
Ling Feng refleks mengalihkan pandangannya dan melihat ada sekelompok orang tua. Terlihat dari cara berpakaiannya mungkin delapan orang tua ini adalah tetua sekte ini.
"Guru…Tolong aku guru…" Kata murid dalam yang lengannya dipotong oleh Ling Feng. Dirinya sangat lemah saat ini bahkan untuk meminta tolong saja itu membutuhkan energi besar.
Mendengar suara lemah dari sang murid, orang tua yang berteriak tadi langsung berkata. "Tenang saja murid ku sejak aku disini kau tidak akan mengalami rasa sakit lagi." Ucap orang tua itu. Ia lantas menatap tajam Ling Feng. "Bocah lebih baik kau lepaskan murid ku saat ini jika kau masih ingin selamat. Jangan bersikap berlebihan dan lepaskan murid ku maka kau akan menerima kematian dengan cepat tanpa penyiksaan." Ucap orang tua itu menatap tajam Ling Feng dengan aura membunuh yang sangat kuat.
"Hahaha mati kau bocah bren*sek kali ini tamatlah riwayat mu. Guru ku sudah datang maka kau tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama lagi." Kata murid tersebut dengan nada yang angkuh. Ling Feng yang mendengar itu mengalihkan pandangannya kembali menatap murid tersebut. Sekali lagi murid tersebut terintimidasi oleh tatapan Ling Feng.
"Apakah kau mengancamku?" Kata yang keluar dari mulut Ling Feng. Membuat tubuh murid dalam itu langsung bergetar hebat ketika mendengarnya. Ling Feng menatap acuh tak acuh murid tersebut sekali lagi ia menggerakkan tangannya dan memotong lengan lainnya.
Shringgggggg
Crassssshhh
Tetua yang melihat itu tidak bisa bereaksi dengan kecepatan gerakan lengan Ling Feng. Bahkan mereka terkejut ada manusia dengan kecepatan seperti itu. "Akhhhhhhhhhhhhhhh!!! Tolong aku guru!!! tidak!! ini sangat sakit!! guru Tolong aku!!!" Teriak murid tersebut sekali lagi ia meronta-ronta saking tidak bisa menahan rasa sakitnya.
Booommmm
Aura yang sangat kuat memancar keluar dari tubuh guru murid yang lengannya dipotong oleh Ling Feng. Guru murid itu langsung berteriak kepada Ling Feng.
__ADS_1
"Kep*rat!!! Bajin*an!!! aku tidak akan memaafkan mu. Aku Pang De bersumpah akan membunuhmu bocah Ten*ik!!!" Teriak tetua tersebut langsung maju dengan cepat ke arah Ling Feng. Ling Feng sendiri tidak bergeming sama sekali dan hanya menatap acuh tak acuh gerakan kecepatan tinggi milik Tetua yang bernama Pang De itu lalu…
Booooommmm
Daerah sekitar langsung terhempaskan debu akibat ledakan besar tersebut menghalangi pandangan mata mereka. "Tetua De sepertinya sangat berlebihan terhadap penyerang itu." Ucap Dun Huang. Pang Lang yang mendengar itu menimpalinya, "Jika kau melihat orang yang kau sayang disiksa didepan matamu, apakah kau akan diam saja." Timpal Pang Lang dengan tenang.
"Ya aku juga sangat memahami itu, tapikan ini sedikit berlebihan sampai-sampai membuat rata daerah sekitarnya." Ucap tetua lainnya sembari memandang sekitar yang sudah hancur akibat dari kekuatan Pang De. Ketua sekte hanya diam saja tidak berkomentar, namun Dun Huang merasakan aura dari Kakaknya tiba-tiba berubah.
Samar-samar pemandangan dibalik debu mulai terlihat jelas dan semua orang yang melihat pemandangan itu terkejut dengan hasil yang tidak sesuai dengan ekspentasi mereka. Tetua Pang De yang mereka kira akan menyelesaikan dalam satu serangan, kini malah yang terlihat adalah Pang De dicengkeram lehernya oleh pemuda tersebut dengan tatapan tajam.
