
“Teknik Tombak Kaisar: Pusaran Pemusnah Iblis!” Teriak Ling Shui mengeratkan pegangan tangannya pada tombak yang menancap pada tubuh komandan iblis itu seketika meledakkan Qi nya sangat besar membentuk sebuah pusaran yang sangat besar, dimana komandan iblis itu menjadi pusat pusaran mengerikan tersebut.
Swosssshhhhh...!
>>>>>>______
Teknik yang di lancarkan oleh Ling Shui menghempaskan apapun yang berada di sekitarnya. Bahkan saat ini semua yang ada di sekitarnya telah hilang sepenuhnya di sapu oleh pusaran angin tersebut.
“Akhhhh! Bocah-bocah sia*an terkutuklah kalian! Yakinlah Jendral dan Raja akan membalaskan dendam ku pada saat itulah aku akan menunggu mu di neraka sana!” Ujar komandan iblis itu seraya berteriak marah.
“Oioioi... Jangan bercanda, jendral dan rajamu akan membalaskan dendam? Tidak perlu repot-repot seperti itu, karena mereka juga akan mati menyusul mu di sana, lalu jangan mengharapkan ku, karena aku masih ingin mencari istri dan menikmati hidup juga.” Ucap Ling Shui seraya tertawa puas, karena mendengar perkataan komandan iblis itu yang terdengar lucu olehnya. Berusaha untuk bersikap tenang, seray mengerahkah seluruh Qi yang ia miliki.
Komandan iblis yang mendengar itu menggertakkan giginya, ia tentunya sangat marah ketika mendengar itu, namun kondisinya nya pun tidak jauh berbeda sampai beberapa saat kemudian teknik pertahanan nya pun hancur tidak kuat menahan serangan Ling Shui yang sangat besar.
Kraaakkk...! Kraaakkk...! Kraaakkk...! Craashhhh...?!
“Akhhhhh...! Aku tidak terima! Aku tidak terima ini! Terkutuklah kalian semua!” Teriak komandan iblis itu sampai kemudian, ia pun sudah tidak dapat bertahan lagi, lalu tercabik-cabik oleh teknik tombak Ling Shui yang dahsyat.
Ling Shui langsung bertekuk lutut, setelah mengeluarkan teknik tombak tersebut yang menghabiskan seluruh Qi di dalam tubuhnya. Ia bahkan sesekali batuk darah karena terlalu memaksakan diri untuk menggunakan teknik tombak tersebut, yang masalahnya belum ia kuasai betul dengan benar.
__ADS_1
“Benar-benar menyedihkan.” Gumam Ling Shui lalu melirik ke arah saudara yang lainnya dimana Ling Huo dan Ling Ji pun sudah selesai dengan pertarungan mereka, dan saat ini sedang menyiksa komandan iblis itu, yang benar-benar dalam keadaan yang sangat miris.
“Apakah kamu bisa berdiri?” Ujar Ling Xiao yang secara tiba-tiba muncul di sisi Ling Shui membuat pemuda itu sedikit terkejut dengan kehadirannya yang sudah berada di sisinya. Ling Shui menghela nafas kasar seraya berkata, “Oh ayolah kak, mungkin saja aku akan langsung mati jika kakak muncul seperti tadi secara tiba-tiba. Setidaknya buat hawa kehadiran kakak bisa di sadarkan oleh orang lain.” Ujar Ling Shui tersenyum masam.
Ling Xiao yang mendengar itu mengedikan kedua bahunya seraya tersenyum tipis di balik penutup wajahnya, ia lalu membantu Ling Shui dengan memapah tubuhnya. Ling Xiao pun kembali bertanya kepadanya, “Apakah kamu berhasil membunuhnya saudara?” Tanya Ling Xiao kepada Ling Shui.
Mendengar pertanyaan itu, Ling Shui menggeleng-gelengkan kepalanya lemah seraya berkata dengan suara serak, “Aku tidak tahu kak. Entah dirinya sudah musnah sepenuhnya, atau kabur dengan jiwanya. Akan tetapi, aku dapat dengan yakin bahwa sekalipun ia benar kabur, jiwanya juga ikut terluka.” Gumam Ling Shui yang dianggukki oleh Ling Xiao.
Teknik yang di lancarkan oleh Ling Shui memang cukup kuat, namun mengingat masih belum sepenuhnya ia kuasai, membuatnya sedikit ragu apakah ia berhasil memusnahkan komandan iblis itu atau tidak.
