
“Akhhhhhhhh...! B-bagaimana mungkin.....?!” Teriak patung kura-kura tersebut seolah-olah terlihat seperti tersambar petir, saking kuatnya guntur yang di hasilkan dari pedang Ling Feng dan beberapa saat kemudian kepulan asap hitam pun tercipta.
Booooommmmm...!!
>>>>>>______
Akibat dari guntur yang di keluarkan oleh Ling Feng, ruangan tersebut pun berguncang hebat dan menciptakan asap hitam yang sangat tebal, namun beberapa saat kemudian sosok pria melompat keluar dari kepulan asap hitam tersebut. Ling Feng menatap tenang ke arah kepulan asap hitam, terlihat dari tatapan yang ia tunjukkan seperti dirinya tengah menunggu sesuatu.
“Apakah kau memusnahkan patung kura-kura itu nak?” Ujar Long Tian tiba-tiba muncul dari balik pakaian Ling Feng. Mendengar hal itu, Ling Feng tersenyum tipis lalu kembali menatap ke arah kepulan asap hitam seraya menimpali perkataan Long Tian, “Entahlah, namun yang pasti aku menggunakan kekuatan penuh dari elemen petir ku.” Jawab Ling Feng tanpa beban.
“Oi nak, apakah kau serius dengan apa yang kau katakan itu?” Ucap Long Tian seraya mengangkat sebelah alisnya dan membuat Ling Feng terkekeh pelan.
“Sejak kapan aku berbohong kepada mu paman. Bukankah sebaliknya, kamu yang sering berbohong kepadaku.” Timpal Ling Feng seraya tersenyum kepada Long Tian, membuat naga kecil itu refleks mengalihkan pandangannya, karena merasakan perasaan tidak nyaman ketika melihat senyuman Ling Feng.
“Ekhhmmmm... Mengenai itu, yang lalu biarkan saja berlalu nak.” Ucap Long Tian membuat Ling Feng refleks mengangkat sebelah alisnya, merasa heran dengan Long Tian yang bisa-bisanya berkata seperti itu setelah apa yang telah ia lakukan kepadanya. Setelah berkata seperti itu, Long Tian pun langsung pamit kembali bersembunyi di balik pakaian Ling Feng.
Ling Feng menenangkan dirinya, lalu kembali menoleh ke arah kepulan asap hitam yang mulai menipis dan terlihat di sana patung kura-kura raksasa itu telah berhenti bergerak. Sinar cahaya di matanya pun telah redup, walaupun begitu Ling Feng masih tetap waspada karena ia masih merasakan aura yang sangat melimpah dari patung kura-kura raksasa tersebut.
Kraaaakkkk...?! Kraaaakkkk...?!
Retakan demi retakan muncul di sekitar patung kura-kura raksasa tersebut membuat Ling Feng menatapnya dengan serius, menunggu apa yang terjadi setelah retakan itu selesai.
Kraaaakkkk...?! Kraaaakkkk...?!
__ADS_1
Retakan tersebut mulai merambah seluruh bagian patung kura-kura raksasa dan terlihat ada cahaya yang keluar dari sela-sela retakan. Sampai beberapa saat kemudian hal yang menakjubkan pun terjadi. Ling Feng yang melihat itu tersenyum tipis seraya menunjukkan ekspresi tidak menduga.
Craaaassshhhhh...!!
Bagaikan kupu-kupu yang lepas dari kepompong nya, itulah yang terjadi pada patung kura-kura raksasa setelah bagian kulit luarnya yang berupa batu telah terlepas seluruhnya. Kini di depan Ling Feng bukan lagi sebuah patung kura-kura raksasa, melainkan sebuah kura-kura raksasa yang mempunyai warna hitam di seluruh tubuhnya.
Kura-kura raksasa itu pun membuka kedua matanya dan langsung menatap lurus ke arah Ling Feng, Ling Feng yang di tatap oleh kura-kura tersebut hanya biasa saja, ia juga telah menyimpan kembali pedangnya lalu berkata, “Bagaimana? Apakah kau puas dengan hal ini?” Ujar Ling Feng dengan tenang seraya tersenyum tipis.
Kura-kura raksasa itu menatap Ling Feng lalu beberapa saat kemudian menutupnya kembali seraya menunjukkan postur membungkuk di depan Ling Feng, ketika dalam postur memberi hormat kepada Ling Feng kura-kura raksasa itu berkata, “Terima kasih atas kebaikan sang pewaris karena telah mengampuni nyawa sekaligus melepaskan segel ku juga.” Ucap kura-kura hitam tersebut dengan suara yang terdengar berat.
