
"Jadi anak mu bisa membaca pikiran seseorang melalui raut wajahnya saja begitu." Ucap Ling Feng. Ibu dari Su Lan menganggukkan kepalanya mengiyakan. Long Tian yang mendengar itu sangat tidak percaya, pasalnya orang yang melakukan hal itu adalah seorang anak kecil yang belum dewasa. Terlebih lagi anak kecil tersebut bisa melakukan hal mustahil yang bahkan pendekar tingkat tinggi saja tidak bisa.
"Setelah membaca raut wajah seseorang, anak ku akan mulai menganalisis dan mulai menebak apa yang dipikirkan oleh lawan bicaranya tentang dirinya." Ucap Ibu dari Su Lan menghela nafas lalu berkata kembali, "Mungkin karena Su Lan tumbuh di lingkungan Keluarga He yang keras membuat dirinya jadi peduli pendapat orang tentang dirinya." Kata Ibu dari Su Lan menundukkan kepalanya menatap Su Lan yang sedang bermain dengan anak-anak dengan tatapan Lesu.
Ling Feng sendiri sadar dengan Perkataan yang dikatakan Su Lan kepadanya. Ia juga tidak menyangka bahwa anak kecil yang terlihat nakal dan manja kepada ibunya bisa melakukan yang bahkan dirinya saja belum tentu mungkin bisa.
Ling Feng lalu mengalihkan pandangannya kepada Su Lan yang sedang bermain dengan teman-teman sebayanya. Jika dilihat dari sini, ia tidak berbeda jauh dengan dirinya yang masih anak kecil, namun kemampuan yang ia tunjukan kepada Ling Feng membuat dirinya terkejut tidak bisa berkata-kata.
"Pantas saja aku merasakan sesuatu yang istimewa darinya, kukira salah dalam melihat ternyata ia lebih baik dari yang kuduga." Batin Ling Feng merenung sembari menatap Su Lan yang sedang bermain-main air dengan anak-anak yang ditahan oleh Keluarga He.
Beberapa saat kemudian
"Apakah kalian yakin? aku akan bertanya sekali lagi. Apakah kalian ingin benar-benar mengikuti ku?" Ucap Ling Feng. Anak-anak kecil yang disana mendengarkan dengan seksama dan serentak menganggukkan kepalanya, dan Xiao sebagai yang tertua menjawab, "Semenjak anda membebaskan kami, kami akan sepenuh hati mengikuti anda tuan muda." Kata Xiao sembari menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Aku tidak bisa menjamin kalian akan selamat saat berjalan dengan diriku apakah kalian tetap yakin ingin mengikuti ku, kematian bisa saja menghampiri kalian." Ucap Ling Feng sengaja menakut-nakuti, namun ketika mendengar hal yang dikatakan Xiao membuat dirinya tidak bisa lagi menolak.
"Walaupun saat ini kami belum bisa apa-apa, akan tetapi aku dan teman-teman ku berjanji akan bisa lebih berguna untuk tuan muda." Ucap Xiao yang tertua dengan nada tegas, anak-anak kecil yang dibelakangnya pun mempunyai sorot mata yang sama dengan Xiao membuat Ling Feng tidak bisa untuk melawan lagi.
__ADS_1
"Baiklah jika kalian sudah siap mati, maka aku tidak akan mencegah kalian lagi." Ucap Ling Feng lalu ia membuka jalan menuju ruang jiwanya. Melihat sebuah portal, sekelompok anak kecil tersebut terheran-heran, namun tidak ada yang bertanya walaupun penasaran.
"Masuklah ke dalam, jika memang kalian ingin berjalan bersama ku maka masuk kedalam adalah langkah awalnya." Ucap Ling Feng. Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng, Xiao tanpa ragu maju berjalan masuk kedalam portal tersebut. Setelah Xiao masuk lalu diikuti oleh sekelompok anak kecil lainnya ikut masuk kedalam juga.
