Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kepuasan Batin


__ADS_3

Tentu saja apa yang baru saja Ling Feng lakukan langsung mendapatkan tatapan tidak senang dari orang yang menaikkan harganya tadi dan hendak berteriak protes, namun di tahan oleh temannya. Orang tersebut berada di ruangan VIP juga, namun ruangan VIP berada di bawah Ling Feng yang secara tidak langsung mengatakan, bahwa status Ling Feng lebih tinggi ketimbang dirinya.


>>>>>>______


Yang Sun yang melihat apa yang dilakukan oleh Ling Feng, memasang wajah tidak enak seraya berkata, “Saudara Feng aku rasa tidak perlu sampai seperti itu. Harganya terlalu mahal.” Ucap Yang Sun.


“Tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak perlu seperti itu saudara. Anggap saja sebagai perayaan atas persaudaraan kita atau semacamnya lah.” Timpal Ling Feng seraya menepuk pundak Yang Sun beberapa kali. Mendengar hal itu, Yang Sun hendak berkata sesuatu, namun didahului oleh Qing Xian.


“Dirinya memang seperti itu, menyerahlah dan terima saja Saudara Sun.” Timpal Qing Xian kepada Yang Sun.


“Benar yang dikatakan oleh Saudari Xian. Lebih baik terima saja Saudara Sun, karena kakak pastinya mempunyai seribu satu kalimat yang membuat lawan bicara tidak punya pilihan selain menerimannya.” Ujar Bing Jiao. Walaupun kedua wanita tersebut bilang seperti itu, Yang Sun masih tetap sedikit ragu untuk menerima senjata pemberian dari Ling Feng.


“Tapi saudara, bukankah kamu sedang kekurangan uang, tetap saja tiga ribu koin platinum itu terlalu banyak.” Ujar Yang Sun lagi masih berusaha untuk menolak tawaran Ling Feng. Akan tetapi, setelah Yang Sun berkata seperti itu, ketiga wanita itu pun sontak tertawa membuat Yang Sun bingung, karena tidak mengerti dengan apa yang ditertawakan oleh ketiga wanita itu.


Dirinya menoleh ke arah Ling Feng, namun pemuda itu hanya terkekeh pelan tetap tidak memuaskan rasa penasaran alasan mengapa tiga wanita tersebut tertawa ketika mendengar ucapannya.


“Ah maaf Saudara Sun, jadi kamu benar-benar percaya apa yang dikatakan oleh pemuda ini sebelumnya, bahwa dirinya sedang kekurangan uang?” Ujar Han Ying dan dianggukki dengan polos oleh Yang Sun.


“Kakak itu tidak pernah kekurangan uang Saudara Sun, sekalipun faktanya memang begitu. Pastinya tidak membutuhkan waktu yang lama, mengingat identitas kakak yang lainnya adalah seorang alkemis. Terlebih lagi bukan alkemis biasa, Kakak itu bisa membuat pil tingkat tinggi dalam sekali pemurnian.” Jelas Bing Jiao membuat Yang Sun tercengang.


“Aku berani taruhan, empat barang yang di urutkan terakhir di lelang adalah barang-barang miliknya juga.” Ujar Han Ying penuh dengan keyakinan. Setelah mendengar itu Yang Sun akhirnya mau menerima barang pemberian Ling Feng.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


“Selamat kepada tamu VIP khusus, karena sudah mendapatkan pedang ini.” Ujar Qui Fen seraya mengetuk palu tersebut tiga kali tanda penawaran harga berakhir dan pedang tersebut pun sudah menjadi milik Ling Feng.


Tidak lama kemudian pedang tersebut pun langsung di antarkan ke ruangan Ling Feng oleh seorang pelayan. Pelayan wanita tersebut menyerahkan pedang tersebut kepada Ling Feng, pemuda itu menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Pembayarannya di potong saja dari hasil barang-barang yang ku lelang.” Ucap Ling Feng dan pelayan wanita tersebut menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


“Ini Saudara Sun.” Ucap Ling Feng seraya melempar pedang tersebut kepada Yang Sun. Yang Sun menangkapnya dengan mudah, ia merasa sangat senang, karena sesuai dengan dugaan nya bahwa pedang tersebut memang sangat pas untuknya. Ling Feng yang melihat itu pun menganggukkan kepalanya tersenyum tipis dan berkata, “Pedang itu cocok untuk mu Saudara Sun.” Ucap Ling Feng.


“Terima kasih Saudara Feng. Akan selalu kuingat kebaikan mu ini.” Ucap Yang Sun menangkupkan kedua telapak tangannya seraya sedikit menunduk, berterima kasih kepada Ling Feng. “Tidak perlu sampai segitunya, diantara sesama saudara, tidak ada yang seperti itu.” Ucap Ling Feng menepuk pundak Yang Sun seraya tersenyum.


