
Ling Feng masuk kedalam gua untuk melihat Ling Laohu harimau gemuk yang lebih mirip seekor kucing. Terlihat seekor harimau kecil yang sedang berbaring malas-malasan diatas sebuah batu besar didalam gua tersebut. Muncul niat Ling Feng untuk membangunkan kucing tersebut dari hibernasi nya.
"Ia tidak sedang berkultivasi melainkan hanya tidur biasa." ucap Ling Feng tidak merasakan aura disekitar yang menandakan kucing tersebut hanya tidur biasa. "Baiklah kucing gemuk sekarang waktunya bangun." gumam Ling Feng menciptakan sebuah bola air seukuran kepalan tangan lalu melemparnya ke kucing tersebut.
Byurrrr
"Hah hah hah ada musuh !!! Teknik harimau suci gerakan pertama : Raungan Surgawi." ucap panik Laohu langsung memasang kuda-kuda meraung dan
Roarrrrrrrrrrrr
Hao Xiang yang sedang menstabilkan Fondasi di luar gua tiba-tiba terkejut mendengar raungan harimau yang sangat kuat dan keras dari dalam gua tersebut. Sampai-sampai ia harus menutup kedua telinganya jika saking kerasnya teriakan tersebut.
"Ughhhkk teriakan siapa ini kenapa bisa begitu kuat. Lalu teriakan ini bisa menggangu jiwa jika sampai lengah sedikit saja." kata Hao Xiang sembari melapisi pendengarannya dengan menggunakan qi. Daripada hal itu, Hao Xiang lebih penasaran dengan orang yang bisa mengeluarkan raungan yang sangat kuat seperti ini.
"Apakah itu kakak ? Tapi, setahu ku kakak tidak mempunyai keahlian bertarung seperti itu ? Sepertinya masih banyak teknik hebat yang dimiliki oleh kakak." gumam Hao Xiang penasaran dengan hal itu.
Kembali ke Ling Feng
"Ohhoooo, kucing gemuk kita ini sudah bisa berbicara rupanya." ucap suara tiba-tiba membuat Laohu menarik kembali teknik raungannya.
"Ternyata tuan, dimana musuhnya tuan ? apakah sudah mati ?" ucap Ling Laohu berlari dan melompat bertengger dipundak Ling Feng. Mendengar Ling Laohu berkata seperti itu Ling Feng langsung memukul kepala Kucing pembuat onar ini.
"Kepala mu ada musuh dunia jiwa ku mana ada musuh." ucap Ling Feng sembari memukul kepala Ling Laohu membuat kucing tersebut langsung mengaduh kesakitan.
"Aduh tuan, iya maaf aku mengaku salah." ucap Ling Laohu mengusap-usap kepala yang kena pukul dengan tangan kecilnya. Mendengar itu Ling Feng mengkerutkan keningnya dan berkata.
__ADS_1
"Cihhhhh, yang satu tukang mabuk, yang satu tukang tidur, entah apa yang bakal terjadi dengan Hao Xiang nanti." ucap Ling Feng yang hanya bisa menghela nafas panjang melihat tingkah Beast Legenda yang sangat tidak mencerminkan nama besar mereka.
"Sudahlah abaikan kita ganti topik dan aku mempunyai tugas untukmu." ucap Ling Feng sembari berjalan keluar dari gua tersebut melihat apakah Hao Xiang sudah selesai menstabilkan Fondasinya atau belum. Namun, ketika ia keluar terlihat Hao Xiang yang langsung mendekatinya bertanya.
"Kakak raungan tadi kakak yang buat ?" tanya Hao Xiang dengan mata yang berbinar-binar. Ling Feng yang ingin berkata langsung dipotong oleh Hao Xiang.
"Raungan itu buk-" perkataan Ling Feng langsung dipotong oleh Hao Xiang.
"Woahhhh keren....Kakak bisa melakukan raungan seperti itu aku tidak menyangka sama sekali raungan itu adalah kakak tapi, kenapa kakak tidak pernah menggunakan raungan keren seperti itu saat melawan musuh kakak ?" kata Hao Xiang berkata seperti itu dalam waktu singkat dan satu nafas. Ling Feng yang melihat itu cukup takjub dengan Hao Xiang yang bisa berkata sepanjang itu dalam satu tarikan nafas.
"Tidak Hao'er maksud kaka-" ucap Ling Feng kembali namun langsung dipotong kembali oleh Hao Xiang.
"Padahal raungan itu keren sekali kak, mungkin jika kakak langsung menggunakan kepada musuh kakak semuanya akan langsung menjadi gila ketika mendengar raungan dahsyat itu. Seharusnya kakak menggunakan itu saat melawan musuh-musuh kakak nantinya." ucap Hao Xiang yang terus berlanjut tidak berhenti sama sekali. Alhasil Ling Feng hanya menghela nafas membiarkan Hao Xiang berbicara sampai dia lelah. Sementara itu Ling Laohu yang mendengar itu langsung memasang dada tinggi-tinggi ketika Hao Xiang memujinya seperti itu.
