Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Jiwa Level 4


__ADS_3

..."Manusia itu dikutuk untuk bebas"...


...(Jean Paul Sartre)...


...>>>>>_____<<<<<...


"Terima kasih atas kebaikan tuan telah memberikan ku nama" Kata Paman Mu menundukkan kepalanya.


"Ughkkk, paman bisakah tidak memanggil tuan ? Aku terkesan tua jadinya jika paman memanggil ku seperti itu dan lagi, aku masih muda paman" Kata Ling Feng yang tidak nyaman dengan panggilan To Mu.


"Hamba tidak bisa seperti itu, Jika hamba memanggil anda dengan nama tuan. Terkesan tidak sopan walaupun anda lebih muda dari hamba" Kata To Mu masih bersikukuh dengan pendirian nya. Ling Feng yang mendengar itu menepuk dahinya bingung apa yang harus dikatakan nantinya.


"Baiklah, baiklah, Panggil tuan muda saja. Apakah itu cukup Paman ?" Kata Ling Feng memikirkan solusi nya. To Mu berfikir sejenak Membuat Ling Feng menghela nafas lalu berkata kembali.


"Sudahlah paman, tidak perlu memikirkan hal yang tidak terlalu penting seperti itu" Kata Ling Feng dan langsung dengan cepat di sanggah.


"Tidak bisa Tuan sudah kewajiban bawahan untuk sopan santun kepada Atasan" Kata To Mu tetap berpegang teguh membuat Ling Feng pusing memikirkannya dan akhirnya terselip sebuah ide kepalanya.


"Baiklah, jadi perintahku termasuk hal yang tidak bisa kau bantah kan ?" Kata Ling Feng langsung mengesekusi ide di kepalanya dan dengan tegas To Mu menganggukkan kepalanya berkata.


"Tentu saja itu pasti" Kata To Mu dengan nada yang tegas. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum kembali berkata.


"Kalau begitu aku perintahkan paman untuk memanggil ku dengan panggilan akrab saja" Kata Ling Feng dengan nada tegas tidak terbantahkan.


"Baiklah kalau begitu aku ak-, tunggu, tunggu, apa perintah tuan tadi" Kata To Mu harap-harap salah dengar. Ling Feng yang melihat itu hanya berkata santai sekali dengan senyuman tercetak di wajahnya.


"Tidak ada bahasa formal di antara kita, cukup panggil aku dengan panggilan akrab saja Paman" Kata Ling Feng dengan senyuman masih tercetak di wajahnya.


"Hal itu....." Kata To Mu ingin mengatakan sesuatu namun langsung di sanggah oleh Ling Feng.

__ADS_1


"Apakah paman tidak menuruti perintah ku ?" Kata Ling Feng dengan nada tegas dan raut wajah yang serius membuat To Mu terdiam menghela nafas panjang saja.


"Baiklah jika itu perintah Tuan, maka akan hamba laksanakan" Kata To Mu hanya bisa pasrah dan Ling Feng langsung tersenyum kembali.


"Bukan tuan, tapi Feng'er. Lalu bukan hamba, tapi paman" Kata Ling Feng mengingatkan dengan nada yang serius namun masih di iringi senyuman yang tercetak di wajahnya.


"Baiklah, baiklah, Tu-maksudku Feng'er" Kata To Mu yang masih sedikit kaku dengan hal seperti itu. Ling Feng yang mendengar itu hanya terkekeh melihat Kesadaran dari artefak yang sudah menyatu dengan jiwa nya itu.


"Jadi Paman Mu kenapa kau membawa ku kesini ?" Kata Ling Feng bertanya. To Mu yang awalnya canggung dengan permintaan Ling Feng langsung kembali ke pribadian yang bermartabat.


"Bukankah Tu-maksudku Feng'er ingin berlatih ? Jadi Paman membawa Feng'er masuk ke dalam ruang jiwa untuk memberitahu bahwa Feng'er bisa berlatih disini bahkan energi yang ada disini tidak kalah dengan energi yang berada di dunia luar" Jelas To Mu masih kaku.


"Begitukah" Ling Feng dan baru sadar bahwa aura artefak ruang jiwanya tidak kalah dengan dunia luar bahkan lebih baik dari dunia luar.