“Tidak perlu di pikirkan. Lagipula aku sudah menyadari sedari awal, bahwa kau tidak benar-benar ingin membunuhku. Lebih ke arah kau ingin aku membuktikan seberapa layaknya aku untuk memiliki warisan dari senior, kan.” Ujar Ling Feng dengan santai. Sebelum keduanya saling bertarung, Ling Feng merasakan ada yang janggal dari aura membunuh yang dikeluarkan oleh kura-kura hitam, lebih tepat jika di dikatakan bahwa kura-kura hitam itu tengah memancing Ling Feng untuk bertarung serius.
“Maafkan aku, karena sempat meragukan sang pewaris. Tolong hukum saja diriku, karena sudah berani bersikap lancang kepada terhadap mu wahai sang pewaris.” Kata kura-kura hitam tersebut dengan keukeuh.
“Walaupun begitu tetap saja, ak-“ Ucapan kura-kura hitam itu terhenti oleh tindakan Ling Feng yang tiba-tiba sudah mengelus bagian hidungnya. “Tidak perlu di pikirkan lagi. Kamu sudah bekerja keras selama ribuan atau mungkin puluhan ribu tahun untuk menjaga tempat ini. Kamu bahkan sampai menyegel dirimu sendiri. Terima kasih atas kerja keras mu selama ini.” Ucap Ling Feng pelan, namun terdengar sangat jelas oleh kura-kura hitam tersebut.
Kura-kura hitam itu tersentak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Apa yang dikatakan oleh Ling Feng membuat kura-kura hitam itu terbawa arus nostalgia, karena mendengar perkataan yang sama persis pada saat puluhan ribu tahun lalu.
“Terima kasih Hei Gui, Kamu sudah bekerja keras selama ini. Sisanya aku serahkan kepadamu.” Suara pria yang tengah tersenyum hangat kepadanya lalu pergi dari sana meninggalkan kura-kura hitam tersebut, dimana itu adalah pertemuan terakhir kali kura-kura hitam dengannya.
Kura-kura hitam yang sempat terbawa lamunan nya pun kembali sadar, ia pun refleks menatap ke arah Ling Feng dimana sosok pria itu pun tengah menatapnya seraya tersenyum tulus kepadanya. “Tidak, itu sudah merupakan kewajibanku tuan penguasa.” Timpal kura-kura hitam.
>>>>>>______
__ADS_1
“Jadi, apakah kau mempunyai nama?” Tanya Ling Feng.
“Mohon tuan penguasa memberikan ku nama.” Ujar kura-kura hitam itu. Ia masih dalam postur menundukkan kepalanya di hadapan Ling Feng, walaupun dirinya telah berkata untuk berhenti melakukan hal tersebut.
“Ah jangan panggil aku seperti itu. Namaku Ling Feng, panggil aku Feng’er saja. Rasanya canggung di panggil seperti itu. Terlebih lagi umurmu pasti tidak jauh berbeda dengan Paman Tian.” Ucap Ling Feng dimana langsung membuat kura-kura hitam itu mendongakkan kepalanya memasang raut wajah tanda tanya.
“Ah iya juga. Aku belum memperkenalkannya.” Ujar Ling Feng lalu mengeluarkan Long Tian yang memberontak ketika di suruh keluar dari pakaiannya. Akan tetapi, ketika diri nya melihat ke arah kura-kura hitam, tubuhnya menegang dan memasang ekspresi tidak terduga. Begitu juga dengan kura-kura hitam yang terkejut ketika mengetahui siapa itu Paman Tian.
“Ya aku sudah menduga bahwa kalian akan saling mengenal, mengingat kalian berdua sama-sama beast legendaris.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan.
“Oh ya untuk namamu, bagaimana dengan Hei Gui?” Ujar Ling Feng yang seketika membuat kura-kura hitam langsung terdiam dan Long Tian terkekeh pelan. Melihat kedua bersikap seperti itu, membuat Ling Feng memasang wajah heran lalu berkata, “Ada apa dengan kalian berdua? Apakah aku mengatakan hal yang salah?” Tanya Ling Feng yang heran.
“Tidak ada nak, hanya saja kamu memberikan nama yang sama persis dengan tuan penguasa sebelumnya.” Ujar Long Tian lalu terkekeh pelan. Mendengar hal itu, Ling Feng juga kaget karena tidak menyangka bahwa Chen Heng memberikan nama yang sama persis.
“Ehhh... Tidak kusangka senior memberikan nama yang sama denganku.” Ujar Ling Feng seraya memasang raut wajah masam. Ia memberikan nama itu murni, karena menurut nya cocok dengan Kura-kura hitam itu.
“Ah mengenai itu, aku tidak keberatan dengan namanya. T-tidak perlu di ambil pusing Feng’er.” Timpal kura-kura hitam yang masih kaku untuk tidak berbicara formal kepada Ling Feng. Ling Feng tersenyum menganggukkan kepalavnya lalu berkata.
“Baiklah aku mengerti. Mulai dari sekarang, Mohon kerja samanya Paman Gui.” Ucap Ling Feng tersenyum tipis.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1