Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Tidak Melakukan Hal yang Berarti


__ADS_3

“Salam tetua ketujuh. Jika tidak seperti ini, maka mereka semua tidak akan pernah mencoba untuk menebus batasan diri mereka masing-masing.” Timpal Ling Feng menoleh ke belakang seraya memberi hormat kepada sosok wanita, membawa pedang besar di punggungnya, yang tidak lain adalah tetua ketujuh.


>>>>>>______


“Hahaha... Benar-benar menakjubkan. Begitulah seorang pria sejati. Kepribadian mu memang benar-benar tidak terduga ya Feng’er.” Ucap tetu ketujuh tertawa lepas seraya menepuk-nepuk punggung Ling Feng cukup kuat, namun ketika tetua menepuk punggung Ling Feng, ia merasa seperti baru saja menepuk sebuah baja yang sangat tebal, saking kerasnya tubuh Ling Feng.


Sebagai pengingat, tetua ketujuh adalah tetua yang bertanggung jawab dalam pelatihan murid wanita sekte naga langit. Lebih tepatnya ia sendiri yang mengajukan dirinya, untuk melakukan hal tersebut. Tetua ketujuh sendiri sudah berada di ranah saint bintang tiga, dapat dikatakan dirinya adalah yang terlemah di antara para tetua, walaupun terlemah dalam hal kultivasi, daya tempurnya tidak kalah jauh dengan para tetua yang lainnya dan mampu bersaing seimbang dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa.


Tubuhnya sendiri tidak banyak berubah dan terlihat seperti wanita biasa pada umumnya, namun di balik tangan dan kaki yang terlihat lemah itu, ada kekuatan besar tidak terduga yang bahkan mampu mengangkat beban yang berkali-kali lipat dari tubuhnya.


“Oh ya tetua, bagaimana dengan pelatihan murid wanita?” Tanya Ling Feng sedikit penasaran dengan hal itu.


“Ya berjalan baik, walaupun ada beberapa yang mengeluh, tapi mereka semua berhasil menyelesaikan menu latihannya. Terutama dua wanita mu itu, keduanya benar-benar melebihi ekspetasi ku. Bing Jiao dan Qing Xiang senantiasa bersaing dan bahkan tidak ragu-ragu untuk berlatih melebihi menu latihan yang kuberikan.” Ucap tetua ketujuh seraya terkekeh pelan mengingat dimana Bing Jiao dan Qing Xian selalu bersaing selama pelatihan berlangsung.


Ling Feng yang mendengar itu menggeleng-gelengkan kepalanya seraya terkekeh pelan, tidak bisa membayangkan mereka yang senantiasa bersaing itu. Lebih tepatnya kenapa juga mereka bersaing. Itulah yang kini jadi pikiran Ling Feng, walaupun begitu ia pun membuang semua pemikiran itu dari kepalanya.

__ADS_1


Selain murid pria, murid wanita pun juga menjalani pelatihan yang sama, hanya saja pelatihan yang mereka jalani tidak sekeras para murid pria, lebih tepatnya memang sengaja di rancang agar lebih cocok dan sesuai mengingat struktur tubuh antara pria dan wanita terdapat perbedaan, dan tetua ketujuh merancang menu latihan dengan menyesuaikan pada umumnya.


“Ya aku kemari ingin hanya ingin mengucapkan terima kasih kepadamu. Banyak yang berubah sejak kamu datang ke sekte ini dan perubahan itu mengarah ke hal yang positif.” Ujar tetua ketujuh itu seraya memandang ke langit-langit menatap bulan yang bersinar terang pada malam itu.


Ling Feng yang mendengar itu hanya diam saja. Ia mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan maksud perkataan tetua ketujuh. Tetua ketujuh sendiri hanya terkekeh pelan dan kembali berkata tanpa berniat untuk menjelaskan maksud dari perkataannya. “Ya intinya bukan hanya aku saja yang ingin berterima kasih kepadamu, para tetua yang lainnya juga berterima kasih kepadamu. Berkat dirimu, kami semua mengingat kembali hal yang penting dan memperoleh banyak hal.” Ujar Tetua ketujuh seraya tersenyum menatap Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum tipis dan berkata, “Aku tidak mengerti maksud dari perkataan tetua ketujuh itu apa, tapi satu hal yang pasti aku hanya melakukan hal kecil saja, usaha semua oranglah yang mewujudkan itu semua.” Ucap Ling Feng lagi.


