
Yue Guan tidak bisa mendekat ke arah Han Ying. Walaupun ia mempunyai kecepatan yang tidak bisa di halau oleh Han Ying, namun pedang api yang mengelilingi nya benar-benar masalah untuk mengatasi kecepatannya. Pada akhirnya, ia pun tidak mempunyai pilihan selain menggunakan rencana lainnnya.
>>>>>>______
“Sudah cukup. Perwakilan dari kekaisaran Han tidak bisa bertarung lagi. Pemenangnya adalah perwakilan dari kekaisaran Wei.” Teriak waasit mengumumkan pemenang pertandingan ke lima yaitu, Yue Guan. Tepuk tangan riuh pun langsung menyambut akhirnya pertandingan ke lima. Pada akhirnya Han Ying kalah, karena telah kehabisan Qi terlebih dahulu. Walaupun awalnya ia bertanding seimbang, namun ketika Yue Guan mulai menghancurkan pedang apinya satu persatu, membuatnya Qi dalam tubuhnya cepat terkuras habis, sampai dua puluh menit kemudian, Han Ying benar-benar kehabisan Qi.
Han Ying jatuh tersungkur menghadap langit-langit. Dirinya pun sontak bergumam pelan, “Kalah ya...” Gumam pelan Han Ying. Berbagai macam emosi campur aduk di dalam dirinya saat, namun satu hal yang pasti, ia tidak pernah berhenti tersenyum walaupun pertandingan telah berakhir.
“Terima kasih atas kerja kerasnya. Kau melakukannya dengan baik Ying’er.” Ucap Han Shen yang tiba-tiba muncul dan langsung membantunya untuk berdiri. “Kakak m-maafkan aku, karena tidak bisa membawa kemenangan.” Ucap Han Ying tertunduk lesu, tidak berani menatap wajah pemuda yang membantu menopang dirinya.
Mendengar hal itu, Han Shen sontak menyentil dahi adik bungsunya itu cukup kencang, sampai-sampai membuat sang adik mengaduh kesakitan. “Aduh kakak. Sakit tahu itu.” Protes Han Ying seraya mengusap-ngusap dahinya yang panas. Han Shen tidak mengindahkan ocehan sang adik, dan sebaliknya malah berkata, “Dasar adik bodoh. Kau itu kuat, hanya saja lawanmu saat ini berada empat tingkat lebih tinggi darimu. Jika itu berada di ranah yang sama, aku yakin adikku ini tidak akan pernah kalah.” Ucap Han Shen seraya melangkah pelan meninggalkan arena pertandingan.
Han Ying yang mendengar itu di buat terdiam, tidak bisa berkata apa-apa. Bibirnya bergetar, dan ia tahan dengan cara menggigit kecil bagian bawah pipinya.
>>>>>>_______
Pertandingan pun di lanjutkan, orang yang maju adalah seorang wanita cantik dari kekaisaran Wei yaitu, Qing Xian yang melawan kekaisaran Wu. Pada saat Qing Xian maju dirinya mengenakan armor yang di berikan oleh Ling Feng pada saat pelelangan kemarin. Bagi para peserta lelang mungkin yang saat ini berada di arena pertandingan, mungkin tidak asing dengan armor tersebut.
Bing Jiao menatap lurus ke arah Qing Xian, pertarungan pun dimulai dan hanya dalam waktu singkat Qing Xian menumbangkan lawannya, Para penonton bertepuk tangan riuh atas kemenangan Qing Xian. Qing Xian menatap lurus ke arah Bing Jiao, yang mana Bing Jiao pun melakukan hal yang sama, hal itu hanya berlangsung seperkian menit sampai Qing Xian yang lebih dahulu memutuskan untuk mengalihkan pandangan.
“Apakah Ling Feng sudah mengabarimu Jiao’er?” Tanya Tetua Han dengan nada gelisah yang disambut gelengan kepala oleh wanita tersebut. Mendengar hal itu, Tetua Han menghela nafas gusar, merasa sangat gelisah, karena batang hidung dari pemuda tersebut masih belum terlihat sampai saat ini.
