
Akan tetapi, alih-alih di dengarkan, sang ajudannya yang merupakannya kakaknya itu, mulai mengatakan hal-hal yang abstrak, membuat jendral kota menggeleng-gelengkan kepalanya.
Jendral kota yang sudah tidak tahan melihat sikap kakaknya itu, dirinya pun turun tangan dan langsung memukul kepala sang ajudan seraya berkata, “Sikap mu itu terlalu berlebihan kakak. Setidaknya dengarkan wali kota menyelesaikan ucapannya terlebih dahulu.” Ujar jendral wali kota.
Baannngggg
“Hei Kong... Itu sakit tahu.” Gerutu sang ajudan seraya mengelus-elus bagian yang di pukul oleh jendral kota.
“Supaya kau sadar, memukul mu adalah cara yang tercepat kak. Selain daripada itu, wali kota sudah bilang bahwa itu tidak masalah, namun sikap mu benar-benar berlebihan tau.” Ucap jendral kota tanpa merasa bersalah.
Wali Kota Bing yang melihat pertengkaran kecil diantara keduanya terkekeh kecil dan berkata, “Seperti biasa kalian bersaudara benar-benar sangat akrab ya.” Ucap wali kota Bing terkekeh melihat pertengkaran dua bersaudara di hadapan nya.
“Kami tidak seperti itu wali kota.” Ucap keduanya bersamaan dan lagi-lagi membuat wali kota Bing kembali terkekeh seraya geleng-geleng kepala. “Baiklah, baiklah, terserah kalian berdua saja.” Ucap wali kota Bing. Ia lalu melirik ajudan nya dan berkata, “Seperti yang dikatakan adik mu, bahwa aku tidak marah. Jadi tidak perlu bertindak berlebihan.” Ucap wali kota Bing. “M-maafkan atas sikap ku yang berlebihan wali kota.” Ucap sang ajudan yang sudah lebih tenang, namun walaupun begitu terlihat raut wajah sang ajudan masih terlihat murung.
Adiknya tentu menyadari hal itu dan ia pun berkata, “Batu kristal itu kemungkinan besar memang akan hancur bahkan tanpa kau setuh kakak.” Ucap jendral kota. Membuat kakaknya tersentak ketika mendengar adiknya berkata seperti itu.
“Apa maksud mu jendral?” Ujar sang ajudan mengubah nada bicaranya menjadi formal. “Batu kristal itu memang kemungkinan besar di atur sedemikian rupa hanya untuk wali kota saja. Kalau tidak salah ketua mata-mata tadi berkata, langsung di berikan kepada wali kota terlebih dahulu.” Jelas jendral kota panjang lebar yang diangguki oleh ketua mata-mata, karena memang pesan itu yang di berikan kepadanya oleh Pang Lang.
__ADS_1
“Dari situ dapat di ambil kesimpulan memang hanya di peruntukkan wali kota saja. Kemungkinan besar, ia melakukan ini guna mencegah kebocoran informasi, serta menghindari pemalsuan informasi.” Kata jendral kota menyampaikan hipotesis dalam pikiran nya.
Mendengar hipotesis masuk akal dari adiknya, sang ajudan pun sontak merasa lega. Wali kota Bing yang mendengar itu pun ikut tersenyum. Jendral kota lalu melirik ke arah pecahan batu kristal dan menatap nya dengan pandangan serius. “Memikirkan nya sampai sejauh ini dengan sangat detail, benar-benar orang yang sangat luar biasa.” Ucap jendral kota kagum dengan Pang Lang.
Wali Kota Bing tersenyum penuh arti dan berkata, “Orang yang mengikuti tuan muda pastinya bukan orang biasa-biasa saja, karena orang yang mereka ikuti adalah eksistensi yang tidak biasa juga.” Ucap Wali Kota Bing yang dapat di dengar oleh yang lainnnya.
“Baiklah aku akan memberi komando mulai dari sini.” Ujar wali kota bing dengan tegas. “Bawahan siap menerima perintah dari wali kota.” Ucap serempak ketiganya.
