
“Apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku?” Qin Mei bertanya balik. “Apakah tubuhmu baik-baik saja?” Tanya Ling Feng yang seketika membuat Qin Mei tersentak ketika mendengar apa yang ditanyakan oleh Ling Feng, bukan hanya Qin Mei saja pria sepuh yang berada di sisi Qin Mei pun menunjukkan ekspresi terkejut ketika mendengar perkataan Ling Feng.
Melihat respon Qin Mei dan pria sepuh di sisinya, Ling Feng pun berbalik seraya berkata, “Maaf, lupakan saja apa yang baru saja ku katakan. Kalau begitu aku kembali terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng lalu pamit dari sana.
>>>>>>______
Setelah Ling Feng keluar dari ruangan tersebut, sang manager pun juga ikut keluar untuk mengurus pelelangan dan mengatur kembali urutan barang-barang yang akan di lelang. Kini tersisa Qin Mei dan pria sepuh yang berada di sampingnya. “N-nona muda ini... Apakah pemuda itu benar-benar mengetahui kondisi tubuh Anda?” Ujar pria sepuh itu yang tidak lain adalah Qin Ho.
“Sepertinya begitu paman. Lebih tepatnya ia seperti sudah mengetahui kondisi tubuhku sejak beberapa tahun yang lalu.” Timpal Qin Mei. Alasan lain dirinya ingin bertemu dengan Ling Feng adalah memastikan hal tersebut, pasalnya kondisi tubuhnya saat ini adalah suatu hal yang tabu, bahkan dikeluarganya sendiri hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya. Akan tetapi, entah dengan cara apa entah mengapa Ling Feng bisa menyadari ada sesuatu yang tidak beres dari tubuh Qin Mei.
Walaupun saat itu ia sempat ragu apakah Ling Feng mengetahui kondisi tubuhnya atau tidak, karena ekspresi Ling Feng benar-benar acuh tak acuh dan biasa saja. Namun, melihat apa yang baru saja dirinya katakan tadi, sudah jelas Ling Feng memang sudah mengetahui tentang kondisi tubuh khususnya juga.
“Ya akan kubahas itu nanti saja dengannya setelah lelang.” Ucap Qin Mei lagi yang dianggukki oleh Qin Ho.
>>>>>>______
Kembali Kepada Ling Feng
Tok... Tok... Tok...
“Aku akan masuk ke dalam.” Ucap Ling Feng lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
“Selamat datang kembali kakak.” Sambut Bing Jiao dengan senyuman manisnya, senang melihat Ling Feng telah kembali. “Maaf, karena telah membuat kalian menunggu. Apakah pelelangannya sudah di mulai?” Tanya Ling Feng seraya duduk di sebelah Yang Sun.
“Mungkin sebentar lagi, tapi daripada hal itu, aku lebih penasaran denganmu plakat milikmu yang sampai-sampai membuat manager dari tempat ini bersikap hormat kepadamu.” Ucap Han Ying penasaran, bukan hanya dirinya saja Bing Jiao, Qing Xian, dan Yang Sun juga penasaran dengan hal itu.
“Eh, kukira kalian sudah tahu tempat pelelangan ini, mengingat kalian bertiga yang mengajakku kemari.” Ujar Ling Feng terkekeh pelan, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ling Feng pun memberitahukan kepada mereka bertiga, bahwa tempat ini adalah cabang dari Paviliun Qiancheng.
Tentu saja ketiganya pun terkejut, tidak menyangka, Ling Feng yang melihat respon terkejut dari ketiganya mewajarkan nya, karena dirinya juga sempat tidak sadar. Jika saja ia tidak menyadari hawa keberadaan Qin Mei dan Qin Ho. Dirinya mungkin tidak akan pernah tahu, bahwa tempat ini adalah cabang dari Paviliun Qiancheng.
Bangunan cabang Paviliun Qiancheng di kota naga langit benar-benar berbeda dengan cabang-cabang yang tersebar di empat kekaisaran, jadi wajar saja rasanya jika tidak mengetahuinya. “A-aku benar-benar tidak tahu, bahwa ini adalah cabang dari Paviliun Qiancheng.” Ucap Qing Xian.
“Jangankan dirimu saudari, kami berdua saja yang sudah sering mampir ke kota ini tidak pernah sadar ada cabang dari Paviliun Qiancheng di kota ini.” Batin Han Ying dan Bing Jiao bersamaan.