Pertandingan nya sebentar lagi akan di mulai, saat ini sedang berlangsung pertandinga ketujuh, yang mana Fang Yin seorang jenius dari perwakilan Kekaisaran Wu melawan pihak dari kekaisaran Shu. Melihatnya saja pertandingannya pasti akan berlangsung cukup singkat, karena selain perbedaan ranah yang jelas, Fang Yin lebih kuat dari lawannya saat ini.
Benar saja, pertandingan ketujuh pun selesai dengan kurun waktu sepuluh menit saja, karena perbedaan kekuatan dan ranah terlihat sangat jelas. “Baiklah kita beralih ke pertandingan terakhir. Untuk peserta dari pertandingan terakhir diharapkan untuk naik ke atas arena.” Ucap sang wasit. Tetua Han yang mendengar itu semakin gelisah, karena Ling Feng masih belum muncul juga dan tidak mempunyai solusi sama sekali saat ini.
__ADS_1
Empat menit pun berlalu begitu saja. Ju Yao selaku lawan dari Ling Feng sudah berdiri di arena, wasit pun melirik ke arah kubu Kekaisaran Han dan melangkah kearahnya. “Jika sampai satu menit kemudian, peserta yang di panggil tidak juga naik ke atas arena, maka akan di diskualifikasi.” Ujar sang wasit.
Mendengar hal itu perwakilan dari kekaisaran Han memasang senyum masam tidak berbuat apa-apa sama sekali, karena saat ini mereka sama sekali tidak mengetahui keberadaan Ling Feng berada. Para penonton pun mulai tidak sabaran dan berteriak-teriak mengungkapkan rasa kekesalan mereka masing-masing.
Sampai seperkian detik lagi hendak mencapai lima menit, secara tiba-tiba terdengar suara langkah kaki ditengah-tengah kebisingan itu. Pada awalnya semua orang yang berada di sana tidak menyandarinya, sampai detik kemudian, mereka semua pun terdiam, karena suara langkah kaki tersebut semakin jelas terdengar di indera pendengaran mereka masing-masing. Suasasa pertandingan pun mendadak hening, karena suara langkah kaki tersebut.
Semua pasang mata termasuk Ju Yao yang berada di atas melirik ke arah yang sama, dimana sumber suara langkah kaki tersebut berasal dari lorong masuk. Tidak ada suara sedikit pun, bahkan jika ada sebuah koin yang jatuh ke tanah, suara gemercik nya akan terdengar sangat jelas di saat ini.
Terlihat seorang pemuda melangkah dengan sangat tenang dengan sebuah topeng menutupi wajahnya, pemuda tersebut tentunya tidak salah lagi adalah Ling Feng. Tetua Han, Han Shen, dan Bing Jiao sontak bergerak ke arah pemuda tersebut.
“Saudara akhrinya kau datang. Kami sudah sangat khawatir kau tidak benar-benar datang tahu.”
“Kakak selamat datang. Jiao’er percaya pasti kakak tidak akan berbohong dan datang ke sini.”
“Dasar kau ini nak, tindakan mu saat ini benar-benar tidak baik untuk jantungku tahu.”
Pandangannya pun beralih kepada Tetua Han dan mengatakan hal yang sama, “Maafkan aku.” Ucap Ling Feng yang di balas tepukan pelan tepat di pundak Ling Feng. “Tidak masalah, walaupun kau hampir didiskualifikasi jika telat beberapa detik lagi. Sekarang majulah.” Ucap Tetua Han.
Ling Feng mengangguk kan kepala nya, lalu menoleh ke arah arena dan melangkah ke sana. “Ya tetua. Serahkan saja kepadaku.” Ucap Ling Feng melangkah naik ke atas arena.
