Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Nasib Buruk Yang Disangka Sebuah Keberuntungan


__ADS_3

"Aku sepertinya sedikit berlebihan." kata Ling Feng menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Lalu menajamkan penglihatan melihat masih ada yang tersisa. Ling Feng yang sudah menduga bahwa orang yang selamat itu akan langsung kabur langsung melesat cepat dan menekan titik sarafnya membuat pemimpin kelompok itu tidak bisa bergerak lagi dan hanya bisa berteriak saja.


"Bren*sek !! lepaskan aku sekarang juga." teriak pemimpin kelompok itu yang masih selamat namun masih bernasib sama saja bahkan bisa jadi lebih buruk. Ling Feng yang melihat itu menatap tanpa minat bahkan aura membunuhnya sudah bocor karena, mengingat kembali insiden tiga tahun yang lalu tentang pembantaian didesanya. Pemimpin kelompok itu yang merasakan aura membunuh yang sangat intens langsung berkata dengan suara yang bergetar.


"K-Ka-Kau b-berani membunuhku sekte bayangan pasti akan membalaskan dendam ini." kata pemimpin itu dengan suara yang bergetar karena, merasakan aura membunuh sangat intens.


"Jangan banyak bicara atau kubunuh detik ini juga." kata Ling Feng ditelinga pemimpin kelompok tersebut membuat sang empu bergetar mentalnya.


"Tenang saja aku tidak akan membunuhmu saat ini karena, aku punya beberapa pertanyaan kepadamu saat ini." bisik Ling Feng ditelinga pemimpin kelompok sekte bayangan itu dengan penekanan disetiap katanya lalu terkekeh menambah kesan mencekamnya.


Pemimpin kelompok yang dibisikkan seperti itu oleh Ling Feng ketakutan namun tetap bersikukuh dengan pendiriannya.


"Cih, walaupun kau menyiksaku aku tetap tidak akan takut sedikitpun." kata orang itu membalas dengan nada yang meremehkan tidak takut walaupun dirinya sudah takut ½ mati didalam.


"Ohhoooo, kita lihat apakah kau masih bisa tidak menjawab pertanyaanku nanti." kata Ling Feng tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya.


Ling Feng awalnya ingin menekan saraf suara pemimpin kelompok itu agar tidak bicara yang tidak-tidak nantinya sebelum mengintrogasinya namun Long Tian mengirimkan transmisi suara kepadanya.


"Kirimkan ke dunia jiwamu Feng'er, sudah lama aku tidak menyiksa orang yang keras kepala seperti ini." kata Long Tian dengan suara yang tidak sabar. Ling Feng yang mendengar itu tidak menolak dan langsung mengirimkan pemimpin kelompok itu ke dunia jiwanya. Pemimpin kelompok itu yang awalnya ingin berteriak kembali langsung terendam sebab Ling Feng langsung memindahkan ke dunia jiwanya.


Dunia Jiwa Ling Feng


"Bren*sek keluarkan aku saat ini juga, hahahaha walaupun kau memindahkanku entah kemana kau tetap tidak akan bisa lari menjadi buronan sekte bayangan hahahaha." kata pemimpin kelompok itu tertawa keras dengan tubuh yang masih tidak bisa digerakkan karena Ling Feng sudah menekan titik sarafnya. Lalu sedetik kemudian langsung terdiam karena, mendengar perkataan seseorang.


"Hooo, sepertinya kau cukup bersemangat sampai bisa teriak-teriak seperti itu." kata orang tersebut yang tidak lain adalah Long Tian berjalan mendekati pemimpin kelompok tersebut bersama dengan To Mu.


"Siapa kalian !? aku perintahkan jangan mendekat." kata pemimpin kelompok tersebut kepada Long Tian dan To Mu.

__ADS_1


"Hooo, sepertinya kau sudah tidak sabar disiksa ya." kata Long Tian dengan seringai yang lebar namun terlihat mengerikan di mata pemimpin kelompok tersebut.


"Tidak peduli siapapun yang menghina tuanku tidak akan kubiarkan mereka bisa hidup dengan tenang." kata To Mu dengan nada yang seperti biasa, sopan dan tenang namun dengan sorot mata yang seakan bisa membunuh orang kapan saja.


"Hei, naga tengik jangan sampai kau membunuhnya dan jangan terlalu berlebihan, biarkan Feng'er yang mengurusnya. Aku yakin anak itu ingin punya banyak keluhan dengan sekte ini." kata To Mu kepada Long Tian. Pemimpin kelompok itu yang mendengar merasa gentar kembali.


"Iya-iya, kau tenang saja aku tau arti menahan diri." kata Long Tian dengan seringai yang sangat lebar.


Kembali Dunia Luar


"Kerusakannya sangat luar biasa, teknik ini bukan sembarang teknik tingkat langit." kata Ling Feng yang kagum dengan teknik Sembilan Matahari. Walaupun baru satu gerakan, namun sudah sangat kuat seperti ini.


"KAKAK !! KAKAK HEBAT SEKALI BISA MENGALAHKAN ORANG-ORANG JAHAT ITU DENGAN SATU SERANGAN SAJA." Teriak anak kecil yang tidak lain adalah Hao Xiang dengan seekor harimau kecil yang mirip dengan kucing gemuk digendongnya.


