
"Tunggu jangan bilang waktu ia sedang menyamar." Kata Putri Liu. Qing Xian menganggukkan kepalanya berkata, "Waktu itu ia sengaja menyamar untuk tidak menarik perhatian." Kata Qing Xian. Putri Liu tidak mengerti dengan alasan mengapa Ling Feng tidak ingin menarik perhatian, lagipula memangnya apa yang telah ia perbuat.
Qing Xian yang melihat raut wajah bingung Putri Liu tersenyum lalu berkata, "Putri ingat tentang insiden musnahnya Keluarga He." Kata Qing Xian. Putri Liu yang mendengar itu menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia ingat. Sedetik kemudian raut wajahnya kaku, Qing Xian yang menyadari perubahan wajah Putri Liu hanya tersenyum. "Putri benar. Pemuda itulah yang telah melakukan pemusnahan Keluarga He, karena Keluarga He kala itu menyinggung dirinya." Kata Qing Xian.
Putri Liu menatap tidak percaya Punggung Ling Feng. Ling Feng yang merasa di awasi, berhenti sejenak lalu menoleh kebelakang lalu menatap sekilas orang yang mengawasinya.
Long Tian yang melihat Ling Feng berhenti sejenak lalu menoleh kebelakang lalu bertanya, "Kenapa Feng'er apa ada sesuatu?" Tanya Long Tian. Ling Feng yang menoleh sejenak lalu kembali berjalan sembari berkata, "Tidak apa-apa paman hanya perasaan ku saja." Kata Ling Feng sembari berjalan.
Long Tian yang tidak percaya menolehkan kepalanya dan melihat arah tujuan Ling Feng. Ketika melihat seorang wanita sedang menatap mereka, Long Tian mengetahui apa yang terjadi dan tersenyum misterius. Ia berjalan menyusul Ling Feng kembali dan berbisik ditelinganya, "Mempunyai lebih dari satu pasangan itu hal yang wajar di dunia ini Feng'er." Bisik Long Tian.
Ling Feng yang mendengar itu refleks meninju wajah Long Tian ketika ia berbisik seperti itu ditelinganya. Sontak semua prajurit dan para warga yang berada didekatnya tentu terkejut dengan tingkah Ling Feng yang tiba-tiba. Karena pasalnya Long Tian melesat menghancurkan toko tersebut.
Ling Feng menepuk dahinya, ia terbawa suasana sesaat. Pang Lang hanya bisa terdiam tidak tau harus berbuat apa saat ini, sementara Hao Xiang langsung masuk kedalam toko tersebut lalu berteriak. "Kakak! Paman Tian masih hidup." Teriak Hao Xiang yang masuk kedalam toko tersebut.
__ADS_1
Walikota Anyi langsung menghampiri Ling Feng dengan wajah cemas. "A-ada apa tuan muda apakah ada yang membuat mu kesal?" Tanya was-was walikota Anyi. "Ini gawat padahal belum beberapa menit kami berpisah sudah ada yang menyinggung tuan muda." Batin Walikota Anyi yang khawatir.
Ling Feng merasa tidak enak atas kecerobohan, ia tanpa sadar memukul wajah Long Tian ketika berbisik seperti itu. "Ah itu walikota Anyi maafkan aku, aku akan ganti rugi semua ini." Ucap Ling Feng meminta maaf. Walikota Anyi yang mendengar itu langsung melambai-lambai tangannya. "T-tidak perlu tuan muda. Biar aku saja yang mengurus ini, dan tidak perlu khawatir soal itu." Kata Walikota Anyi.
"Ah kalau begitu maaf merepotkan Anda walikota. Aku pamit dahulu." Ucap Ling Feng lalu langsung menghilang saat itu juga dihadapan semua orang. Walikota Anyi yang melihat itu tidak terkejut, ia malah menghembuskan nafasnya lega. Ia lalu masuk kedalam untuk menegur orang yang telah menyinggung Ling Feng.