"Kau bercanda, kan. Pang De yang sudah berada diranah kaisar bintang 9 kalah telak dari bocah itu. Siapa sebenarnya bocah ini, sejak kapan ada orang seperti ini di Kekaisaran." Batin Dun Huang terkejut ketika melihat Pang De dicengkeram lehernya oleh Pemuda itu.
Ling Feng menatap tajam Pang De yang sedang ia cengkram saat ini. Ia tidak bisa melihat wajah dari orang-orang yang melakukan pembantaian terhadap desanya, namun ketika ia mencengkram orang tua itu, ia merasakan perasaan familiar memancar dari Pang De.
"Jadi begitu ya…Tidak kusangka orang yang selama ini kucari-cari masih hidup sampai saat ini." Ling Feng bergumam, namun gumaman itu masih dapat didengar oleh sekitarnya termasuk Pang De.
"Dia mencari ku, aku tidak pernah bertemu pemuda ini lantas kenapa dia mencari ku?" Batin Pang De. Long Tian yang mendengar itu hanya diam dan tidak bergerak sama sekali, ia menunggu Ling Feng puas dengan semua amarah dan dendamnya.
"Tidak perlu memasang wajah seperti itu, karena kau juga tidak akan ingat tentang hal itu. Sekarang yang kau perlu ketahui saat ini…" Ucap Ling Feng terhenti ia langsung memotong jari-jari milik Pang De.
__ADS_1
"Akhhhhh!! Tangan ku! bunuh! bunuh! akan kubunuh kau dengan tang-" Ucapannya terhenti Ling Feng langsung membantingnya ke tanah tanpa melepas cengkraman. Pang De langsung muntah darah ketika dibanting ke tanah seperti itu oleh Ling Feng.
"Apakah kau bisa diam? Kau terlalu berisik untuk seukuran tetua sekte." Ucap Ling Feng dengan dingin dan raut wajah acuh tak acuh. "Kau terlalu berlebihan, aku baru memotong satu jari mu kau sudah berteriak seperti anak kecil seperti itu." Ucap Ling Feng. Pang De yang mendengar itu merasakan seluruh tubuhnya remuk ketika dibanting oleh Ling Feng. Bahkan tulang-tulangnya sudah hancur saat Ling Feng membantingnya tadi.
"Sebenarnya siapa Pemuda ini, sejak kapan aku pernah menyinggung Monster mengerikan seperti ini." Batin Pang De menatap lemas Ling Feng. Melihat tatapan Pang De yang mengarah kepadanya ia mengerti Kenapa Pang De menjadi Linglung. Tapi baginya itu tidak penting sekarang.
Prioritasnya adalah menghapus keberadaan sekte ini supaya orang tua dan warga desa tenang diatas sana. Ling Feng kembali ingin memotong jari tangan milik Pang De, namun sebuah suara berat mencegah hal itu.
"Bocah, kau kira kami hanya berdiam diri saja ketika kau melakukan penghinaan seperti ini terhadap sekte bayangan ku." Ucap Dun Cao sembari meledakkan auranya.
Ling Feng melihat sekilas orang yang berbicara tersebut, namun mengalihkan pandangannya menatap Pang De yang telah sekarat dan Muridnya yang tidak berbeda jauh dengannya.
"Cihhhhh. Dia sudah sekarat hanya dengan beberapa pukulan saja." Gumam Ling Feng mengeratkan cengkraman nya, serta langsung menginjak murid Pang De yang tergeletak lemas. Seketika kedua orang tersebut dibuat menjadi kabut darah oleh Ling Feng tanpa berkedip sama sekali.
Tetua tersisa yang melihat tindakan Ling Feng sangat terkejut. Pemuda yang mereka kira hanya balas dendam tidak jelas, ternyata mempunyai kekuatan yang mengerikan seperti ini.
"Bocah kau berani menghina sekte ku. Maka tentunya kau sudah siap dengan konsekuensinya kan." Ucap Dun Cao dengan niat membunuh yang sangat besar. Ling Feng yang mendengar itu ikut juga mengeluarkan niat membunuhnya dan berkata, "Berisik kau tua Bangka dengan ini sekte bayangan akan berakhir digenerasi mu dan akan kupastikan punah sampai ke akar-akarnya." Ucap Ling Feng dengan niat membunuh yang sangat kuat Maju melesat menyerang Dun Cao.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1