“Hahaha... Begitu, kah menurutmu nak?” Ujar tetua ketujuh.


“Kalau begitu, tetua aku pamit terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh tetua ketujuh. Dirinya pun lalu melompat, dan terbang kembali ke puncak kediaman Ling San. Tetua ketujuh memandangi punggung Ling Feng seraya membatin di dalam hatinya, “Bagimu mungkin ini adalah hal kecil nak, tapi apa yang kamu tunjukan itu merupakan hal yang sangat berarti kepada kami.” Batin tetua ketujuh lalu ia pun pergi dari tempat pelatihan juga.


>>>>>>______


Ling Feng pun sampai di puncak kediamannya dan berniat untuk berkultivasi, namun ia mengurungkan niatnya, karena saat ini tepat di halaman belakang ia tengah melihat sesuatu yang menarik, dimana sosok pria yang adalah Yang Sun tengah berlatih pedang, namun hal yang membuat Ling Feng tertarik adalah setiap kali ia mengayunkan pedangnya hembusan angin yang sangat kuat keluar dari ayunan pedangnya.

__ADS_1


“Padahal pelatihan baru saja selesai, tapi dirinya sudah mulai berlatih lagi? Benar-benar deh orang ini sebanyak apa staminanya.” Gumam Ling Feng seraya terkekeh pelan melihat Yang Sun. Pemuda itu juga ikut ke dalam pelatihan tadi siang, hanya saja ia termasuk yang paling cepat beradaptasi dalam pelatihan itu, mengingat dirinya sudah berlatih lebih keras sebelum sesi pelatihan itu diberlakukan.


Setelah setengah jam berlalu, Yang Sun pun berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Pada saat itulah Ling Feng memutuskan untuk mendekat seraya berkata, “Kamu tidak lelah saudara? Bukankah lebih baik istirahat sekarang atau memulihkan kondisi tubuhmu.” Ujar Ling Feng membuat Yang Sun menoleh ke arah sumber suara dan melihat Ling Feng di sana.


“Aku masih mampu saudara. Aku akan istirahat setelah berlatih beberapa menit lagi.” Ucap Yang Sun menimpali perkataan Ling Feng. Mendengar itu, Ling Feng menghela nafas pendek dan berkata seraya tersenyum tipis. “Baiklah begitu, aku tidak akan menghalangi mu.” Kata Ling Feng lalu masuk ke dalam kediaman, kembali ke kamarnya.


Awalnya Ling Feng berniat untuk berkultivasi, namun transmisi suara dari Long Tian tiba-tiba terdengar di dalam kepalanya, yang memintanya untuk datang ke kota di bawah gunung. Mendengar itu, Ling Feng pun mundur sedikit lalu, merobek ruang dan langsung masuk ke dalam ruang tersebut pergi ke tempat Long Tian berada. Beberapa bulan yang lalu, Ling Feng memang meminta bantuan kepada Long Tian untuk mencarikannya beberapa catatan kuno tentang kebenaran dunia biru yang adalah benua biru.


Lebih tepatnya ia ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah kebenaran dari dunia biru itu sendiri, karena bisa saja ia menemukan titik terang dalam menghadapi bencana yang akan datang. Ling Feng muncul kembali di dalam sebuah ruangan, dimana di dalam ruangan tersebut tidak hanya ada Long Tian saja melainkan ada To Mu dan Pang Lang juga yang ikut menemaninya.


“Lama tidak berjumpa Paman Mu, Paman Lang.” Sapa Ling Feng yang dianggukki oleh kedua orang tersebut.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.

__ADS_1


__ADS_2