
"Menurutmu, apakah Feng'er tidak terlalu terlalu kejam ?" kata To Mu yang melihat Feng'er begitu bersemangat menyiksa orang dari sekte bayangan. Long Tian yang mendengar itu hanya mengangkat bahu dan menimpalinya.
"Aku tidak tau siapa yang kejam, karena aku sendiri bukan manusia." kata Long Tian ambigu membuat To Mu yang mendengarnya mengangkat sebelah alisnya membantin.
"Lalu apa hubungannya kau mengatakan bahwa dirimu itu bukan manusia ?" batin To Mu melihat aneh Long Tian.
Long Tian yang ditatap aneh oleh To Mu mengkerutkan keningnya merasa heran.
"Kau kenapa memasang wajah seperti itu ?" tanya Long Tian terhadap To Mu. To Mu yang ditanya seperti itu hanya menghela nafas dan berkata.
"Tidak ada apa-apa, wajahmu terlihat sangat jelek tadi sampai-sampai aku ingin memolesnya." kata To Mu mengalihkan pandangannya kembali ke Ling Feng. Long Tian yang ingin berkata namun ditelan kembali.
Ling Feng tidak mempedulikannya kedua orang tersebut yang entah sedang membicarakan apa. Entah kenapa suasana hatinya menjadi buruk ketika melihat orang yang berkaitan dengan pembantaian desanya.
"Jadi, apa kau ingin bekerjasama denganku teman ?" kata Ling Feng yang memberi nafas untuk orang sekte bayangan itu. Namun siapa sangka orang tersebut hanya tersenyum sinis walaupun dengan tubuh yang sudah babak belur. Ling Feng yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya lalu kembali menyeringai namun kali ini seringainya lebih jelas terlihat bahkan terkadang Ling Feng tertawa kecil. Long Tian dan To Mu yang melihat itu ekspresi Ling Feng yang seperti itu bergetar.
"Orang itu akan tamat, setidaknya dia akan kehilangan akal sehatnya." kata To Mu setelah melihat ekspresi Ling Feng. Long Tian tidak berbicara apapun namun hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan To Mu.
"Sepertinya aku terlalu lembut kepada sampah sepertimu. " kata Ling Feng dengan seringai lebarnya. Tanpa basa-basi dirinya langsung menggenggam erat Yin Black Sword dan langsung menebas atau lebih tepatnya memotong-motong mulai dari jari sampai habis tidak tersisa.
"Akhhhhhhhhhhhhhhh" teriak orang sekte bayangan itu merasakan sakit yang luar biasa dibagian lengan kanannya. Lalu beberapa saat kemudian proses pemulihan regenerasi mulai kembali. Sebelum regenerasi lengan kanan selesai Ling Feng kembali melakukan hal yang sama pada lengan kiri orang tersebut. Berikut juga dengan anggota tubuh bagian kaki juga tidak terlepas. Ling Feng mengulangi hal yang sama terus menerus membuat Long Tian dan To Mu bergetar tidak menyangka bahwa pemuda yang bahkan belum genap dua puluh tahun itu sudah sangat sekejam itu.
__ADS_1
"Sungguh mengerikan." gumam Long Tian cukup gentar. To Mu menganggukkan kepalanya.
"Walaupun tubuh tersebut bisa meregenerasi bagian tubuh yang hilang, namun tidak dengan rasa sakit itu sendiri. Setidaknya orang itu akan mengalami gangguan mental yang cukup lama." kata To Mu memandang cara Ling Feng yang terbilang sadis dalam menyiksa.
"Hahahaha, kemana wajah arogan kalian tadi pasca detik-detik ingin menyerang desa tadi !?" kata Ling Feng masih melakukan hal yang sama berulang kali, namun sudah terlihat dari wajah orang tersebut yang sudah sangat tersiksa oleh Ling Feng. Ling Feng yang melihat ekspresi itu memandang jijik orang sekte bayangan itu lalu berkata kembali.
"Kenapa sekarang malah kau memasang ekspresi seperti itu ? Oh ayolah, disini kau yang jahat. Jangan pernah coba-coba memasang wajah seperti itu." kata Ling Feng dengan seringai yang sangat lebar. Ketika ingin melakukan hal tadi tangannya ditahan oleh seseorang yang tidak lain adalah Long Tian.