Ling Feng yang mendengar teriakkan itu hanya biasa saja dan berjalan mendekati sumber suara tersebut. Sudah terlihat banyak warga yang berkumpul di gerbang masuk desa tersebut, bahkan ada yang menyaksikan dari awal Ling Feng mengeluarkan teknik yang sangat dahsyat itu salah satunya Hao Xiang itu sendiri. Para penduduk desa itu yang melihat Ling Feng bisa mengalahkan para penjarah desa mereka sangat bersukacita karena, ada orang yang baik hati mau melakukan hal tersebut.


"Hao'er sepertinya kau melihat dari awal ya, bukanya kakak sudah memintamu untuk menjauh sementara karena, situasi tidak aman." kata Ling Feng mensejajarkan tingginya dengan anak kecil tersebut. Hao Xiang yang ditanya seperti itu hanya menjawab dengan polos suara khas anak kecil.


"Dasar anak kecil, kakak pergi dulu sebentar nanti kakak akan balik lagi." kata Ling Feng sembari mengusap kepala Hao Xiang. Hao Xiang yang mendengar bahwa Ling Feng akan pergi seketika merasa sedih.


"Apakah akan lama ?" kata Hao Xiang dengan suara imutnya. Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum dibalik penutup wajahnya.


"Kakak tidak akan lama." kata Ling Feng langsung menghilang dihadapan semua orang. Membuat para warga desa terkejut melihatnya.


"Pemuda yang sangat kuat." kata salah satu penduduk itu yang melihat dari awal Ling Feng mengeluarkan tekniknya.


"Iya, aku tidak menyangka desa kita akan diselamatkan oleh kultivator yang tidak sengaja lewat desa kita." timbal penduduk lainnya dan saat itu Ling Feng jadi trending di desa tersebut.

__ADS_1


Dunia Jiwa Ling Feng


Saat datang Ling Feng langsung dikejutkan dengan pemandangan Pemimpin kelompok tersebut yang sudah tidak berbentuk wajahnya bahkan sudah mirip seekor babi saking parahnya. Ling Feng yang melihat itu langsung berkata.


"Eh, siapa yang melakukan ini ?" kata Ling Feng langsung menyembuhkan seluruh luka-luka pemimpin kelompok itu.


"Itu. . . naga tengik yang melakukannya Feng'er." kata To Mu menunjuk Long Tian. Long Tian yang ditunjuk langsung menyambar dengan cepat.


"Enak saja, kau juga ikutan. Bahkan yang membuat sampai seperti itu adalah kau orang aneh." kata Long Tian membela dirinya dan mengatakan To Mu lah yang berbuat seperti itu.


Akhirnya perdebatan kembali terjadi hanya karena, tidak mau saling disalahkan. Ling Feng yang melihat itu menepuk dahinya merasa bosan melihat perdebatan yang setiap saat pasti terjadi.


"Sudahlah kalian berdua. Kalian semua salah." kata Ling Feng membuat kedua orang tersebut diam. Pemimpin kelompok tersebut yang melihat suasana yang sangat tidak biasa hanya bisa diam saja. Dua orang yang awalnya menyiksanya hanya bisa diam dihadapan pemuda itu.


Ling Feng yang melihat kedua orang tersebut sudah tenang akhirnya mengalihkan pandangannya ke pemimpin kelompok tersebut dan berkata.


"Maaf membuatmu melihat hal yang sangat aneh. Jadi kita langsung saja. Bagaimana aku harus menyiksamu agar mau berbicara." kata Ling Feng membuat Long Tian, To Mu, dan Pemimpin kelompok tersebut kaget dalam hatinya.


Aura membunuh yang sangat kental kembali bocor Membuat Long Tian, To Mu, dan pemimpin kelompok tersebut bergetar. Diantara yang paling parah tentu saja pemimpin kelompok tersebut.


"Tidak kusangka Feng'er sekejam ini ya. Dari auranya saja dia sudah membunuh banyak makhluk hidup." bisik To Mu kepada Long Tian.


"Saat ranahnya masih Guru, Feng'er sudah membantai hampir seratus lusin beast tingkat Roh pasca masih dihutan kematian. Dirinya membantai kumpulan beast itu karena, mereka mengganggu Feng'er yang sedang latihan. Kebetulan sekali Feng'er sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Alhasil pembantaian satu pihak terjadi." balas Long Tian yang masih ingat betul kejadian itu. To Mu yang mendengar itu cukup segan juga.


"Tuan kita ternyata sangat sadis ya." bisik To Mu dan hanya dibalas tawa kecil oleh Long Tian. Mereka hanya melihat wajah tertekan dari pemimpin kelompok tersebut yang nasibnya akan sangat buruk saat ini.


"Dirinya mengira selamat tadi adalah keberuntunganya." kata Long Tian lalu dilanjut oleh To Mu. "Padahal itu adalah awal dari mimpi buruknya." lanjut To Mu.

__ADS_1


"Sungguh nasib yang sial." kata keduanya bersamaan menggelengkan kepalanya.


>>>>> Bersambung


__ADS_2