
“Sampai jumpa lagi Xian’er.” Kata Ling Feng yang kedua matanya ikut memperhatikan ke langit, dimana si hitam berlari terbang.
>>>>>>______
Sementara Itu Jauh di Suatu Tempat
“Ckkk... Cai Shen pergi terlalu lama. Berani-beraninya ia pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ketika aku sedang berbicara.” Gumam sosok iblis dengan raut dingin terlihat jelas tercetak di wajahnya, yang bernama Meng Disi. Terlihat gelagat tubuhnya yang sedang menunggu kedatangan Cai Shen yang beberapa saat yang lalu tiba-tiba pergi begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun padanya.
“Sudahlah, sudahlah, mungkin saja Cai Shen mengalami sedikit masalah, tunggu saja, nantinya juga bakal kembali dengan sendirinya.” Timpal Li Tan dengan tenang tanpa beban. Meng Disi yang berada di sisinya, hanya meliriknya sekilas lalu kembali memasang raut wajah gelap, membuat Li Tan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dari iblis wanita tersebut.
Kloooppp
Terlihat suatu tempat yang jauh dari peradaban manusia, yang bahkan cahaya matahari pun sangat sulit untuk menembus tempat tersebut. Terlihat di sana, tiba-tiba muncul sebuah portal hitam dengan sebuah sosok keluar dari sana, diikuti dengan cahaya redup yang tidak lain adalah sebuah jiwa. Sosok tersebut tidak lain adalah Cai Shen yang selama ini di tunggu-tunggu oleh Meng Disi.
“Kau ini berani-beraninya pergi begitu saja di tengah-tengah pembicaraan yang sedang serius.” Kata Meng Disi bangkit dari tempat duduknya melangkah ke arah Cai Shen dengan wajah sengit.
Cai Shen sendiri yang mendengar omelan dari Meng Disi hanya diam saja, ia tidak tertarik untuk menimpalinya, yang mana sikapnya itu malah membuat Meng Disi makin geram dengan dirinya yang hanya diam saja.
“Kau sialan... Setidaknya ucapkan sepatah dua patah kata ketika ada yang sedang berbicara dengan...” Ucapan Meng Disi tertahan, karena salah satu tangan yang awalnya hendak melesat meninju Cai Shen, secara tiba-tiba di tahan oleh sosok iblis yang tidak jauh dari sana.
__ADS_1
“Bei Ger? Lepaskan tanganku sekarang juga. Aku hendak memberikan pelajaran pada baji*gan ini.” Kata Meng Disi melirik lurus ke arah sosok iblis yang menahannya, Bei Ger.
Bei Ger yang terlihat dari kedua matanya yang begitu sayu, sontak berkata dengan nada pelan, namun dapat di dengar jelas. “Tenanglah dulu Meng Disi, jangan begitu mudah terbawa oleh emosi. Coba perhatikan sesuatu yang berada di belakang Cai Shen.” Kata Bei Ger dengan nada setengah malas, membuat Meng Disi mengangkat sebelah alisnya, sontak mengikuti arah yang di tunjukan oleh Bei Ger.
Dirinya pun baru sadar bahwa ada sesuatu, tepat di belakang Cai Shen, dimana itu adalah sebuah roh yang terlihat sangat lemah sekarang. Bukan hanya itu saja, ketika Meng Disi sadar dengan aura familiar yang terpancar dari roh lemah yang dibawa oleh Cai Shen, kedua matanya pun terbuka lebar, karena terkejut.
“Bie Xibo?! Kenapa kamu dibangkitkan dalam wujud roh seperti ini?!” Kata Meng Disi yang terkejut ketika menyadari roh lemah tersebut adalah rekannya, Bie Xibo, bukan hanya Meng Disi saja yang penasaran, Li Tan, Bei Ger, dan Sa Dan yang selama ini diam saja di tempatnya juga merasakan hal yang sama, tentunya mereka ingin tahu lebih lanjut dengan siapa yang bisa membuat sekelas Bie Xibo yang kekuatannya setara dengan mereka, mengubahnya menjadi pecahan jiwa yang sangat lemah, walaupun ketika di bangkitkan kekuatannya pasti akan berkurang cukup drastis, namun mengingat batasan dari benua biru, tidak mungkin rasanya ada yang bisa membuat Bie Xibo sampai seperti itu.