Kembali Kepada Ling Feng
“Begitulah tuan muda...” Ujar Pang Lang selesai mengatakan informasi yang ia dapatkan. Mendengar informasi itu, tentunya Ling Feng sedikit merenung. “Benda yang sangat penting bagi ras iblis berada di kota Cheng Du, kah... Aku jadi penasaran benda apa itu.” Gumam Ling Feng.
“Tidak paman... Bukan begitu maksud ku. Kau sudah bekerja keras dan bahkan sampai menyusup ke pertemuan petinggi mereka, kita juga tidak mempunyai banyak informasi lebih lanjut mengenai benda apa yang hendak di ambil ras iblis di kota ini. Jadi kurasa sama saja tidak akan ada gunanya. Terima kasih paman atas kerja kerasnya seharian ini.” Ujar Ling Feng berterima kasih di akhir perkataannya. “Tidak tuan muda. Aku masih belum mampu mendapatkan pujian mu, karena aku masih tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih detail lagi.” Ujar Pang Lang meyanggah perkataan Ling Feng.
“Haihhh... Paman Lang kau ini terlalu keras kepada diri sendiri. Jujur saja informasi yang kau dapatkan di tambah informasi dari kau yang menyusup ke pertemuan itu sudah sangat melebih ekspektasi ku tahu. Jadi, jangan merendahkan nilai diri mu sendiri.” Ujar Ling Feng tanpa bisa di bantah sama sekali.
“S-saya mengerti tuan muda.”
__ADS_1
Ling Feng kembali tersenyum ketika mendengar perkataan Pang Lang dan berkata, “Baguslah jika kau memang mengerti.” Ucap Ling Feng dengan senyum simpul di wajahnya.
“Baiklah kalian sudahi saja untuk hari ini, istirahlah esok hari akan menjadi hari yang sibuk bagi kita.” Ucap Ling Feng menyudahi pembicaraan mereka, ia juga tidak lupa membeikan sebuah kunci kamar kepada Pang Lang. Ren Hu yang mendengar itu pun sedikit terkejut dan refleks mengangkat satu tangannya.
“Ada apa Ren Hu? Apakah kau tidak mengerti sesuatu dari informasi yang di sampaikan oleh Paman Lang?” Tanya Ling Feng.
“B-bukan mengenai hal itu tuan muda. Aku hanya ingin bertanya mengenai rencana apa yang akan kita lakukan untuk mengahadapi ras iblis keesokan harinya? Mendengar dari informasi yang Pang Lang katakan, mulai besok pasti kita akan selalu dalam pengawasan ras iblis yang menyamar. ” Ucap Ren Hu.
“Mengenai hal itu... Sudah aku pikirkan. Jadi, tidak usah khawatir.” Ucap Ling Feng bangkit menatap langit-langit yang waktunya sudah menunjukkan awal malam hari.
“Jika memang begitu, maka aku tidak akan bertanya lagi tuan muda. Selamat beristirahat tuan muda.” Ujar Ren Hu sedikit membungkuk an tubuhnya lalu pamit keluar dari kamar Ling Feng. Pang Lang juga ikut pamit untuk kembali ke kamarnya dan kini hanya tersisa Ling Feng saja di sana.
“Kekuatan tempur mereka sangat kuat, mendengar dari informasi Pang Lang, setidaknya ras iblis yang paling lemah berada di ranah Prajurit perak bintang sembilan. Bukankah jika mereka memutuskan unuk menyerang langsung, semuanya akan menjadi lebih mudah untuk mengambil benda itu di kota ini, akan tetapi mengapa? Mengapa mereka repot-repot melakukan hal semacam itu?” Batin Ling Feng kembali tenggelam dalam pikirannya.
“Tujuan mereka sudah pasti adalah benda itu, namun cara yang di gunakan untuk mengambilnya benar-benar membuat ku tidak habis pikir sama sekali.” Gumam pelan Ling Feng menghela nafas pendek. Pada akhirnya, Ling Feng memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu untuk menenangkan pikiran nya yang kacau saat ini.
>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.