Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Perubahan Situasi yang Tiba-tiba


__ADS_3

“Ayo lakukan sekarang.” Ujar Ling Laohu menerjang ke arah batu yang menutupi gua rahasia itu dan menghancurkan nya dalam sekali serang. Diikuti dengan Hao Xiang yang langsung bergegas masuk juga ke dalam gua rahasia untuk mengevakuasi orang-orang yang di culik.


Booommm...?!


>>>>>>>_______


Kembali Kepada Ling Feng


Seiring berjalan nya waktu jamuan pun semakin meriah, awalnya ada beberapa acara sambutan sepatah dua patah kata dari anak wali kota selaku yang mengadakan jamuan. Ling Feng sendiri masih dengan tenang, memperhatikan jalannya acara jamuan tersebut, selama jamuan tersebut Ling Feng belum lagi menyicipi makanan atau minuman yang tersedia di ruang jamuan tersebut.


Zhi Yan dan Wu Nuan pun sama dengan dirinya belum meminum ataupun memakan apapun di jamuan tersebut, ia menolak beberapa pemuda yang hendak bersulang dengannya seraya beralasan, bahwa dirinya sudah kenyang dan tidak bisa bersulang dengan mereka, tidak ada yang curiga akan hal itu, terlebih lagi raut wajah Wu Nuan keseriusan, yang membuat semua orang percaya akan dirinya.


“Haihhhh... Saudara Feng. Apakah kamu tidak punya sesuatu yang ingin di jelaskan kepadaku?” Tanya Wu Nuan yang sudah selesai berbincang-bincang dengan para pemuda-pemudi yang mengerubungi nya.


“Apa yang kamu maksud Saudari Wu. Aku rasa aku tidak punya sesuatu yang harus kujelaskan kepadamu sekarang.” Timpal Ling Feng dengan tenang seraya mengedikan kedua bahunya, dirinya saat ini sedang memejamkan kedua mata nya, dan secara tiba-tiba tersenyum misterius membuat Zhi Yan dan Wu Nuan semakin penasaran dengan alasan mengapa Ling Feng meminta kedua nya untuk tidak mencicipi sedikit makanan yang ada di sini.


“Ya tunggu saja, aku rasa sebentar lagi, kalian berdua akan mengetahui maksudku.” Ucap Ling Feng lagi membuka kedua mata nya melihat ke arah depan, dan kedua wanita itu pun semakin bingung dan mengikuti arah Ling Feng memandang dimana terlihat sepasang ayah dan anak naik ke atas panggung.


Wali kota teratai hitam dan anaknya pun naik ke atas panggung kecil yang berada di ruangan tersebut. Terlihat semua pasang mata menatap keduanya dan bertepuk tangan riuh ketika sepasang ayah dan anak tersebut naik ke atas panggung.


“Baiklah terima kasih kepada para tamu yang sudah hadir di acara jamuan ini. Izinkan aku dan anakku berterima kasih sekali lagi, atas kehadiran para pemuda-pemudi sudah mau memenuhi undangan jamuan kami. Terutama Tuan putri Kekaisaran, terima kasih sudah berkenan hadir di jamuan yang di adakan oleh kami.” Ucap sang wali kota memberikan sambutan dan disuguhi oleh tepuk tangan yang riuh.

__ADS_1


Setelah beberapa saat dipenuhi oleh tepuk tangan riuh, Wali kota pun mengangkat tangannya untuk menyudahi sesi tersebut dan dirinya kembali berkata, “Baiklah para hadirin tamu undangan. Mari kita langsung saja ke acara utama nya.” Ucap Wali kota tiba-tiba membuat semua orang yang ada di sana bingung sekaligus heran.


“Acara utama? Bukankah acara utamanya sudah dimulai beberapa saat yang lalu? Lalu acara utama apa lagi setelah ini?” Batin semua pemuda dan pemudi yang hadir di jamuan tersebut bertanya-tanya tentang maksud dari acara utama yang di maksud oleh Wali Kota Teratai Hitam.


Semua pasang mata menatap bergantian antara sepasang ayah dan anak tersebut dengan pandangan yang bertanya-tanya, termasuk Zhi Yan dan Wu Nuan yang menunggu apa yang dikatakan selanjutnya oleh Wali Kota Teratai Hitam. Wali Kota Teratai Hitam pun mengangkat satu tangannya dan secara tiba-tiba menjentikkan nya.


Degggghhh... Degggghhh... Braaaakkkk...?!


“Eh apa ini?! T-tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali? Aku tidak bisa mengeluarkan Qi sama sekali dalam tubuhku?!” Batin Semua pemuda dan pemudi yang secara tiba-tiba jatuh ke tanah begitu saja, sesaat Wali Kota Teratai Hitam menjentikkan jarinya.


Zhi Yan dan Wu Nuan yang melihat itu pun sama terkejutnya, saking terkejutnya mereka kesulitan untuk memahami apa yang terjadi saat ini, karena sangat tiba-tiba terjadinya. Zhi Yan dan Wu Nuan tidak jatuh ke tanah, kedua wanita itu pun semakin bingung, karena hanya keduanya yang tidak jatuh ke tanah dan bisa menggerakkan tubuh masing-masing dengan leluasa.


