
“Bocah bren*sek! Matilah kau!” Teriak wali kota maju menyerang ke arah Ling Feng.
>>>>>>_______
Wali kota itu maju menyerang ke arah Ling Feng dengan sangat cepat. Semua pasang mata hanya bisa menatap Ling Feng dengan tatapan simpati, mengingat betapa kuatnya sang wali kota, orang nomor satu di kota tersebut, namun ketika melihat sosok Ling Feng yang begitu tenang, semua orang tidak bisa untuk tidak takjub terhadap nya.
Mereka tidak bisa melihat gerakan sang wali kota, karena memang gerakan nya yang begitu cepat sampai dimana mata telanjang tidak bisa untuk melihat seberapa cepat gerakan tersebut, dan secara tiba-tiba sang wali kota sudah berada tepat di depan Ling Feng dengan posisi siap menyerang menggunakan tinjunya.
“Terima ini! Teknik Tinju Harimau Langit: Pukulan membelah langit!” Teriak wali kota seraya melancarkan kepalan tangannya yang telah terfokus oleh Qi yang sangat padat kepada Ling Feng.
“Lamban.” Kata yang tiba-tiba keluar dari mulut Ling Feng membuat sang wali kota terkejut ketika mendengar apa yang ia ucapkan.
“Apa kau bil-“
Sebelum sang wali kota menyelesaikan apa yang hendak ia katakan, secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tidak bisa ia ikuti, kepalan tangan Ling Feng sudah bersarang terlebih dahulu tepat di bagian dadanya dan menghempaskan sangat kuat, bahkan saking kuatnya, ia menghancurkan beberapa bangunan kota yang ia lewati.
Semua orang yang awalnya bersimpati kepada Ling Feng, raut wajah mereka berubah drastis, melihat Ling Feng dengan mudahnya menghempaskan sang wali kota begitu saja membuat semua orang yang ada di sana menahan nafasnya masing-masing dengan pemuda tersebut.
Bahkan pemuda sombong dan ayahnya tidak bisa untuk gemetar ketakutan, melihat orang terkuat mereka saja begitu mudah di lempar, bak melemparkan benda tidak berharga. Ling Feng sendiri mengacuhkan semua pasang mata orang-orang ia melangkah keluar dari tempat tersebut dengan langkah ringan seraya merentangkan tangan nya kedepan, semua orang yang ada di sana tidak ada yang bersuara sama sekali dan tidak sedikit yang menahan nafas.
Tepat Ling Feng merentangkan tangannya kedepan dengan sempurna, sang wali kota yang awalnya terhempas sangat jauh tertimpa oleh puing-puing bangunan, kini dengan sangat cepat melesat kembali ke tempat Ling Feng berada, dimana leher sang wali kota berada tepat di dalam cengkeraman tangannya.
__ADS_1
Terlihat keadaan sang wali kota yang benar-benar mengenaskan, semua orang yang ada di sana menatap ngeri, melihat luka-luka yang dialami oleh sang wali kota. Orang terkuat di kota tersebut, benar-benar di buat samsak tinju oleh seorang pemuda yang bahkan tidak diketahui identitas nya.
“Uhukkk... Uhukkkk... A-ampuni aku tuan muda. A-aku salah. Aku salah, karena tidak mengenali sosok Anda.” Kata sang wali kota dengan suara parau bercampur nada yang bergetar, rasa sakit yang bercampur aduk dengan ketakutan, itulah yang dialami sang wali kota ketika melihat sosok Ling Feng yang berada di hadapannya.
“Mengampuni? Kenapa aku harus mengampuni orang yang jelas-jelas melancarkan niat membunuh kepadaku?” Ucap Ling Feng dengan santai tanpa beban, namun hal itu cukup membuat detak jantung sang wali kota dan dua orang yang menyinggung meningkatkan hampir tiga kali lipat.
“A-aku... Aku...” Sang wali kota mendadak gugup, karena tidak bisa untuk membalas perkataan Ling Feng. Ling Feng tidak bergeming sama sekali, dan secara tiba-tiba menghilangkan tatapan intensnya, membuat semua orang yang berada di sana bisa kembali bernafas lega.
