
“Baik Tetua dan terima kasih atas nasihatnya.” Ucap Cai Lan memberi hormat kepada Zhang Ling. Lalu dirinya pun hendak menyusul sang Tetua, namun di saat dirinya baru melangkahkan kakinya, secara tiba-tiba ia merasakan aura yang sangat kuat tiba-tiba muncul di sekitarnya.
Kloooopppp...?!
>>>>>>______
Kembali Kepada Ling Feng
“Eh dimana ini?” Gumam Ling Feng seraya menyapu pandangan nya, namun tidak melihat apapun karena disana benar-benar sangat gelap. Sejauh mata memandang hanya ada kegelapan yang tidak terlihat sama sekali ujungnya.
“Paman... Apakah kamu bisa mendengar suaraku?” Ujar Ling Feng.
“Ya nak aku bisa mendengarnya.” Timpal naga kecil tersebut. Mendengar jawaban dari Long Tian, Ling Feng sontak langsung berkata, “Tempat apa ini paman? Kenapa semua yang ada di sini hanya ada kegelapan saja?” Tanya Ling Feng.
“Sepertinya kita berada di retakan dimensi.” Jawab naga kecil tersebut dengan nada bicara yang serius tentunya.
“Retakan Dimensi? Apa itu?” Tanya Ling Feng yang memang tidak tahu apa-apa soal retakan dimensi, ia juga tidak mendengar tentang itu dari Chen Heng dan alhasil ia pun bertanya kepada Long Tian.
“Sebuah tempat misterius, dimana perpaduan antara realitas dan imajinasi menjadi kabur. Penjelasan singkatnya, kita ini berada di sebuah jembatan antara satu dimensi yang menghubungkan dengan dimensi lain.” Jelas Long Tian yang diangguki oleh Ling Feng.
“Kita harus cepat pergi dari sini nak. Jika tidak kita akan benar-benar mati di kekosongan ini, karena energi di sini benar-benar sangat kacau. Terlebih lagi di sini benar-benar sangat ekstrem.” Ucap Long Tian dengan nada bicara yang jauh lebih serius. Bahkan Ling Feng bisa baru pertama kali mendengar nada bicara Long Tian yang begitu serius sejak beberapa tahun silam.
Tanpa pikir panjang ia pun langsung terbang lurus ke depan. Walaupun ia tidak bisa melihat apapun, namun instingnya berkata untuk dirinya maju terus ke depan. Tepat seperti yang di katakan oleh Long Tian, tempat yang bernama Retakan Dimensi ini benar-benar sangat berbahaya. Bahkan bukan hanya Energi di sini yang sangat kacau. Medan sekitarnya benar-benar sangat sulit untuk di lewati.
__ADS_1
Ling Feng bahkan harus melapisi seluruh tubuhnya dengan Kekuatan Jiwanya agar tidak terkena dampak dari medan retakan dimensi yang ekstrem. Walaupun matanya tidak bisa melihat apapun di kegelapan Retakan Dimensi, untungnya indera yang lainnya tidak seperti itu. Berkat itu, Ling Feng dapat merasakan dengan persepsi nya bahwa medan di sekitarnya tidak lah mudah di lalui. Getaran demi getaran yang dapat ia rasakan, serta suaru gemuruh yang cukup keras masih dapat ia rasakan dan dengar dengan jelas.
Tidak terasa waktu sudah berlalu hampir dua bulan lamanya semenjak Ling Feng memasuki Retakan Dimensi, namun sejauh apapun ia terbang, ia masih belum menemukan titik atau tanda-tanda bahwa dirinya akan sampai di ujung dimensi lainnya.
Raut wajahnya sudah sedikit pucat, Kekuatan Jiwa yang ia gunakan untuk melapisi tubuhnya pun mulai menipis karena ia sudah terlalu banyak menggunakan Kekuatan Jiwanya. Pemuda itu sangat menyadari situasi nya saat ini benar-benar terpojok. Walaupun begitu, ia masih tetap tidak menyerah dan terus menerjang retakan dimensi yang kini di penuhi oleh guntur-guntur yang sangat kuat.
“Nak apakah kau masih sanggup?” Ucap Long Tian dengan nada yang tidak berubah masih sama persis dengan yang sebelumnya. Dirinya juga tidak diam saja dan memberitahu Ling Feng mengenai guntur-guntur yang datang kepadanya serta menuntun jalannya.
Mendengar nada bicara Long Tian, kedua sudut bibirnya yang nampak terlihat sudah pucat menyinggungkan senyuman nya. Ling Feng lantas berkata, “Tentu saja paman. Aku masih sanggup. Jangan remehkan aku. Jika hanya guntur-guntur ini, aku masih sanggup menahannya.” Jawab Ling Feng seraya tersenyum tipis. Mendengar hal itu, Long Tian pun menganggukkan kepalanya lalu berkata lagi.