Sosok roh dari Bie Xibo pun membentuk sebuah proyeksi dirinya, terlihat proyeksi tersebut menunujukkan raut wajah yang jelas-jelas tidak bersahabat, sangat marah tentunya. “Ya banyak yang terjadi, namun pastinya aku akan membalaskan apa yang telah dilakukan oleh pemuda manusia itu dua kali lipat. Apa yang ia lakukan kepadaku, benar-benar sebuah penghinaan. Akan kupastikan ia mati dengan cara yang paling menyedihkan.” Ujarnya dengan penekanan di setiap katanya.
“Apa yang sebenarnya telah terjadi Cai Shen. Kau pasti mengetahuinya, kan?” Ujar Li Tan dengan nada yang sangat serius, bertanya kepada Cai Shen yang sedari tadi diam saja. Semua pasang mata pun melirik ke arah Cai Shen.
Mungkin jika Li Tan yang datang untuk membantu Bie Xibo, dirinya akan menyadari siapa pemuda tersebut, karena pemuda itu adalah pemuda yang sama, ketika anak buahnya yang gagal untuk menguasai Kota Cheng Du.
“Xixixi... Pemuda itu, aku jadi semakin penasaran dengan identitasnya. Terlebih lagi~, seperti apa ya rasanya? Ahhhh~ membayangkannya saja sudah membuat ku benar-benar iri untuk mencicipinya~.” Kata Li Tan dengan nada menggoda dan nafasnya yang berat.
“Jangan berani-beraninya kau sentuh mangsaku Li Tan. Pemuda itu akan mati di tanganku, jadi jangan pernah untuk menyentuhnya.” Kata proyeksi Bie Xibo yang memandang tajam ke arah Li Tan.
“Ara~ Sebelum berkata seperti itu, lebih baik kau bentuk saja dulu tubuh fisikmu itu.” Kata Li Tan dengan tertawa mengejek, membuat proyeksi Bie Xibo menggertakkan giginya kesal sekaligus marah ketika mendengar apa yang di katakan oleh Li Tan.
__ADS_1
“Cukup kalian berdua. Ada yang ingin ku bahas, karena kondisi Bie Xibo tidak memungkinkan, terpaksa kita akan menunda ritualnya terlebih dahulu. Oleh karena itu, lebih baik mengumpulkan artefak-artefak yang tersisa sekarang.” Kata Cai Shen melerai perdebatan antara keduanya. Mendengar Cai Shen yang berkata seperti itu, baik itu Bie Xibo ataupun Li Tan pun tidak bersuara lagi.
“Baguslah...” Kata Cai Shen lalu mulai memimpin jalannya rapat tersebut, tentang langkah selanjutnya yang akan di ambil oleh mereka.
>>>>>>______
Kembali Ke Ling Feng
Setelah si hitam sudah tidak masuk ke dalam jarak pandangnya, Ling Feng pun juga tidak berlama-lama lagi di sana. Ia sontak menggunakan kekuatan elemen anginnya menghilang begitu saja dalam sekejap, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun di sana.
Ling Feng pergi cukup jauh dari Ibu kota Kekaisaran Shu. Dirinya muncul kembali disekitar daerah pinggiran Kekaisaran Shu. Ling Feng juga tak lupa menggunakan topeng putih susu yang diberikan oleh Qing Xian kepadanya, walaupun ia merasa sedikit aneh dengan topeng tersebut, pasalnya topeng putih itu ketika di pakai, akan menyesuaikan ukurannya dengan wajah penggunanya.
Bukan hanya itu saja, topeng putih itu juga mempunyai efek lain, dimana pengguna nya bisa melihat jelas walaupun itu berjarak ribuan meter jauhnya. Berkat topeng tersebut, dirinya juga dapat mengetahui sekelompok beast dan para perampok yang hendak menyergapnya, walaupun tanpa kekuatan dari topeng itu pun dirinya juga tidak akan kenapa-napa.
Ia terus berkelana seraya mencari informasi, Ling Feng tidak terbang kali ini, ia memilih untuk tidak bertindak mencolok soal nya, guna mempermudah mencari informasi tentu nya. Ia juga sesekali melakukan beberapa hal, seperti membantu orang yang kebetulan yang ia temui, baik itu dari para perampok ataupun beast.
“Akhrinya... Aku menemukan kota juga setelah hampir seminggu berkelana.” Gumam Ling Feng yang melihat sebuah gerbang kota di daerah pinggiran Kekaisaran Shu.
>>>>>> Bersambung
__ADS_1
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.