“Ya untung saja aku sedang dalam suasana hati yang baik, karena makanan yang ada di kedai ini sangat enak dan itu memuaskan ku. Jika saja aku benar-benar dalam suasana hati yang buruk, maka kota ini harus mencari pengganti wali kota yang baru.” Kata Ling Feng seraya melepaskan wali kota dari cengkeraman nya.
Sang wali kota yang paham akan maksud dari perkataan Ling Feng, langsung bersujud tepat di hadapannya seraya mengucapkan terima kasih atas belas kasihan Ling Feng kepadanya.
“K-kami benar-benar boleh pergi dari sini tuan muda?” Tanya sang wali kota dengan pemilihan kata yang hati-hati.
“Ya jika kalian masih ingin di hajar sampai mati, maka tetap saja di sini.” Timpal Ling Feng tanpa menoleh ke arah sang wali kota.
“Kami pergi dari sini. Kami pergi dari sini.” Kata sang wali kota yang tanpa basa-basi langsung pergi dengan sangat cepat, dan menghilang dalam sekejap bersama dengan orang-orangnya. Setelah kepergian sang wali kota dan orang-orangnya, semua orang pun menatap kagum dan takjub kepadanya, terlebih lagi penampilan nya yang terlihat masih sangat muda. Orang yang berani melawan bangsawan di kota ini, pastinya bukanlah orang yang biasa-biasa saja.
Ling Feng hanya mengabaikan hal itu, lalu kembali masuk ke dalam kedai dan meminta sang pelayan untuk menyiapkan meja untuknya. Tentunya sang pelayan tidak menolak permintaan Ling Feng, ia dengan cekatakan membawa Ling Feng ke meja terbaik yang berada di lantai dua, sang pemilik toko juga berterima kasih kepada Ling Feng, dan memberikan pelayanan gratis sebagai tanda terima kasih.
Ling Feng tidak menolaknya dan menerima, ia menyantap semua hidangan yang telah tersedia di sana dengan lahap, dan kali ini tidak diganggu oleh siapapun, di sela-sela ia menikmati makanannya, Ling Feng menyeringai tipis sejenak, lalu kembali menyantap makanannya.
__ADS_1
Sementara Itu di Sisi Lain
“Keparat...!!!” Teriak seorang pria sepuh seraya menggertakkan giginya, terlihat pria tersebut sangat marah, karena raut wajah benar-benar gelap. Segala macam benda hiasan yang terpampang rapih di sana, ia hempaskan seluruhnya meluapkan kemarahannya.
Prangggg...! Prangggg...!
Pria sepuh itu tidak lain adalah sang wali kota yang marah, karena mengingat dirinya telah mendapatkan penghinaan, terlebih lagi penghinaan itu ia peroleh dari seorang pemuda yang membuatnya semakin marah ketika mengingatnya.
“Berani-beraninya bocah itu menghina diriku yang agung ini. Berani-beraninya bocah itu menghina diriku yang agung ini!” Teriak sang wali kota yang sangat marah.
“Ya ampun~ apa yang telah terjadi wali kota ku? Sepertinya kau sangat marah, sampai-sampai menghancurkan semua benda yang ada di sini~” Ucap seorang wanita dengan nada menggoda. Mendengar perkataan itu, sang wali kota yang awalnya sangat marah, mulai mengatur nafasnya untuk menenangkan dirinya. Setelah cukup tenang, ia pun berbalik menghadap kepada wanita yang telah berada di tempat tidur tanpa sehelai benang menutupi bagian tubuhnya.
Wanita tersebut tersenyum menggoda kepada sang wali kota, yang di balas tatapan lembut serta senyuman dari sang wali kota. Sang wali kota pun melangkah mendekati wanita tersebut dan duduk di sisi tempat tidur seraya berkata, “Tidak apa-apa gadisku. Hanya merasa kesal saja tadi.” Kata sang wali kota.
“Ya ampun~ daripada kamu marah-marah, lebih baik kamu bersenang-senang denganku. Wali kota~” Bisik wanita tersebut dengan nada menggoda, seraya mendekap tubuh sang wali kota.
“Hahahaha... Seperti yang diharapkan dari gadisku. Aku akan membuatmu bahagia dengan tubuh perkasa ku.” Kata sang wali kota yang mulai menanggalkan pakaiannya, lalu naik ke atas tempat tidur.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku
__ADS_1