
“Hahahaha... Sekalipun tetua itu berada di ranah saint, ia tidak mungkin mampu menahan badai energi sekuat itu yang telah di campur dengan Qi Hitam juga.” Ujar Wang Yang seraya memasang senyuman mengejek.
>>>>>>______
Wang Yang tersenyum puas melihat badai energi yang bergejolak di dalam formasi tersebut. Tidak lama kemudian, ia pun merasakan aura yang ia kenal mendekat ke arahnya. Lalu terlihatlah sosok pria paruh baya yang tidak lain adalah pemimpin kota. Melihat badai energi di balik formasi tersebut, Wang Hei sedikit membelalakkan kedua matanya lalu menatap tajam ke arah putranya seraya bertanya.
“Bukankah ini sudah terlalu berlebihan nak? Kalau kau melakukan itu keempat wanita itu bisa saja mati, kan?” Ujar Wang Hei seraya menatap tajam ke arah Wang Yang.
“Aku tahu ayah, aku tahu, tidak perlu panik seperti itu. Aku juga tahu menahan diri dan mana mungkin merusak barang yang ingin kumiliki.” Timpal Wang Yang dengan santai menanggapi perkataan sang ayah. Selang beberapa menit kemudian badai energi yang bergejolak di balik penghalang mulai hilang dan kembali seperti semula.
Kabut putih tebal itu pun terlihat mengelilingi sekitar area di dalam penghalang tersebut. Wang Hei hanya menatap lurus ke dalam formasi penghalang bersama dengan Wang Yang. Tidak lama kemudian, kabut putih tersebut perlahan mulai menghilang dan memperlihatkan sosok Zhang Ling yang berdiri membelakangi ketiga gadis yang saling melindungi.
Melihat itu, Wang Yang pun tersenyum lebar lalu menoleh ke arah Wang Hei seraya berkata, “Apa aku bilang ayah. Mereka pasti baik-baik saja... Ya walaupun Sang tetua terkena luka fisik dan dalam cukup parah.” Ucap Wang Yang tersenyum lebar.
Terlihat penampilan Zhang Ling benar-benar sangat berantakan. Beberapa bagian pakaian nya sudah banyak yang robek, cadar yang menutupi wajahnya pun sudah hilang tidak tersisa. Terlebih lagi darah yang keluar dari puncak kepalanya mengalir deras ke wajahnya, serta di bagian pergelangan tangan kanannya tidak berhenti-henti meneteskan darah. Wajahnya terlihat sangat pucat dan terlihat sangat kelelahan.
Seperkian detik kemudian, Zhang Ling yang terluka parah pun langsung bertekuk lutut karena sudah tidak kuat untuk berdiri kembali. Ia bahkan beberapa kali batuk darah. Cai Lan dan kedua saudarinya yang melihat itu pun langsung mendekat ke arahnya. Terlihat ketiganya merasa sangat bersalah, karena Zhang Ling menjadi seperti itu, karena melindungi mereka bertiga dari gejolak badai energi tadi.
“M-maafkan kami tetua. Karena kami... Karena kami... Tetua menjadi...” Ucap Yin Mei dengan mulut bergetar dan kedua pupilnya sudah berkaca-kaca dan bisa nangis kapan saja. Akan tetapi langsung di hentikan oleh jari Zhang Ling.
“Tidak perlu berkata apa-apa lagi. Itu sudah menjadi kewajibanku juga tanggung jawabku menjadi tetua serta instruktur kalian. Jadi tidak perlu merasa bersalah. Lebih baik kita harus fokus dengan situasi yang kita hadapi saat ini, karena masih tidak jauh berbeda dengan sebelumnya... Uhukkkk...?! Uhukkkk...?!” Ujar Zhang Ling seraya batuk darah kembali.
Melihat Zhang Ling yang batuk darah pun, ketiganya gadis nampak pucat lalu meminta Zhang Ling untuk tidak banyak berbicara lagi. Sampai beberapa saat kemudian terdengar suara dari Wang Yang membuat ketiga gadis tersebut menatap tajam ke arah putra pemimpin kota.
__ADS_1
“Aku terharu sekali. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan kalian benar-benar sangat kuat rupanya ya. Aku cukup tidak menyangkanya.” Ujar Wang Yang seraya
Mereka bahkan kini melihat Wang Hei berada di sisinya yang terlihat memasang raut wajah acuh dan biasa saja. Melihat sepasang ayah dan anak tersebut membuat kemarahan ketiga gadis tersebut memuncak, aura membunuh yang sangat kuat pun sudah terpancar dari ketiganya. Bahkan saking marahnya ketiga gadis tersebut, jika saja bisa membunuh dengan tatapan, Wang Hei dan Wang Yang mungkin sudah terbunuh ratusan kali karena tatapan tajam ketiga gadis tersebut.
“Benar-benar sangat ganas. Aku semakin tidak sabar untuk meniduri kalian bertiga. Kebetulan sekali aku suka dengan wanita yang bersemangat seperti kalian.” Ujar Wang Yang seraya memasang wajah mesum membayangkan dirinya yang meniduri Hu Yan, Yin Mei, dan Cai Lan.
“Yang’er jangan bermain-main lagi. Cepat lumpuhkan mereka sekarang juga. Ritualnya akan kita mulai malam ini.” Ujar Wang Hei kepada Wang Yang. Sang anak yang mendengar itu, terlihat mengeluh seraya berkata, “Ehhhh... Padahal aku masih ingin menikmati wajah tersiksa ketiga gadis cantik ini. Tidak bisakah kita bermain sebentar lagi ayah.” Ujar Wang Yang namun mendapatkan tatapan tajam dari sang ayah membuat dirinya pun berdecak seraya memutar bola matanya malas.