“Berhati-hatilah... Guntur-guntur yang di depan jauh lebih kuat dengan guntur-guntur yang sebelumnya. Kecepatan sambarannya pun tidak main-main. Sekali saja kamu kena terkena serangan langsung guntur tersebut, riwayat kita akan tamat di sini.” Ujar Long Tian dengan serius.
Ling Feng mengeluarkan sebuah pil pemulih kembali dari cincin ruangnya. Entah sudah berapa ratus kali ia menelan pil pemulih semenjak ia masuk ke dalam Retakan Dimensi. Ling Feng menelan pil tersebut, dan energi Jiwa serta Qi mulai terpancar dan langsung mengisi Kekuatan Jiwa dan Lautan Qi Ling Feng yang hampir kering.
Ling Feng mengambil ancang-ancang dan tanpa pikir panjang lagi langsung melesat cepat. Ia juga menggunakan Elemen Petir guna menambah kecepatannya. Ia dengan seksama memberitahukan lokasi guntur-guntur yang datang kepada Ling Feng sembari menutun arahnya.
Jdeerrrr...!! Jdeerrrr...!!
Dibantu arahan Long Tian, Ling Feng dengan gesitnya berliku-liku menghindari guntur-guntur yang datang kepadanya. Walaupun tidak sepenuhnya ia berhasil menghindarinya dan hampir terkena beberapa kali. Long Tian yang membantu mengarahkan jalan, dalam jarak pandang matanya ia melihat secercah cahaya. Melihat itu Long Tian tersenyum puas lalu berkata, “Terus maju nak. Kita akan sampai sedikit lagi.” Ucap Long Tian.
“Cihhhh... Mudah kamu mengatakannya paman. Untuk sekarang kita fokus saja menghindari guntur-guntur ini. Terlebih lagi aku merasakan firasat buruk dari ini.” Ujar Ling Feng terlihat melesat sangat cepat dan berliku-liku menghindari guntur yang ada.
Kekuatan Jiwa dan Qi yang melapisi tubuh Ling Feng mulai menipis, tubuhnya pun juga hampir mencapai batasnya. “Oh ayolah jangan bercanda... Bertahanlah sedikit lagi wahai diriku!” Batin Ling Feng seraya menggigit bagian bawah bibirnya sekali lagi menghentaknya dalam sekali nafas. Ia mengabaikan perlindungan tubuhnya dan fokus memperkuat bagian kakinya. Ling Feng melesat cepat dua kali lipat dari yang sebelumnya dan berhasil melewati lautan guntur di retakan dimensi tersebut. Ia juga sudah bisa melihat secercah cahaya yang di maksud oleh Long Tian.
__ADS_1
“Sedikit lagi, ayolah tinggal sedikit lagi.” Gumam Ling Feng yang terus melesat cepat menuju cahaya tersebut. Sampai hal tidak terduga pun datang.
Jdeeeeerrrrrrrrr......!!!!
Guntur yang awalnya sudah sangat kuat lagi cepat sebelumnya, tiba-tiba muncul satu guntur yang kekuatan nya melebihi guntur sebelumnya. Guntur kuat tersebut meyambar cepat mengejar Ling Feng dari arah belakang. Baik itu Ling Feng dan Long Tian pun bahkan tersentak kaget ketika mendengar guntur tersebut.
“Cihhhh sudah tidak sempat lagi.” Batin Ling Feng seraya mengeluarkan Pedang Pelangi Delapan Elemennya. Ia pun berbalik lalu menghunuskan pedangnya ke depan menahan guntur kuat tersebut.
“Akhhhhhh... Jangan bercanda! Apapun yang terjadi aku akan tetap hidup!” Teriak Ling Feng seraya menggenggam erat gagang Pedang Pelangi, dan mengerahkan Tenaga terakhirnya menahan guntur kuat tersebut.
Benturan antara guntur kuat dan Pedang Pelangi benar-benar sangat luar biasa.
“Akhhhhhh... Jangan bercanda!” Ujar Ling Feng mengeluarkan sebuah pil pemulih kembali lalu mengeluarkan seluruh yang ia punya.
“Teknik Pedang Elemen: Naga Delapan Elemen Hancurkan Langit!” Teriak Ling Feng mengalirkan seluruh Kekuatannya yang tersisa. Akibat dari benturan yang dahsyat antara dua kekuatan yang luar biasa itu, hasilnya sebuah ledakan yang sangat besar tercipta.
Boooooommmmm...?!
“Kuggghhhkkkk...?!” Suara terakhir yang keluar dari mulut Ling Feng sebelum dirinya kehilangan kesadaran.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1