Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Ling Feng VS Bing Jiao dan Qing Xian


__ADS_3

Aura yang terpancar dari pedangnya kali ini lebih tajam dan lebih intens ketimbang Qi biasanya yang ia alirkan kepada pedangnya. Tentu saja dirinya menyadari itu, karena ia sudah sangat hafal dengan teori tersebut, yang menandakan bahwa aura yang terpancar dari pedangnya saat ini adalah Qi Pedang.


“Bagaimana? Aku tidak berbohong bukan.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum lebar.


>>>>>>______


Setelah itu, Ling Feng pun mulai membuat semua murid yang ada di sana sadar akan potensi dirinya masing-masing. Ia menyampaikan beberapa nasihat seraya dan memberikan arahan kepada semua murid yang ada di sana tanpa terkecuali.


“Baiklah, aku rasa senior-senior semua sudah mengerti maksudku. Jadi aku rasa tugasku selesai di sini. Langkah selanjutnya itu adalah kalian sendiri yang menentukan nya.” Ucap Ling Feng lagi.


“Dengar ini. Jalan kultivasi adalah sesuatu hal yang harus kalian sadari sendiri. Ada batasnya jika hanya mengikuti saran seseorang. Kalian harus mencari jawabannya sendiri, temukan itu sendiri, alasan mengapa kalian menapaki jalan kultivasi, Alasan kalian berlatih selama ini, alasan kalian mengangkat senjata kalian, kalian sendirilah yang lebih mengetahuinya.” Tutur Ling Feng dengan lembut, namun mengandung arti kata yang sangat tegas.


Sekali lagi semua murid yang ada di sana di buat terkejut dan berdecak kagum dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Pasalnya saat ini pemuda yang ada di hadapan nya benar-benar berbeda dengan yang sebelum nya. Sosok yang mereka lihat saat ini adalah sosok pemuda yang telah mengarungi kerasnya dunia dan memahami arti sesungguhnya apa itu Jalan kultivasi. Ling Feng yang melihat perubahan raut wajah semua orang yang ada di sana tersenyum puas.


Setelah itu mereka semua pun berlatih sampai matahari pun melaksanakan tugasnya. Ling Feng meminta semua orang yang ada di sana untuk beristirahat terlebih dahulu lalu kembali melanjutkan pelatihan wajibnya nanti setelah mengisi kembali perut mereka yang kosong. “Baiklah satu urusan telah selesai.” Gumam Ling Feng seraya menatap ke arah murid-murid sekte naga langit yang pergi ke arah kantin.


“Kamu tidak pergi saudara?” Tanya Ling Feng merujuk ke salah satu seorang pemuda yang masih berada di tempat pelatihan.


“Aku masih tidak lapar. Seandainya jika aku makan sekarang pun hanya akan membuang-buang makanan saja, karena aku benar-benar tidak bernafsu untuk makan.” Ucap pemuda tersebut yang tidak lain adalah Yang Sun.


“Jangan begitu, sesi latihan selanjutnya benar-benar berat loh. Apakah kamu yakin akan baik-baik saja saudara?” Ujar Ling Feng seraya terkekeh dan dibalas senyuman tipis oleh Yang Sun lalu berdiri di sebelahnya dan berkata, “Tidak perlu khawatir. Bahkan jika sampai berlalu seminggu sekalipun. Tidak akan menjadi masalah bagiku.” Ucap Yang Sun.

__ADS_1


“Seperti yang di harapkan dari saudaraku.” Ucap Ling Feng lagi, dan Yang Sun sendiri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Hening beberapa saat sampai kemudian Yang Sun pun berkata, “Apakah kamu akan pergi sekarang saudara?” Tanya Yang Sun.


Ling Feng yang mendengar itu tentunya tidak terkejut, ia juga sangat menyadari bahwa Yang Sun bukanlah orang bodoh dan pastinya menyadari juga.


“Ya begitulah. Aku akan langsung pergi setelah semua urusan ku benar-benar sudah selesai.” Jawab Ling Feng. Mendengar hal itu Yang Sun hanya diam saja, sampai beberapa saat kemudian ia pun tersenyum tipis lalu menepuk pundak Ling Feng seraya berkata, “Begitu, kah... Ya senantiasa berhati-hatilah Saudaraku.” Ucap Yang Sun seraya menepuk pelan beberapa kali pundak Ling Feng.