Kini hanya tersisa Ling Feng, Long Tian, Su Lan dan Ibunya saja. Ling Feng langsung mengalihkan pandangannya lalu berkata, "Paman sepertinya aku akan merepotkan mu kedepannya." Ucap Ling Feng tanpa beban, Long Tian yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang sembari membatin didalam hatinya.
"Sepertinya hari tenang ku telah usai sekarang." Batin Long Tian dengan wajah lesu berjalan hendak masuk kedalam portal, namun ditahan oleh Ling Feng. Melihat Ling Feng menahan dirinya ingin masuk, Long Tian awalnya sudah berbinar-binar, namun perkataan yang keluar dari mulut Ling Feng seketika itu menghancurkan ekspentasinya.
"Sebelum itu tolong buat lingkaran formasi yang menuju kota paman." Ucap Ling Feng tanpa beban, Long Tian yang mendengar itu hanya bisa mengiyakan saja tanpa bisa berbuat apapun alhasil ia langsung membuat formasi teleportasi.
Setelah selesai Membuat Formasi teleportasi, Long Tian langsung mengaktifkannya dan seketika formasi tersebut itupun langsung aktif.
"Terima kasih paman, dan mulai dari saat ini semangat berkerja keras." Ucap Ling Feng menyemangati, namun Long Tian yang mendengar itu hanya menghela nafas gusar dan masuk kedalam dunia jiwa milik Feng'er.
"Baiklah sekarang sudah selesai, kita kembali sekarang." Ucap Ling Feng berjalan masuk kedalam formasi tersebut diikuti oleh Su Lan dan ibunya di belakang dan seketika jejak mereka menghilang diiringi formasi yang juga langsung menghilang secara bersamaan.
Gang sebelah tempat Ling Feng menginap
__ADS_1
"Tidak kusangka paman akan langsung mengirimkannya kesini." Ucap Ling Feng langsung berjalan keluar dari gang dan melihat sebuah penginapan yang adalah tempat dirinya masih menginap saat ini.
"Apakah ini benar kota Anyi tuan muda?" Ucap Ibu dari Su Lan. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Kita sudah sampai di kota Anyi dan ini adalah tempat diriku menginap saat ini." Kata Ling Feng.
"Sekarang kau akan kemana dengan Su Lan." Ucap Ling Feng. Ibu dari Su Lan yang mendengar itu masih bingung ingin melakukan apa. Ling Feng yang melihat tingkah ibu Su Lan yang terlihat bingung itu tidak ingin mengambil pusing. Ia lantas mengeluarkan sebuah cincin ruang dari Cincin ruang yang ia kenakan dan memberikannya kepada Ibu Su Lan.
"Ambil ini dan gunakanlah sebaik-baiknya." Ucap Ling Feng ingin masuk kedalam penginapan tersebut lalu berhenti melangkah berkata kembali, "lebih baik anda dan Su Lan istirahat dahulu, sekarang tidak baik menjelang malam berkeliaran." Ucap Ling Feng, karena pasalnya hari menunjukkan sore menjelang malam.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng Ibu Su Lan awalnya ingin bersujud, namun ada sesuatu yang menahannya membuat dirinya tidak bisa bersujud kepada Ling Feng.
"Terima kasih tuan muda. Saya tidak akan pernah melupakan Budi baik anda yang diberikan kepada saya." Gumam Ibu Su Lan dalam hatinya.
Kring…Kring…Kring
"Selamat datang kembali tuan muda." Ucap Ibu Jia menyambut kedatangan Ling Feng. Ling Feng yang disapa menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamarnya, Ling Feng langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. "Ahhhh sungguh hari yang melelahkan." Gumam Ling Feng sembari berbaring ditempat tidur yang nyaman.
__ADS_1
"Masih tersisa beberapa hari lagi menuju turnamen, sebaiknya aku berkultivasi terlebih dahulu. Saat sedang membantai keluarga He entah kenapa aku merasa akan mengalami peningkatan saat ini." Gumam Ling Feng lalu bangkit dan mengambil sikap lotus dan masuk ke titik fokus berkultivasi.
>>>>>> Bersambung