"Aku tidak menyangka bahwa ada harta yang sangat berharga didalam diriku ini" Kata Ling Feng senang dengan artefak yang sudah menyatu dengan tubuhnya.


"Aura disini sangat cocok untuk meditasi dan berlatih alkemis tanpa harus takut kekurangan energi" Jelas To Mu.


"Jika Feng'er ingin berlatih, masuk saja kedalam gua tersebut. Didalam gua tersebut ada Sebuah ruangan untuk berlatih" Kata To Mu yang sudah mulai tidak terlalu kaku. Ling Feng yang mendengar itu tanpa basa-basi langsung berlari kedalam untuk segera berlatih.


"Dengan aura yang seperti ini, tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menembus level kekuatan jiwa selanjutnya" Kata Ling Feng dan langsung mulai berlatih Kekuatan jiwanya dengan membuat beragam pil.


To Mu yang melihat tuan barunya hanya tersenyum tidak menyangka lalu merenung dan langsung menggelengkan kepalanya.


"Takdirkah....Sepertinya akan jadi hal yang menarik, Benarkan tuan" Kata To Mu mendongakkan kepalanya keatas dan langsung menghilang melakukan sesuatu.


Satu Minggu di dunia Jiwa Ling Feng


Boommmm

__ADS_1


Suara ledakan terdengar dari dalam gua tempat Ling Feng berlatih yang menandakan bahwa ia sudah naik level.


"Akhirnya aku menembus Level 4 dengan ini aku bisa membuat pil yang lebih tinggi dan bisa mempelajari ilmu tentang formasi" Ling Feng merasa senang sekali karena, telah berhasil naik tingkat. Lalu dari kekosongan To Mu tiba-tiba muncul.


"Selamat Feng'er karena, sudah naik level berikutnya" Kata To Mu memberi selamat kepada Ling Feng.


"Terima kasih paman" Kata Ling Feng juga merasa senang dan sedetik kemudian raut wajahnya langsung berubah dan berkata.


"Gawat aku lupa, sudah berapa hari aku di dunia Jiwa ? Sampai aku lupa bahwa ada perayaan kota Cheng Du" Kata Ling Feng lupa karena, saking asiknya berlatih.


"Ini buruk, hal merepotkan pasti akan terjadi" Kata Ling Feng menepuk dahinya sampai perkatan To Mu mengubah raut wajah Ling Feng.


"Tidak perlu khawatir Feng'er. Paman sudah merubah aliran waktu dunia Jiwa menjadi lebih cepat dari dunia luar. Satu hari di dunia Jiwa sama dengan satu jam di dunia luar" Jelas To Mu Membuat raut wajah Ling Feng kembali cerah.


"Benarkah itu paman ? Wah untung saja Paman sudah melakukan persiapan seperti itu" Kata Ling Feng dengan raut wajah leganya.


"Jadi aliran waktu disini Satu hari disini sama dengan satu jam di dunia luar ya, kalau begitu aku akan berlatih lebih lama lagi di sini" Kata Ling Feng memutuskan.


"Jika Feng'er ingin berlatih, di salah satu ruangan dari gua ini ada sebuah ruangan yang didalam banyak buku teknik-teknik. Jika Feng'er tertarik untuk melatih teknik-teknik tersebut banyak tertera rapih disana" Kata To Mu menjelaskan dan diangguki oleh Ling Feng.


"Ya, aku sudah mengetahuinya terima kasih paman" Kata Ling Feng ingin beranjak menuju salah satu ruangan tersebut namun langkah kakinya terhenti karena, Melihat sebuah telur.


"Eh, telur ini kalo tidak salah adalah barang yang kudapatkan dari lelang Paviliun Qiancheng" Kata Ling Feng memperhatikan lebih teliti telur itu.


"Aku sampai lupa dengan barang-barang yang kudapatkan dari lelang Paviliun Qiancheng waktu itu" Kata Ling Feng mulai mengingat-ingat kembali barang-barang yang ia dapatkan waktu itu.


"Aku masih penasaran dengan telur ini" Kata Ling Feng memperhatikan telur didepannya dan tiba-tiba.....


>>>>> Bersambung

__ADS_1


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )


( Blizzardauthor)


__ADS_2