“Memangnya siapa yang kamu khawatirkan saudara. Tenang saja, karena tidak ada siapapun yang bisa membahayakan saudaramu ini.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum lebar membuat Yang Sun langsung tertawa lagi seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Hahahaha sepertinya memang begitu.” Ujar Yang Sun. Setelah berbincang-bicang sesaat, Ling Feng pun pergi dari sana dan Yang Sun pun menyusul yang lainnya ke katin, karena dirinya pun mendadak kembali lapar.


>>>>>>______


“Hohhhhh... Mereka berdua benar-benar sangat bersemangat.” Ucap Ling Feng seraya memerhatikan dari atas langit-langit menatap ke bawah dimana sudah ada dua wanita yang sedang sparing sekarang.


Awalnya kedua wanita itu benar-benar fokus satu sama lain, sampai keduanya merasakan ada sesuatu yang sangat cepat dari atas tengah menuju ke arah mereka. Refleks kedua wanita itu pun langsung menjauh dan ledakan kecil beserta asap tebal pun tercipta.


Boooommmm...!!


“Siapa itu!?” Ujar Bing Jiao dan Qing Xian secara bersamaan, seraya memasang kuda-kuda waspada menatap tajam ke arah kepulan asap yang tebal tersebut. Baru saja keduanya berkata seperti itu, mereka dikejutkan dengan kecepatan sosok di balik kepulan asap tersebut.


“Sangat cepat?!” Batin keduanya yang terkejut ketika melihat sosok tersebut menghilang dalam sekejap saking cepatnya pergerakan sosok tersebut. Keduanya saling memunggungi seraya menyapu pandangan nya. Sampai beberapa saat kemudian mereka di kejutan dengan suara yang tiba-tiba terdengar dari arah yang benar-benar tidak mereka duga.

__ADS_1


“Kemana kalian melihat.” Ujar suara yang tiba-tiba muncul membuat keduanya membelalakkan keduanya matanya lalu menoleh ke arah sumber suara tersebut dan tepat keduanya menoleh sebuah pukulan sudah siap mengenai wajah Bing Jiao dan Qing Xian. Beruntung keduanya sempat mengangkat pedangnya masing-masing menahan pukulan tersebut.


Buggkkkhhhh...?! Swosssshhhh...!!


Keduanya terpental beberapa meter kebelakang, karena terhempas dari pukulan tersebut. Tepat ketika mereka memandang ke arah sosok yang melakukan itu, keduanya nampak mengangkat sebelah alisnya, karena sosok yang melakukan itu adalah pria yang tidak lain adalah kekasih keduanya.


“Kakak? Kamu?” Ujar Bing Jiao dan Qing Xian secara bersamaan ketika melihat sosok yang melakukan itu adalah Ling Feng.


“Kalian berdua nampak asyik sparing, bagaimana jika aku ikutan juga.” Ucap Ling Feng lalu kembali melesat ke arah keduanya dengan cepat lalu kembali melancarkan serangan kepada Bing Jiao dan Qing Xian. Mendengar itu, keduanya tidak sempat bereaksi, alhasil keduanya pun menahan tinju Ling Feng dengan punggung pedang masing-masing.


Bugghhkkk...!! Bugghhkkk...!!


Serangan tinju Ling Feng benar-benar di tahan sepenuhnya oleh Bing Jiao dan Qing Xian. Nampak keduanya tersenyum puas di balik cadarnya masing-masing, karena kali ini berhasil menahan tinju Ling Feng.


“Hehhhhh... Jangan senang dulu. Kekasih kalian masih belum serius masalahnya.” Ucap Ling Feng lalu mengalirkan Qi ke dua telapak tangannya seraya mengeluarkan elemen anginnya sehingga dari itu menciptakan ledakan udara yang cukup kuat membuat keduanya langsung terhempas sejauh puluhan meter.


Walaupun terhempas oleh serangan Ling Feng, keduanya nampak tidak tumbang begitu saja. Bing Jiao dan Qing Xian saling pandang sejenak lalu mengangukkan kepalanya serempak. Bing Jiao berlari cepat memutar ke arah Ling Feng, dan Qing Xian sendiri dari arah yang berlawanan juga mendekat ke arah Ling Feng.


Ling Feng yang melihat itu nampak tersenyum tipis lalu berkata, “Menarik, kerahkan semua yang kalian milikki Jiao’er, Xian’er.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis.


>>>>>> Bersambung

__ADS_1


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2