“Seperti yang di harapkan dari Saudara Feng. Uangnya tidak ada habis-habisnya.” Ucap Han Ying secara tiba-tiba membuat Ling Feng menoleh kaku ke arah tersebut, dan mendapati ketiga wanita itu sudah menatapnya tajam dengan tatapan yang berkilauan.


“Baiklah lanjut ke barang dua puluh tiga. Adapun barang yang akan dilelang kali ini adalah sebuah artefak kalung, yang mana artefak kalung ini sudah berada di tingkat langit. Harga awalnya dua ribu koin platinum dan senilai nya. Setiap kenaikannya tidak boleh kurang dari dua ratus koin platinum dan senilai nya.” Ujar Qui Fen. Bing Jiao yang ketika melihat kalung tersebut kedua matanya langsung berkilauan tanda ia tertarik dengan kalung tersebut. Ia pun melirik ke arah Ling Feng dengan kedua matanya yang sudah berbinar.


“Baiklah, baiklah, kakak akan menawarkannya untukmu.” Ucap Ling Feng yang di dalam hatinya sudah tersenyum masam.


“Dua ribu tujuh ratus koin platinum.”


“Tiga ribu lima ratus koin platinum.”


“Jangan harap, aku juga menginginkan kalung itu juga. Empat ribu koin platinum.”

__ADS_1


Dan masih banyak lagi harga-harga yang di tawarkan, sampai-sampai angkanya menyentuh tujuh ribu koin platinum. Tepat berhenti di angka tujuh ribu koin platinum, Ling Feng pun berkata melalui alat penawarnya.


“Delapan ribu koin platinum.” Ucap Ling Feng dengan santainya membuat orang yang menawar di akhir pun terkejut dan langsung naik darah, karena Ling Feng tiba-tiba menawar dengan harga yang cukup tinggi. Tentu saja itu membuat semua orang yang ada di lantai bawah pun terkejut, mengingat harganya sudah sangat fantastis hanya untuk sebuah kalung saja.


“Orang itu lagi?! Dasar bajin*an! Jangan kira aku takut denganmu! Sembilan ribu koin platinum!” Sebuah teriakan kemarahan yang berasal dari ruang VIP yang berada di bawah Ling Feng.


“Hehhhh... Kalau begitu, dua belas ribu koin platinum.” Ucap Ling Feng dengan santainya membuat semua tamu yang di hadir di lelang tersebut hampir dibuat pingsan, karena harga yang di tawarkan oleh Ling Feng. Pasalnya angka yang ditawarkan Ling Feng sama dengan dua belas juta koin emas.


“Cihhh! Awas saja kau.” Timpal orang yang berada di ruangan VIP tersebut menyerah, ia merasa sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Ling Feng, dirinya bahkan membanting alat penawarnya. Ling Feng yang mendengar itu hanya terkekeh pelan dan kalung itu pun menjadi miliknya.


“Terima kasih kakak.” Ucap Bing Jiao tersenyum manis kepada Ling Feng dan tidak ragu-ragu langsung mencium pipi kanan Ling Feng, dan langsung berlari dan duduk di tempatnya kembali bersembunyi di bahu Qing Xian. Han Ying dan Qing Xian terkekeh pelan, karena melihat tingkah Bing Jiao yang menurut keduanya sangat lucu.


Ling Feng sendiri hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya lalu duduk kembali di tempatnya. Pelelangan pun kembali di lanjutkan dan kali ini giliran Qing Xian dan Han Ying yang tertarik untuk menawar barang ke dua puluh empat dan dua puluh lima. Qing Xian yang menawar sebuah jubah khusus wanita, dan Han Ying menawar sebuah belati yang terlihat cantik.


“Uahhhh... Uangku benar-benar di peras oleh ketiga wanita ini.” Batin Ling Feng. Pada dua barang terakhir, Ling Feng mendapatkan perlawanan sengit dari para anggota VIP lainnya yang ikut dalam pelelangan, mungkin lebih tepat nya mereka dendam dengan Ling Feng yang bertindak semena-mena, jadi mereka pun membuat Ling Feng menawar harga yang tidak kecil untuk kedua barang terakhir tersebut.


Ling Feng lalu melirik ke arah Bing Jiao dan Qing Xian yang sedang bercakap-cakap, dimana keduanya terlihat sangat senang. Ling Feng menghela nafas pendek lalu tersenyum. “Ya jika keduanya senang, persetan dengan uang-uang itu. Toh, nanti juga balik untung.” Batin Ling Feng di dalam hatinya yang entah mengapa merasa sangat puas.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2