"Apa maksud paman Tian ? bukankah aku sudah meminta untuk tidak mengurusi apapun urusanku." kata Ling Feng dengan nada yang dingin. Long Tian sendiri hanya menghela nafas melihat Ling Feng yang sangat bernafsu menyiksa orang yang bahkan sudah jauh dari kata baik-baik saja.
"Kau perhatikan baik-baik orang itu." kata Long Tian menunjuk orang yang disiksa oleh Ling Feng. Ling Feng langsung kembali mengalihkan pandangannya ke orang sekte bayangan itu. Merasa tidak ada yang aneh, Ling Feng kembali mengalihkan pandangannya ke Long Tian dengan raut wajah 'apa maksud paman ?'.
"Haihh, Feng'er lihat wajahnya." kata Long Tian dan Ling Feng langsung mengalihkan pandangannya. Terlihat ekspresi yang tidak bisa dijelaskan kata-kata. Ling Feng menyiksa orang tersebut tidak ada ampun bahkan sampai orang tersebut mengalami gangguan pada jiwanya saat ini. Hal itu semua terlihat dari tatapan orang tersebut yang sudah tidak ada tekad yang kuat, melainkan hanya keputusasaan yang sangat dalam.
"Cih, orang yang sangat setia bahkan rela mati demi sebuah informasi saja." kata Ling Feng langsung memenggal orang sekte bayangan itu dan Long Tian langsung membakarnya menggunakan apinya.
"Sudahlah jangan seperti itu kita tunggu saja yang lainnya, aku yakin mereka pasti akan datang tidak akan lama lagi." kata Long Tian santai.
"Ya sepertinya hanya itu yang tersisa." kata Ling Feng menghela nafas masih kesal karena, orang yang disiksanya tetap bersikukuh enggan menjawab.
"Jika itu manusia biasa pasti akan langsung menyerah.Namun, orang tersebut sepertinya sudah dilatih sejak dini yang membuat dirinya lebih memilih mati daripada nyawanya sendiri." kata Long Tian menepuk-nepuk pundak Ling Feng.
__ADS_1
"Haih, aku tahu paman sekarang aku ingin keluar dulu. Ada urusan yang harus kulakukan untuk desa ini." kata Ling Feng diangguki oleh Long Tian dan To Mu.
"Pergilah, aku akan disini sementara untuk bermeditasi berusaha untuk memulihkan sedikit kekuatanku walaupun itu mustahil." kata Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu mengangguk dan langsung menghilang pergi kembali ke dunia luar.
Dunia luar
Terlihat seorang anak kecil tengah menunggu sesuatu ditemani oleh seekor kucing gemuk yang sedang tertidur dalam pangkuan anak kecil itu. Anak kecil itu adalah Hao Xiang dan harimau kecil Ling Laohu.
"Kakak itu menghilang kemana ya, aku ingin pergi kembali ke rumah nantinya kakak itu malah tidak tau letak rumahku." kata anak kecil itu mengeluh karena, menunggu seseorang yang tidak lain adalah Ling Feng.
Tepat setelah mengeluh, Hao Xiang mendengar yang sangat jelas ditelinganya.
"Kenapa kau tidak pergi duluan saja kalau seperti itu Hao'er."
Hao Xiang yang mendengar itu sungguh terkejut dan langsung melemparkan Laohu kecil ke atas. Kucing gemuk itu yang sedang nikmat-nikmatnya tidur kembali terganggu oleh hal yang tidak jelas.
"Huaaaaa kakak kau ini mengagetkanku saja." kata Hao Xiang dengan dada yang naik turun saking terkejutnya.
Sang pelakunya hanya tersenyum saja dibalik penutup wajahnya dan berkata.
"Kenapa kau tidak kembali ke rumahmu duluan saja ? aku bisa menyusulmu nanti." kata Ling Feng bertepatan seekor kucing gemuk langsung bertengger di puncak kepalanya.
__ADS_1
>>>>> Bersambung