“Aku minta maaf, karena telah menunda pertandingan nya cukup lama.” Ucap Ling Feng dengan tulus kepada Ju Yao, namun respon dari pemuda tersebut begitu angkuh, bahkan samar-samar ia merasakan kebencian dari nya, membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti sama sekali dengan alasan Ju Yao yang membenci nya.
“Pertandingan terakhir di mulai.” Ucap sang wasit itu langsung melompat turun dari arena. Ju Yao tidak menahan diri sama sekali dan langsung menerjang cepat ke arah Ling Feng yang belum bersiap-siap. Walaupun begitu, kecepatan Ju Yao bukanlah apa-apa dihadapan Ling Feng.
Shringggg
__ADS_1
Ctaangggg
Ling Feng tidak menggunakan kedua pedang utamanya, ia memilih untuk menggunakna pedang es yang ia dapatkan dari hutan terlarang beberapa tahun yang lalu. Ling Feng sekali lagi memastikannya, dan benar saja bahwa lawannya benar-benar menunjuk kan rasa tidak suka kepada nya, yang padahal ini adalah pertemuan pertama nya.
Ju Yao tidak berhenti di situ saja, dan terus melancarkan serangan pedang yang sangat intens tidak memberikan jeda sedikit pun kepada Ling Feng. Tentu saja menahan serangan tersebut tidaklah sulit bagi Ling Feng. Semua serangan nya dengan mudah di tahan oleh Ling Feng.
Sampai kemudian, Ju Yao pun tiba-tiba berkata, “Kenapa? Kenapa harus kau yang menarik perhatian nya? Padahal aku lebih baik darimu, tapi kenapa ia terus-terusan memandang ke arah mu? Padahal ia tidak pernah menunjukkan minatnya sama sekali kepadaku, akan tetapi kenapa harus dirimu yang menarik perhatian nya?” Perkataan Ju Yao yang terdengar jelas ditelinga Ling Feng, namun pemuda tersebut tidak memahami maksud dari perkataan Ju Yao.
Ling Feng pun menerka-nerka, sampai matanya sampai ke arah kubu Kekaisaran Wei, dimana Qing Xian sedang menatap minat ke arah nya. Ling Feng pun jadi teringat dari apa yang dikatakan oleh To Mu kepada nya, tentang seorang tuan muda sekte yang berusaha untuk mengejar-ngejar Qing Xian, walaupun sudah di tolak olehnya berkali-kali.
“Jadi tuan muda itu orang ini, kah.” Batin Ling Feng mengerti sekarang, alasan apa yang membuat Ju Yao membenci nya. Ju Yao pun sontak melepaskan Qi nya, memancarkan aura yang sangat kuat dari tubuh nya. Ranah langit bintang tiga itulah tingkatan Ju Yao saat ini. “Tidak akan kubiarkan siapapun menarik perhatian nya selain diriku.” Ucap Ju Yao melesat cepat ke arah Ling Feng dengan pedang terhunus.
Seluruh pasang mata menatap takjub ke arah Ju Yao, para penonton bersorak riuh ketika Ju Yao memancarkan Qi yang sangat dahsyat.
“Teknik Pedang Lembah Neraka gerakan kedua: Melahap Api Lahar.” Ucap Ju Yao menghunuskan pedang nya dengan niat membunuh kali ini. Ju Yao telah gelap mata, di lahap oleh kebenciannya kepada Ling Feng. Para tetua yang melihat itu terkejut, terutama tetua dari kekaisaran Wei.
“Yao’er hentikan serangan mu sekarang jug-“ Teriak tetua dari kekaisaran Wei, namun terlambat. Ju Yao dengan cepat sudah berada di depan Ling Feng dengan pedang nya sudah hampir mecapai leher dari Ling Feng.
Shringggg
“Dasar bodoh.” Ucap Ling Feng
Ctangggg
“Bagaimana mungkin?!” Kata-kata terkejut yang keluar dari mulut Ju Yao, ketika Ling Feng dengan mudah menahan serangan nya.
__ADS_1
>>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.