Feng dan Bing Jiao masih menikmati suasana sore hari yang semakin ramai, seiring waktu yang menunjukkan hari mulai menjelang malam. “Aku tidak menyangka sama sekali. Kakak ternyata seorang ahli alkimia. Terlebih lagi sudah di tingkat bumi.” Ucap Bing Jiao yang kagum pada Ling Feng. Selain kuat dengan seni bela dirinya, fakta Ling Feng pandai di bidang alkimia membuat Bing Jiao semakin kagum dengan pemuda di sampingnya itu.


“Kau ini terlalu berlebihan. Kakak masih tidak ada apa-apanya. Masih banyak yang lebih pandai dan lebih ahli dari kakak.” Ucap Ling Feng apa adanya. Mendengar Ling Feng berkata seperti itu, Bing Jiao tertawa renyah, “Sifat kakak sekali... Ya aku sudah menduga kakak akan berkata seperti itu jika sedang di puji.” Ucap Bing Jiao tertawa kecil. Ling Feng sendiri hanya menggaruk bagian belakang kepalanya lalu mengalihkan pandangannya kembali ke depan, mendapati sosok familiar yang berada di salah satu stand makanan ringan di depannya. Tubuhnya sempat menegang ketika melihat dua sosok familiar yang sedang berada di stand makanan ringan tersebut.


“Takdir sialan.... Dari sekian banyak skenario... Kenapa harus sekarang ia berada disini?!” Batin Ling Feng seraya mengucapkan sumpah serampah. Kedua sosok wanita itu belum memperhatikan Ling Feng, lebih tepatnya belum sadar akan keberadaan Ling Feng. Bing Jiao tidak menyadari Ling Feng sedang gelisah saat ini, Ling Feng berusaha untuk tenang, dan tidak tegang ketika melewati kedua wanita yang lebih dari sekedar familiar, melainkan sangat ia kenal. Kedua wanita itu tidak lain adalah Qing Xian dan Lin kecil, dimana Qing Xian terlihat hanya mengantar Lin kecil yang ingin membeli makanan ringan saja.


Ling Feng melewati kedua wanita itu seraya menahan nafasnya, entah mengapa pada saat itu, waktu benar-benar sangat lama berlalu, bahkan Ling Feng pun merasa heran sendiri akan hal itu.


Satu langkah, dua langkah, empat langkah, enam langkah kemudian dan tidak terjadi apa-apa. Ling Feng yang menahan nafas itu pun langsung menghela nafas lega seraya membatin, “Fyuhhh... Baguslah sepertinya Xian’er benar-benar tidak sadar.” Batin Ling Feng seraya menghela nafas lega, namun hal yang tidak terduga pun terjadi.


“Tuan yang di sana. Bisakah anda berhenti sebentar.” Ucap Qing Xian yang secara tidak terduga, pandangannya sudah beralih, melirik ke arah Ling Feng.


Degghhh... Degghhh...


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2