Wu Nuan yang pertama kali menyadari lalu melirik ke arah Ling Feng, ia pun teringat kembali dengan perkataan Ling Feng sebelumnya dan tiba-tiba teringat kembali pembicaraan mereka pasca malam tadi.


Ia pun menoleh ke arah depan, dirinya refleks bangkit dari tempat duduknya dan berkata dengan lantang, “Tunggu Wali Kota. Apa maksudnya ini?! Apa yang kau lakukan kepada semua orang yang ada di sini?! Apa yang hendak kau lakukan dengan semua orang yang ada di sini?!” Tanya Wu Nuan dengan sangat lantang, membuat sepasang ayah dan anak itu melirik ke sumber suara yaitu meja yang berada di belakang dan sisi pojok.


Keduanya sempat bereaksi terkejut, karena mengetahui masih ada tiga orang yang masih tidak terpengaruh oleh triknya, sampai tiba-tiba sosok pria yang berpakaian seperti penjaga mendekati Wali Kota seraya membisiki sesuatu kepadanya, pria tersebut tidak lain adalah sosok yang mengawasi Ling Feng dan Zhi Yan sebelumnya.


Sepasang ayah dan anak itu pun turun dari panggung berjalan ke arah meja mereka seraya berkata, “Ah Tuan Putri. Bagaimana bisa kamu tidak terpengaruh oleh racun pelumpuh ku?” Tanya Wali Kota dengan tenang, Wu Nuan yang mendengar itu menatapnya dengan dingin dan kembali berkata, “Jangan mengalihkan pembicaraan, berikan aku penjelasan mengenai apa yang terjadi saat ini, jika tidak pihak Kekaisaran akan menghukummu dengan sangat berat.” Ucap Wu Nuan.


“Ah pihak Kekaisaran, kah... Aku takut sekali ketika mendengarnya kekeke.” Ujar Wali Kota seraya tertawa renyah, namun terdengar mengerikan oleh semua orang yang ada di sana. Mereka benar-benar tidak menyangka, bahwa Wali Kota yang di kenal mempunyai kepribadian luhur dan baik hati, bisa tertawa mengerikan seperti itu.

__ADS_1


“Jangan bercanda dengan ku Wali Kota. Aku saat ini sedang bersungguh-sungguh. Apa yang kau lakukan saat ini, pihak kekaisaran tidak akan tinggal diam saja.” Ucap Wu Nuan dengan nada bicara yang jauh lebih dingin ketimbang sebelumnya. Ia juga mengeluarkan Aura kultivasinya, menandakan bahwa ia tidak senang dengan apa yang di katakan oleh Wali Kota.


“Ya itupun kalau tuan putri dan semua orang yang ada di sini bisa keluar, tapi kurasa hal tersebut tidak mungkin terjadi.” Ucap Wali Kota lagi seraya mengedikan kedua bahunya. “Apa maksud mu?” Tanya balik Wu Nuan yang mulai jengkel, karena wali kota teratai hitam selalu berbicara berbelit-belit.


“Intinya, Wali Kota bodoh ini ingin menjadikan semua orang di ruangan ini sebagai tumbal kepada ras iblis.” Bukan Wali Kota yang menjawabnya, melain Ling Feng yang sedari duduk tenang, tiba-tiba berkata tenang, namun dapat di dengar jelas oleh semua orang yang ada di ruangan jamuan.


Tidak ada yang tidak terkejut ketika mendengar perkataan Ling Feng. “Tumbal? Ras Iblis? Wali Kota Teratai Hitam? Sebenarnya apa yang terjadi saat ini?!” Batin semua orang yang di sana, benar-benar tidak mengerti sama sekali dengan situasi yang tiba-tiba tersebut, namun ada satu hal yang pasti mereka yakini yaitu, saat ini nyawa mereka sedang terancam.


Wali Kota Teratai Hitam dan anaknya menatap Ling Feng dengan pandangan terkejut, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Ling Feng benar-benar mengetahui rencana mereka sampai sejauh itu.


“Jangan bertanya lagi dan bisakah kita langsung mulai saja, jujur saja menunggu selama itu sudah membuatku cukup bosan. Walaupun kau sudah menyembunyikan aura gelap nan menjijikkan mu itu, itu semua percuma di hadapanku.” Ling Feng tiba-tiba bangkit dan melangkah ke depan.


“Kau... Bocah sombong. Aku tidak tahu bagaimana kau bisa mengetahuinya sampai sejauh itu, tapi kenyataan bahwa kau juga akan bernasib sama dengan semua orang yang ada di sini tidak berubah.” Ucap Wali Kota Teratai Hitam menatap tajam ke arah Ling Feng.


“Iya, iya, aku mengerti itu, jadi langsung mulai saja bisa, kan.” Ucap Ling Feng menghela nafas pendek, sama sekali tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Wali Kota Teratai Hitam.


“Kau bocah... Aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah.” Ucap Wali Kota yang tersinggung dengan ucapan Ling Feng dan menghilang secara tiba-tiba, lalu muncul kembali tepat di hadapan Ling Feng.


“Terima ini! Tinju Pembelah Bumi!” Teriak Wali Kota melayangkan serangan tinju ke arah Ling Feng.


Booommmm...!

__ADS_1


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


__ADS_2