“Baiklah, baiklah, aku mengerti ayah. Tidak perlu setajam itu melihat ke arah ku.” Ucap Wang Yang lalu menoleh kembali ke arah dalam formasi lantas berkata kepada keempat wanita yang berada di dalam formasi. “Seperti yang kalian dengar, jadi aku harap kalian bekerja sama dan patuh kepadaku, karena aku juga tidak ingin merusak kalian.” Ujar Wang Yang.
“Dalam mimpimu! Bahkan sampai mati pun, kami tidak akan sudi untuk menurut kepada sampah pecundang seperti mu!” Ujar Hu Yan membalas perkataan Wang Yang dengan sarkas. Walaupun begitu Wang Yang hanya biasa saja tidak terlihat marah ataupun tersingung sebaliknya ia malah semakin tersenyum.
“Aku jadi semakin menyukai kalian. Wanita yang membantah sepertinya tidak buruk juga.” Ujar Wang Yang tersenyum lebar seraya memasang segel tangan kembali. Lingkaran formasi yang sangat besar pun muncul di hadapan ketiga gadis tersebut. Terlihat keduanya berdiri dihadapan Zhang Ling dengan senjatanya masing-masing.
“Terima ini!” Teriak Wang Yang dengan senyum lebarnya. Hu Yan, Yin Mei, dan Cai Lan yang melihat itu tentunya menyadari bahwa mereka tidak akan bisa menahan ledakan energi Qi tersebut, walaupun begitu ketiganya tetap teguh dan tidak menyerah.
Saat jarak ledakan energi Qi dan ketiga gadis tersebut tinggal beberapa senti, secara tiba-tiba api dari bawah tanah muncul melindungi ketiga gadis tersebut dan Zhang Ling.
Shringgggg...!! Swosssshhhh...?!
“Apa?!” Ujar Wang Yang terkejut ketika melihat api yang tiba-tiba muncul. Tidak berhenti di sana juga. Terlihat sekelibat bayangan bergerak sangat cepat menghancurkan lingkaran formasi tersebut dalam sekali serang membuat Wang Yang terkena efek samping, karena penghancuran paksa formasi lingkaran tersebut.
“Yang’er!” Ujar Wang Hei langsung mendekat kepada anaknya seraya memapahnya untuk berdiri kembali. Ia pun menoleh ke arah dalam penghalang seraya berteriak kencang, “Siapa kau?!” Ujar Wang Hei seraya memasang raut wajah merah padam, tentunya sangat marah.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terlihat sosok pemuda yang mempunyai penampilan mencolok, yaitu rambut merah terang serta kedua pupilnya yang sama dengan dengan warna rambutnya. Melihat sosok pria tersebut Wang Hei pun bingung karena tidak habis pikir dengan pemuda tersebut yang bisa masuk ke dalam formasi penghalang tersebut.
Begitu pula keempat gadis yang telah di lindungi oleh pria tersebut, bahkan mereka terlihat heran serta penasaran siapa pria yang menolong mereka. Akan tetapi ketika melihat wajah dari pria tersebut, ketiga gadis tersebut langsung terpesona dengan ketampanan wajahnya.
“Siapa kau?! Kenapa kau ikut campur urusanku!” Ujar Wang Hei terlihat jelas kemarahan terukir di wajahnya. Akan tetapi, pria tersebut hanya diam saja tidak berniat untuk menimpali perkataan Wang Hei, sehingga membuat pria paruh baya itu semakin marah dan berteriak kencang ke arahnya.
“Jangan diam saja dan jawab aku bajin*an tengik!” Teriak Wang Hei seraya mengeluarkan sebuah cincin hitam dari saku bajunya lalu mengenakannya. Tepat ketika ia mengalirkan Qi ke dalamnya, banyak formasi lingkaran yang muncul di sekitar pria tersebut dan secara tiba-tiba bersinar terang.
“Awas...!” Teriak Cai Lan yang menyadari lingkaran formasi tersebut.
Booommmm...!! Booommmm...!! Booommmm...!!
Formasi demi formasi meledak di sekitar pria tersebut. Zhang Ling, Hu Yan, Yin Mei, dan Cai Lan yang melihat itu membelalakkan matanya. Sementara itu Wang Hei sudah tertawa terbahak-bahak, ia berpikir bahwa pria tampan tersebut sudah mati terkena ledakannya, akan tetapi ia pun langsung di buat terdiam ketika melihat pria tersebut ternyata masih baik-baik saja.
“Tanpa luka sedikitpun?!” Batin semua orang yang ada di sana. Pria tersebut tidak mengatakan sepatah kata pun, raut wajahnya bahkan tidak berubah sama sekali. Ia pun mengangkat satu tangannya ke atas lalu berkata, “Teknik Elemen Api: Api Penghancur Langit.” Ucap pria tersebut.
Swosssshhhhh...!! Baaanggggg...?!
Seketika api yang sangat kuat keluar dari telapak tangan yang ia angkat ke atas melesat cepat menghantam dinding penghalang, bahkan sampai membuat penghalang itu bergetar hebat. Sampai beberapa saat kemudian, penghalang yang seharusnya mustahil dihancurkan pikir semua orang di sana, dengan mudahnya hancur oleh pria berambut merah tersebut.
Craakkkk...!! Craakkkk...!! Craaasssshhhh...!!
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.