“Ya jika tidak berhasil sekalipun tidak akan mengubah hasilnya. Ketiga komandan iblis ini akan tetap mati pada akhirnya.” Ucap Ling Xiao.
“Aku hanya ingin menghabisinya dengan tanganku sendiri. Ya walaupun pada akhirnya aku tidak tahu apakah dirinya sudah musnah atau masih hidup sekarang.” Ujar Ling Shui. Ling Ji sendiri langsung bergerak ke arah sisi Ling Shui dan ikut membantu memapah pemuda tersebut.
“Memang dirimu sekali. Ya tapi, sifatmu itulah yang menjadi ciri khasmu. Sisanya kita serahkan saja ke adik kecil kita.” Ucap Ling Huo lalu mereka semua pun tertawa bersama pergi dari sana. Tepat ketika mereka pergi dari dalam bawah tanah tiba-tiba muncul sebuah kabut berwarna hitam lalu berubah menjadi sebuah wujud yang ternyata adalah komandan iblis yang di lawan oleh Ling Huo dan Ling Ji.
“Bocah- bocah itu, akan kupastikan akan membalas ini sepuluh kali lipat lebih kejam dari ini. Terutama bocah yang menggunakan sabit kembar dan sarung tangan besi itu.” Ujar komandan iblis itu menatap penuh dendam dan amarah yang sangat besar ke arah tubuh empat pemuda itu.
Tepat ketika ia hendak pergi dari sana, secara tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah formasi yang menahan dirinya. Tentunya jiwa dari komandan iblis itu terkejut, dengan penghalang tersebut. Dirinya pun sadar dengan yang dimaksud keemapat bocah itu yang melemahkan kemampuan regenerasi luka mereka adalah formasi penghalang ini yang di maksud.
__ADS_1
Ia pun semakin di buat geram, karena kedatangan empat pemuda itu benar-benar sangat matang dan sudah mempunyai solusi untuk menghadapi mereka. Walaupun ia mengetahui hal itu, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, karena saat ini dirinya hanyalah segumpal jiwa gentayangan.
“Aku harus pergi dari sini secepatnya dan melapor kepada Jendral.” Gumam jiwa komandan iblis itu bersiap untuk pergi dari sana menembus penghalang tersebut, namun ketika ia mencoba lagi untuk menembus penghalang tersebut jiwa nya kembali terpental.
Lagi-lagi ia dibuat terdiam, karena penghalang tersebut mempunyai fungsi lainnya. Selain untuk membantu lawannya dalam menghadapi kemampuan regenerasi luka mereka, penghalang tersebut juga mengurung apapun yang ada di dalamnya, termasuk jiwa.
Ia juga menyadari, karena saat keempat pemuda itu berhasil mengalahkan mereka, mereka semua langsung pergi begitu saja tanpa berniat untuk mengeceknya terlebih dahulu. Awalnya ia pikir bahwa keempat pemuda itu sangatlah naif, namun dirinyalah yang sangat naif karena telah berpikiran seperti itu.
“Tidak, tidak, padahal aku sudah susah payah lolos dari kematian. Aku tidak akan pernah sudi mati seperti ini?!” Ucap jiwa dari komandan iblis itu berusaha untuk kabur dari sana, namun hasilnya tetap nihil penghalang tersebut mementalkan dirinya.
Sementara itu di sisi Ling Xiao dan yang lainnya, mereka sudah berada di tempat Ling Di dan Ling Lin’er berada, beserta dengan para tawanan yang mereka selamatkan sebelumnya.
“Nah Ling’er lakukanlah sekarang.” Ucap Ling Xiao yang dianggukki oleh Ling Lin’er. Gadis itu pun memejamkan matanya, pada saat itulah energi jiwa yang sangat besar terpancar dari tubuhnya. Ia pun membuka kedua matanya kembali seraya membentuk segel tangan dan berkata, “Formasi Penyucian Roh.” Ujar Ling Lin’er.
Shriinnnggggg...?! Swosssshhhhh...!!
Pada saat itulah penghalang yang awalnya samar-samar mengitar tempat persembunyian iblis, kini mendadak bercahaya terang lalu api yang sangat besar pun tiba-tiba muncul dari dalam formasi terebut membakar segalanya yang ada di dalam.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.