"Apakah kau sudah selesai berbicaranya Hao'er." kata Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu dengan senyuman cerah menganggukkan kepalanya dan berkata.
"Maaf kak aku terlalu bersemangat." kata Hao Xiang menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Lalu mengalihkan pandangannya ke Ling Laohu yang selalu meninggikan dadanya dan itu membuat Hao Xiang yang awalnya tersenyum lalu memandang jijik kepada Ling Laohu.
"Kakak, kucing kakak sepertinya sedang tidak sehat. Kelakuannya menjadi aneh setelah bangun tidur." ucap Hao Xiang kepada Ling Feng dan tentu saja itu didengar oleh Ling Laohu. Mendengar hal itu Ling Laohu langsung berkata.
"Tidak sopan kau bocah....Begitukah sikapmu terhadap orang yang kau puji tadi." ucap Ling Laohu. Mendengar Ling Laohu bisa berbicara tentu saja sontak membuat Hao Xiang terkejut bukan main dan menunjuk-nunjuk harimau kecil yang bertengger di pundak Ling Feng itu.
"K-Kau bisa bicara ?" ucap Hao Xiang menunjuk-nunjuk Ling Laohu. Ling Laohu yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya.
"Memangnya aku tidak boleh bicara hahhh bocah" ucap Ling Laohu tidak senang dengan perkataan Hao Xiang namun, tidak mempermasalahkan dan berkata kembali. "Namun, aku maafkan karena tadi kau sudah memuji-muji diriku." ucap Ling Laohu meninggikan dadanya tinggi-tinggi. Hao Xiang yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lalu berkata kembali.
__ADS_1
"Cihhhhh siapa yang Sudi memuji-muji dirimu kucing gemuk. Aku itu sedang memuji teknik raungan kakak yang sangat mengagumkan tadi." kata Hao Xiang membantah. Ling Laohu yang mendengar itu hanya semakin meninggikan dadanya dan Ling Feng hanya diam saja.
"Teknik raungan yang kau anggap adalah milik tuan adalah teknik Raungan ku bocah." ucap Ling Laohu masih meninggikan dadanya sembari tersenyum mengejek kepada Hao Xiang. Mendengar itu Hao Xiang langsung membantah.
"Mana mungkin Raungan itu pasti kakak yang mengeluarkannya kan..." ucap Hao Xiang mengalihkan pandangannya ke Ling Feng. Ling Feng yang ditatap seperti itu hanya menghela nafas dan berkata.
"Itu memang teknik Laohu gemuk bukan teknik yang kakak keluarkan." ucap Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu membuka mulutnya lebar dan Ling Laohu meninggikan dadanya dengan senyuman tercetak diwajahnya.
"Jadi bocah, kelak jika kau ingin belajar aku pasti akan mengajarimu. Tapi sebelum itu, kau harus menyembah ku dulu sebagai guru." ucap Ling Laohu dengan suara khas harimau kecil. Mendengar itu Hao Xiang hanya berdecak kesal tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sudahlah Laohu gemuk tidak perlu membahasnya lagi. Sekarang tugasmu yang kumaksud adalah temani Hao'er mencari pengalamannya." kata Ling Feng membuat Ling Laohu dan Hao Xiang terkejut mendengarnya. Ketika Laohu ingin menyanggah dengan cepat Ling Feng berkata.
"Tidak ada keluhan sama sekali." ucap Ling Feng sebelum harimau gemuk tersebut berkata. Hao Xiang sendiri tidak menyanggah menurutnya, jika itu Ling Feng pasti untuk adalah hal yang terbaik untuknya saat ini.
"Baik kak aku mengerti." ucap Hao Xiang menganggukkan kepalanya. Mendengar hal itu Ling Feng tersenyum simpul melihat Hao Xiang yang patuh tidak menyanggah sama sekali.
Dunia Luar
Terlihat suasana desa perbatasan yang makin ramai padahal matahari sudah selesai melaksanakan tugasnya dan digantikan oleh sang bulan yang bersinar terang di kegelapan malam.
"Jadi ini markas dari sekumpulan rumput liar itu." ucap Long Tian yang sedang berada diatas salah satu atap penginapan yang dekat dengan Geng Naga Hitam. Long Tian memandang dingin bangunan yang berkamuflase menjadi sebuah bar itu.
"Baiklah sudah saatnya untuk membersihkan rumput liar sampai ke akar-akarnya agar tidak menggangu perkembangan tumbuhan yang lainnya." gumam Long Tian memandang markas geng naga hitam yang berkamuflase menjadi bar dengan seringai lebar yang tercetak diwajahnya.
>>>>> Bersambung
__ADS_1