Terlihat seorang wanita cantik dan berpakaian cukup terbuka naik ke atas panggung, dirinya lantas tersenyum dihadapan orang-orang yang hadir di pelelangan tersebut. “Selamat siang dan selamat datang di acara lelang hari ini. Aku Qui Fen yang akan memimpin acara lelang hari ini.” Ujar wanita yang berdiri di tengah-tangah panggung tersebut sekali lagi memberikan senyum memikat.
Tempat pelelangan tersebut yang awalnya masih cukup ramai dan berisik, seketika langsung sunyi dan semua pasang mata langsung terfokus pada wanita tersebut. Setelah suasananya sudah tenang dan sunyi, wanita yang bernama Qui Fen itu pun kembali berkata, “Baiklah hadirin semua, untuk pelelangan kali ini akan dua puluh lima barang, dan empat barang beharga yang baru saja masuk tadi.” Wanita tersebut menjelaskan nya seraya tersenyum profesional.
“Untuk empat barang berharga yang baru saja masuk, akan di lelang di bagian akhir tepatnya, akan di lelang sebagai penutup acara. Jadi, nantikanlah para tamu hadirin semua.” Ucap wanita tersebut yang seketika mendapatakan sambutan riuh dari para orang-orang di sana. Tentu saja, semua orang yang ada di sana di buat penasaran dengan empat benda yang baru saja di sebutkan oleh Qui Fen, mengingat diurutkan di akhir lelang.
“Jadi, alasan kamu mau berbicara dengan sang manager adalah menitipkan barang mu untuk di lelang ya.” Ujar Qing Xian yang dianggukki oleh Ling Feng. “Ya begitulah, aku kebetulan punya beberapa barang yang jarang terpakai dan daripada menganggur lebih baik aku jual saja.” Timpal Ling Feng.
“Hohhhh, apakah barang-barang yang kakak lelang itu adalah empat barang berharga yang baru saja di sebutkan tadi?” Tanya Bing Jiao.
__ADS_1
“Entahlah, siapa yang tahu.” Timpal Ling Feng seraya mengedikan bahunya, membuat Bing Jiao menggembungkan pipinya kesal, karena tanggapan Ling Feng.
“Baiklah tanpa perlu berlama-lama lagi, pelelangan kita mulai.” Ujar Qui Fen dan barang pertama pun di bawa naik ke atas panggung. Untuk yang pertama adalah sebuah pil yang berada tingkat bumi kualitas menengah. Ling Feng yang melihat barang pertama itu, tidak tertarik dan ia pun hanya menikmati buah yang berada di atas meja.
Bahkan setelah sepuluh harta yang sudah di lelang, Ling Feng masih belum menunjukkan tanda-tanda tertarik dan masih menikmati buah nya seraya melihat ke arah bawah yang mana di sana sudah perang harga.
“Baiklah mari kita berlanjut ke barang dua puluh satu. Barang ini adalah sebuah pedang Tingkat Langit kualitas tinggi. Harga awalnya berada di angka seribu koin platinum dan senilai nya. Setiap kenaikannya tidak boleh kurang dari seratus koin platinum dan senilai nya.” Ucap Qui Fen.
“Seribu lima ratus koin platinum.”
“Dua ribu koin platinum.”
Melihat pedang itu, Yang Sun cukup tertarik. Terlebih lagi, karakteristik dari pedang yang di lelang itu cocok dengannya, namun ia mengurungkan niatnya, mengingat harganya yang begitu mahal. Ling Feng menyadari bahwa saudaranya menginginkan pedang tersebut, terkekeh pelan.
Ia pun mengambil sebuah alat yang di sediakan di ruangan tersebut jika ingin menawar harga lalu berkata melalui alat tersebut, “Tiga ribu koin platinum.” Ucap Ling Feng cukup lantang dan membuat terkejut para tamu hadirin lelang, mengingat Ling Feng tidak kira-kira dalam menaikkan harganya.
Tentu saja apa yang baru saja Ling Feng lakukan langsung mendapatkan tatapan tidak senang dari orang yang menaikkan harganya tadi dan hendak berteriak protes, namun di tahan oleh temannya. Orang tersebut berada di ruangan VIP juga, namun ruangan VIP berada di bawah Ling Feng yang secara tidak langsung mengatakan, bahwa status Ling Feng lebih tinggi ketimbang dirinya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
__ADS_1