Baru saja ia ingin masuk Long Tian dan Hao Xiang keluar dari toko tersebut seraya berkata, "Ughhkkk Feng'er benar-benar kejam. Ia tidak segan sama sekali ketika memukul wajahku." Ucap Long Tian keluar dari toko tersebut sembari memegangi wajahnya yang terasa sakit akibat kena tinju Ling Feng. Hao Xiang menoleh kiri dan kanan tidak mendapati keberadaan Ling Feng.
"Kakak sudah pergi paman." Kata Hao Xiang. Long Tian yang mendengar itu awalnya ingin mengeluh, namun matanya menangkap sosok walikota dan teringat sebuah rencana. "Kebetulan sekali anda ada disini, tolong bayarkan biayanya ganti ruginya. Aku tidak sengaja menghancurkannya tadi." Pinta Long Tian polos.
Kini hanya tersisa Hao Xiang sendiri dengan Pang Lang yang tidak tau harus bereaksi apa. "Dimana aku? apa yang sedang kulakukan? kenapa aku disini?" Batin Pang Lang kosong tidak paham akan situasi yang terjadi dalam sekejap itu.
"Paman Lang ayo pergi, kakak sudah sampai di penginapan sekarang. Kita disuruh untuk menyusulnya." Kata Hao Xiang menggoyang-goyangkan tubuh Pang Lang yang terdiam. Pang Lang seketika sadar kembali dan mulai mengekori Hao Xiang dari belakang.
__ADS_1
Putri Liu yang melihat itu merasa rasa kagumnya hilang seketika ketika melihat kejadian itu. Qing Xian sendiri hanya terkekeh kecil. Akhirnya semua orang pun memutuskan untuk bubar dan kembali seperti biasa. Untuk para warga awalnya sudah diperingati tentang masa kritis, namun berhubungan hal itu telah selesai, alhasil kegiatan beraktivitas kembali seperti biasanya.
Di Penginapan
"Ughhkkk Feng'er tinju mu masih terasa sampai kini." Ucap Long Tian mengusap-usap bekas tempat mendaratnya tinju Ling Feng. Sang empu sendiri hanya terkekeh tidak enak sembari menggaruk bagian belakang kepalanya. "Aku minta maaf paman, entah kenapa tangan ku refleks melakukan hal itu." Ucap Ling Feng terkekeh kecil merasa tidak enak. Long Tian hanya berdecak kesal saja, namun tidak mempermasalahkan hal sepele seperti itu.
"Jadi apa yang ingin kakak bicarakan kepada kami." Tanya Hao Xiang mewakili. Ling Feng berkata maksud dari mengumpulkan mereka. "Aku akan berniat melakukan kultivasi tertutup." Kata Ling Feng. "Berapa lama sekiranya kau akan melakukan kultivasi tertutup." Long Tian yang kali ini bertanya. Ling Feng menggelengkan kepalanya, "Entahlah paman mungkin bisa jadi satu tahun atau dua tahun atau mungkin lebih." Jawab Ling Feng.
"Jangan terlalu lama, ingat masih ada orang yang menunggu kepulangan mu. Bukankah kau sudah janji akan langsung menemuinya ketika urusan balas dendam mu selesai." Kata Long Tian dengan nada menggoda. "Tentu aku ingat itu paman, cuman kultivasi ku saat ini masih rendah. Aku ingin meningkatkan kultivasi ku dan memperkuat tubuh fisik serta fondasi tubuh. Supaya aku bisa melindungi apa yang harus dilindungi." Tekad Ling Feng.
"Ya aku percaya itu, aku mah ikut saja kehendak mu. Jadi kau berencana untuk kultivasi tertutup dimana? dunia jiwa milikmu?" Kata Long Tian. Ling Feng menggelengkan kepalanya, "Aku berniat untuk menutup diri di daerah terlarang kekaisaran ini." Kata Ling Feng. Pang Lang yang mendengar itu tentu terkejut.
"Tuan muda yakin, ingin kultivasi tertutup disana? Apakah itu tidak terlalu berbahaya?" Kata Pang Lang khawatir. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum lalu berkata, "Tenang saja, malah menurutku fenomena aneh daerah terlarang tersebut bisa membuahkan manfaat kepada diriku." Kata Ling Feng tersenyum percaya diri.
__ADS_1
>>>>> Bersambung